365 Days With You

365 Days With You
Kesadaran hilang


__ADS_3

Laura sebenarnya ingin mengumpat para aparat keamanan yang sama sekali tidak berguna itu. Ia berpikir jika mereka sudah terlambat karena mencoba sudah jauh dan membawa semua data diri miliknya. Ia bahkan saat ini memijat pelipis karena merasa bingung tidak membawa apapun.


Bahkan dompet miliknya yang berisi semua kartu identitas, paspor, serta dompet kecil berisi uang berada di dalam tas. Laura benar-benar sangat bingung bagaimana nasibnya tanpa semua itu saat baru pertama kali tiba di tanah kelahiran.


"Lebih baik Anda ikut saya untuk memberikan keterangan, Nona. Kami akan berusaha untuk mencari pencopet itu dan mengembalikan barang Anda hilang." Salah satu aparat keamanan kali ini berbicara mewakili beberapa rekannya.


Meskipun itu hanyalah sebuah kebohongan semata karena hanya ingin dianggap benar-benar bekerja agar tidak dipecat. Padahal ia sudah panen uang dari seseorang yang semalam datang.


"Aarrh ... tidak perlu!" Laura melepaskan tangannya karena merasa sangat kesal melihat para pria tersebut. "Dasar tidak berguna!"


Karena merasa percuma dan sudah bisa menebak bahwa tas miliknya tidak akan kembali, Laura memilih untuk pergi meninggalkan para pria yang dianggapnya sangat tidak berguna karena sama sekali tidak membantu.


Bahkan ia berjalan sambil mengibaskan tangan dan juga mengumpat dalam bahasa asing yang membuatnya bisa meluapkan segala amarah yang membuncah di dalam hati akibat perbuatan seorang pria tidak bertanggung jawab.


"Aku akan menyuruh paman untuk mengurus semuanya," ujar Laura yang saat ini mencari taksi meskipun sama sekali tidak membawa uang karena sudah dicopet.


Sementara itu, Christian yang mendorong troli berisi beberapa koper miliknya, kini mencari taksi untuk mengantarnya pulang ke rumah karena memang ia tidak mengatakan pada Ana bahwa hari ini pulang demi membuat kejutan untuk sang istri.


Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari taksi. Hingga pandangannya berhenti ketika melihat siluet wanita yang dari tadi dipikir sudah pergi jauh, membuatnya merasa sangat senang.


'Laura? Jadi, ia belum pergi juga? Apa ia sengaja menungguku,' gumam Christian yang merasa sangat percaya diri dan tersenyum karena bisa bertemu lagi dengan Laura.


Padahal tadi berpikir jika Laura sudah pergi jauh dan ia tidak bisa mengejarnya. Namun, karena takdir selalu mendukungnya berada di dekat Laura, membuatnya merasa yakin jika ia dan wanita itu akan mempunyai hubungan yang lebih dari sekarang.


'Sepertinya kamu ditakdirkan menjadi milikku, Laura.' Christian yang saat ini berbunga-bunga di dalam hati, berniat untuk menyapa Laura dan mengajak pulang bersama.


Namun, saat menghampirinya, wanita itu malah sudah berbicara dengan seorang pria yang tak lain adalah sopir taksi. Kemudian Laura langsung masuk ke dalam mobil dan membuatnya ingin mengejar dengan naik taksi.


Christian saat ini buru-buru berbicara dengan sopir taksi dan membantu memasukkan beberapa koper miliknya ke dalam bagasi mobil.


"Cepat, Pak! Aku ingin Anda mengejar taksi itu!" sahut Christian yang buru-buru masuk ke dalam mobil.


"Baik, Tuan," sahut sang supir taksi yang baru masuk ke dalam mobil dan melakukan perintah dari penumpang.


"Kebetulan sopir taksi itu adalah teman saya dan jika kehilangan jejak, saya bisa menelponnya untuk menanyakan di mana keberadaannya saat ini." Sang supir yang sangat tenang karena ia akan bisa mengejar sopir taksi yang merupakan temannya.


Refleks Christian tersenyum dan membuatnya merasa bahwa takdir berpihak padanya untuk kesekian kali ketika menginginkan Laura.

__ADS_1


"Wah ... luar biasa. Kalau begitu, tapi sekarang merasa lega karena kamu mengetahui sopir taksi itu." Christian tersenyum puas karena kali ini berpikir bahwa ia akan mengetahui siapa sebenarnya Laura.


Di mana ia tinggal dan dari keluarga mana Laura berasal.


'Maaf, Laura karena aku tidak bisa memenuhi keinginanmu. Aku ingin tahu semua tentangmu karena kamu membuatku merasa tidak tenang seperti ini.'


Antara obsesi dan cinta seolah mewakili apa yang dirasakan Christian pada Laura dan membuatnya ingin sekali segera mengetahui siapa sebenarnya wanita yang telah mengombang-ambingkan perasaannya.


Bahwa ia merasa bahwa Laura memiliki sesuatu yang sangat berbeda dari wanita lain. Antara polos dan perpaduan nakal ketika mabuk membuatnya sangat tertarik dengan Laura.


Ia bahkan kali ini berpikir jika selama ini tidak suka dengan para wanita yang suka menggoda pria, tapi melihat Laura menggodanya saat mabuk ketika berada di klab malam, malah dengan mudah membuatnya merasa tertarik.


Hingga ketika melihat kepolosan Laura yang menunjukkan sifat aslinya ketika tidak dikuasai oleh minuman beralkohol, ia semakin menyukai wanita yang pernah menawarkan diri untuk tidur bersamanya saat masih dalam status perawan.


Christian kali ini mempercayakan semuanya pada sang sopir yang tengah menelpon rekannya. Ia bahkan bisa mendengar pembicaraan antara sesama sopir tersebut.


'Baiklah. Sekarang kita lihat siapa sebenarnya tuan Putri Laura itu. Dari mana berasal dan dari keluarga mana yang ia sebutkan,' gumam Christian yang saat ini fokus menatap ke arah depan begitu mendengar bahwa sang supir sudah mengetahui lokasi terakhir dari rekannya.


Ia yang tadi merasa gelisah karena memikirkan Laura yang sudah pergi, sekarang merasa lega karena sebentar lagi bisa mengetahui perihal wanita itu yang sebenarnya menutup diri padanya agar tidak tahu apapun.


Christian saat ini berpikir bahwa sesuatu yang terjadi di antara mereka sudah digariskan oleh Tuhan. Ia yakin akan menjadi pria yang menikahi Laura.


Ia tersenyum melihat ponselnya yang retak karena mewakili perasaan Laura yang seperti itu karena marah padanya saat melihat foto-foto kebersamaan dengan Ana.


"Seharusnya kamu tidak mencoba untuk ingin tahu tentang Ana, Laura. Akhirnya kamu yang tersakiti sendiri dan marah padaku seperti ini."


Christian masih terus menatap ke arah layar ponsel yang retak dan menganggap itu adalah hati Laura ketika melihat semua foto-foto kebersamaannya dengan sang istri.


Hingga kemudian ia berpikir bahwa mulai hari ini tidak akan mengizinkan Laura mencari tahu tentang Ana karena tidak ingin menyakiti perasaan wanita itu jika bertemu lagi.


Ia akan mengatur semuanya seperti pertemuan tidak sengaja begitu mengetahui dari mana Laura berasal. "Aku akan menyuruh orang mengikuti Laura, jadi baru bisa mengatur rencana selanjutnya."


Christian tersenyum puas begitu semua rencananya dianggap sangat bagus untuk bisa kembali bertemu dengan Laura dan menikahinya secara siri.


Bahkan ia seolah mengesampingkan masalah Ana karena berpikir bahwa Laura merupakan wanita yang dikirimkan oleh Tuhan padanya untuk menyelesaikan konflik dalam rumah tangganya.


'Ana, maafkan aku karena akan diam-diam menikahi Laura demi bisa mendapatkan keturunan. Aku hanya manusia biasa yang juga ingin memiliki keturunan, tapi aku tidak akan menceraikan kamu dan tetap akan menjadi suamimu.'

__ADS_1


Christian tahu bahwa tidak ada wanita di dunia ini yang ingin dimadu, tapi terkadang keadaan yang memaksa posisi seorang pria untuk akhirnya memilih menikah lagi demi masalah yang dialami seperti menikah bertahun-tahun, tapi tetap tidak kunjung mempunyai keturunan.


Sedangkan dari dulu ia sangat membenci pria yang mempunyai istri lebih dari satu karena tidak punya perasaan untuk menjaga hati seorang wanita.


Namun, ia sama sekali tidak menyangka jika kebenciannya itu malah membuatnya berakhir seperti itu dan membenarkan perkataan dari orang-orang bahwa tidak boleh membenci terlalu berlebihan.


Bahwa semuanya akan berbalik menyerang jika sampai membenci sangat berlebihan. Christian saat ini berpikir bahwa Ana akan tetap berada di hatinya dan menjadi istri sah, sedangkan Laura akan menjadi istri siri yang bisa memenuhi semua harapannya.


'Semoga aku bisa bersikap adil pada mereka jika benar-benar mendapatkan Laura untuk menikahinya.' Christian sudah berpikir sangat jauh saat bisa menikahi Laura secara siri.


Ada banyak rencana yang ada di pikirannya dan membuatnya ingin segera melaksanakan semuanya dengan wanita polos yang menyerahkan diri padanya saat mabuk.


Namun, melarikan diri saat sudah sadar dan membuatnya terombang-ambing seperti kapal di lautan yang harus menghadapi hantaman ombak.


Sementara di tempat yang berbeda, yaitu di dalam sebuah taksi yang melaju membelah jalan lalu lintas ibukota dengan banyaknya bangunan yang menjulang tinggi di kanan kiri, Laura tidak berkedip menatap pemandangan di sekitar yang dilalui.


"Jakarta sudah banyak berubah rupanya. Sudah 8 tahun aku meninggalkan Jakarta dan tidak pernah pulang hanya demi bisa segera memenuhi harapan orang tuaku yang sudah berada di surga."


Laura berbicara dalam bahasa asing dan sosok pria dibalik kemudi tersebut baru saja mendapatkan telpon dari rekannya yang ingin mengetahui lokasinya.


Ia melirik ke spion untuk melihat wanita di belakang berbicara dengan bahasa asing yang sudah bisa menebak ini adalah pertama kalinya kembali ke Jakarta setelah berada di luar negeri.


'Sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh penumpang dari temanku? Kenapa ingin mencari keberadaan wanita ini? Apa wanita ini adalah kekasih dari penumpang temanku?'


Sang supir tadi sudah diberitahu agar tidak mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi karena rekannya berniat untuk menyusul lokasinya berada.


Hingga ia pun saat ini bisa melihat jika wanita yang duduk di belakang tersebut tengah sibuk menikmati pemandangan kota Jakarta. Jadi, akhirnya ia mengurangi kecepatan agar rekannya bisa menyusul.


Namun, ia seketika membulatkan mata dan tidak bisa mengendalikan kendaraan begitu mendapatkan sebuah hantaman yang sangat keras hingga membuat mobil yang dikemudikan berputar dan dihantam oleh mobil yang melaju dari belakang.


Laura yang merasakan tubuhnya terhempas ke depan dan membuatnya merasakan kesakitan luar biasa saat tiba-tiba ada hantaman sangat kuat dan ia memejamkan mata karena berpikir bahwa hari ini adalah hari terakhir ia berada di dunia.


Hingga saat ia menahan rasa sakit luar biasa pada seluruh tubuhnya karena hantaman yang sangat keras itu, kepalanya membentur ke depan dan begitu mobil dirasakan terbalik, tubuhnya seperti merasa remuk dan semua kesakitan menjadi satu dirasakannya saat ini.


Hingga saat ini ia bisa melihat kilasan balik dari seluruh hidupnya seperti kaset yang diputar. Ia membuka mata dengan darah yang mengalir di bagian kepala dan berbicara sangat lirih.


"Papa, Mama, apakah kalian datang untuk menjemputku?" Kemudian kesadarannya perlahan menghilang dengan memejamkan mata karena semuanya terasa gelap.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2