
Selama beberapa saat yang sangat intim, Laura merasakan sensasi yang memabukkan dengan kekuatan luar biasa seolah tengah menahannya untuk menolak, hingga menyentuhnya secara emosional seperti ini.
Ia seperti bongkahan es yang seketika langsung mencair. Bahkan saat pria dengan wajah memerah yang terlihat jelas tengah menahan kendali diri menggapainya, ia sangat mendambakan semua perbuatan pria itu.
'Mario benar-benar seperti seorang pria yang sangat ahli menaklukkan hatiku, hingga aku tidak berkutik dan tergila-gila padanya seperti ini,' gumam Laura yang saat ini merasa dunianya seakan menghilang di sekeliling mereka dan tertinggal hanya mereka berdua dalam pelukan erat dengan jantung berdebar dan kulit memanas.
Jemari Mario menahan punggung sang istri dan menunduk karena mengincar sari kemanisan yang seakan sudah menjadi candu untuknya selama beberapa terakhir ini.
Ia yang kini sibuk menggoda, yakin telah berhasil membuat sang istri bergairah dan tersenyum penuh kemenangan.
Bibir sensual Laura merekah, diiringi ******* saat saling menyentuh dan mencicipi dan membelai penuh keintiman. Bahkan respon tubuhnya sangat mendambakan semua yang dilakukan suami.
Respon tubuhnya menuntut untuk terus melanjutkan dan ingin lebih jauh merasakan kenikmatan yang membuncah memenuhi aliran darahnya.
Terlihat jelas saat ia memeluk leher Mario dengan jemari menarik helai rambut pendek pria yang membangkitkan api gairah dalam tubuhnya.
__ADS_1
Kini, ia mendengar suara yang menurutnya paling seksi. "Jangan menahannya dan luapkan semuanya padaku."
"Aku akan membuatmu memujaku dan mencintaiku seumur hidupmu," ucap Mario yang saat ini sudah mengulurkan tangan dan melarikan jemari ke sela-sela rambut hitam berkilat yang sangat disukainya tersebut, kemudian menggenggam dengan satu tangan.
Sementara tangan yang lain menggapai ke sekeliling tubuh Laura untuk menariknya semakin mendekat ke dadanya.
Merasa sangat dipuja dan menjadi satu-satunya wanita bagi seorang pria yang berhasil membangkitkan gairah tertahan yang selama ini tertidur dan membuat benaknya berkabut.
Bahkan suara ******* lolos dari bibirnya dan membuktikan bahwa saat ini ia ikut digulung gairah hingga tidak mampu berpikir lagi dan membuatnya benar-benar hanya pasrah menikmati denyut sensasi kenikmatan yang dikirimkan oleh pria yang masih membuainya dengan sentuhan.
Mario bahkan sama sekali tidak peduli pada rintihan Laura karena hanya fokus pada perbuatannya.
Sementara Laura masih menguatkan dirinya yang lemah. Bahwa Mario kini menyapu tubuhnya.
Apalagi ia bisa melihat pusaran gelap yang menyapu tubuhnya dan membuatnya kebingungan. Kini, lengan Laura terangkat. Ia bisa melihat tatapan yang begitu panas, seolah benar-benar membakarnya dan membuat tubuhnya seketika menegang.
__ADS_1
Tanpa menyingkirkan keheningan di antara mereka, Mario berhasil dengan kegiatannya.
Sementara Laura benar-benar menahan diri dengan sekuat tenaga, ia menggigit bibir untuk menghentikan dirinya mengerang dan merintih dengan keras.
Tidak ingin membuang waktu, Mario sudah melingkarkan tangannya dan ingin segera dibawanya ke puncak nirwana.
Dengan menarik tubuh seksi itu mendekat. Sudut bibirnya melengkung ke atas karena merasa menjadi pemenang sejati.
"Aku sangat mencintaimu, istriku."
Sementara itu, lidah Mario benar-benar kelu dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun karena saat ini menciumnya lagi. Hingga akhirnya bunyi desiran halus terdengar di telinganya.
"Jangan lupakan tentang keinginanku untuk menunda memiliki momongan," ucap Laura dengan suara serak untuk mengingatkan sang suami agar tidak melanggarnya karena ia belum siap.
To be continued...
__ADS_1