365 Days With You

365 Days With You
Mengabarkan pada bos


__ADS_3

"Permisi ... permisi, tolong menyingkir dari mobil ini!" sahut Vicky yang beberapa saat lalu mengusir orang-orang untuk tidak berkerumun dan membuat bosnya merasa takut.


Hingga ia seketika menatap ke arah wanita di balik kemudi tersebut terlihat penuh dengan kecemasan dan ia memberikan sebuah kode agar tenang setelah kedatangannya.


"Wanita ini sudah menyebabkan kecelakaan dari korban bermotor itu dan tidak langsung segera membawa ke rumah sakit. Bagaimana jika pria itu tidak tertolong?" sahut salah satu pria yang mewakili lainnya ketika mengungkapkan nada protes pada wanita yang telah menjadi pelaku penabrakan.


Vicky yang saat ini memang belum mengetahui bagaimana kronologi kecelakaan, sehingga memilih untuk langsung menuju ke arah polisi yang datang mendekat.


"Kami akan menyelesaikannya dengan dibantu oleh para polisi. Jadi, tidak perlu khawatir karena bos saya akan bertanggung jawab sepenuhnya pada korban jika terjadi sesuatu."


Kemudian melihat wanita dengan kemeja peach keluar dari mobil setelah orang-orang menyindir dan membuatnya ingin bertanya mengenai kronologi kejadian yang menyebabkan bosnya tersebut menabrak korban.


"Selamat pagi, Bos. Apa Anda bisa menjelaskan apa yang sebenarnya menjadi penyebab pria itu tertabrak?" sahut Vicky yang saat ini mendengar suara bariton dari salah satu polisi yang berjalan mendekat.


"Saya sudah mendengar semua penjelasan dari Nyonya Ana mengenai kecelakaan saat menelpon pihak polisi tadi. Korban akan langsung dibawa ke rumah sakit untuk dirawat karena ambulans sudah datang."


Pria dengan seragam berwarna coklat tersebut langsung menguraikan kesalahpahaman yang terjadi, sesuai dengan penjelasan dari wanita yang tadi menghubungi.


"Jadi, tadi korban yang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan beberapa kali mendahului kendaraan lain. Itu sebelumnya sudah dilihat oleh nyonya Ana dan ia sempat kesal."


"Namun, saat motor itu kembali mendahului mobil lain, ternyata menyenggol spion mobil dan akhirnya oleng ke kanan dan tidak bisa dielakkan, pengemudi itu menabrak mobil nyonya Ana hingga terpelanting jauh."


Kini, pria berseragam tersebut menoleh ke arah wanita dengan paras cantik di sebelah mobil berwarna merah. "Apa ada yang perlu Anda tambahkan, Nyonya?"


Ana yang sebenarnya malas berinteraksi dengan banyak orang, kini hanya menggelengkan kepala karena berharap masalah yang terjadi segera tuntas.


"Biarkan pria itu itu saja yang menjelaskan nanti setelah ia sadar. Semoga ia sadar dan tidak terjadi sesuatu hal yang buruk. Aku akan bertanggung jawab sepenuhnya atas biaya pengobatan pria itu dan bersedia memberikan keterangan ke kantor polisi jika diperlukan."


Ana saat ini bisa melihat jika para perawat keluar dari mobil ambulans dan langsung mengangkat korban kecelakaan tersebut ke atas brankar. Ia Sebenarnya tadi merasa kesal melihat pengguna motor yang ugal-ugalan di jalanan.


Namun, ketika melihat korban tidak sadarkan diri, tentu saja membuatnya merasa iba karena mengkhawatirkan jika pria itu memiliki anak dan istri yang berada di rumah menunggu suami mencari nafkah agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

__ADS_1


Ia bahkan berencana untuk menyuruh Vicky mencari keluarga dari pria itu dan memberikan uang. Apalagi mengetahui jika harus menunggu orang di rumah sakit, pasti membutuhkan uang.


Ana bahkan saat ini mengambil kartu nama dari dalam tas yang berada di dalam mobil. Kemudian menyerahkan pada salah satu polisi yang tadi menjelaskan.


"Ini adalah kartu nama saya. Jadi, bisa menghubungi sewaktu-waktu jika dibutuhkan untuk memberikan kesaksian. Apa saya boleh pergi sekarang?" tanya Ana yang saat ini khawatir jika mobilnya akan dibawa oleh polisi.


Karena itu adalah mobil kesayangannya dan tidak ingin menghiasi halaman depan kantor polisi yang pastinya akan kepanasan serta kehujanan.


Sementara saat berada di kantor ataupun di rumah, selalu terlindungi karena parkir di tempat khusus yang pastinya ada atapnya dan tidak akan terkena hujan maupun terik panas matahari.


Para polisi saat ini mengagumi sifat wanita cantik itu karena sama sekali tidak menyalahkan korban yang melakukan kesalahan.


"Baiklah, Nyonya. Kami akan menghubungi Anda jika dibutuhkan."


Vicky yang dari tadi hanya diam saja karena sudah diselesaikan sendiri oleh bosnya setelah orang-orang yang berkerumun pergi. Ia tadi sebenarnya merasa heran dengan nada kepanikan ketika bosnya tersebut menelpon.


Karena ia sudah tahu seperti apa wanita itu yang selalu bisa menyelesaikan semua masalah yang dihadapi. Namun, ia kini menoleh ke arah ambulans dan bertanya pada polisi.


"Rumah sakit terdekat dari sini, Tuan." Salah satu anggota polisi lain membuka suara.


Refleks Vicky mengerjapkan mata karena ia tahu bahwa rumah sakit terdekat adalah tempat yang saat ini bosnya berada bersama dengan istri barunya.


'Waduh! Jika sampai nona Ana mempunyai keinginan untuk datang menjenguk ke sana, bisa-bisa nanti tuan Christian ketahuan. Tidak, ini tidak boleh terjadi! Aku harus memastikan bahwa nona Ana tidak akan pernah menginjakkan kaki di rumah sakit itu.'


Saat Vicky sibuk bergumam sendiri di dalam hati, seketika membulatkan mata begitu mendengar perkataan dari wanita itu.


"Aku nanti akan menjenguknya setelah pulang dari kantor karena sekarang akan ada meeting di perusahaan," ucap Ana yang saat ini mengerutkan kening ketika melihat Vicky yang melamun.


"Ayo, kita ke kantor sekarang! Apa yang kamu pikirkan sebenarnya?" Menepuk pundak kokoh pria muda yang sudah dianggap sebagai adik laki-laki karena ia tahu bahwa sang suami sangat menyayangi Vicky.


Sementara itu, Vicky hanya mengerjapkan mata dan beberapa saat kemudian menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Tidak memikirkan apa-apa, Nona Ana. Hanya sedikit mengkhawatirkan masalah meeting nanti," ucapnya dengan menyembunyikan kebohongan yang mengkhawatirkan nasib dari bos laki-laki yang saat ini ada di rumah sakit.


'Aku harus segera memberitahu tuan Christian agar berjaga-jaga jika sewaktu-waktu nona Ana datang ke sana.'


'Bagaimana jika Nona Ana memberikan fasilitas kamar terbaik untuk pria itu dan ternyata ruangannya bersebelahan dengan istri barunya. Bisa kiamat dunia,'


gumam Vicky saat ini ketika merasakan kekhawatiran yang melanda hatinya.


Seolah merasa bahwa ia-lah yang berselingkuh dari pasangan karena juga merasakan ketakutan jika sampai ketahuan.


'Padahal aku tidak punya pasangan dan tidak pernah berselingkuh sekalipun, tapi sekarang seperti sudah merasakan bagaimana rasanya'


Vicky akhirnya bisa bernapas lega karena tidak mendapatkan kecurigaan dari bos yang sudah masuk ke dalam mobil setelah berpamitan pada polisi


Kemudian seketika mengusap dadanya, menandakan bahwa ia sekarang sudah sangat lega dan berharap semua akan baik-baik saja sampai akhir. Meskipun ia tahu bahwa ada pepatah yang mengatakan 'Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga'.


Bahwa pepatah itu digunakan untuk menggambarkan suatu kejahatan atau sesuatu yang ditutup-tutupi. Kejahatan tersebut tidak mungkin selamanya ditutupi. Suatu saat, akan terungkap juga.


Meskipun ia sadar bahwa perbuatan dari bosnya bukanlah sebuah hal yang jahat karena menutupi kenyataan dari sang istri, tetap saja itu adalah sebuah hal yang menyakitkan bagi wanita yang sudah mengemudikan mobil dan semakin lama tidak terlihat lagi.


Ia pun melakukan hal yang sama dengan berpamitan pada polisi dan berjalan menuju ke arah mobilnya. Tadinya ia berpikir jika bosnya akan ikut mobilnya dan membiarkan mobil itu dibawa polisi atau dibawa ke bengkel.


Apalagi ada banyak goresan yang jelas terlihat di bagian samping kanan dan pasti akan membutuhkan banyak uang untuk kembali seperti semula.


Kini, ia sudah mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan yang sudah dekat dari lokasi kecelakaan. Karena tidak ingin semuanya terlambat, ia segera menghubungi bosnya dan mengatakan untuk berhati-hati agar tidak berkeliaran di luar area Rumah Sakit.


Berharap bosnya tetap diam di ruangan agar jika sewaktu-waktu sang istri pergi ke sana, tidak akan bertemu.


"Apa yang kira-kira akan dilakukan tuan Christian begitu mengetahui cerita ini?" gumam Vicky yang saat ini menunggu sampai panggilan telpon darinya diangkat.


Namun, sampai panggilannya mati, tetap tidak mendapatkan jawaban dan membuatnya berniat untuk mengirimkan pesan saat sudah tiba di perusahaan nanti.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2