
Vicky yang saat ini masih menunggu di ruang tamu, sambil membawa beberapa dokumen penting di tangannya. Ia yang tadi baru saja pulang dari perusahaan, sebuah laporan dari pihak akuntan mengenai dana mencurigakan dan langsung diperiksanya.
Hingga ia menemukan sebuah kejanggalan dan membuatnya menyadari ada dana yang digelapkan, tapi masih belum mengetahui siapa pelakunya.
Jadi, ingin membahas dengan bosnya yang kebetulan sudah berada di Jakarta. Tanpa berpikir bahwa ia mengganggu pasangan suami istri tersebut. Hingga ia melihat bosnya yang bersikap sangat romantis pada sang istri ketika berjalan mendekat dan membuatnya malah merasa ilfil.
Apalagi mengetahui bahwa bosnya tersebut memiliki sebuah rahasia besar, yaitu menduakan istri pertama. 'Bos benar-benar sangat berlebihan ketika bersikap romantis dengan nona Ana. Apa ia sengaja ingin menebus dosa karena telah menduakan istrinya?'
Vicky seketika bangkit berdiri dari sofa dan membungkuk hormat untuk memberikan salam. "Maaf mengganggu waktu istirahatnya, Bos."
"Sebenarnya hal penting apa yang ingin kamu sampaikan pada kami? Sampai mengganggu waktu istirahat kami di rumah," ujar Christian yang masih memeluk erat sang istri untuk menunjukkan pada asisten pribadinya agar tidak berani berpikir macam-macam pada istrinya.
Sementara itu, Ana yang saat ini membiarkan sang suami berbuat sesuka hati di depan asisten pribadi, ia tahu jika pria itu khawatir memiliki hubungan gelap dengan Vicky.
'Suamiku sekarang malah terlihat seperti seorang anak kecil yang kekanak-kanakan ketika menunjukkan miliknya agar tidak diincar oleh orang lain,' gumam Ana yang saat ini tidak sabar mengetahui apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Vicky.
Karena memang tidak suka mengganggu bosnya, kini Vicky menyerahkan dokumen di tangannya ke atas meja. "Tolong Anda cek sendiri sebelum saya menjelaskan. Ini adalah laporan terakhir dari akuntan mengenai keuntungan perusahaan kita bulan ini setelah dikurangi dengan biaya kerugian dari pabrik yang terbakar beberapa saat lalu."
Christian yang merasa penasaran dengan apa yang baru saja dijelaskan oleh sang asisten, kini mendaratkan tubuhnya di atas sofa setelah melepaskan kuasa pada sang istri dan memeriksa laporan tersebut.
Bahkan ia membiarkan Ana juga ikut memeriksanya agar lebih mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Hingga ia dan sang istri saling bersitat begitu melihat sesuatu yang janggal di sana.
"Bagaimana bisa? Siapa yang berani melakukan kecurangan ini? Apa menyelidikinya sebelum datang untuk melaporkan kepada kami?" tanya Christian yang langsung melemparkan dokumen di tangannya karena merasa sangat murka ada orang yang berani macam-macam di perusahaannya saat ia tidak ada.
Ana yang bisa melihat kemurkaan dari sang suami, usaha untuk menanamkan dengan beberapa kali mengusap lengan kekar pria dengan wajah memerah itu. "Tenanglah, Sayang. Kita harus menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan tidak mengandalkan emosi."
Sementara itu, Vicky yang saat ini tengah menatap ke arah dokumen yang tadi dilempar oleh bosnya tersebut. Ia bisa mengerti kemurkaan dari pria yang sangat dihormatinya itu karena perusahaan mengalami banyak kerugian.
Apalagi setelah kejadian yang disebabkan oleh salah satu pekerja yang lalai, sehingga mengalami kerugian cukup besar. Bahkan pihak asuransi hanya membayar sebagian karena kecelakaan itu disebabkan oleh pekerja yang lalai setelah diselidiki.
Kini, Vicky membuka tab miliknya yang dikeluarkan dari tas kerja dan langsung menunjukkan beberapa nama yang dicurigai melakukan penggelapan dana perusahaan.
"Anda bisa memeriksa nama-nama yang saya curigai ini. Baru kita akan menyelidiki lebih dalam tentang mereka." Kemudian Vicky memberikan tab miliknya pada bosnya agar memeriksa.
Ana langsung menerima tab milik Vicky dan menunjukkan pada sang suami. Hingga ia membulatkan mata begitu melihat salah satu nama di sana. "Tidak mungkin!"
Sementara itu, Christian yang saat ini membaca beberapa nama tersangka penggelapan dana di perusahaannya, menatap ke arah Vicky untuk memastikan.
"Apa ini tidak salah? Kenapa ada nama adik istriku di sini? Apa ada bukti yang menggiringnya berada di daftar tersangka penggelapan dana di perusahaannya." Apalagi selama ini ia sangat mempercayai keluarga Ana, yaitu adik perempuan sang istri yang bekerja di perusahaannya.
Vicky sudah menduga reaksi dari 2 bosnya tersebut dan sebenarnya ia merasa tidak enak menyampaikannya. Apalagi selama ini mengetahui seperti apa adik perempuan dari Ana yang sangat berbeda dengan sang kakak.
Ia tahu jika adik perempuan anak sangat suka clubbing dan membeli barang-barang branded. Sangat berbeda dengan seorang Ana yang elegan dan tidak suka menghamburkan uang ataupun pergi ke klab malam semenjak belum menikah. Itu ia ketahui dari bosnya yang sering memuji sang istri.
__ADS_1
"Sebenarnya saya tidak ingin mengatakan hal ini karena sudah curiga semenjak satu bulan lalu. "Ketika saya kebetulan makan di restoran, bertemu dengan nona Anita yang saat itu menemui salah satu pengusaha yang bekerja sama dengan perusahaan kita."
Vicky pun menceritakan bahwa adik dari Ana terlihat menerima cincin berlian dan ia ketahui memiliki harga cukup fantastis. Semenjak saat itu ia merasa curiga dan diam-diam menyelidiki adik perempuan dari bosnya tersebut.
Hingga ia sering kali melihat foto-foto dari Anita yang membeli barang-barang mewah, bekerja di perusahaan tidaklah terlalu besar karena hanya menjadi seorang akuntan di perusahaan.
"Sepertinya nona Anita sengaja memalsukan laporan keuangan demi gaya hidup mewah yang dijalani, tapi ini masih dugaan saya saja dan perlu diselidiki lebih dalam." Vicky kini mencoba untuk mengungkapkan ide di kepalanya. "Atau mencoba untuk berbicara secara langsung dengan adik Anda, Nona Ana."
Ana sebenarnya sudah mengetahui seperti apa ulah adiknya yang dari dulu suka sekali dengan barang-barang mewah, tapi sama sekali tidak menyangka jika kebaikannya dibalas dengan air tuba.
Bahkan ia membujuk sang suami agar menerima adiknya bekerja di perusahaan setelah lulus dari luar negeri. Berpikir jika adiknya tersebut bisa bekerja dengan baik di perusahaan karena merupakan lulusan luar negeri.
Hingga ia merasa seperti memelihara ular di rumahnya sendiri dan jika sang suami tidak bisa menerimanya, hubungan mereka akan berakhir buruk dan tidak ingin itu terjadi.
"Anita, gadis itu benar-benar ingin diberikan pelajaran karena berani main-main dengan perusahaan yang bukan miliknya. Aku sudah menasihatinya agar tidak suka membeli barang-barang mewah yang tidak berguna itu, tapi sepertinya jiwa gila belanjanya tidak bisa dihentikan." Ana benar-benar sangat marah pada saudara perempuannya tersebut.
Ia berniat untuk menghubungi adiknya agar datang ke rumah, tapi dihentikan oleh sang suami yang menggelengkan kepala.
Christian saat ini merebut ponsel milik sang istri. Ia memang sangat marah pada adik iparnya tersebut yang berani bermain-main dengan dana perusahaan. Namun, hari ini ia ingin fokus memeriksa semuanya terlebih dahulu agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
Ia yakin jika iparnya tidak sendirian saat melakukan penggelapan dana dan ada beberapa orang yang membantu dan pastinya salah satu di antara nama-nama tersebut.
"Aku akan menyelidikinya lebih dalam terlebih dahulu sebelum memberikan pelajaran pada Anita karena berani menusukku dari belakang setelah menolongnya bekerja di perusahaan. Biarkan aku yang mengurusnya karena ia lebih takut padaku daripada kamu sebagai kakaknya."
"Kamu selidiki lebih dalam tentang hal ini dan jika menemukan sesuatu, langsung laporkan padaku. Aku juga akan menyelidikinya, agar semuanya bisa cepat terungkap. Kita harus menemukan bukti sejumlah uang yang digelapkan oleh Anita. Pasti ada rekening palsu di antara banyaknya laporan ini."
Christian yang sebenarnya sangat lelah dan ingin beristirahat, tidak bisa melakukannya begitu melihat kecurangan yang dilakukan oleh iparnya. Jadi, ia berniat untuk menyelesaikan masalah itu sebelum kembali ke Bandung.
Apalagi sudah berjanji pada Laura untuk kembali tepat waktu. "Aku bahkan di sini hanya satu minggu dan harus kembali ke New York, tapi sepertinya tidak bisa beristirahat karena ada masalah besar seperti ini."
Saat ini, Ana yang merasa sang suami mengingatkan perpisahan ketika baru bertemu, merasa kesal sekaligus bersalah karena telah melibatkan adiknya di perusahaan yang ternyata membuat kecurangan.
Ia saat ini menatap ke arah sang suami untuk mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. "Apa tidak bisa kamu di sini lebih dari satu minggu, Sayang. Bagaimana jika waktu satu minggu tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang dibuat oleh adikku?"
"Harus selesai karena ada banyak hal yang harus dikerjakan. Bukan hanya mengurusi adikmu yang berbuat kecurangan di perusahaan! Kamu juga harus membantuku agar bisa menyelesaikan tepat waktu!" sarkas Christian yang saat ini tidak bisa mengendalikan amarahnya ketika mengingat bahwa kebaikannya pada iparnya dibalas dengan sebuah kecurangan.
Ana yang saat ini merasa tertampar dengan perkataan dari sang suami, kini hanya diam tanpa menjawab. Ia Baru kali ini melihat kemurkaan dari pria yang saat ini memerah wajahnya. Hingga ia tidak berani berbicara lagi untuk menahannya agar tinggal di Jakarta lebih lama.
'Suamiku bahkan benar-benar murka hari ini begitu mengetahui apa yang dilakukan oleh Anita. Gadis sialan itu benar-benar membuatku serasa sampah di mata suamiku sendiri karena memiliki seorang saudara yang tidak tahu diri.'
Vicky yang saat ini merasa tidak enak karena membuat keromantisan pasangan suami istri tersebut berakhir dengan kemurkaan.
'Nona Ana, maafkan aku karena membuat anda dimarahi oleh tuan Christian saat ia baru pulang dari Bandung. Aku benar-benar merasa sangat bersalah melihat mereka bertengkar di hari pertama bertemu yang harusnya tengah melepas rindu,' gumam Vicky yang saat ini hanya diam melihat interaksi antara pasangan suami istri yang sedang bersiteru itu.
__ADS_1
Karena tidak ingin berlama-lama membuat bosnya bertengkar, kini Vicky yang sudah selesai melaporkan hal penting tersebut, bangkit berdiri dari sofa.
"Saya sudah melaporkan semua yang harus Anda ketahui. Jadi, sekarang saya pamit pulang dulu. Saya akan menyelidiki kasus ini lebih dalam untuk mencari bukti konkrit mengenai uang yang digelapkan masuk ke rekening siapa."
Kemudian ia membungkuk hormat dan begitu melihat bosnya mengibaskan tangan sebagai tanda pengusiran, ia pun berjalan menuju ke arah pintu keluar dan masih terus menyalahkan diri sendiri karena membuat rumah tangga mereka dipenuhi dengan perdebatan.
'Semoga perdebatan mereka tidak berlanjut setelah aku pergi dari sana. Rasanya seolah aku menjadi penyebab rusaknya keromantisan yang tadi ditunjukkan padaku,' gumam Vicky yang saat ini masuk ke dalam mobil dan mengemudikan meninggalkan area rumah keluarga bosnya tersebut.
Sementara itu di ruang tamu, Ana masih diam dan tidak berani berbicara pada sang suami yang sedang murka karena sadar diri jika semua itu juga disebabkan karenanya yang ikut andil ketika meminta adiknya diterima bekerja di perusahaan.
'Anita, apa kamu ingin menghancurkan rumah tangga kakakmu? Bahkan kakakmu ini sudah banyak membantu meskipun memiliki banyak masalah, tapi apa balas budimu padaku? Lihat saja nanti. Jika benar terbukti kamu melakukan kecurangan hanya demi memenuhi jiwa gila belanjamu itu, akan memberikan pelajaran.'
Ana menyadari bahwa perubahan sikap dari adik perempuannya tersebut disebabkan setelah sang ibu meninggal karena serangan jantung ketika kuliah di luar negeri dan tidak bisa melihat sang ibu untuk terakhir kalinya ketika meninggal.
Bahkan ia yang disalahkan oleh adiknya karena menyuruh untuk kuliah di luar negeri. Padahal ia berpikir itu semua demi masa depan adiknya. Bahkan ia sering mengirim uang untuk adiknya sebagai biaya kuliah di luar negeri.
Namun, sama sekali tidak menyangka jika adiknya tersebut malah menusuknya dari belakang setelah ia berjuang mati-matian tanpa memikirkan masalahnya.
Di sisi lain, Christian yang benar-benar sangat marah pada adik iparnya, kini menoleh pada sang istri. Ia sadar telah melampiaskan kemurkaan pada istrinya yang bahkan tidak bersalah.
Kini, ia menoleh ke arah sang istri dan mengusap lembut punggung tangan wanita yang terlihat melamun seperti tertekan karenanya. "Sayang, maafkan aku. Aku benar-benar sangat shock begitu melihat nama adikmu tadi."
"Aku tahu pasti kamu juga merasakan hal yang sama dan tidak menyangka jika adikmu melakukan hal buruk pada perusahaan yang bahkan telah membuatnya memiliki pekerjaan dengan gaji lumayan." Christian khawatir Ana murka padanya dan memilih untuk pergi meninggalkannya.
Namun, ia seketika merasa lega karena Ana tidak menyalahkannya yang tadi meluapkan emosi.
"Aku bisa mengerti apa yang kamu rasakan, Sayang karena bisa merasakan hal yang sama. Bisa-bisanya dia menusuk kita dari belakang. Jika benar apa yang dituduhkan padanya, aku tidak akan mentolerir perbuatannya dan akan membuatnya membayar setimpal kesalahannya."
Bahkan saat ini Ana mendukung penuh sang suami jika melibatkan pihak kepolisian karena berpikir ingin membuat efek jera pada adiknya agar tidak mengulangi kesalahan.
"Syukurlah kalau kamu bisa mengerti dan tidak berat sebelah, Sayang. Aku jadi lega sekarang karena aku tidak ingin rumah tangga kita berakhir buruk hanya gara-gara perbuatan adikmu yang tidak bertanggung jawab itu." Christian kini kembali memeluk erat sang istri untuk memberikan sebuah ketenangan.
Tidak ada sebuah hal yang lebih buruk dari pengkhianatan saudara sendiri dan ia mengerti bahwa sang istri jauh lebih terluka dibandingkan dirinya.
"Sayang, hubungan kita tidak boleh berakhir buruk hanya gara-gara perbuatan adikmu. Aku tidak akan pernah menyalahkanmu karena di sini yang bersalah adalah Anita." Ia pun kini makin mengeratkan pelukannya agar sang istri lebih tenang perasaannya karena memikirkan saudara yang berkhianat.
Ana merasa terharu dengan kebaikan dari sang suami yang bisa mengerti dan memahami bagaimana perasaannya ketika dikhianati oleh saudara sendiri.
"Terima kasih, Sayang. Aku benar-benar beruntung memilikimu. Semoga hubungan kita selamanya bahagia dan tidak pernah terpisahkan oleh apapun, perbuatan adikku yang mengkhianati kepercayaan kita." Ana kemudian mencari sebuah ketenangan dengan membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
Sedangkan Christian saat ini langsung mengaminkan doa terbaik itu agar kehidupan rumah tangganya berakhir baik selamanya meskipun kebohongannya sudah diketahui oleh Ana suatu hari nanti.
To be continued...
__ADS_1
To be continued...