365 Days With You

365 Days With You
Berdetak kencang


__ADS_3

Rencana Christian untuk membawa Laura ke Bandung benar-benar dilakukan setelah mendapatkan izin dari tim dokter. Tentu saja demi kenyamanan Laura, Christian sengaja menyewa mobil khusus agar Laura bisa tetap berbaring seperti layaknya berada di dalam ambulans.


Semua dilakukan Christian sendiri tanpa meminta bantuan asisten pribadinya karena tidak ingin dicurigai oleh Ana. Bahkan ia sengaja memakai mode getar agar jika sewaktu-waktu Ana menelponnya, tidak membuat berisik Laura.


Ia bahkan kini menemani sosok wanita yang dari tadi terbaring di atas brankar tersebut sambil menggenggam erat telapak tangan Laura.


"Tidurlah, Sayang. Perjalanan cukup lama karena butuh waktu beberapa jam. Nanti akan membuatmu pusing jika tidak tidur." Christian bisa melihat raut wajah Laura sudah lebih bercahaya.


Tentunya sangat berbeda ketika awal-awal sadar lebih terlihat seperti mayat hidup karena sangat pucat. Bahkan kini juga melihat bibir sensual merah jambu yang hanya ia yang bisa menjamahnya.


'Bibir istriku sangat seksi dan selalu saja melambai padaku. Seolah ingin disesap dan dilumat,' gumam Christian yang kini melihat pergerakan dari wanita yang membuatnya khawatir.


"Aku lelah setiap hari berbaring. Aku ingin menikmati perjalanan dengan melihat jalanan yang menuju ke Bandung." Laura yang tadinya hendak bangkit duduk, malah ditahan oleh tangan kekar Christian dan itu membuatnya kesal.

__ADS_1


"Jangan macam-macam, Sayang! Kamu harus banyak beristirahat. Bukankah dokter tadi menjelaskan padamu sebelum pergi?" tanya Christian yang masih menahan tubuh Laura agar terus berbaring.


Apalagi saat ini yang dikhawatirkannya adalah cedera di kepala Laura. Karena tidak ingin mengambil resiko bertemu dengan Ana, sehingga ia mengambil jalan itu. Namun, tetap atas izin dari tim dokter dan bertanya apa saja yang harus dilakukannya.


"Lebih baik berbaring saja selama perjalanan. Mengenai keinginanmu yang ingin melihat jalanan, nanti setelah kamu sembuh, akan mengajakmu jalan-jalan sepuasnya." Christian masih terus menatap ke arah manik bening kecoklatan itu agar tidak membantahnya.


Namun, semuanya tidak seperti keinginannya. Ia benar-benar sangat heran karena meskipun sakit dan mengalami amnesia, Laura tetaplah keras kepala seperti saat ditemuinya pertama kali.


"Aku akan kembali berbaring jika capek. Kamu tidak merasakan bagaimana pinggangku serasa mau patah karena setiap hari hanya telentang di atas ranjang." Laura masih berusaha untuk membuat Christian menuruti keinginannya.


"Aku ingin duduk dan bersandar padamu agar tidak capek. Jadi, duduklah di belakangku," ucap Laura yang kini menatap intens penuh permohonan pada Christian.


Christian yang kali ini mengerjapkan mata karena sama sekali tidak menyangka jika Laura memiliki sebuah solusi dan pastinya akan membuat hubungan mereka makin erat dan lebih dekat.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang karena ia merasa ide dari Laura sangatlah menarik, sehingga membuatnya langsung membantu wanita yang tengah terbaring telentang itu agar bangkit dan ia akhirnya duduk di belakangnya.


"Apa seperti ini nyaman?" tanya Christian yang saat ini sudah memeluk erat tubuh Laura dari belakang.


Sementara itu, Laura yang sudah menopang beban tubuhnya dengan bersandar pada tubuh kekar pria di belakangnya, kini langsung mengangukkan kepala.


"Iya, sangat nyaman," ucap Laura yang kini merasakan tangan dengan buku-buku kuat itu melingkar di perutnya yang datar. Hingga ia seketika tertawa kala mendengar kalimat keluar dari pria yang sudah memeluknya erat.


"Kalau tahu begini, aku tidak akan melarangmu tadi, Sayang. Aku bahkan akan dengan senang hati melakukannya." Christian kini mendaratkan dagunya pada pundak Laura dan ingin bermanja-manja.


Berbeda dengan apa yang saat ini tengah dirasakan oleh Laura. Hatinya berdegup kencang kala berada sedekat itu dengan Christian.


'Jantungku serasa mau meledak hanya dengan dipeluk olehnya. Hatiku kini bahkan sedang tidak baik-baik saja,' gumam Laura yang kini mencoba untuk mengalihkan pembicaraan agar tidak merasa bingung kala degup jantung melebihi batas normal.

__ADS_1


To be continued...


To be continued...


__ADS_2