
Christian tidak menceritakan bahwa ia tertarik pada Laura dan ingin menikahinya. Jadi, hanya menceritakan poin penting mengenai kemalangan Laura yang tidak punya siapa-siapa dan semua data diri hilang tanpa jejak.
Vicky saat ini benar-benar sangat bingung harus mengatakan apa karena jujur saja ia tidak pernah memiliki hubungan dengan seorang wanita, apalagi harus mengatur siasat untuk membohongi.
Jadi, membutuhkan beberapa menit untuk berpikir karena tidak bisa begitu saja langsung memberikan sebuah ide konyol.
'Tuan Christian kenapa ajak-ajak aku untuk pusing memikirkan kebohongan yang akan dilakukan pada istrinya. Nanti kalau sampai nyonya Ana mengetahui kebohongan sang suami, pasti aku langsung dipecat dari perusahaan karena membantu.'
Christian bisa melihat jika asistennya tersebut sangat bingung, jadi ia menepuk pundak Vicky untuk menenangkannya agar tidak merasa takut saat mendukungnya.
"Tenanglah, karena aku akan bertanggung jawab jika sampai istriku macam-macam padamu. Aku saat ini tidak bisa berpikir karena tengah fokus memikirkan wanita di ruangan ICU sana."
Christian menutup kotak makanan karena tidak menghabiskannya dan meneguk air mineral yang juga ada air dalam paper bag tersebut. Ia kini merasa lebih baik karena memiliki tenaga untuk menjaga Laura.
Ia menghembuskan napas kasar ketika otaknya tidak bisa berpikir untuk mencari sebuah alasan yang masuk akal agar Ana percaya padanya.
"Mempunyai istri seorang wanita cerdas dan penuh kecurigaan sangatlah berat," ucap Christian yang kini baru menyadari bahwa naluri tajam istrinya membuatnya seolah tidak bisa bernapas.
Sementara itu, Vicky saat ini masih terdiam di tempatnya karena bingung harus berkomentar apa. Namun, ia sebenarnya sangat salut pada pria itu yang sampai saat ini masih setia meskipun sang istri belum memberikan keturunan.
Namun, sekarang merasa ada sesuatu yang akan menghancurkan rumah tangga bosnya tersebut karena ada nama wanita lain yang disebutkan.
Ia sudah menduga jika atasannya itu memiliki perasaan pada wanita bernama Laura karena rela berbohong pada sang istri dan tidak mengatakan yang sebenarnya jika tidak memiliki hubungan.
Hingga ia memiliki sebuah ide yang tiba-tiba terlintas di pikirannya. "Tuan, Bukankah Anda memiliki rekan bisnis yang cukup banyak di New York?"
"Iya, lalu?" tanya Christian yang saat ini merasa bingung karena tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh asistennya tersebut.
Tidak ingin membuat atasannya merasa bingung, kini Vicky menjelaskan mengenai idenya.
"Jadi, kalau bisa Anda membuat kosmetik brand perusahaan mempunyai jaringan penjualan di sana. Jika itu bisa dilakukan, pasti akan dengan mudah membuat anda berada di New York dengan alasan rekan bisnis ingin Anda berada di sana untuk mengawasinya secara langsung."
__ADS_1
"Hanya saja karena anda berada di sini dan harus bertanggung jawab pada wanita yang mengalami kecelakaan itu, Biarkan saya yang berada di New York untuk mengurus semuanya."
Ide itu terlintas di pikirannya karena ia lebih baik tidak selalu berada di sisi seorang Ana Maria yang selalu menginterogasi Jika ada yang dicurigai.
Vicky bahkan berpikir bahwa ia mungkin akan membuka rahasia bosnya jika sampai mendapatkan tatapan tajam dari wanita itu yang memiliki naluri tajam atas apa yang dicurigai.
Jadi, memilih untuk menjauh dan mengurus di luar negeri saja demi mengembangkan ide untuk menipu wanita itu.
Christian sebenarnya beberapa hari yang lalu memang bertemu dengan rekan bisnis di New York dan menawarkan padanya untuk menempatkan kosmetik dengan brand perusahaannya di salah satu Mall terkenal.
Namun, ia menolaknya karena hanya ingin kosmetik dari brand miliknya yang berada di satu tempat dan tidak ingin bercampur dengan brand lain
Hingga ia pun saat ini mempunyai sebuah ide agar rencananya bisa disetujui oleh rekan bisnisnya. Kini, ia menatap ke arah asisten pribadinya tersebut.
"Kalau begitu, besok kau langsung terbang ke New York untuk menemui rekan bisnisku dan membawa proposal yang kubuat. Aku menawarkan keuntungan lebih kepada mereka agar menerima keinginanku untuk menguasai pasar internasional."
Tadinya Christian ingin mematangkan proposalnya sebelum diserahkan pada klien bisnis. Namun, karena kecelakaan yang menimpa Laura tidak akan bisa membuatnya berkonsentrasi.
Vicky tidak berpikir akan secepat itu pergi ke luar negeri seolah ia tidak butuh persiapan. "Apa besok tidak terlalu cepat, Tuan Christian? Bukankah semuanya butuh waktu untuk mengerjakan penyempurnaan proposal Anda."
Lagipula Vicky saat ini merasa khawatir pada istri pria itu. "Lalu, apa yang harus saya katakan pada nyonya Ana Maria?"
"Aku akan menghubungi istriku dan mengatakan bahwa kamu menyusulku ke New York untuk membantu peluang bisnis." Christian saat ini merasa lega karena di dunia yang semakin modern bisa membuat mode nomor luar negeri dengan mudah.
Jadi, sang istri tidak akan tahu jika ia sudah berada di Jakarta. Ia rencana untuk melacak Laura keluar dari Jakarta karena sangat rawan berada di sini saat ada banyak orang yang mengenalinya.
'Semoga Laura cepat sadar dan pulih,' hukuman Christian yang saat ini ingin mendengar keputusan dari asisten pribadinya tersebut yang tidak langsung menjawab.
Hingga beberapa saat kemudian, melihat anggukan kepala dari Vicky dan membuatnya menepuk pundak pria itu. "Kau memang selalu bisa diandalkan. Aku tidak menyesal telah memilihmu di antara banyak orang."
"Terima kasih, Tuan Christian. Anda sudah banyak membantu saya keluar dari banyak masalah sebelum bekerja di perusahaan. Padahal saya hanya lulusan SMA saja, tapi bisa menjadi tangan kanan Anda." Vicky jadi mengingat pertemuan pertamanya dengan bosnya tersebut di salah satu Mall.
__ADS_1
Dulu ia bekerja di Mall sebagai karyawan biasa. Namun, tanpa sengaja melihat ada seseorang yang mencuri dompet pria itu dan langsung mengejarnya sampai berhasil menangkap.
Karena pergi saat jam kerja, membuatnya dipecat begitu saja. Hingga ia memberikan dompet yang direbut dari pencopet pada sang pemilik.
Bahkan saat itu ia diberikan uang sebagai imbalan, tapi tidak diterimanya karena benar-benar tulus ikhlas membantu tanpa mengharapkan pamrih.
Namun, tidak pernah menyangka jika satu minggu kemudian bertemu dengan bosnya tersebut di salah satu restoran karena ia melamar di sana dan diterima. Hingga saat ia menyajikan makanan, merasa sangat terkejut melihat bosnya tersebut yang memesan makanan.
Sampai akhirnya ia diberikan sebuah kartu nama dan disuruh untuk menghubungi jika ingin bekerja di perusahaan.
Awalnya Vicky merasa tidak pantas bekerja di sebuah perusahaan hanya dengan ijazah SMA saja, tapi saat satu bulan bekerja di restoran, ada rekannya tidak menyukainya dan memfitnahnya mengambil uang.
Akhirnya ia dipecat tanpa pesangon dan kembali kehilangan pekerjaan. Hingga ia memutuskan untuk menghubungi Christian dan berakhir menjadi tangan kanan pria itu. Bahkan saat ini dipercayai hingga menyangkut masalah pribadi.
"Tuan, Maafkan saya karena telah lancang untuk bertanya. Kalau boleh tahu, apa rencana Anda pada wanita itu? Maksud saya, apakah Anda akan menikahinya secara diam-diam tanpa sepengetahuan nyonya Ana?"
Meskipun ia tadi tidak mendengar jika bosnya tersebut menginginkan wanita itu, tapi sangat yakin ada hubungan spesial di antara mereka. Bahwa di antara pria dan wanita tidak mungkin bisa memiliki hubungan lebih dari sebatas teman.
Apalagi sampai bosnya perhatian dan sangat mengkhawatirkan keadaan wanita yang kecelakaan itu dengan mengorbankan waktu serta membohongi sang istri.
Christian seketika langsung meninju perut datar dengan otot-otot bak roti sobek tersebut. "Lebih baik kau lihat saja nanti tanpa bertanya apapun karena aku malas menjelaskan padamu."
"Baik, Tuan. Kalau begitu, apa saya boleh pulang sekarang? Atau Anda masih butuh ditemani?" Saat Vicky baru saja menutup mulut, ia mendengar suara dari beberapa perawat yang berlari ke arah salah satu ruangan.
Sementara itu, Christian yang melakukan hal sama, yaitu mengalihkan perhatian dari asisten pribadinya ke arah 2 perawat yang berlarian menuju ke ruangan ICU di mana Laura berada, seketika membuatnya bangkit berdiri dan berjalan cepat menuju ke sana.
Bahkan ia tidak berbicara apapun pada asisten pribadinya karena saat ini yang ada di otaknya hanyalah kondisi Laura. Ia sangat takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada wanita yang tengah berada dalam masa kritis setelah dioperasi.
"Laura? Apa yang terjadi padamu, Sayang?" Wajah Christian saat ini dipenuhi oleh khawatiran luar biasa.
Bahkan saat ini degup jantungnya tidak beraturan dan benar-benar sangat khawatir begitu melihat dua perawat itu berlari menuju ke ruangan ICU.
__ADS_1
To be continued....