365 Days With You

365 Days With You
Suamiku yang tampan dan seksi


__ADS_3

Laura hanya diam di atas ranjang saat melihat pria dengan bahu lebar itu menghilang di balik pintu kamar mandi. Ia masih meresapi setiap kata demi kata yang terucap dari bibir pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut.


'Ia tidak mungkin menikahiku jika tidak mencintaiku. Bukankah itu adalah jawaban yang aku butuhkan? Lalu, apa lagi masalahnya?' gumam Laura yang saat ini terdiam sambil terus menatap ke arah pintu kamar mandi yang tertutup.


Bahkan saat ini ia bisa mendengar suara gemericik air saat sang suami mandi. "Suamiku sedang mandi."


Laura bahkan berbicara sangat lirih karena tidak ingin pria di kamar mandi itu mendengarnya. Merasa malu menyebut suami dan terasa asing di lidah serta indra pendengaran, sehingga kini masih mencoba untuk berlatih dan membiasakan diri.


"Suamiku, pria yang sedang mandi itu adalah suamiku," gumam Laura yang kini masih menenangkan perasaan khawatir kala berpikir macam-macam pada suami yang tadi menerima telpon di luar.


Entah mengapa ia merasa ragu jika sang suami mengangkat telpon dari rekan bisnis karena nalurinya sebagai seorang wanita sangat kuat saat kelakuan suami mencurigakan.

__ADS_1


Saat Laura sibuk dengan hal-hal yang dianggapnya sebagai seorang istri tidak tahu apa-apa tentang suami, tapi kini menyadari bahwa pria itu bukanlah pria sembarangan.


'Aku bisa dirawat di ruangan terbaik rumah sakit dan ada banyak barang-barang mewah yang menjadi milik suamiku, pasti ia adalah seorang pria hebat dan kaya raya. Lalu, apa aku adalah wanita yang sepadan dengannya?'


Laura kini ingat jika Christian mengatakan jika orang tuanya telah meninggal dan ia tidak punya siapa-siapa. Bahkan saat ini pun ia sendirian tanpa sanak saudara yang menjenguk.


"Terima nasibmu dan jalani apa yang susah menjadi ketetapan-Nya." Saat Laura sibuk memikirkan tentang semua hal yang dilupakannya, ia seketika mengerjapkan kedua mata kala melihat pemandangan di hadapannya.


Bahkan ia bisa melihat bagaimana cetakan otot perut sosok pria yang terlihat sangat percaya diri berjalan di hadapannya seperti seorang model. Apalagi terlihat sangat seksi karena tubuhnya sangat sixpack dan membuat penglihatan Laura silau seketika.


'Ternyata suamiku benar-benar sangat seksi saat bertelanjang dada seperti itu. Pasti di masa lalu, aku adalah orang yang baik, sehingga kini hilang ingatan dan mendapatkan banyak hal baik,' lirih Laura yang kini masih tidak berkedip menatap pergerakan pria dengan tubuh sixpack itu mengambil pakaian.

__ADS_1


Hingga ia seketika bersitatap dengan iris tajam berkilat mengintimidasi dan mengejeknya habis-habisan..


"Kenapa? Apa aku sangat seksi di matamu? Atau kamu ingin merabanya?" ucap Christian yang kini menunjuk ke arah perutnya dipenuhi roti sobek.


Bahkan sebenarnya saat ini ia ingin tertawa, tapi menahan sekuat tenaga agar sosok wanita yang tidak mengalihkan pandangan darinya itu merasa malu dan tidak lagi berpikir macam-macam padanya.


"Iiish ... apaan sih! Percaya diri sekali!" sarkas Laura yang kini langsung memalingkan wajahnya karena benar-benar sangat malu.


'Padahal aku belum puas melihat tubuh suamiku yang sangat seksi. Suamiku yang sangat seksi dan kaya,' gumam Laura yang kini memilih untuk memejamkan mata karena tidak ingin menanggung rasa malu jika ditatap oleh pria yang menurutnya adalah makhluk Tuhan paling tampan dan seksi.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2