
Beberapa saat setelah pelaku kekacauan di acara pernikahan Laura telah dibekuk oleh polisi, kini Mario serta Laura meminta maaf pada semuanya karena terjadi hal yang tidak diduga. Bahkan juga kepada penghulu yang akhirnya harus datang terlambat di acara pernikahan selanjutnya.
"Baiklah, kalau begitu. Semuanya ini sudah kembali seperti semula dan acara bisa langsung dilanjutkan," ucap ayah Mario yang kini merasa lega karena kekacauan sudah selesai.
Sang penghulu yang kini ikut merasa lega karena akhirnya bisa melanjutkan acara yang sempat tertunda. "Baiklah. Sekarang kita lanjutkan acara ijab kabul agar pasangan segera sah menjadi suami istri."
Semua orang kembali duduk di tempatnya masing-masing. Begitu juga dengan Christian yang duduk bersama bersebelahan.
Padahal tadi Renita Padmasari merasa jika acara pernikahan tidak akan dilanjutkan dan benar-benar kacau karena perbuatan dari Andika Syaputra. Antara masa senang sekaligus marah pada pria itu seolah bercampur menjadi satu.
Namun, kali ini kembali merasa kecewa begitu melihat semuanya akan dilanjutkan. Ia menatap ke arah putranya yang terlihat sangat tenang dan memandang ke arah pasangan pengantin yang sebentar lagi akan sah menjadi suami istri.
"Christian, apa kau benar-benar ikhlas melepas Laura menjadi istri dari Mario?" Ia yang masih berusaha untuk mengubah pemikiran dari putranya agar tidak melepaskan Laura karena khawatir jika setelah itu tidak akan mencari pasangan untuk seumur hidup.
Sementara itu, Christian sebenarnya sangat malas untuk menanggapi pertanyaan yang sama yang sudah jelas jawabannya, tapi masih terus di tanyakan oleh sang ibu.
"Ma, tidak perlu bertanya jika sudah mengerti jawabanku karena masih tetap sama dan tidak akan pernah berubah." Kemudian ia beralih menatap ke arah putranya yang berada di pangkuan dan terlihat sangat patuh karena dari tadi hanya diam.
"Aku akan fokus pada putraku dan memberikan yang terbaik untuknya. Aku berharap Laura dan Mario bahagia, lalu memiliki keturunan dan menyerahkan seutuhnya hak asuh Valerio ke tanganku setelah mereka mempunyai anak." Itulah yang dari tadi dipikirkan oleh Christian dan berharap keajaiban itu terjadi.
Bahwa Laura akan berbelas kasihan padanya dan menyerahkan hak asuh padanya setelah memiliki anak dari Mario serta hidup bahagia bersama dengan pria yang diketahuinya sangat baik tersebut.
Tentu saja saat ini sang ibu benar-benar sangat kesal melihat putranya seperti tidak punya pendirian dan pasrah atas keadaan. Ia menghembuskan napas kasar dan melampiaskan kekesalan pada sang suami dengan menatap tajam.
"Lihatlah putramu yang tidak berguna itu! Seharusnya dia menghentikan pernikahan ini agar bisa bersatu dengan Laura. Apalagi Ana sudah tidak ada di dunia ini dan tidak akan ada lagi yang menghalangi mereka bersatu, tapi malah memilih pasrah dan melepas kesempatan." Ia yang butuh pelampiasan, kini bahkan mengarahkan pukulan pada paha sang suami.
Sebenarnya ingin melakukannya pada putranya, tapi tidak bisa melakukannya karena ada sang suami di sebelahnya dan tidak ingin dilihat oleh beberapa orang di sekitar.
Hingga ia pun kini memilih pasrah dan menatap ke arah acara yang dimulai kembali oleh penghulu, tetapi masih memberikan petuah pada calon pengantin.
Sementara di tempat berbeda, sosok wanita yang dari tadi tidak keluar karena dilarang oleh kepala pelayan di rumah itu, hanya bisa melihat di jendela. Wanita yang tak lain adalah Cleopatra sebenarnya dari tadi mendengar suara teriakan dari pria yang selama ini terobsesi padanya.
Namun, ia sudah mendapatkan pesan dari bosnya agar tidak menunjukkan wajah ketika ada yang mencarinya, termasuk dengan pria yang membuatnya takut karena melakukan segala cara untuk bisa menemukannya ketika sudah resign dari pekerjaan.
Entah mengapa ia merasa takut pada sosok Andika Syaputra yang dianggap adalah pria arogan dan kasar. Mungkin jika wanita lain akan merasa bangga dikejar sebegitunya oleh seorang pria tanpa memikirkan bagaimana wataknya yang keras dan arogan.
Apalagi bisa bersikap kasar dan pastinya jika menjadi seorang suami, tidak akan bisa menahan amarah dan melakukan kekerasan. Hal yang selalu dipikirkan olehnya adalah itu. Ia tidak ingin salah pilih pasangan dan seumur hidup menghabiskan waktu dengan seorang pria yang emosian serta ringan tangan.
Ia ingin memiliki seorang suami seperti sang ayah yang selalu sabar menghadapi ibunya dalam masalah apapun tidak pernah melibatkan emosi serta kekerasan dalam berumah tangga.
"Apa kamu baik-baik saja? Pasti melihat pria gila yang menyebut namamu beberapa kali?" ucap kepala pelayan di rumah itu yang saat ini baru saja selesai melakukan tugasnya.
Cleopatra yang tadinya fokus melihat ke arah jendela, kini menoleh ke arah sosok wanita paruh baya di sebelahnya. "Iya, Anda benar. Pria itu benar-benar sangat menakutkan. Aku tidak mungkin menerima pria seperti itu menjadi seorang suami dan pemimpin di keluarga."
"Mau jadi apa rumah tangga jika memiliki pemimpin yang sangat kasar. Bahkan menjadi siapa-siapa untukku saja berani berbuat kasar dengan memaksaku untuk menerimanya. Apalagi jika sudah menjadi suami, pasti saat marah akan melakukan KDRT." Ia bahkan beberapa kali menggerakkan tubuhnya karena merinding saat membayangkan hal itu.
Hingga ia pun merasa jika keputusannya sudah benar untuk menolak dan mencari perlindungan di bawah kekuasaan bosnya. Namun, ia seketika mengingat perkataan dari pria itu pada bosnya.
"Apa benar jika nona adalah sepupu dari pria jahat itu? Bagaimana bisa mereka memiliki sifat yang berbanding terbalik?" Saat baru baru saja menutup mulut, kini dilarang oleh kepala pelayan untuk mencari informasi apapun ataupun mencari tahu.
"Acara sudah dimulai, jadi kamu bisa mengerjakan tugasmu yang lain karena sudah tidak ada lagi pria itu," ucap kepala pelayannya saat ini ingin melihat secara langsung ketika acara ijab kabul dimulai dan berjalan menuju ke arah pintu keluar melalui samping rumah.
__ADS_1
Sementara itu, Cleopatra yang saat ini merasa bodoh karena berani ikut campur mengenai urusan dari bosnya, sehingga membuatnya menekuk jidat dan kembali bekerja untuk membantu para pelayan yang lain menyiapkan semua yang dibutuhkan para tamu.
Ia sudah keluar bersama dengan yang lain untuk melihat prosesi acara ijab qobul yang sempat tertunda.
Penghulu saat ini sudah kembali memegang tangan pengantin pria dan mengucapkan kalimat ijab, lalu disambung dengan qobul dengan suara tegas dan sekali tarikan napas.
Sementara itu, Laura yang awalnya merasa sangat gugup karena khawatir jika pernikahannya akan kembali mendapatkan masalah, sehingga saat ini merapat doa di dalam hati agar diberikan kelancaran dalam acara tersebut.
"Saya terima nikah dan kawinnya Laura Anastasya binti Prameswari dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Mario yang sudah siap dari tadi, benar-benar sangat lancar dalam menyambung kalimat ijab dari penghulu.
Hingga ia seketika bernapas lega begitu berhasil mengucapkannya dengan lancar, meski perasaannya tidak karuan karena khawatir jika kembali mengalami masalah dan tidak jadi menikah.
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya penghulu yang saat ini menatap ke arah beberapa saksi.
Hingga beberapa saksi pernikahan kini menjawab dengan serempak. "Sah!"
"Alhamdulillah," seru semua orang yang bersyukur karena acara akhirnya kembali berjalan dengan lancar.
Begitu juga dengan Christian yang mengungkapkan rasa syukur begitu melihat mantan istri kini sudah hidup berbahagia dengan seorang pria yang baik.
'Semoga selamanya kamu hidup berbahagia bersama dengan Mario, Laura. Meskipun dalam hati kecilku sangat ingin kembali padamu, tapi aku berharap kamu hidup berbahagia bersama dengan pria baik pilihanmu. Aku tidak ingin kamu menganggapku selalu memanfaatkanmu setelah Ana Maria meninggal,' gumam Christian yang saat ini masih tidak mengalihkan perhatiannya dari pasangan pengantin tak jauh darinya.
Laura yang saat ini bernafas lega karena acara berjalan dengan lancar dan tidak ada lagi yang mengacaukannya.
'Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Limpahkan rahmatmu pada rumah tangga kami, ya Allah,' lirih Laura yang saat ini mendengar penghulu mulai membacakan doa.
Bahkan kini sudah menandatangani buku nikah dan beberapa saat kemudian penghulu memanjatkan doa pernikahan untuk mereka.
Mario yang duduk di sebelahnya juga melakukan hal sama dan beberapa kali meliriknya dengan tersenyum dan membuatnya merasa malu. Bahkan ia saat ini merasa seperti seorang remaja yang baru jatuh cinta ketika ditatap oleh pria yang kini sudah resmi menjadi suami.
'Mario akan selalu menjadi imam yang terbaik untukku,' gumam Laura yang saat ini merasa yakin jika pilihannya tidak salah karena mengetahui bahwa Mario sangat mencintainya dan tidak pernah menyembunyikan sesuatu darinya seperti yang dilakukan oleh mantan suami, yaitu Christian.
Hingga beberapa saat kemudian, penghulu mengakhiri doa dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka yang sudah sah dimata hukum dan agama.
"Selamat, Tuan Mario dan Nona Laura. Sekarang sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Semoga sakinah mawadah warohmah dan mendapatkan keturunan yang soleh dan shalihah," ucap penghulu yang saat ini sudah melirik ke arah jam tangan dan harus segera pergi untuk ke acara pernikahan selanjutnya.
Mario dan Laura seketika mengaminkan doa dari penghulu barusan dan bangkit berdiri untuk menyambut pria itu.
"Terima kasih atas semuanya, Pak Penghulu," ucap Mario yang kini bersalaman pada penghulu dan langsung disambut oleh pria tersebut.
Bahkan Laura pun melakukan hal sama dan saat ini menatap ke arah kepala pelayan untuk mengurus mengenai konsumsi serta amplop yang harus diserahkan. "Terima kasih, Pak Penghulu."
"Sama-sama. Berbahagia selalu untuk kalian. Saya undur diri dulu untuk ke acara pernikahan selanjutnya." Kemudian juga bersalaman dengan beberapa orang yang merupakan orang tua dari pengantin pria karena mengetahui jika pengantin wanita merupakan yatim piatu.
Orang tua Mario saat ini mengantarkan penghulu dan beberapa orang-orangnya menuju ke mobil.
Sementara itu, Laura dan Mario sudah sibuk bersalaman dengan semua tamu yang hadir menyaksikan acara pernikahan sederhana yang digelar hari ini.
Bahkan saat ini Christian berita keluarga juga melakukan hal sama. Meskipun tadi sudah mengucapkan sebelum acara ijab qobul, tetap melakukannya untuk yang kedua kali.
Apalagi Christian belum mengucapkan pada Mario dan saat ini berjabat tangan dengan pria yang dipercayai akan bisa membahagiakan Laura selamanya. "Selamat atas pernikahan kalian. Aku harap kalian bisa hidup bersama selamanya sampai kakek nenek."
__ADS_1
Ada ada kegetiran defensif yang saat ini dirasakan oleh Christian kala mengucapkan kalimat yang sangat berat diloloskan dari bibirnya dan berpura-pura ikhlas melepas mantan istri.
Bahkan saat ini putranya pun menghambur memeluk ke arah Mario dan membuatnya merasa tersisihkan.
"Mommy, Daddy." Valerio saat ini ingin digendong oleh pria yang terlihat bersama dengan sang ibu.
Bahkan saat ini Mario yang belum mengucapkan terima kasih, seketika tersenyum ketika Valerio yang selama ini sudah dianggap seperti putra kandungnya sendiri.
"Putra Daddy yang sangat pintar dan tampan." Kemudian mencium gemas pipi gembil bocah laki-laki yang sangat disayanginya tersebut.
"Sepertinya kau berhasil mencuri hati ibu dan anak ini." Christian masih terdiam menatap ke arah interaksi antara putranya dengan Mario yang mungkin sebentar lagi akan menggantikan posisinya.
Hal yang paling ditakutkannya adalah itu dan kini ingin menegaskan pada Mario agar tidak merebut putranya. "Tolong ingatkan pada putraku akan selalu menyayangiku sebagai ayah kandungnya."
Mario tadinya asik mencium pipi putih Valerio yang menggemaskan, seketika berhenti dan menatap ke arah Christian yang salah paham padanya. "Jangan khawatir karena aku bukanlah pria jahat seperti itu. Aku dan kamu mempunyai tempat berbeda di hati Valerio."
"Jadi, jangan membuat anak sekecil ini merasa bingung ataupun tersiksa dengan keegoisan para orang tua. Sekali lagi terima kasih atas kedatangan serta ucapannya. Percayakan Laura padaku karena aku akan selalu menjaganya dengan baik dan tidak akan menyakiti hatinya." Kemudian ia memberikan kode agar Christian melakukan hal sama pada Laura.
Merasa tertampan dengan perkataannya sendiri yang meragukan Mario, kini Christian tidak lagi berkata-kata dan kembali mengucapkan selamat pada Laura. "Semoga kalian berbahagia selamanya."
"Aamiin," sahut Laura yang saat ini mencoba untuk tersenyum di depan mantan suami yang sudah dua kali mengucapkan selamat padanya. "Terima kasih atas doa tulusnya. Kau pun harus segera menikah karena tidak mungkin hidup selamanya tanpa pasangan, bukan?"
Sebenarnya ia merasa ragu dengan perkataan dari mantan mertuanya mengenai Christian yang memutuskan untuk hidup sebagai duda selamanya setelah anak Maria meninggal. Jadi, sekarang ini memastikan sendiri sekaligus menasihati agar pria itu melanjutkan hidupnya dengan wanita yang mencintainya.
Christian yang merasa bosan dengan pertanyaan serupa, kini hanya tersenyum simpul dan tidak berniat untuk menanggapi. Apalagi ada orang tua yang berada di sebelah belakang, sehingga kini melepaskan tangannya yang tadi menjabat tangan Laura.
Kemudian berjalan menjauh meninggalkan pasangan pengantin yang kini sudah ada banyak orang mengantri mengucapkan selamat.
'Aku tidak akan menikah lagi karena sudah cukup menyakiti hati dua wanita seperti kalian, Ana dan Laura,' gumamnya yang saat ini berniat untuk kembali duduk di kursi tamu karena tidak nafsu makan untuk menikmati hidangan yang tersedia.
Hingga ia disadarkan oleh seorang wanita yang membuatnya mengerutkan.
"Silakan, Tuan." Cleopatra tadinya menyiapkan beberapa minuman untuk tamu yang hadir, tapi tiba-tiba dihampiri oleh seorang wanita paruh baya yang menyuruhnya menyerahkan makanan.
Christian yang tidak langsung menerima piring berisi makanan, hanya memicingkan mata melihat wanita yang berdiri di hadapannya. "Aku tidak menyuruhmu mengambilkan makanan."
Kemudian ke arah samping dan menunjuk kepada wanita paruh baya yang menyuruhnya. "Saya hanya melaksanakan perintah dari nyonya itu. Jadi, tolong terima agar saya tidak dipecat dari pekerjaan karena melakukan kesalahan, tidak melayani tamu dengan baik."
Christian yang saat ini menoleh ke arah sang ibu mengepalkan tangan karena ingin menyuruhnya makan, menghembuskan nafas kasar dan akhirnya menerima piring berisi makanan tersebut.
"Baiklah. Pergilah sekarang." Christian yang saat ini baru saja mengibaskan tangan, seketika menoleh ke arah sumber suara yang memanggil wanita di hadapannya tersebut.
"Cleopatra, cepat ke sini!" panggil kepala pelayan yang membutuhkan bantuan untuk membawakan makanan.
"Siap!" sahut Cleopatra yang sebelum beranjak pergi mengucapkan terima kasih pada pria yang menerima makanan itu.
Di sisi lain, kini Christian mengingat jika nama itu adalah nama yang tadi diteriakkan oleh Andika Syaputra. "Apa dia yang dicari oleh bajingan bodoh itu? Cleopatra, bahkan semua orang di sini tidak bisa melupakan nama yang merupakan nama ratu Mesir."
Ia kini beralih menatap ke arah Laura karena berpikir jika mantan istrinya lah yang sengaja membawa wanita bernama Cleopatra itu demi membalas dendam pada Andika Syaputra.
To be continued...
__ADS_1