365 Days With You

365 Days With You
Menyenangkan


__ADS_3

Laura yang saat ini tengah menatap ke arah sosok pria yang baru saja menjelaskan semuanya, membuatnya merasa sangat bersalah. Tentu saja pada pria yang saat ini tengah berdiri di hadapannya.


'Apa benar apa yang saat ini dijelaskan pria ini? Jika benar, aku benar-benar tidak tahu diri karena pria yang merupakan suamiku ini sangat kecewa padamu,' gumam Laura yang saat ini tengah menatap ke arah sosok pria yang tadi dipanggil Vicky oleh sang suami.


"Apa benar yang dikatakan pria ini?" tanya Laura saat menatap ke arah sosok pria yang ia ketahui bernama Christian.


Ia bingung harus memanggil apa pada pria di hadapannya tersebut karena masih sangat aneh jika memanggil seorang pria yang bahkan sama sekali tidak diingatnya itu dengan panggilan suami.


Christian tadinya berpikir jika Laura langsung percaya pada perkataan Vicky, tapi begitu kembali ditanya untuk kesekian kalinya, sehingga membuatnya merasa sangat kesal, tapi tidak bisa meluapkan kekesalan.


Kini, ia mencoba untuk bersabar dan mulai menjelaskan demi meyakinkan Laura yang amnesianya dan membuatnya seolah terpenjara.


"Tentu saja benar, Sayang. Apa yang harus kulakukan untuk meyakinkanmu dan membuang rasa curigamu itu?" tanya Christian yang benar-benar lelah menghadapi kecurigaan dari Laura.

__ADS_1


Kini, ia ingin memberikan sebuah pelajaran agar wanita itu tidak lagi membuatnya kesal karena selalu curiga padanya. "Jika kamu tidak percaya bahwa aku adalah suamimu, apa perlu aku pergi saja?"


"Kamu pasti berpikir jika aku adalah pria jahat yang memanfaatkanmu, bukan? Jika seperti itu, sebaiknya aku pergi saja daripada setiap hari harus mendapatkan tatapan kecurigaan darimu." Tanpa berniat untuk menunggu jawaban Laura, kini Christian langsung berbalik badan berjalan menuju ke arah pintu keluar.


Ia bahkan sempat sekilas melirik sosok pria yang saat ini tengah ada di sebelahnya. Seolah memberikan sebuah kode agar ikut dengannya untuk pergi dari ruangan itu.


Tentu saja untuk membiarkan sosok wanita yang ada di hadapannya itu memikirkan semuanya dan instrospeksi diri serta membiarkan lebih tenang agar bisa beristirahat.


Kemudian ia membuka pintu dan saat melangkah keluar, mendengar suara dari Laura.


"Tunggu! Aku belum selesai berbicara denganmu. Jangan pergi!" teriak Laura yang saat ini dikuasai oleh penyesalan dan rasa bersalah.


Ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih semenjak divonis amnesia oleh dokter dan harus mendapatkan sebuah fakta bahwa telah menikah dan sama sekali tidak diingatnya.

__ADS_1


Meski merasa jika sikap pria yang merupakan suaminya itu kekanakan, tapi berusaha memaklumi karena memang itu disebabkan olehnya.


Sementara itu, Vicky yang kini merasa jika perselisihan antara suami dan istri tidak boleh ia dengarkan, sehingga segera berlalu pergi dan melewati bosnya di depan pintu.


"Saya pergi, Bos. Anda selesaikan saja dengan yang lebih berkuasa selamanya." Kemudian ia langsung membuka pintu begitu melewati pria yang sangat dihormatinya tersebut.


Hingga Christian pun kembali mendengar suara lirih Laura ketika memohon padanya dan seketika membuatnya menoleh ke arah belakang.


"Jika kamu pergi, aku di dunia ini bersama siapa? Apa kamu mau menceraikanku karena aku menjadi istri yang tidak berguna, begitu?" ucapnya dan Laura yang seketika berkaca-kaca karena tiba-tiba ia takut berada di ruangan rumah sakit itu sendirian tanpa ada keluarga.


'Aku tidak tahu seperti apa nasibku ke depannya. Aku pun tidak tahu apa masalahnya, tapi sepertinya memiliki suami dalam situasi begini, itu menyenangkan,' gumam Laura yang dikuasai oleh pikirannya sendiri.


To be continued ...

__ADS_1


__ADS_2