
Tanpa membuang waktu, Christian yang ingin mengintimidasi Laura, sudah menelusup masuk ke kemeja dengan mengincar pusat dari kelemahan wanita di hadapannya.
'Hari ini, aku tidak akan pernah melupakan semuanya karena ini akan menjadi momen paling membahagiakan untuk kami,' gumam Christian yang sangat yakin jika sebentar lagi Laura akan hamil benihnya karena sama sekali tidak berniat untuk memakai pengaman.
Bahkan saat ia melakukannya, mendengar suara rintihan wanita yang langsung berpegangan kuat pada pinggangnya.
"Christian," lirih Laura dengan suara bergetar karena sensasi berputar tengah menjungkirbalikkan dirinya.
Bahkan ia sudah memejamkan kedua mata untuk menikmati sensasi kenikmatan yang menjalar dan mengakar di setiap urat syarafnya karena perbuatan pria yang sudah sibuk mengintimidasinya dan kembali membuatnya lemah.
"Nikmati semuanya, Sayang." Sementara itu, Christian yang merasa diambang kemenangan, hanya tersenyum smirk karena usahanya telah berhasil dan wanita yang ada di hadapannya seolah telah menyerahkan diri padanya.
"Aku tidak bisa menahannya lebih lama, Sayang. Lebih baik kita tidak memikirkan hal lainnya saat ini."
Christian tadi memang langsung berjalan cepat ke arah sosok wanita yang terlihat jelas sangat gugup saat melihatnya. Tentu saja ia kini sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi dan langsung meraup bibir sensual yang merupakan candu untuknya.
Ia tidak akan melepaskan Laura hari ini dan memuaskan hasrat untuk membuai wanita yang sudah sah menjadi istrinya tersebut, sehingga bebas melakukan apapun sesuka hati.
Sementara tangan kiri Christian terlihat menahan tulang rusuk wanita yang sudah berada dalam kuasanya dan tidak akan pernah dilepaskan.
Seperti orang yang sangat kehausan dan ingin segera mereguk kenikmatan dari bibir sensual itu untuk mengecap sari kemanisan yang sangat diharapkan, bahkan kali ini benar-benar sangat brutal karena kepalanya serasa mau meledak saat terlalu lama menahan diri.
Tentu saja melihat tubuh polos Laura tadi yang berganti pakaian di depannya langsung membuat sesuatu di bawah sana menegang dan terasa sesak.
Tentu saja jantung Laura seketika berdetak sangat kencang karena merasakan bahwa Christian seperti seekor binatang buas yang mengincar mangsanya dan benar-benar ingin mengoyak tubuhnya.
'Aku sangat lemah di dekat suamiku. Ia benar-benar sukses membuatku gila,' lirih Laura yang hanya bisa mengungkapkannya di dalam hati karena tidak bisa membuka mulut untuk menolak perbuatan Christian.
Saat ia sibuk dengan sejuta pikiran yang membuncah tentang keraguannya, ia tidak pernah berpikir akan berada pada posisi seperti ini.
Lonjakan gairah yang menunjukkan seksualitas yang mungkin saat ini bertalu-talu di dalam darah Christian saat menciumnya dengan liar dan brutal hingga tidak bisa mengimbanginya dan membuatnya dicengkeram kegelisahan.
Ia berpikir bahwa sang suami tengah membawa kerapuhannya ke permukaan dengan mengeluarkan kemampuan hebatnya untuk merayunya.
Saat ia ingin menghentikan perbuatan pria yang semakin membuat gelombang gairah menyeruak dalam darahnya, tangannya menegang dalam genggaman Christian, merasakan pria itu menggendongnya ala bridal style dan berhenti di tempat tidur, melepaskan pertautan bibirnya.
Karena kini telah berpindah ke daun telinganya, seketika membuat darahnya berdesir.
__ADS_1
Christian yang saat ini tidak ingin terburu-buru melakukannya, benar-benar menahan sekuat tenaga gelombang gairah yang sebenarnya sudah hampir meledak dalam jiwanya. Ia menarik sang istri lebih dekat dan hawa panas menjalari tubuhnya.
"Aku ingin kita menikmatinya bersama-sama dengan berbagi semua kehangatan dan seluruh kenikmatan."
Selama beberapa saat yang sangat intim, Laura merasakan sensasi yang memabukkan dengan kekuatan luar biasa seolah tengah menahannya untuk menolak.
Ia meyakinkan pada dirinya bahwa emosi yang meningkat di dalam dirinya karena sikap lembut Christian membuatnya terbang ke awang-awang. Hubungan **** dengan sang suami untuk kali pertama terasa menyentuhnya secara emosional seperti ini.
Ketika sang suami mengungkapkan perasaan padanya, hatinya seperti seketika langsung mencair. Bahkan saat pria dengan wajah memerah yang terlihat jelas tengah menahan kendali diri menggapainya, ia bahkan dengan bodohnya menyusup ke dalam pelukan pria itu tanpa berpikir.
Dunia seakan menghilang di sekeliling mereka dan tertinggal hanya mereka berdua dalam pelukan erat dengan jantung berdebar dan kulit memanas.
Tidak mendengar jawaban apapun dari wanita yang sebentar lagi akan dimilikinya, jemari Christian menahan punggung Laura, kemudian menunduk karena mengincar sari kemanisan yang seakan sudah menjadi candu untuknya selama beberapa terakhir ini.
Mulutnya kini sibuk menggoda, yakin telah berhasil membuat sang istri pasrah setelah bergairah dan membuatnya tersenyum penuh kemenangan.
Apalagi ia tidak melihat penolakan lagi dari wanita yang sangat ingin dimilikinya untuk menyalurkan ledakan gairah yang mungkin akan terjadi sebentar lagi dan berharap bisa menyebarkan benihnya dan tumbuh di rahim Laura.
Sementara itu, puncak dua benda padat yang membusung itu seketika menegang di balik kemeja berwarna putih miliknya.
Laura memeluk leher Christian dengan jemari menarik helai rambut pendek pria yang membangkitkan api gairah dalam tubuhnya, seolah ingin mempelajari lekuk kepala pria itu. Kini, ia mendengar suara yang menurutnya paling seksi saat mengeluarkan titahnya.
"Aku ingin mengikat rambutmu yang akan menutupi wajah cantikmu dan tidak akan terlihat jelas nanti saat kita bercinta, Sayang."
Christian mengulurkan tangan dan melarikan jemari ke sela-sela rambut hitam berkilat yang sangat disukainya tersebut, kemudian menggenggam dengan satu tangan.
Sementara tangan yang lain menggapai ke sekeliling tubuh Laura untuk menariknya semakin mendekat ke dada bidangnya dan kembali mencium dengan gairah yang semakin membara.
Di sisi lain, Laura yang merasa menjadi satu-satunya wanita bagi seorang pria yang berhasil membangkitkan gairah tertahan yang selama ini tertidur, membuat kakinya goyah saat bibir tebal itu menggodanya tanpa ampun dan membuat benaknya berkabut.
Bahkan suara ******* lolos dari bibirnya dan membuktikan bahwa saat ini ia ikut digulung gairah hingga tidak mampu berpikir lagi dan membuatnya benar-benar hanya pasrah menikmati denyut sensasi kenikmatan yang dikirimkan oleh pria yang masih membuainya dengan sentuhan.
Tidak ingin membuang waktu, tangan Christian kini sudah bergerak ke bagian bahu di balik kemeja yang melekat di tubuh wanita yang masih dikuasainya tersebut.
Ia sudah membuka kancing kemeja satu persatu, sehingga kain itu menuruni lengan dan melonggar sekitar dua benda padat yang membusung di depannya, seolah melambai padanya untuk segera menikmatinya.
Untuk pertama kalinya ada seorang pria yang menyapu tubuhnya, masih membuat Laura merasa sangat malu dan tidak percaya diri. Meskipun diketahuinya bahwa tadi pria itu sudah melihat semuanya tanpa terkecuali.
__ADS_1
Apalagi ia bisa melihat pusaran biru gelap yang menyapu tubuhnya dan membuatnya kebingungan.
Ia bisa melihat tatapan Leo yang begitu panas, seolah benar-benar membakarnya dan membuat tubuhnya seketika menegang.
"Sayang, kamu benar-benar sangat cantik dan membuatku gila. Aku sangat mencintaimu dan tidak akan menyakitimu saat melakukannya," ucap Christian yang saat ini sudah tidak sabar lagi untuk segera mendaki puncak bersama wanita yang sangat cantik dan membuatnya tergila-gila itu.
Masih ingin melakukan semuanya penuh kelembutan, Christian sangat berhati-hati saat menyingkirkan penutup dari tubuh indah yang menurutnya paling seksi tersebut.
Tanpa menyingkirkan keheningan di antara mereka, ia yang berhasil dengan kegiatannya, kini sudah menangkup satu benda padat yang yang membusung di hadapannya tersebut dan ibu jarinya bergerak di puncak untuk sekedar memainkannya sebelum menikmati.
"Sayang, aku takut karena ini adalah pertama kalinya bagiku." Laura benar-benar sangat khawatir dan bimbang karena menurut Christian, mereka belum melakukannya sama sekali sampai kecelakaan menimpanya.
Meskipun tadi sang suami menghiburnya, tetap saja ia takut jika akan merasa sakit melakukannya untuk pertama kali. Apalagi sebelumnya sempat mencari informasi mengenai ritual malam pertama bagi pasangan suami istri yang baru menikah di mesin pencarian.
"Percayalah padaku dan serahkan semuanya pada suamimu ini, Sayang," ucap Christian yang saat ingin tengah memberikan sebuah ketenangan.
Kemudian kembali mengirimkan denyut kenikmatan pada daun telinga wanita di hadapannya tersebut.
Sementara Laura benar-benar menahan diri dengan sekuat tenaga, ia menggigit bibir untuk menghentikan dirinya mengerang dan merintih dengan keras karena merasa sangat malu.
Belum sempat ia menormalkan perasaannya yang hampir saja meledak. Lagi-lagi perbuatan sang suami membuatnya terkesiap.
Tidak ingin membuang waktu, Christian sudah melingkarkan tangannya di pinggul wanita yang ingin segera dibawanya ke puncak nirwana. Dengan menarik tubuh seksi itu mendekat dan cukup keras untuk membuat Laura terkesiap dan menggantikan ibu jari dengan bibirnya, menggoda puncak yang menegang itu dan melihat punggung wanitanya melengkung.
Sudut bibirnya melengkung ke atas karena merasa menjadi pemenang sejati saat berhasil membuat wanitanya tidak menolak lagi dan terbuai dengan perbuatannya. Bahkan ia kini sedikit mendongak menatap wajah memerah itu.
"Kamu sangat cantik, Sayang. Kamu benar-benar memiliki lekuk tubuh yang sangat seksi."
Sementara itu, lidah Laura benar-benar kelu dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun karena saat ini Christian menciumnya lagi.
Sebelum pikirannya bisa mencerna sepenuhnya fakta bahwa tangan kokoh pria itu sekarang mendorong kemeja ke bawah pinggul, sehingga akhirnya jatuh ke lantai dengan bunyi desiran halus dan membuat seluruh tubuhnya menegang.
Kini, Laura merasa sangat malu karena sudah tidak ada pelindung yang menghiasi tubuhnya dan mengetahui apa yang akan terjadi sebentar lagi.
'Aku benar-benar sangat gugup. Bagaimana rasanya bercinta? Tidak meninggalkan sakit, kan?' gumam Laura yang kini sibuk dengan kekhawatirannya sendiri.
To be continued...
__ADS_1