365 Days With You

365 Days With You
Lupa apa yang terjadi


__ADS_3

Christian yang tadinya ingin pergi mandi, tidak jadi melakukannya karena mendapatkan sebuah pertanyaan yang bahkan membuatnya bimbang. Apakah ia mencintai Ana atau Laura.


Ia berpikir jika Laura dan Ana memiliki arti penting dalam situasi berbeda. Bahkan tidak ingin memilih salah satu di antara keduanya karena ia ingin bisa bersama mereka tanpa harus dipusingkan untuk memilih salah satu.


'Aku sangat serakah dan tidak ingin kehilangan keduanya. Ana dan Laura akan selamanya menjadi milikku dan berarti penting bagiku.' Christian saat ini berpikir jika ada sesuatu hal yang menjadi penyebab keraguan di hati Laura.


Jadi, ia saat ini memilih untuk langsung menjawab dengan perbuatan karena tidak ingin menjelaskan panjang lebar. Tidak akan ada habisnya ia menjelaskan jika Laura menatapnya penuh curiga.


Refleks ia kembali mendekati sosok wanita yang masih berbaring di atas ranjang perawatan. "Sayang, aku mencintaimu."


Setelah mengungkapkan perasaannya, kini Christian membungkukkan badan karena berniat untuk mencium bibir sensual pucat yang sangat kering dan seolah membuatnya ingin segera membasahi.

__ADS_1


Namun, ia seketika murka kala bibirnya yang tadi berniat mencium Diandra malah ditolak dengan memberikan jarak setelah menghindar dan merasa bingung harus bersikap bagaimana.


"Jangan macam-macam!" sarkas Laura yang seketika mendorong dada bidang sosok pria diketahuinya adalah suami


Bahkan ia beberapa kali mengerjapkan mata karena jujur saja merasa sangat gugup tadi. Hingga ia pun refleks menolak meskipun tahu jika itu sangat berdosa kala menolak suami.


'Jantungku rasanya mau meledak saat dia mau menciumku. Kenapa harus mencium saat aku hanya ingin tahu apakah ia mencintaiku atau tidak,' gumam Laura yang tengah menormalkan perasaan tidak karuan kala mendapatkan tatapan tajam dari iris berkilat di hadapannya.


"Apa yang harus kulakukan selain menyalurkan rasa kesal pada istri yang meragukan suami? Bukankah lebih baik aku langsung menciummu untuk menyelesaikan masalah?" Christian saat ini berpikir jika semua wanita akan diam dan percaya setelah melakukan hal-hal romantis.


Hal yang membuatnya berpikir jika sesuatu hal yang melibatkan amarah istri, seketika normal jika melakukan sentuhan dan mengarahkan tatapan tajam mengintimidasi.

__ADS_1


"Aku tidak ingat semua masa laluku, jadi tolong dimaklumi," ucap Laura yang saat ini tidak mau kalah pada pria yang mengaku sebagai suaminya tersebut.


Hingga ia berhasil berakting dengan membuat matanya mengerjap dan saat ini benar-benar terombang-ambing oleh fakta tentang pesona seorang Christian. Tersenyum menyeringai karena berhasil membuat pria itu kesal padanya.


"Aku mencintaimu, sehingga memutuskan untuk menikahimu. Apa sekarang kamu puas? Mana ada orang yang mau menikah tanpa cinta? Buat apa aku menikahimu jika tidak mencintaimu?" sarkas Christian yang kini masih menampilkan wajah masam dan tidak ingin kembali berdebat dengan Laura.


Jadi, ia memilih untuk pergi ke kamar mandi karena memang berniat untuk membersihkan diri. Ia sebenarnya tidak tahu harus bagaimana lagi untuk membuat Laura tidak meragukannya. Namun, berusaha untuk tidak emosi dan memilih menghindar agar Laura instrospeksi diri.


'Apa aku perlu berakting seperti tadi yang berpura-pura meninggalkannya? Sepertinya ia lupa apa yang tadi dilakukan padaku,' gumam Christian yang kini mendengar suara dari Laura saat ia hendak membuka pintu kamar mandi.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2