365 Days With You

365 Days With You
Sebuah pertanyaan


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu, sosok pria yang baru saja melangkah masuk ke dalam sebuah Club malam, langsung berjalan menuju ke arah bartender dan memesan minuman pada pria dengan tubuh sixpack yang menyapanya.


Sosok pria yang tidak lain adalah Raphael Christian baru saja bertemu dengan rekan bisnis di salah satu restoran yang ada di sekitar sana dan begitu selesai, sengaja menghabiskan waktu malam ini di sebuah Club malam karena ingin menghilangkan beragam pikiran yang berkecamuk karena sedang menghadapi banyak masalah.


Christian berpikir untuk sejenak menghabiskan waktu dengan meneguk minuman beralkohol akan membuatnya merasa sejenak melupakannya. Meskipun ia menyadari jika itu hanya akan berlangsung sementara saja, tapi paling tidak, saat tidak berada di Jakarta, ingin melupakannya di sana.


Ia kini langsung meneguk minuman yang baru saja diberikan oleh sang bartender dan beberapa saat kemudian terdiam ketika mengingat sesuatu mengenai kehidupan rumah tangganya dengan sosok wanita yang sangat dicintai.


'Aku sangat mencintai Ana dan tidak ingin bercerai dengannya,' gumam Christian ketika mengingat perkataan dari orang tuanya agar menikah lagi agar mempunyai anak yang akan melanjutkan garis keturunan keluarga.


Ia sudah menikah dengan wanita yang dulunya adalah juniornya di kampus dan sangat mencintai wanita bernama Ana Maria itu. Namun, biduk rumah tangga yang tadinya dipenuhi oleh kebahagiaan seketika terombang-ambing setelah lima tahun menikah.


Ana yang tak kunjung hamil, membuat keluarganya gelisah dan selalu menyuruhnya memeriksakan diri. Hingga beberapa kali ke dokter dan sama sekali tidak ada masalah apapun di antara mereka.

__ADS_1


Hingga mereka berusaha lagi, tapi dua tahun kemudian tak kunjung berhasil dan membuat Ana menyuruhnya mengadopsi anak dari panti asuhan.


"Aku tidak ingin anak dari panti asuhan, Ana. Aku ingin anak dari benihku sendiri," racau Christian yang kini kembali mengingat mengenai sesuatu yang disembunyikannya.


Saat ia terakhir memeriksakan diri bersama Ana, sang dokter berbicara sesuatu padanya tanpa sepengetahuan sang istri.


'Ada sesuatu yang baru terlihat dan ingin terlebih dahulu membicarakannya denganmu, Christian. Ini tentang istrimu. Setelah kami melakukan tes ulang, ada sel kanker di dalam rahimnya.'


Christian yang mengingat semua penjelasan sang dokter mengenai sosok istri yang sangat dicintai, membuatnya benar-benar merasa shock.


Kabar baiknya adalah stadium awal dan membuatnya yakin jika sang istri bisa sembuh setelah dilakukan perawatan. Namun, ia belum tega mengatakan itu dan masih meminta dokter untuk memberikan obat saja.


Tentunya berbohong bahwa itu adalah obat untuk program kehamilan, padahal adalah obat untuk menyingkirkan sel-sel kanker. Rencana Christian adalah sepulang dari New York akan mengatakan semuanya pada Ana agar mau dirawat demi kesembuhan.

__ADS_1


Namun, saat hendak berangkat ke New York, mendengar perkataan Ana yang sudah bosan mendapatkan sindiran dari orang tuanya karena tidak kunjung hamil.


'Christian, apa aku perlu melakukan hal seperti di film India yang dulu sangat terkenal itu? Apa kamu cari saja wanita yang bersedia hamil benihmu dan akulah yang akan berpura-pura hamil di depan keluargamu.'


'Jadi, saat wanita sewaanmu itu melahirkan benihmu, aku pun akan berpura-pura melahirkan. Setelah wanita itu melahirkan, berikan ia uang banyak dan kita besarkan bersama-sama anak itu. Aku akan menganggapnya seperti anak yang lahir dari rahimku.'


Christian bahkan masih terngiang-ngiang kata-kata dari Ana Maria dan respon sang istri pun masih terekam jelas di ingatannya.


"Ana, kamu terlalu banyak menonton film. Hingga berpikir ada seorang wanita yang rela menyewakan rahimnya untuk benihku." Christian kembali menuangkan whisky ke dalam gelas yang sudah diberikan potongan es batu dan sama sekali tidak memperdulikan tatapan dari beberapa bule yang memperhatikannya.


Apalagi ia berbicara dalam bahasa Indonesia yang pastinya tidak akan ada bule yang paham dengan gumamannya dari tadi.


Namun, seketika ia menoleh ke arah sebelah kiri begitu mendengar suara seorang wanita yang bertanya dengan bahasa Indonesia.

__ADS_1


"Apa kau orang Indonesia?"


To be continued...


__ADS_2