365 Days With You

365 Days With You
Penasaran


__ADS_3

Selama dalam mobil yang menuju ke kota kembang, Laura merasakan pelukan hangat dari sosok pria yang duduk di belakangnya.


Ia merasa ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di perutnya kalah kebahagiaan kini seolah menghampirinya ketika tidak punya siapa-siapa karena kehilangan ingatan.


Bahkan dari tadi Laura sibuk menormalkan perasaan yang tidak karuan karena berada pada posisi intim dengan seorang pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut, membuat degup jantungnya berdetak melebihi batas normal.


'Ya Allah, aku benar-benar sangat bahagia memiliki seorang suami sebaik pria ini. Aku harap selamanya bisa bersama dengannya karena sudah tidak mempunyai siapa-siapa di dunia ini,' gumam Laura yang mengingat perkataan dari Christian mengatakan bahwa ia adalah gadis yatim piatu.


Bahkan selama ini hidup sendirian tanpa sanak saudara dan pria itulah yang menjadi satu-satunya orang paling dekat dengannya.


Ia tidak tahu apakah semua yang dikatakan oleh Christian adalah kenyataan tentang hidupnya, tapi telah mempercayai pria dengan pelukan hangat tersebut.


Bahkan lamunannya seketika buyar begitu mendengar suara bariton dari pria yang dari tadi mendaratkan dagu pada pundaknya.


"Sayang, kenapa diam saja dari tadi? Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Christian yang dari tadi sibuk mencari kenyamanan ketika memeluk sosok wanita yang berhasil dimilikinya.


Bahkan ia selama ini tidak pernah bermimpi ataupun berpikir untuk memiliki wanita lain selain Ana Maria yang sangat dicintai dan menjadi istrinya selama 10 tahun belakangan ini.


Kini, ia merasa sikap Laura sangat aneh karena lebih pendiam dan dari tadi sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun ketika dipeluknya dengan erat.


Ia khawatir jika Laura berpikir macam-macam tentangnya atau tidak mempercayai apa yang dikatakannya. "Katakan padaku apa yang kamu pikirkan saat ini, Sayang."


Laura yang tadinya menatap kosong ke arah jalanan yang menampilkan banyaknya kendaraan melintas, kini seketika menggelengkan kepala untuk membantah perkataan dari pria yang masih memeluk erat di belakangnya tersebut.


"Aku sangat bahagia. Hari ini, aku merasa menjadi seorang wanita yang sangat dicintai olehmu hanya dengan memelukku seperti ini saja membuat perasaanku seperti petasan yang meledak," ucap Laura yang saat ini memberanikan diri untuk berbicara jujur.


Bahkan ia tidak merasa malu malu seperti biasanya karena berpikir jika Christian adalah suami yang harus mengetahui apapun tentangnya.


Apalagi semua kebaikan dari pria itu membuatnya tidak merasa kesepian hidup di dunia ketika ingatannya hilang.


Ia sebenarnya merasa sangat tersiksa karena tidak bisa mengingat apapun akibat kecelakaan yang dialami. Namun, hidupnya lebih berwarna karena ada seorang pria dengan paras rupawan yang ternyata adalah suaminya.


Christian terlihat berbinar begitu mengetahui hal yang dikhawatirkannya tidak terjadi.


"Benarkah, Sayang? Padahal aku dari tadi merasa khawatir jika kamu kesal padaku karena aku memelukmu seperti ini. Aku takut sekali Jika sampai kamu merasa ilfil padaku."

__ADS_1


"Syukurlah ternyata kamu merasa bahagia seperti aku yang bahagia memilikimu," sahut Christian ya saat ini mengarahkan sebuah kecupan pada pipi putih Laura.


"I love you, Sayang. Aku sangat merindukan ketika kamu mengatakan mencintaiku seperti dulu." Christian sengaja memancing Laura agar bersikap seperti pertama kali bertemu dengannya yang terang-terangan menggoda hingga membuat perasaannya porak-poranda.


Sementara itu, Laura yang saat ini melirik sekilas ke arah belakang setelah mendapatkan sebuah kecupan lembut.


"Apakah aku dulu suka mengungkapkan perasaanku dengan mengatakan mencintaimu?" tanya Laura dengan raut wajah penasaran.


"Iya, Sayang. Bahkan kamu dulu yang pertama kali jatuh cinta padaku dan langsung menyatakannya tanpa merasa malu. Aku awalnya sama sekali tidak tertarik padamu, tapi lama-kelamaan jatuh cinta pada apapun yang ada di dalam dirimu." Christian yang baru saja menutup mulut, menyesal telah menceritakan pertemuan pertamanya.


Itu karena Laura kini memintanya untuk menceritakan hal yang berhubungan dengan pernyataan cinta.


"Lalu, seperti apa aku menyatakan perasaanku padamu? Coba ceritakan padaku semuanya. Siapa tahu aku bisa mengingat beberapa hal untuk memancing kinerja otakku agar bisa kembali ke setelan normal sebelum kecelakaan."


Laura makin tertarik dengan hal-hal yang berhubungan tentang masa lalu yang dilupakan olehnya. Ia berharap pria yang baru saja memberikan kecupan lembut pada pipinya, segera menceritakan semua hal.


"Aku benar-benar sangat ingin mengetahuinya. Jadi, ceritakan padaku di mana kita pertama kali bertemu," ucap Laura yang masih bersemangat untuk mencari tahu semua hal tentang masa lalunya.


Karena menyadari penyesalan tidak berguna karena harus mematuhi keinginan dari istri sirinya tersebut, akhirnya Christian mengarang sebuah cerita tentang pertemuan pertama dengan Laura.


"Jadi, saat itu kita bertemu di salah satu cafe dan aku tidak sengaja menabrakmu. Lalu, saat itu kamu terpesona padaku sampai tidak berkedip. Hingga ketika aku menunggu klien, kamu tidak berhenti menatapku dari kejauhan. Apa kamu tahu artinya itu?"


Sengaja Christian ingin Laura menebak apa yang selanjutnya terjadi agar tidak semakin mengarang kebohongan. Berharap Laura melanjutkan fantasinya yang jelas-jelas menipu wanita amnesia tersebut.


Laura saat ini berpikir sejenak karena menebak apa yang selanjutnya terjadi setelah mendengar cerita dari pria di belakangnya tersebut.


"Apakah aku menghampirimu dan mengatakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Lalu mengajakmu berkencan?" tanya Laura yang saat ini asal menebak untuk melanjutkan cerita Christian.


Bahkan ia seolah merasa mendadak menjadi seorang sutradara dari sebuah film dan membuatnya terkekeh geli ketika berkhayal. Meskipun merasa jika apa yang baru saja dikatakan sangat konyol karena menjadi seorang wanita yang mengejar-ngejar pria baru dikenal.


"Iya, tepat sekali. Kamulah yang pertama kali menghampiriku di meja dan langsung berkata jujur seperti itu. Bahkan kamu tanpa malu-malu mengajakku berkencan. Apalagi saat itu kamu pergi ke cafe sendirian," sahut Christian yang kali ini terkekeh geli mengingat kegilaan Laura yang mengajaknya tidur bersama.


Hal yang membuatnya merasa bahwa Laura adalah satu-satunya wanita langka karena berani berbuat hal di luar nalar meskipun itu pengaruh dari minuman beralkohol.


Apalagi mengetahui jika Laura bukanlah wanita yang suka pergi dengan para pria. Bahwa ia lah pria pertama yang membuat Laura berbuat segila itu.

__ADS_1


"Kamu selama ini sering didekati oleh para pria, tapi kamu tolak mentah-mentah karena tidak menyukai mereka. Tapi hanya dengan bertemu denganku Satu kali saja membuatmu berbuat hal di luar nalar yang bahkan kamu saja heran pada perbuatanmu."


Kemudian Christian mendekatkan wajahnya untuk berbisik di dekat daun telinga Laura karena ingin menggoda. "Jujur saja, apakah aku setampan itu hingga membuatmu tergila-gila padaku hingga berani berbuat di luar nalar?"


Christian masih tersenyum menyeringai dan ingin mendengar tanggapan dari wanita yang masih diam membisu itu.


Jika saat ini Christian sangat senang menggoda sosok wanita yang membuat hidupnya makin berwarna, berbeda dengan yang dirasakan oleh Laura.


Laura benar-benar merasa malu sekaligus ragu. Apakah semua yang dikatakan oleh sang suami benar adanya.


Namun, ia tidak bisa memungkiri jika Christian memang memiliki paras rupawan dan pastinya membuat banyak wanita terpesona, termasuk dirinya.


"Masa aku bisa berbuat seperti itu? Kenapa aku merasa seperti seorang wanita murahan saja yang menggoda seorang pria baru dikenal?" sarkas Laura yang tidak terima menjadi seorang wanita yang menggoda pria.


Apalagi itu terjadi di momen pertama bertemu. Ia malah merasa aneh karena Christian tidak merasa ilfil padanya ketika ia terlihat seperti mengejar-ngejarnya.


"Lalu apa yang kamu pikirkan saat aku menggodamu waktu itu? Apa kamu berpikir aku adalah seorang wanita murahan yang suka menggoda para pria?" Laura makin tidak sabar ingin mengetahui semua hal yang berhubungan dengan masa lalunya.


Namun, ia seketika merasa lega ketika pria yang saat ini mengusap lembut punggung tangannya menjelaskan bahwa hal yang ditakutkannya tidak terjadi.


Christian refleks menggelengkan kepala untuk membantah pemikiran Laura karena tidak ingin wanita itu berpikiran buruk pada diri sendiri.


Meskipun ia tahu bahwa kenyataannya memanglah seperti itu karena sempat mengira Laura adalah seorang wanita penggoda.


"Tidak, Sayang. Aku saat itu merasa terkejut dengan apa yang kamu lakukan padaku karena itu adalah pertama kali ada seorang wanita mengajakku berkencan. Apalagi selama ini aku tidak dekat dengan para wanita karena belum berpikir untuk menjalin hubungan."


Christian merasa perkataannya konyol karena menipu Laura dengan menyembunyikan pernikahan yang sudah berjalan selama 10 tahun dengan sosok wanita yang sangat dicintai.


'Laura, maafkan aku karena telah menipumu. Aku pun harus menyembunyikan semua ini dari Ana demi kebaikan kalian semua,' gumam Christian yang makin mengarang sebuah cerita.


"Aku saat itu memberikan jawaban padamu bahwa tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita, tapi yang terjadi malah jawabanmu membuatku merasa sangat shock," ujar Christian yang sengaja menghentikan penjelasannya agar Laura makin penasaran pada kebohongan yang telah diatur sedemikian rupa.


Kini, Laura seketika bergerak menghadap ke arah belakang untuk bisa melihat wajah rupawan pria di belakangnya tersebut agar segera melanjutkan apa yang membuatnya merasa penasaran.


"Apa? Memangnya apa yang kukatakan setelah itu? Jangan membuatku makin penasaran dengan memotong cerita," sarkas Laura dengan mengungkapkan apa yang tengah menari-nari di otaknya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2