365 Days With You

365 Days With You
Dua pilihan


__ADS_3

Hamparan pasir berwarna putih dengan tekstur agak kasar membentang luas di pantai. Dengan panorama alam sekitarnya yang sangat indah dan air yang berwarna biru, terlihat banyak wisatawan yang lebih mendominasi di area wisata nomor satu tersebut.


Tentu saja pemandangan para wanita yang hanya memakai bikini terlihat sudah biasa di sana karena banyak orang berjemur di pantai dan ingin kulitnya terlihat eksotis.


Christian saat ini tengah berlibur ke pantai bersama dengan putranya, Valerio. Ya, ia merasa sangat stres akhir-akhir ini setelah pernikahan Laura dengan Mario.


Bahkan ia sering mengirimkan pesan pada Laura demi bisa berhubungan dengan mantan istrinya itu. Menggunakan putranya demi bisa beralasan menghubungi Laura adalah cara licik yang ia akui seperti seorang pecundang munafik.


Nakal, ia seolah tidak perduli dan tetap melakukannya tanpa merasa malu sama sekali. Namun, semalam ia pertama kali menelpon Laura dan malah mendapatkan kemurkaan. Hingga ia tidak berani lagi menghubungi Laura dan akhirnya mengajak putranya jalan-jalan seperti sekarang.


Ia kini sudah bermain air dengan putranya di bibir pantai dan terlihat bocah laki-laki itu sangat senang karena sudah lama tidak diajak ke pantai. Dulu pertama kali mengajak ke pantai saat berusia satu tahun dan itu pun bersama Ana.

__ADS_1


Sengaja ia mengajak ke pantai yang sama karena ingin mengenang momen-momen bersama dengan Ana.


"Apa kamu melihatnya, Ana? Aku datang ke sini bersama putramu. Valerio sekarang sudah jauh lebih besar dan bisa bermain air sendiri. Aku hanya perlu mengawasinya dari sini," ucap Christian yang saat ini tidak berkedip menatap ke arah putranya yang sangat bahagia bisa bermain air.


Hingga ia pun kini merasa sangat bahagia karena bisa membuat putranya tertawa senang seperti itu.


Saat ia ingin pergi ke toilet, melambaikan tangannya pada kepala pelayan yang memang diajak agar membantunya sewaktu-waktu jika ia tengah melakukan sesuatu.


Kemudian kepala pelayan langsung mendekat dan menjaga bocah yang sudah sibuk main air dan pasir itu.


Seringnya online, tapi tidak pernah sekalipun mengirimkan pesan padanya. Seolah wanita itu sudah bahagia dengan kehidupannya dan tidak akan pernah mau berhubungan dengannya lagi.

__ADS_1


Namun, ia saat ini mengerutkan kening kala melihat ada email masuk dan langsung dibukanya. "Tawaran dari perusahaan yang ada di Singapura?"


Christian kini masih mempertimbangkan tentang tawaran dari perusahaan yang pernah mengajaknya bekerja sama. "Aku benar-benar sangat stres dan sepertinya butuh refreshing di luar negeri."


Namun, ia menatap ke arah putranya yang tengah berada di bibir pantai bersama dengan kepala pelayan. "Lalu putraku? Akhirnya aku harus mengembalikannya pada ibunya."


Saat ia merasa bingung dengan keputusannya, Christian saat ini memilih untuk berjalan mendekati putranya dan bertanya pada kepala pelayan untuk meminta saran tentang keputusan atas tawaran yang diberikan padanya.


"Bik," panggil Christian yang kini berjalan mendekati pelayannya.


"Iya, Tuan." Sang pelayan mengerutkan kening karena merasa ada sesuatu hal penting yang ingin dikatakan oleh sang majikan.

__ADS_1


"Bik, aku ada tawaran ke Singapura, tapi aku ingin bersama dengan putraku. Apa yang harus kulakukan sekarang? Rasanya sekarang aku seperti dihadapkan pada dua pilihan antara pekerjaan dan anak." Christian merasa sangat bingung dengan dua pilihan itu.


To be continued...


__ADS_2