365 Days With You

365 Days With You
Siapa yang datang?


__ADS_3

Christian saat ini terlihat duduk di sofa dengan fokus pada pekerjaan demi sedangkan kebosanan yang dirasakan saat berada di ruangan perawatan menunggu istri sirinya yang masih tertidur akibat efek obat.


Hingga satu jam kemudian, mendengar suara notifikasi dari ponsel miliknya dan begitu membaca bahwa itu adalah dari asisten pribadinya, seketika membulatkan mata begitu mengetahui bahwa istri pertamanya setiap hari akan datang ke rumah sakit.


Ia bahkan saat ini memijat pelipis karena satu masalah kembali menghampiri.


"Kenapa selalu saja bisa kebetulan seperti ini? Apa Tuhan sengaja menunjukkan ini untuk membuktikan kuasanya yang sangat luar biasa?" lirih kasihan yang masih tidak mengalihkan perhatiannya pada ponsel yang berada dalam genggaman.


Bisa saja dalam hitungan detik, sang istri datang ke ruangannya dan murka begitu mengetahui ia telah menikahi Laura secara diam-diam.


Embusan napas kasar kini mewakili apa yang dirasakan oleh Christian saat ini, tapi sialnya ia tidak bisa berbuat apapun untuk menghentikan perbuatan sang istri yang berniat untuk setiap hari datang menjenguk wanita yang tidak lain adalah istri dari korban kecelakaan.


Namun, ia bisa mengerti perasaan Ana yang sangat senang melihat seorang wanita hamil karena sudah beberapa tahun menikah tidak kunjung diberikan keturunan dan pastinya membuat wanita yang sangat dicintainya itu sangat frustasi dan putus asa.


"Kasihan sekali istriku. Ia dari dulu sudah berusaha untuk melakukan cara apapun agar bisa hamil dengan mengikuti saran dari banyak orang," lirih Christian yang mengingat banyak orang memberikan saran ini dan itu dan itu semua dilakukan oleh sang istri tanpa kenal lelah.


"Hingga lama-lama kesabaran serta


ketelatenan yang dilakukan Ana sama sekali tidak membuahkan hasil dan membuatnya putus asa. Aku bahkan tidak pernah tega melihatnya bersedih serta menangis jika membicarakan mengenai masalah anak."


Christian yang tadinya ingin fokus bekerja untuk menghilangkan kebosanan, saat ini malah dipenuhi rasa bersalah pada Ana karena tidak bisa menghibur saat sang istri bersedih..


'Ana, Aku tidak tahu takdir apa yang terjadi pada kita bertiga, tapi yang jelas aku berjanji padamu, tidak akan menceraikanmu karena tidak bisa memberikan keturunan. Aku bukan Aprilia jahat yang membuang istri karena masalah anak.'


Saat Christian mengingat tentang Ana yang selalu saja bersedih jika menyangkut tentang masalah anak, dini beralih pada putri tidur yang berstatus sebagai istri, tapi tidak mengenalinya sama sekali.


"Laura, Aku berharap kedatanganmu bisa mengubah kehidupanku yang selama ini dipenuhi oleh perasaan tertekan karena banyak mendapatkan gunjingan saat tidak kunjung memiliki anak." Christian akhirnya menutup tablet miliknya setelah menyimpan hasil pekerjaannya.


Ia sama sekali tidak membalas pesan dari asistennya karena mengetahui bahwa saat ini sedang bersama dengan istrinya dan mungkin bisa saja sewaktu-waktu ponsel diminta untuk mengecek.


Christian saat ini memilih untuk menghampiri sang Putri tidur yang sangat nyenyak dan tidak bergerak sama sekali.


"Putri tidur, cepatlah pulih, Sayang. Ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu. Aku ingin kamu mengingatku sebagai Christian yang merupakan Cinta pertama untukmu serta mengambil ciuman pertamamu."


Ia kini masih menatap intens wajah Laura dan berbagai macam pikiran kini memenuhinya. Bahkan saat ini berpikir jika sesuatu hal yang berhubungan dengan Laura penuh dengan rahasia serta banyak misteri.


"Aku bahkan tidak tahu nama lengkapmu, lalu bagaimana aku mencari tentang asal usulmu, Laura?" Merapikan anak rambut yang berantakan agar bisa melihat dengan jelas wajah pucat Laura yang tanpa mengenakan make up dan semakin terlihat cantik natural.


"Bahkan para polisi belum mengabari lagi mengenai interogasi pada sopir truk yang menghantam taksi hingga menabrak mobil-mobil yang lain dan berakhir terbalik." Christian berencana untuk membahas hal tersebut dengan pasang asisten yang nanti akan datang setelah mengantarkan sang istri.


Christian terdiam dengan berbagai macam pertanyaan yang ada di kepalanya mengenai Laura berasal dari keluarga mana dan apa tujuannya datang ke Jakarta setelah sekian lama.


Akhirnya ia memilih untuk mendaratkan tubuhnya di kursi sebelah ranjang perawatan Laura karena merasa kakinya pegal berdiri cukup lama di sana.


Hingga setengah jam telah berlalu dan hanya keheningan menghiasi ruangan perawatan tersebut. Sampai Christian menyadari saat tangannya menggenggam erat telapak tangan dengan jemari lentik itu, terdengar suara lirih.


"Air ... minum ...."


Christian bisa mendengar suara lirih dari wanita yang telah membuka mata secara perlahan-lahan disebut dan menatap ke arahnya.


"Sayang, kamu haus? Sebentar!" Christian buru-buru bangkit dari kursi dan mengambil sedotan untuk memudahkan Laura minum dari botol air mineral yang sudah dibukanya.

__ADS_1


Kemudian ia mengarahkan pada bibir Laura dan melihat wanita itu sudah mulai minum secara perlahan dan ia sabar menunggu sampai selesai.


Christian benar-benar merasa lega karena saat ini tatapan Laura padanya tidak seasing tadi saat baru pertama kali sadar. Ia berharap Laura segera pulih dan bisa dipindahkan ke rumah sakit lain yang ada di Bandung.


Karena setelah kejadian yang semuanya kebetulan dialami oleh sang istri pertama dan membuatnya bisa berada pada rumah sakit yang sama, tapi tidak mengetahui hal itu.


Bahkan mungkin Ana tidak akan pernah menyangka jika sudah pulang dari New York karena ia ingin memberikan surprise pada kepulangannya.


Namun, pada kenyataannya malah ia yang dibuat terkejut dengan kecelakaan yang menimpa Laura dan akhirnya membohongi Ana.


Hingga ia pun melihat Laura menggerakkan tangan untuk memberikan kode sudah selesai minum dan langsung ia kembalikan ke atas laci.


Kemudian kembali menatap ke arah sosok wanita yang sama sekali tidak mengingatnya tersebut. "Ini serasa pertemuan baru kita, Sayang. Apa kamu gugup melihatku? Karena itulah respon pertama yang kamu tunjukkan dulu ketika kita bertemu pertama kali."


Christian mengungkapkan banyak hal agar Laura bisa segera mengingat apa yang dilupakan di masa lalu. Ia seperti berkenalan dengan orang baru saat menghadapi Laura.


Bahkan saat ini wanita itu tidak langsung menjawab karena masih terdiam seperti orang kebingungan dan ia memakluminya.


Christian saat ini mencoba untuk tidak membuat Laura takut padanya karena ia tahu seperti apa Laura yang dulu dan berharap sifat itu masih ada dalam dirinya.


"Aku tidak akan memaksamu untuk mengingatku karena memang kecelakaan hebat yang menimpamu Bahkan membuat sopir taksi meninggal."


"Aku benar-benar sangat bersyukur pada Tuhan karena masih memberimu umur yang panjang." ucap Christian yang saat ini masih tidak mengalihkan pandangan dari wanita yang hanya diam saja tersebut.


Karena tidak ingin banyak berbicara dan membuat Laura merasa ilfil padanya, kini Christian memilih untuk menunggu respon wanita yang dari tadi masih menutup rapat bibirnya.


'Apa yang sebenarnya saat ini dipikirkan oleh Laura ketika pertama kali melihatku? Apakah ia akan terpesona padaku seperti dulu ketika bertemu di klab malam? Atau takut padaku dan berpikiran negatif bahwa aku hanya memanfaatkannya dengan menipu?' gumamnya di dalam hati.


Sementara itu, berbeda dengan yang dirasakan oleh Laura saat ini ketika masih mencoba untuk mengingat apa yang tersimpan di memori otaknya. Ia kediam karena ingin memastikan Apakah tidak ada kenangan sama sekali yang tersimpan di sana.


Jujur saja ia yang pertama kali terbangun dan melihat ruangan kamar Rumah Sakit membuatnya kebingungan harus bagaimana menghadapi diri sendiri yang Bahkan tidak ingat sama sekali tentang masa lalu.


Apalagi saat dipanggil Laura oleh pria yang selalu berada di hadapannya, membuatnya seperti terlindungi karena tidak sendirian di muka bumi yang menurutnya sangat asing.


Laura yang dari tadi tidak mengalihkan perhatian pada pria dengan rahang tegas itu, saat ini mengungkapkan semua hal yang dirasakan setelah mengetahui mengalami amnesia.


"Ini di mana? Lalu, di mana keluargaku? Kenapa aku hanya melihatmu dan tidak ada yang lain di sini?' lirih Laura yang ingin tahu di mana ia tinggal selama ini.


Apalagi ia tidak bisa menebak-nebak ia berasal dari keluarga mana dan tinggal bersama siapa sebelum menikah. Jadi, ingin tahu banyak hal mengenai dirinya dan berharap pria itu mau menceritakan padanya.


Sementara itu, Christian yang saat ini merasa bingung untuk menjawab karena tidak tahu keluarga tahu rasa sama sekali.


'Semoga Laura tidak bertanya panjang lebar mengenai pribadinya karena aku tidak tahu menahu saat selalu merahasiakannya dariku,' gumam christiannya saat ini langsung mengatakan bahwa Laura hanya tinggal sendirian dan orang tua sudah meninggal.


"Aku mengajakmu jalan-jalan ke Jakarta dan meninggalkan Bandung, tapi saat membeli sesuatu dan menyuruhmu menunggu di mobil, taksi yang berada di tepi jalan ditabrak oleh sebuah truk karena rem blong dan membuatmu berakhir amnesia."


Laura yang tidak bisa mengingat apapun dari kecelakaan yang menimpanya, hanya mengangguk perlahan sebagai tanda bahwa ia mengerti. Lalu, bertanya sekali lagi.


"Orang tuaku?" tanya Laura yang saat ini merasa penasaran dengan orang tuanya karena di rumah sakit sama sekali tidak melihat siapapun kecuali pria itu.


Ia sempat menebak-nebak dan berusaha untuk mencari tahu dari pria yang ada di hadapannya tersebut. Hingga ia membulatkan mata begitu mendengar kenyataan yang tidak terpikirkan olehnya.

__ADS_1


"Orang tuamu juga meninggal dalam kecelakaan, tapi aku tidak pernah bertanya padamu karena khawatir mengingatkan luka di hatimu, sehingga hanya tahu bahwa mereka telah meninggal." Akhirnya ia berbicara jujur dan berharap tidak lagi mendapatkan pertanyaan yang sulit untuk dijawab.


'Lucu dan konyol juga jika mendapatkan pertanyaan dari sang istri, tapi mengatakan tidak tahu apapun dan pasti Laura akan curiga dan berpikir ia berbohong menjadi suaminya,' gumam Christian yang saat ini berusaha untuk membuat sang istri tidak curiga padanya.


Sementara di sisi yang berbeda, wanita dengan perban di kepala tersebut merasakan keanehan. Hingga ia pun langsung mengungkapkan apa yang dirasakannya.


"Memangnya kita menikah sudah berapa lama?" tanya Laura yang saat ini merasa tidak mempunyai perasaan apapun pada pria itu, tapi malah terikat dalam ikatan suci pernikahan.


Ia tidak bisa membayangkan tinggal bersama dengan seorang pria yang mengaku sebagai suaminya, tapi diri sendiri sama sekali tidak mengingat apapun.


Hingga ia seketika mengerjapkan mata karena pria itu baru saja mengungkapkan jawaban yang baru saja didengar olehnya.


"Kita baru menikah kemarin dan berniat untuk berbulan madu di Jakarta, tapi yang terjadi malah kamu kecelakaan. Jadi, kita belum melakukan apapun sebagai ritual suami istri." Christian tidak ingin Laura merasa ada yang janggal dengan apa yang terjadi.


Jadi, ia memutuskan untuk mengatakan hal yang sebenarnya bahwa ia belum pernah sekalipun menyentuh Laura dan wanita itu benar-benar masih perawan seperti yang dikatakan ketika berada di klab.


Bahkan kata perawan yang diungkapkan oleh Laura, membuatnya tidak bisa menghilangkan pikiran itu dan ingin serakah memiliki wanita yang mengungkapkan telah jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.


Ia saat ini terdiam setelah mengungkapkan hal pertama yang akan membuatnya lebih dekat dengan Laura.


Sebagai seorang pria yang bermartabat dan tidak pernah mempermainkan perasaan wanita, Christian saat ini merasa yakin jika kejujurannya akan membawanya pada kebahagiaan suatu saat nanti.


Bahwa sebentar lagi Laura sepenuhnya menjadi miliknya dan juga mendapatkan keturunan dari rahim istri sirinya tersebut.


Namun, ia tidak bisa berbohong sudah lama menikah karena tahu jika itu akan diketahui Laura jika sampai mereka melakukan malam pertama.


Bahkan saat ini tubuh Christian menghangat ketika membayangkan bisa merenggut kesucian Laura suatu saat nanti.


Ia akan menjadi seorang pria yang sangat bangga karena berhasil mendapatkan seorang wanita perawan saat sudah tidak lagi muda. Hingga ia mendengar suara Laura yang sangat lirih.


"Baru menikah? Lalu, memangnya aku tinggal di mana jika datang ke Jakarta untuk berbulan madu? Apa kau adalah orang kaya?" Kemudian menuju ruangan yang bisa ditebaknya adalah ruangan orang-orang kaya karena ada banyak fasilitas di dalamnya.


Ia memang melupakan semua hal tentang dirinya, tapi merasa yakin jika pemikirannya saat ini benar. Bahwa ruangan yang ditempatinya itu biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa berada di sana.


Karena harus mengeluarkan uang yang sangat besar jika dirawat di ruangan terbaik rumah sakit. Jadi, ia memutuskan untuk bertanya seperti itu agar tidak mengganjal di pikirannya mengenai biaya rumah sakit yang pastinya akan sangat mahal.


Ia takut tidak bisa membayar dan akan menyusahkan pria itu. Jadi, memutuskan untuk menanyakan banyak hal yang ada di pikirannya saat ini agar tidak terlihat sangat bodoh karena tidak tahu apapun.


Hingga suara ketukan pintu terdengar dan terlihat seorang perawat berseragam biru membawa kotak makanan.


"Saatnya makan malam, Tuan." Sang perawat memberikan kotak makanan tersebut pada pria yang saat ini berdiri di sebelah pasien yang sudah sadar.


Christian saat ini menganggukkan kepala dan langsung menerimanya. Begitu melihat perawat sudah keluar lagi, ia kini beralih pada Laura.


"Mengenai aku kaya atau tidak, nanti kamu akan tahu sendiri setelah kita bersama-sama pulang ke Bandung, Sayang." Christian kini langsung menganggukkan kepala begitu melihat Laura seperti ingin menegaskan jawabannya.


"Ya, Sayang. Kamu tinggal di Bandung dan rumah kita sudah menunggu. Jadi, cepatlah pulih agar kita bisa kembali ke rumah. Jadi, sekarang kita makan dulu karena aku yang akan menyuapimu," ucap Christian yang kini tersenyum simpul pada Laura.


Christian yang beralih duduk pada kursi, kini membuka kotak makanan tersebut dan mengerutkan kening saat mendengar suara pintu yang diketuk dari luar.


'Siapa lagi yang datang? Itu bukan Ana, kan? Karena jika sampai benar, aku akan menghabisi Vicky yang telah tidak bisa menghalangi Ana ke sini,' gumamnya di dalam hati dan melihat sosok yang datang.

__ADS_1


Begitu pun dengan Laura yang langsung menatap ke arah pintu dan merasa penasaran siapa yang datang. "Siapa? Kenapa tak kunjung masuk juga?"


To be continued...


__ADS_2