
Christian baru saja tiba di Perusahaan Prameswari Grup dan ia kali ini langsung menuju ke ruangan meeting sesuai dengan yang ditunjukkan oleh beberapa orang yang merupakan staf di sana.
Ia memang tidak menemui CEO yang ingin membuatnya menghabisi karena telah kehilangan kesempatan mendapatkan banyak keuntungan akibat ulah ceroboh pria itu di perusahaan. Bersabar dan menunggu hingga meeting selesai untuk melihat jalan keluar apa yang kira-kira hari ini akan diambil.
Kini, ia bisa melihat para anggota meeting sudah duduk di kursi masing-masing. Tentu saja seperti yang tadi diperintahkan, semuanya terlihat memakai pakaian serba hitam.
'Benar-benar seperti sedang menghadiri acara pemakaman saja,' gumam Christian yang saat ini dipersilakan duduk di tempat yang disediakan untuknya.
Saat ia belum melihat CEO perusahaan karena kursinya kosong, kini hanya mengumpat di dalam hati sambil melirik mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangan kiri.
'Bahkan lima menit lagi meeting dimulai, tapi si berengsek itu belum datang juga,' gumam Christian yang kebetulan mendengar suara notifikasi di ponselnya dan begitu mengecek dari sang istri, ia langsung membacanya.
Hari ini aku bosan di rumah karena Valerio tidak ada, jadi memanfaatkan waktu luang untuk pergi ke perusahaan. Sebelum melakukannya, aku meminta izin untuk membantu pekerjaan di perusahaan hari ini saat kamu tidak ada. Oh ya, jangan lupa foto bule itu.
Embusan napas kasar kini mewakili perasaannya yang kacau balau. Sebenarnya ia sangat kesal pada Ana karena tidak mau mematuhi perintahnya, tapi yang terjadi disebabkan karena sang ibu yang hari ini membawa cucunya.
'Jika aku marah pada Ana karena tidak mematuhiku, yang ada malah mendapatkan kemurkaan balik darinya. Lebih baik membiarkan ia berbuat sesuka hati saja,' gumam Christian yang saat ini mendengar suara pintu terbuka.
Ia kini sudah melihat sosok pria yang selama ini menjadi pemimpin perusahaan, tetapi malah membawa banyak kerugian karena beberapa kali menjual saham demi menutupi kekurangannya.
Semua orang yang hadir di ruangan rapat tersebut seketika bangkit berdiri dan memberi salam pada pria yang tak lain adalah CEO perusahaan. Namun, Christian tetap duduk di tempatnya tanpa berniat untuk melakukan hal yang sama.
Ia saat ini bisa melihat tatapan dari pria bernama Andika Syaputra itu, tapi tidak diperdulikan olehnya. Sengaja ia melakukan hal itu untuk membuat pria itu sadar bahwa posisinya tidak jauh lebih tinggi dari wanita bernama Anastasya yang memiliki saham mayoritas di perusahaan itu.
'Lebih baik aku menghormati wanita bernama Anastasya itu dan beralih mendukungnya agar bisa lebih mendapatkan keuntungan daripada mendukung itu yang tidak berguna itu yang hanya bisa membuat perusahaan rugi,' gumam Christian yang saat ini mendengar suara bariton dari Andika Syaputra dan hanya ditanggapi dengan datar.
"Selamat siang semuanya. Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan semua yang hadir di sini untuk membahas mengenai masalah krusial yang dihadapi perusahaan. Sebelum acara yang sesungguhnya dimulai, saya ingin semua orang di sini tetap mendukung saya dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki semua masalah yang terjadi."
Andika Syaputra saat ini merasa posisinya terancam begitu wanita yang memiliki saham terbanyak di perusahaan itu datang dan dikhawatirkan akan meminta dukungan dari semua orang untuk menjadi pemimpin baru di perusahaan untuk melengserkannya.
Ia tidak ingin itu terjadi, sehingga berbicara panjang lebar sebelum wanita bernama Anastasya itu datang dan meminta dukungan dari semua orang.
Selama ini ia tidak pernah melaporkan pada sang ayah beberapa kerugian akibat perbuatannya yang salah berinvestasi dan bekerjasama dengan perusahaan lain. Karena jika sampai masalah ini didengar oleh sang ayah, ia benar-benar akan mendapatkan kemurkaan.
Jika selama ini ia sibuk bermain slot dan wanita saat malam, sehingga sampai membuatnya memakai uang perusahaan. Ia sengaja mendekati akuntan perusahaan yang merupakan seorang wanita cantik yang dirayunya agar tidak melaporkan perbuatannya.
Bahkan sampai ia menjadikan wanita itu sebagai salah satu kekasihnya dan sudah sering diajak ke tempat tidur untuk memuaskan hasratnya. Kali ini, ia melihat sosok pria yang duduk di pojok dengan menatapnya tajam dengan tatapan penuh kebencian.
'Sialan Christian. Ia sepertinya sengaja melakukan itu untuk mengibarkan bendera perang denganku. Padahal dulu bersikap sangat baik padaku agar bisa bekerja sama dengan perusahaan ini. Sepertinya aku tidak akan mendapatkan dukungan darinya. Semoga yang lain mendukungku dan tidak membiarkan wanita bernama Anastasya itu menggantikan posisiku sekarang.'
Setelah mengungkapkan visi misi yang dibawa olehnya untuk meyakinkan para pemegang saham lain agar tetap mendukungnya dan tidak berpindah pada wanita yang sampai sekarang belum datang, ia pun kembali mendaratkan tubuhnya pada kursi.
Saat melakukan itu, suara notifikasi kini terdengar dari ponsel semua orang yang ada di ruangan meeting tersebut. Tentu saja kini semua orang memeriksa ponsel masing-masing dan melihat pesan video dari grup.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, mereka semua langsung membuka video berdurasi 30 detik itu yang menunjukkan lalu lintas kendaraan padat merayap dengan tulisan meminta maaf akan datang terlambat karena macet.
Refleks semua orang saling bersitatap begitu melihat pesan video dari pemegang saham tertinggi di perusahaan itu ternyata terjebak macet dan akan datang terlambat. Apalagi ini sudah 10 menit berlalu dari jam meeting yang seharusnya sudah dimulai.
Hingga semua orang yang ada di ruangan itu seketika berkeluh kesah dan berbicara dengan nada kesal karena tidak suka saat wanita itu datang terlambat ketika semua orang tepat waktu.
Hingga sudut bibir Andika Syaputra berangkat ke atas karena merasa senang saat semua orang melihat keburukan dari wanita yang bahkan belum pernah sekalipun ditemui. Ia saat ini kembali memberikan sebuah hal yang membuat suasana makin memanas.
"Kalian bisa lihat sendiri, kan kekurangan dari wanita itu? Mana mungkin ia bisa menjadi pemimpin perusahaan yang baik jika tidak bisa datang tepat waktu pada acara meeting penting hari ini?" Andika kini menatap sekilas sambil tersenyum menyeringai pada Christian.
Ia sudah menduga jika Christian mendukung wanita bernama Anastasya yang datang terlambat saat acara meeting. Jadi, sengaja mengungkapkan kalimat sindiran agar pria itu sadar telah salah pilih berada di pihak yang tidak mungkin mendapatkan dukungan dari semua orang.
Christian yang baru saja selesai melihat video kemacetan kota Jakarta, kini bisa mendengar suara bariton dari pria yang duduk cukup jauh darinya dan menatap tajam ke arahnya. Ia hanya tersenyum simpul mendapatkan itu dari Andika.
'Sepertinya dia merasa saat ini berada di atas angin Hanya gara-gara wanita bernama Anastasya itu datang terlambat perusahaan. Sepertinya semuanya akan semakin menarik dan aku sudah tidak sabar melihat pertunjukan antara CEO lama perusahaan berperang dengan pemilik saham tertinggi.'
Christian yang saat ini tidak mempedulikan perkataan dari Andika karena memilih untuk fokus pada ponsel miliknya ketika kembali mengulang video yang baru saja terkirim di grup tersebut.
'Aku sangat yakin jika wanita ini sengaja melakukannya dan ingin melihat apa yang dilakukan semua orang saat ia datang terlambat di meeting hari ini. Kira-kira apa yang akan dilakukannya untuk mencari dukungan dari semua orang?' Rasa penasaran untuk melihat wanita itu serta ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh seorang Anastasya, membuat Christian sudah tidak sabar dengan kedatangan wanita itu.
Hingga ia pun melihat pintu ruangan meeting terbuka dan tadinya berpikir jika itu adalah wanita yang dari tadi ditunggu olehnya, tapi ternyata yang datang adalah salah satu staf perusahaan yang berjalan masuk setelah menyapa semua orang dengan membungkuk hormat.
Bahkan saat ini langsung berjalan mendekati CEO perusahaan dan berbisik di dekat telinga pria itu. Ia memicingkan mata karena melihat raut wajah Andika seketika pucat karena terkejut.
Bahkan saat ini melihat Andika sudah bangkit dari kursi dan berjalan keluar. Ia melihat siluet belakang pria dengan bau lebar yang juga memakai pakaian serba hitam tersebut.
"Mau ke mana dia." Ia bertanya dan mendengar suara berisik dari banyak orang yang seperti tengah menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi.
Bahkan semua orang semua orang yang ada di ruangan meeting tersebut sibuk dengan pemikiran masing-masing sambil berbicara lirih dengan beberapa orang yang duduk di sekitarnya. Tentu saja ingin mengetahui apa yang terjadi hingga membuat perusahaan keluar dari ruangan meeting sebelum acara dimulai.
'Aku sama sekali tidak menduga jika meeting hari ini akan kacau gara-gara ulah para staf perusahaan. Perusahaan macam apa ini karena meeting sudah seharusnya dilakukan setengah jam yang lalu, tapi belum dimulai juga karena wanita itu terlambat dan sekarang Andika keluar tanpa mengucapkan apapun pada semua orang.'
Dulu Christian mengetahui jika perusahaan Prameswari menjadi salah satu saingan terberat beberapa perusahaan besar. Bahkan ia tahu keuntungan fantastis yang diraih oleh Prameswari Grup karena selalu memenangkan tender besar.
Bahkan ia mendapat dukungan penuh dari sang ayah begitu mengungkapkan akan membeli saham di perusahaan hitung karena terpikir akan mendapatkan banyak keuntungan.
Namun, semuanya tidak sesuai apa yang diprediksi olehnya dan yang lainnya karena ceroboh dari pemimpin perusahaan yang membuat semuanya kacau balau. Kini, ia kembali melihat pintu terbuka dan dua orang pria berjalan masuk.
Seperti beberapa saat yang lalu, semua orang bangkit berdiri begitu melihat seorang pria paruh baya dan juga putranya masuk ke dalam. Mereka langsung menyapa dan memberikan hormat. Sementara ia akhirnya ikut berdiri untuk menghormati pria paruh baya tersebut.
'Aaah ... jadi ayah Andika hari ini datang untuk mengikuti meeting? Pantas saja dia seketika terlihat pucat begitu mendapatkan laporan dari salah satu serta perusahaan,' gumam Christian yang saat ini tidak mengalihkan pandangan dari ayah dan anak tersebut.
Sosok pria paruh baya yang tak lain adalah Rendi Syaputra yang hari ini sengaja datang untuk melihat jalannya meeting, mudah mengapa semua orang karena sudah lama tidak ketemu dengan para staf di perusahaan.
__ADS_1
"Terima kasih. Kalian membuatku benar-benar merasa tidak enak karena aku datang ke sini hanya ingin melihat perkembangan perusahaan yang dipimpin oleh putraku. Namun, ternyata barusan aku mendengar jika meeting belum dimulai karena ada salah satu pemegang saham yang belum datang karena terjebak macet."
Rendi Syaputra yang tadi bertanya pada salah satu staf perusahaan, apakah meeting sudah dimulai, merasa sangat terkejut begitu mendengar apa yang disampaikan.
Ia tadi langsung memberikan bogem mentah pada putranya karena tidak memberitahunya jika saat ini saham terbesar dikuasai oleh seorang wanita keturunan luar. Namun, ia berbicara panjang lebar pada putranya karena tidak ingin membuat semua orang menunggu di ruang meeting.
Saat ia baru saja menutup mulut, melihat pintu lebar itu terbuka dan kini ada seorang pria masuk ke dalam dan memberikan hormat ada semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"Selamat siang. Mohon maafkan kami karena hari ini datang terlambat. Ada masalah besar yang harus diselesaikan sebelum datang ke perusahaan ini," ucap pria yang tak lain adalah Mario.
Ia tadi disuruh masuk terlebih dahulu oleh Laura untuk menyampaikan alasan mengenai kedatangan yang terlambat. Bahkan ia bisa melihat tatapan semua orang yang seperti tidak suka padanya. Apalagi penampilannya saat ini paling mencolok diantara yang lain karena memakai setelan jas berwarna merah yang menyilaukan mata.
'Laura benar-benar membuatku seperti banteng yang masuk ke area kerbau karena kenalanku sangat mencolok saat ini dan membuat mereka tidak senang karena aku ingin memberikan pengumuman agar memakai pakaian serba hitam,' gumam Christian yang saat ini meraih ponsel miliknya dan langsung mengirimkan salinan penting mengenai rencana Laura mengenai perusahaan yang semalam dikerjakan.
Semua orang yang tadinya fokus pada pria di hadapan mereka, kini mulai memeriksa ponsel masing-masing begitu mendengar suara notifikasi yang masuk.
"Saya sudah mengirimkan paling penting berisi rencana besar nona Anastasya setelah menjadi CEO baru menggantikan tuan Andika Syaputra." Setelah membuat shock terapi kecil ada semua orang, khususnya ayah dan anak itu sesuai dengan perintah Laura, Mario pun kini kembali keluar untuk menjemput wanita yang masih menunggu di luar
"Selagi kalian membacanya, saya akan menjemput nona Anastasya dulu di luar." Kemudian ia melangkahkan kaki panjangnya dan melihat sosok pria paling mencolok di ruangan itu, yaitu Christian yang pernah menyakiti hati wanita setulus Laura.
Ia bahkan bersitatap dengan iris berkilat Christian udah dibalas dengan tatapan tajam penuh kebencian. 'Rasanya saat ini aku ingin langsung meninju wajahnya yang sangat memuakkan itu, tapi Laura akan marah padaku karena mengacaukan semuanya.'
Christian yang dari tadi tidak mengalihkan perhatian pada pria yang membuatnya merasa aneh karena seperti tidak menyukainya. 'Kenapa dia? Aku bahkan baru bertemu dengannya hari ini, tapi kenapa seperti sangat membenciku saat melihatku?'
'Atau ini hanya perasaanku semata karena aku sama sekali tidak mengenalnya.' Tidak ingin mengambil pusing dengan apa yang dipikirkan, kini ia berniat untuk membaca file yang dikirimkan oleh pria itu tadi.
Namun, belum sempat ia membaca semuanya, pintu kembali terbuka dan pria yang tadi sudah kembali masuk, tapi kali ini di belakangnya ada sosok wanita yang memakai setelan panjang berwarna merah dan kaca mata hitam besar pekerjaan menuju ke arah kursi paling depan.
Christian yang dari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari sosok wanita berpakaian sangat mencolok dan membuat semua orang yang ada di ruangan meeting seperti para badut karena memakai pakaian seperti di pemakaman.
Ia apakah sebenarnya ingin tertawa melihat apa yang terjadi di ruangan meeting itu, tapi saat ini masih tertarik pada sosok wanita yang memiliki tubuh sangat seksi ketika pakaian yang dikenakan sangat menampilkan lekukan tubuhnya.
'Jadi dia bulenya?' gumam Christian yang tidak mengalihkan pandangan dari wanita dengan rambut keemasan khas Eropa itu. 'Apa aku harus mengambil gambarnya sekarang untuk ditunjukkan pada Ana?'
Saat ia tengah mempertimbangkan Apa yang harus dilakukan, kini melihat wanita itu membuka kaca matanya dan berbicara dengan bahasa asing ketika menyapa.
Seketika matanya membulat sempurna dan bulu kuduk meremang begitu melihat wajah di balik kacamata hitam besar itu. Ia bahkan bisa mendengar suara yang Bahkan tidak pernah bisa dilupakannya.
"Laura?" lirih Christian yang saat ini masih tidak mengalihkan perhatian dari sosok wanita yang masih berbicara Inggris dengan sangat fasih.
Berkali-kali ia menelan salivanya dan degup jantung tidak beraturan hingga seperti merasa hendak meledak saat itu juga begitu melihat sosok wanita yang tidak pernah bisa lekang dari ingatannya.
To be continued...
__ADS_1