
Yuna mulai melenggang menuju ke kamar mandi dan meninggalkan Kagami Jiro. Sementara Kagami Jiro terlihat begitu biasa dan mulai melanjutkan kembali makan siangnya.
Tiba-tiba terdengar alunan musik yang berasal dari ponsel Yuna yang tertinggal di atas meja. Kagami Jiro yang mulai mengambil ponsel itu dan melihat layar untuk melihat siapa yang sedang berusaha untuk menghubungi Yuna saat ini.
Terlihat dengan jelas nama si pemanggi, Si bawel Jonathan. Membuat Kagami Jiro sedikit mendengus dan kembali terlihat begitu kesal. Dengan begitu kuat dia mulai menggeser tombol merah begitu saja.
"Cck ... beraninya mengganggu makan siangku!" gumam Kagami Jiro pelan.
TRRIINGG ...
Setelah itu mulai terdengar suara notifikasi yang berasal dari ponsel Yuna lagi. Dengan begitu cekatan dan hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja, Kagami Jiro sudah bisa berhasil membuka pasword ponsel Yuna dengan kecerdasannya yang jauh di atas rata-rata.
Yuna, malam ini aku akan menunggumu di Rokkasen restaurant jam 7 PM. Aku sedang pergi ke Shinjuku dan tidak membawa charger. Jadi kemungkinan aku tak akan bisa menghubungimu lagi nanti, karena saat ini ponselku sedang lowbat. See you tonight. Jonathan.
Pesan dari Jonathan di ponsel Yuna itu begitu membuat Kagami Jiro merasa kesal hingga dia kembali mematahkan sepasang sumpit dalam sekali genggaman saja.
KRRAAKK ...
"Ciih ... mau menunggu sampai kapanpun Yuna tak akan pernah datang untuk menemuimu! Selamat menunggu ria, Jonathan jelek!" gumam Kagami Jiro memperlihatkan wajah iblisnya sambil menghapus pesan dari Jonathan itu.
Saat melihat Yuna dari kejauhan, Kagami Jiro segera mengunci ponsel itu kembali dan meletakkan kembali seperti sedia kala agar Yuna tidak curiga padanya.
Yuna mulai mulai duduk kembali di kursinya dan sudah terlihat memiliki mood yang kembali membaik.
"Maaf agak lama karena toiletnya sedikit antri." ucap Yuna yang kembali meraih sumpitnya.
Namun tak sengaja Yuna menangkap sepasang sumpit yang sudah patah tergeletak di depan Kagami Jiro.
"Tuan Kagami Jiro, sumpit tuan patah kembali?" ucap Yuna dengan hati-hati.
__ADS_1
"Oh ... iya. Aku terlalu kuat memegangnya dan tak sengaja mematahkannya begitu saja." jawab Kagami Jiro dengan asal.
"Hhm. Begitu ya ..." Yuna segera memanggil seorang pelayang pria yang kebetulan sedang berada tak jauh dari meja mereka berdua. "Maaf permisi. Bolehkan aku meminta sumpit baru lagi?" ucap Yuna dengan ramah kepada pelayan pria itu.
"Tentu saja, Nona. Silakan tunggu sebentar. Akan saya bawakan sebentar lagi." sahut pelayan pria itu dengan ramah lalu mulai berlalu kembali.
Setelah beberapa saat akhirnya seorang pelayan pria itu datang membawakan sumpit sesuai dengan permintaan Yuna, lalu disusul dengan seorang pelayan wanita yang membawakan menu keempat hari ini.
"Silakan menikmati menu keempat restoran kami, Tuan, Nona. Ini adalah Deep Fried Taro, Crab Sauce dan Maitake Mushroom Tempura." ucap pelayan wanita itu lalu undur diri bersamaan dengan pelayan pria itu.
Yuna menatap beberapa mangkok makanan yang baru saja diantarkan itu. Penyajiannya memang terlihat begitu menggoda saliva, perpaduan warna makanannya juga seperti seni yang begitu indah.
"Makanlah, Yuna. Aku hanya akan memakan Maitake Mushroom Tempura-nya saja." ucap Kagami Jiro dengan nada bicaranya yang terdengar sedikit bersahabat.
"Oh, iya. Mari makan!" sahut Yuna yang sebenarnya sudah cukup merasanya begitu kenyang saat ini. Karena dia sudah menyantap beberapa jenis masakan yang sudah disajikan.
"Ini adalah menu kelima dari restoran kami, Tofu yang dimasak dengan seasoned soymilk yang disajikan masih hangat. Dan sekaligus menu keenam, Grilled Butterfish with Yuzu-miso. Selamat menikmati." ucap pelayan wanita itu lalu undur diri kembali.
Belum sampai mereka berdua menghabiskan semua makanan itu, bahkan setiap menu dari menu pertama hanya sempat memakan dua atau 3 suap saja. Kini seorang pelayan wanita sudah datang kembali dan mengantarkan hidangan lainnya.
"Silakan. Ini adalah menu terakhir dari reatoran kami. Nasi putih Jepang dengan perpaduan jamur Matsutake. Dan white wine gelle adzuki bean mochi warpped ini wheat gluten. Selamat menikmati. Selamat siang." pelayan wanita dengan berpakaian kimono itu membungkukkan badan dan segera melenggang meninggalkan mereka.
Sepasang mata Yuna kini membulat sempurna menyaksikan semua makanan di atas meja itu, bahkan dia sudah merasa begitu kenyang karena melihat semua makanan itu.
"Kalau sudah kenyang tidak perlu dipaksakan lagi. Biarkan saja." ucap Kagami Jiro yang tanggap saat melihat ekspresi wajah Yuna.
"Tapi sayang jika semua makanan ini dibuang begitu saja. Apalagi semua makanan ini begitu mahal. Tidak semua orang bisa datang dan menikmati makan di restoran ini." ucap Yuna yang terlihat sedikit murung.
"Hhm. Baiklah. Aku tidak akan membuat semua makanan ini terbuang dengan sia-sia." sahut Kagami Jiro lalu memanggil seorang pelayan wanita.
__ADS_1
"Ya, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan wanita itu dengan ramah.
"Aku pesan 5 paket lagi semua makanan ini. Ajak teman-temanmu untuk menikmatinya bersama. Habiskan juga beberapa makanan ini, karena ini masih belum kita sentuh sama sekali." perintah Kagami Jiro yang sebenarnya begitu membuat Yuna dan pelayan wanita itu begitu terkejut.
Lima paket? Satu paket saja sudah begitu mahal. Bisa untuk biaya makanku selama 1 bulan saat di New York! Benar-benar suka sekali menghamburkan uang!
Batin Yuna yang masih terlihat begitu shock.
"Ba-baik, Tuan Kagami Jiro. Terima kasih banyak!" ucap pelayan wanita itu terlihat begitu sumringah seperti mendapatkan durian runtuh saja.
Tentu saja. Bisa pergi dan menikmati makanan di restoran Shiba Tofuya adalah sebuah hal yang begitu langka, terlebih untuk kelas menengah ke bawah. Karena 1 paket makanan disini harganya bisa mencapai 93 ribu yen ( kira-kira 10 juta rupiah ) dan bisa dinikmati oleh 4 sampai 5 orang.
"Bawakan bill untukku!" perintah Kagami Jiro lagi sambil mengusap sisa makanan pada bibirnya dengan menggunakan sebuah sapu tangan yang sudah disediakan oleh restoran ini.
"Baik, Tuan Kagami Jiro. Silakan tunggu sebentar." ucap pelayan wanita itu lalu berlalu meninggalkan meja itu.
Setelah beberapa saat, pelayan wanita itu sudah kembali lagi dengan membawakan sebuah bill dan segera memberikannya untuk Kagami Jiro.
"Semuanya 950 ribu yen ( kira-kira 100 juta rupiah ), Tuan."
Mendengar nominal yang begitu besar itu spontan saja membuat Yuna begitu membelalak dan tak percaya.
Uang segitu habis dalam sekejap hanya untuk makan siang? Benar-benar suka menghambur-hamburkan uang saja!
Batin Yuna masih begitu tak percaya.
Kagami Jiro mulai mengeluarkan dompetnya dan segera memberikan sebuah blackcard untuk pelayan wanitu itu.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1