Casanova In Love

Casanova In Love
Masalah Di Rubby Shine


__ADS_3

Seorang pria dengan setelan jaz yang begitu rapi dan necis terlihat sedang menyibukkan dirinya di depan laptopnya. Jemarinya menari lincah di atas deretan keyboard itu dan sesekali digerakkannya untuk melakukan scroll pada sebuah kotak hitam kecil di bagian bawah dari keyboard itu.


Sementara sepasang mata dengan pupil kecoklatan yang selalu tampil menawan namun tajam dan tegas itu terlihat menatap lurus ke arah monitor berukuran 14 inchi di hadapannya itu.


Pria yang tak lain adalah Kagami Jiro itu terlihat begitu berkonsentrasi penuh melihat beberap laporan dalam perusahaan Rubby Shine yang saat ini dipimpin oleh Aiko.


"Omset tahunan meningkat drastis. Dan pekan depan akan diadakan acara keakraban di luar negeri dengan team eksekutif perusahaan. Hehe ... aku akan mengajak Yuna, sekalian pra berbulan madu. Ahh tidak. Ibu bisa marah ... paling tidak aku bisa menghabiskan waktu yang cukup lama bersama Yuna." gumam Kagami Jiro mengusap dagunya dengan jemari kanannya dan tersenyum membayangkan sesuatu. "Ahh tidak sabar ingin segera menikah saja!!"


CEKLEEKK ...


Tiba-tiba saja pintu ruangan Kagami Jiro terbuka begitu saja tanpa ada kata permisi maupun sebuah ketukan. Dan sebenarnya hal itu cukup membuat Kagami Jiro cukup kesal dan tidak terima hingga Kagami Jiro menatap tajam seorang gadis dengan pakaian formal berwarna baby pink yang baru memasuki ruangan kerjanya dengan langkah terburu dan raut wajah yang sedikit khawatir.


Gadis itu adalah Rin Yamanaka asisten Kagami Jiro saat berada di Rubby Shine. Dan jika dilihat dari gagatnya, sepertinya sedang terjadi suatu masalah di perusahaan Rubby Shine.


"Tuan ada masalah ..." Rin mulai berbicara dengan raut wajahnya yang masih sama. Dipenuhi dengan sedikit kekhawatiran.


"Masalah apa?" tanya Kagami Jiro yang masih terlihat cukup tenang tanpa ada rasa panik sedikitpun.


"Ada seorang pelanggan yang baru saja membuat masalah di bawah, Tuan. Awalnya pemuda itu membawa sebuah vas phoenix dari dinasti ming yang legendaris dari China dan pemuda berniat untuk menjualnya kepada perusahaan kita, namun tak sengaja salah satu karyawan kita sepertinya meretakkannya. Jadi pemuda itu meminta ganti rugi, jika kita tidak membayar ganti rugi,maka dia mengancam akan membawa kasus ini ke pihak kepolisian." ucap.Rin Yamanaka menjelaskan.

__ADS_1


"Hhm. Baiklah. Aku akan segera turun." ucap Kagami Jiro lalu mematikan laptopnya dan mulai bangkit dari tempat duduknya lalu mulai melenggang dengan langkah lebarnya yang tegas dan sesekali Kagami Jiro terlihat menarik kedua sisi jaz hitamnya untuk merapikannya.


Kagami Jiro mulai menggunakan sebuah elevator untuk mencapai lantai dasar. Hingga beberapa saat akhirnya pintu elevator itu mulai terbuka disaat sudah mencapai lantai dasar.


Terlihat seorang pemuda yang sedang uring-uringan dan sedang marah-marah hingga mencak-mencak kepada beberapa staff pekerja Rubby Shine dengan berkacak pinggang.


Di meja juga ada sebuah vas berukuran kecil berwarna putih, dengan ukiran-ukiran bunga tulip kecil berwarna kebiruan kombimasi peach lembut.


"Aku tidak mau tau, pokoknya kalian harus mengganti vas antik milikku ini! Kalian sudah merusaknya dan membuat vas antik milikku retak!" teriak pemuda itu masih saja tak terima.


"Maaf, Tuan. Tapi kami hanya memegangnya pelan dan tidak terlalu menenkannya dengan kuat saat memeriksa vas antik milik tuan ini. Dan retakan itu sudah ada sejak awal. Kami tidak merusaknya. Jika tidak percaya, kita bisa memeriksa rekaman kamere CCTV untuk memastikannya dan memperjelas semuanya." ucap seorang gadis staff Rubby Shine dengan ramah.


"Terserah kalian. Pokoknya aku mau kalian membayar ganti rugi. Karena vas antik ini sangat langka dan sangat mahal! Kalian harus membayarnya atau aku akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib!" tandas pemuda itu kembali mengancam.


"Benar. Kalian tinggal membayar ganti rugi saja dan semuanya sudah beres bukan? Lagipula uang 10 juta yen bukanlah sangat besar untuk kalian bukan?" ucap pemuda itu lagi.


"Tuan Kagami Jiro. Kami tidak berbohong, vas phoenix ini sudah retak sejak awal saat tuan ini membawanya kemari. Kami hanya memeriksanya untuk memastikan keasliannya. Bahkan kami memeriksanya dengan hati-hati dan tidak terlalu menekannya." kali ini seorang pemuda penilai keaslian barang yang bekerja pada Rubby Shine juga mulai bicara.


"Hhm. Tenang saja, aku akan memeriksanya." ucap Kagami Jiro masih dengan tenang.

__ADS_1


"Kamu harus mengganti barang antik milikku! Jika tidak aku akan melaporkannya kepada pihak kepolisian!" ucap pemuda itu lagi kekeh.


"Apakah vas phoenix ini benar-benar asli? Jika memang asli, maka tunjukkan sertifikatnya kepadaku!" titah Kagami Jiro menatap pemuda itu masih dengan ramah.


"Sudah aku katakan pada kalian sebelumnya! Apa kalian tuli?! Barang ini adalah hasil penilaian dari perusahaan penilai barang antik resmi di Yokohama! Lihatlah baik-baik! Produk ini adalah asli dari Dinasti Ming! Dan aku mendapatkannya dari pelelangan di China. Dan ini adalah asli!" pemuda itu menandaskan dengan sangat tegas.


"Aku akan memeriksanya sebentar." ucap Kagami Jiro masih menahan diri agar emosinya tidak terpancing.


Kagami Jiro mulai meraih vas putih dengan ukiran bunga-bunga tulip berwarna kebiruan dan peach lembut itu, dan mulai memeriksanya dengan hati-hati.


Meskipun Kagami Jiro bukan pemeriksa resmi barang-barang antik dan perhiasan, namun Kagami Jiro sedikit mengetahui akan benda-benda seperti itu, karena sudah cukup lama berkutat di dalam perusahaan sang ibu sejak Kagami Jiro duduk di bangku kuliah.


"Barang ini adalah palsu!" ucap Kagami Jiro menandaskan dengan pelan namun penuh dengan penekanan.


Dan tentu saja ini membuat semua orang yang berada di tempat itu terkejut bukan main.


"Apa kamu bilang? Barang ini adalah barang palsu dan tiruan?! Jangan banyak omong kosong! Aku sudah menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan barang lelangan ini hingga pergi ke China!" tandas pemuda pemilik vas phoenix itu tidak terima.


"Aku berkata apa adanya. Jika tidak percaya maka aku akan membuktikannya kepadamu sekarang juga." ucap Kagami Jiro lalu mulai meraih vas bung berwarna putih itu.

__ADS_1


Kini Kagami Jiro mulai menghempaskan vas bunga berwarna putih dengan ukiran bunga tulip berwarna kebiruan dan peach lembut itu hancur dan pecah menjadi berkeping-keping di atas lantai begitu saja.


Semua orang yang berada di lantai dasar yang sedang menyaksikan semua ini seketika dibuat melongo oleh Kagami Jiro dalam hitungan detik saja. Mata mereka membelalak dengan mulut yang terbuka dengan cukup lebar.


__ADS_2