Casanova In Love

Casanova In Love
Pertemuan Kedua


__ADS_3

Yuna dan Tatsuya mulai memasuki sebuah ruangan khusus di lantai 3. Ruangan yang terlihat begitu luas dengan dipenuhi dengan beberapa lukisan di dindingnya.


"Yuna Bagaimana kuliah di London?" Tatsuya mulai membuka obrolan setelah pemuda itu duduk di kursi kerjanya, sementara Yuna terlihat sedang melihat-lihat dan mengamati ruang kerja pamannya itu.


"Menyenangkan, Paman. Tapi sebenarnya aku sangat merindukan Tokyo saat itu!" jawab Yuna sambil mengambil sebuah guci unik kecil yang berwarna keemasan dengan ukiran bunga dendelion di sisi bagian luar, yang sedang dipajang di atas sebuah meja.


"Bagaimana kabar Siena dan kedua orang tuamu? Aku belum sempat berkunjung ke rumah kalian karena memang jadwal yang begitu padat. Tolong sampaikan permintaan maafku untuk mereka." ucap Tatsuya dengan memperlihatkan wajah yang begitu menyesal.


"Tenang saja, Paman. Kami tau kok kalau paman adalah orang yang sangat sibuk. Dan ... kabar mereka sangat baik kok. Kak Siena juga sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di London."


"Benar sekali. Bahkan aku tidak bisa menghadiri pesta pernikahan Siena. Dan hanya bisa mengirimkan hadiah untuknya saja. Hhm ... semoga kelak aku bisa menghadiri pernikahanmu ya. Kau akan menikah di Jepang bukan, Yuna? Apa kau sudah punya seorang kekasih?" ucap Tatsuya ingin tau.


Yuna yang mendengar ucapan dari pamannya tersenyum begitu menggemaskan, "Daripada aku, sebaiknya paman dulu yang menikah. Bukankah umur paman sekarang sudah 29 tahun."


"Tahun depan aku akan menikah kok. Menunggu tunanganku menyelesaikan kuliahnya dulu." Tatsuya menyauti dengan begitu sumringah karena mungkin sedang mengingat tunangannya saat ini.


"Wah, benarkah itu? Semoga semua berjalan dengan lancar ya." ucap Yuna dengan tulus.


"Terima kasih, Yuna. Ehm, jadi apa kesibukanmu saat ini?"


"Hanya kuliah dan terkadang aku membuat beberapa desain gaun dan menjualnya. Kemungkinan aku juga ingin membuat butik di Tokyo. Bagaimana menurut paman?" Yuna berlihat begitu bersemangat.


"Bukan ide yang buruk. Lagipula maha karyamu sungguh luar biasa dan diminati beberapa kalangan menengah ke atas. Aku sangat bangga padamu, Yuna. Dan aku sangat mendukungmu!"


"Terima kasih, Paman." ucap Yuna dengan tulus.


"Katakan saja jika memerlukan bantuanku. Aku akan membantumu sebisa mungkin. Oh ya, kau mau secangkir kopi?" Tatsuya mulai mengambil dua cangkir dan berniat untuk membuat kopi dengan mesin pembuat kopi yang sudah tersedia di ruang kerjanya.


"Aku tidak menyukai kopi. Paman saja." tolak Yuna dengan ramah.


"Hhm. Baiklah. Lalu kau mau minum apa biar aku mintakan office girl untuk membuatkanmu sesuatu, keponakan cantikku." Tatsuya menawari dengan ramah dan tersenyum lebar.

__ADS_1


"Tidak perlu repot-repot, Paman. Aku akan segera kembali bersama yang lainnya kok. Aku ingin melihat karya teman-teman juga."


"Oh. Kalau begitu bisakah aku minta tolong sesuatu padamu, Yuna?"


"Ya. Katakan saja padaku, Paman."


"Ponselku hari ini tertinggal di rumah, dan asistenku masih dalam perjalanan mengambil ponsel itu. Dan pamanmu yang tampan ini sedang sangat sibuk saat ini, jadi bisakah kau memanggilkan rekan kerja paman yang sedang di lantai bawah?"


"Rekan kerja yang mana? Tapi aku tidak tau dan tidak mengenalnya." sahut Yuna sedikit mengkerutkan keningnya.


"Tenang saja. Tidak ada orang yang tidak mengenalnya. Kamu cukup bertanya saja kepada seseorang, maka kamu akan segera menemukannya."


"Hhm, apakah dia seorang superstar? Mengapa semua orang mengenalnya, Paman?" celutuk Yuna sambil meletakkan kembali guci keemasan yang diambilnya tadi di atas meja.


"Bukan superstar. Tapi dia adalah seorang pemimpin utama Doragonshadou yang begitu legendaris saat ini, Kagami Jiro ... salah satu pemimpin dari Yakuza terbesar di dunia. Dia sangat terkenal kejam dan bengis dalam meringkus penjahat. Namun dia juga tampan ..."


"Dan juga seorang pemain? Dan selalu bergonta ganti kekasih?" sambung Yuna yang tentu saja membuat Tatsuya begitu terkejut.


"Darimana kamu tahu soal itu, Yuna? Bukankah kamu tidak mengenalnya?"


"Yuna, hati-hati! Jangan sembarangan bicara tentangnya. Aku tidak mau kamu berurusan panjang dengannya. Apalagi sampai dijadikan target olehnya."ucap Tatsuya yang terlihat begitu khawatir.


"Hehe tenang saja, Pamanku yang tampan dan baik hati. Aku tidak bodoh dan tidak akan mudah dipermainkan." celutuk Yuna. "Lagipula dia tidak akan melirik bocah sepertiku bukan? Tenang saja."


"Bukan seperti itu. Tapi masalahnya tidak ada seorang gadis pun yang bisa menolak pesonanya. Berhati-hatilah. Cukup temui dia, dan katakan padanya untuk segera menemuiku."


"Aku paham, Paman. Sekarang aku pergi dulu ya."


"Hhm. Okay ..."


Yuna mulai meninggalkan ruangan itu dan segera kembali ke aula pameran yang berada di lantai satu. Kini dia mulai mencari sosok Kagami Jiro melalui beberapa orang.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


Seorang pria lengkap dengan pakaian rapi dan super mewahnya terlihat sedang melenggang menyusuri beberapa tempat sebuah gedung pameran fashion di Tokyo. Kali ini dia sedang melakukan pemantauan terhadap klannya yang sedang bertugas menjaga keamanan gedung itu.


Dia mulai mengistirahatkan diri di sebuah bangku di luar ruangan ruangan sisi samping untuk menikmati keindahan taman di hadapannya. Namun tiba-tiba saja seorang gadis cantik yang berusia kira-kira 22 tahun datang menghampirinya.


"Tuan Kagami Jiro?" tiba-tiba terdengar suara seorang gadis dari sisi sampingnya.


Kagami Jiro mulai mendongak untuk melihat siapa gadis itu. Terlihat seorang gadis yang sangat cantik dan masih cukup muda, namun terlihat begitu tegas sedang berdiri di sampingnya.


Seperti sudah terkena mantra sihir, Kagami Jiro terdiam begitu lama menatap gadis itu. Entah apa yang sedang dipikirkan saat ini.


Gadis ini ... mengapa seperti sangat tidak asing untukku ya? Apakah aku pernah bertemu dengannya sebelumnya?


Batin pemuda tampan bermata kecoklatan itu dan masih terus menatap gadis itu.


"Tuan Kagami Jiro? Apakah itu anda?" tanya gadis itu lagi yang membuyarkan angan pemuda itu.


"Benar itu adalah aku!" ucapnya dengan cepat. "Ada apa?" imbuhnya dengan tegas.


"Tuan Tatsuya sudah menunggu anda di ruangan kerjanya. Dia memintaku untuk memangggilkan anda." ucap gadis yang tak lain adalah Yuna dengan ramah.


"Baiklah. Terima kasih ..." ucap Kagami Jiro segera bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan gadis itu.


Tapi meskipun bisa menutupi perasaan kagumnya dengan sikap cool-nya, sebenarnya Kagami Jiro benar- benar terlihat begitu penasaran dengan gadis itu.


Ccihh ... jadi inilah pria yang suka mempermainkan para gadis itu? Apanya yang keren darinya?! Dasar!! Pasti gadis-gadis itu sudah dibutakan dengan harta dan mau menyerahkan dirinya dalam jeratan pria busuk itu!


Umpat Yuna dalam hati, namun tiba-tiba saja pemuda bernama Kagami Jiro itu kini berbalik kembali, dan seketika membuat kedua mata Yuna sedikit membelalak.


Ada apa ini? Apa dia bisa membaca pikiranku? Mengapa paman Tatsuya tidak memberitahuku sebelumnya? Wah ... matilah aku sudah memaki-makinya meski di dalam hati.

__ADS_1


Batin Yuna semakin membelalak.



__ADS_2