
BRUGGHH ...
Kagami Jiro menghempaskan tubuh Yuna dengan cukup kasar di atas pembaringan di dalam kamar hotelnya. Dan tentu saja hal ini begitu membuat Yuna kebingungan, tidak mengerti dan juga sedikit kesal karena tiba-tiba saja sikap Kagami Jiro berubah menjadi begitu kasar.
"Apa yang sedang kamu lakukan? Mengapa kamu seperti ini? Mengapa kamu begitu kasar seperti ini?" ucap Yuna tidak mengerti dan kebingungan karena Kagami Jiro tiba-tiba saja berubah menjadi begitu kasar dan sedikit menakutkan.
"Mengapa aku seperti ini? Harus berapa kali aku menjelaskan kepadamu agar kamu paham, Yuna?" ucap Kagami Jiro tersenyum miring namun terlihat behitu mencekam.
Yuna yang sudah terduduk namun badannya masih sedikit condong ke belakang dengan kedua tangannya yang masih bertumpu di atas pembaringan itu, masih menatap Kagami Jiro yang saar ini terlihat begitu murka.
"Kamu cemburu kepada pria pelatih gym itu?" ucap Yuna berusaha untuk menerka-nerka.
"Ya!" ucap Kagami Jiro dengan tegas dan lantang. "Kamu menolakku untuk aku mengajarimu menggunakan peralatan-peralatan itu! Namun kamu menerima pria asing lain yang mengajarimu! Bahkan pria sampah itu berani untuk menyentuh kamu!!" imbuh Kagami Jiri dengan wajah yang sudah memanas.
"Apa kamu sungguh merasa tidak nyaman padaku, Yuna?" ucap Kagami Jiro lagi mulai memelankan sedikit nada bicaranya.
"Ahh ... soal itu maafkan aku. Tiba-tiba saja aku ingin mencoba peralatan gym lainnya. Dan dia kebetulan lewat dan hanya ingin membantuku saja. Aku tidak ada maksud sengaja menolakmu hanya untuk menerima dia untuk mengajariku." ucap Yuna dengan jujur. "Namun seharusnya kamu tidak boleh seperti itu, Jiro. Jangan menyerang orang secara tiba-tiba seperti itu lagi. Karena dia tidak memiliki niat jahat."
"Aku tidak suka ada pria lain yang mendekatimu dan berani untuk menyentuh-nyentuh dirimu seperti itu!" ucap Kagami Jiro menandaskan dengan sangat tegas.
Meakipun permintaan dari Kagami Jiro terdengar begitu lucu dan konyol untuk Yuna, namun Yuna memutuskan untuk mengalah saja karena tak ingin memperpanjang masslah. Padahal pria itu hanyalah seorang pria pelatih di tempat gym di hotel ini. Dan tentu saja sudah sangat wajar jika pria itu mengajari dan memandu beberapa pengunjung. Dasar Kagami Jiro selalu saja seenak jidatnya sendiri!
__ADS_1
"Baiklah. Lain kali aku akan lebih mengingat itu dan menjaga jarak dengan pria lain. Sudah ... aku mau mandi!" ucap Yuna bersiap untuk meninggalkan Kagami Jiro begitu saja.
GREEP ...
Namun dengan cepat Kagami Jiro segera menarik lengan Yuna dan membuat tubuh Yuna tertahan. Pandangan mereka berdua kembali bertemu dan saling menatap dengan tajam dan dingin.
"Apa lagi sekarang?" ucap Yuna yang sudah bisa menebak jika masih ada yang akan dipermasalahkan oleh pria yang sudah menyandang status sebagai suaminya itu.
"Apa kamu benar-benar tidak peduli saat ada gadis yang masih mencoba untuk mendekati dan merayuku?" ucap Kagami Jiro dengan hati-hati. "Bahkan saat mereka berusaha malakukannya di hadapanmu, kamu benar-benar tak peduli ... kamu sungguh wanita yang sangat dingin!" gumam Kagami Jiro tersenyum kecewa.
"Aku ..."
"Sudahlah ... lakukan apapun semua yang kamu inginkan! Dan aku juga akan lakukan semua yang aku inginkan!" Kagami Jiro terlihat sudah begitu lelah menghadapi Yuna yang begitu dingin dan tak peka sama sekali.
"Kamu mau pergi kemana?" tanya Yuna mencoba untuk sedikit mempedulikan suaminya.
"Bukankah kamu akan merasa bahagia dan bebas saat saat aku tidak ada. Mulai sekarang kamar ini milikmu! Lakukan saja semuanya sesuai dengan apa yang kamu inginkan." tandas Kagami Jiro mulai mengambil sebuah hodie hitam dan mulai memakainya. "Aku pergi!! Jika butuh sesuatu hubungi Igor saja!" imbuh Kagami Jiro yang sudah meraih handle pintu itu dan mulai membukanya.
BLAAMM ...
Pintu itu kembali tertutup dengan sangat keras hingga Yuna sedikit tersentak karena kaget.
__ADS_1
"Pria itu benar-benar sangat aneh! Dan sekarang dia malah pergi dan meninggalkanku begitu saja! Huft ..." sungut Yuna mulai melenggang untuk pergi ke kamar mandi. "Ya sudah, nikmati saja dulu waktu sendiri ini. Bukankah ini memang yang kamu inginkan, Yuna? Hehe ... aku bebas!! Kamar ini milikku!!" imbuh Yuna begitu berbinar.
Yuna menikmati gemericik air shower yang hangat itu dengan wajahnya yang terlihat berseri-seri. Seakan-akan Yuna sedang mendapatkan sebuah kebahagiaan tak terkira yang membuatnya begitu bahagia. Kebebasan!!
...⚜⚜⚜...
"Sial!! Yuna benar-benar sudah membuatku gila dan kehilangan akal sehat!! Mengapa aku harus meninggalkan kamar itu?! Itu hanya akan semakin membuatku tersiksa! Ckk ..." keluh Kagami Jiro yang kini sudah menempati sebuah kamar hotel yang berada tepat di samping kamarnya dan Yuna. "Gadis dingin itu dan tak berperasaan itu pasti begitu bahagia saat ini karena aku tak ada! Cihh ... sial!! Sekarang apa yang harus aku lakukan?! Tidak mungkin aku tiba-tiba datang malam ini ke kamar itu lagi. Itu sungguh tidak lucu sama sekali. Gunakan otakmu, Jiro!!"
Kagami Jiro yang masih terduduk di pinggiran tempat tidurnya yang baru terdiam dan mulai memikirkan sesuatu untuk membuat dirinya kembali ke kamarnya bersama dengan Yuna.
"Gadis itu tidak memiliki rasa takut sama sekali. Keadaan yang gelap ataupun saat menghadapi beberapa orang jahat pun dia tak pernah merasa takut sama sekali. Jadi kali ini aku harus menggunakan cara apa?" gumam Kagami Jiro masih dengan kening yang berkerut karena memikirkan sesuatu.
Setelah berdiam cukup lama, akhirnya Kagami Jiro mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman misterius yang begitu menawan.
Kini pria dewasa itu mulai bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan kamar barunya untuk menuju sebuah kafe bar di dalam hotel ini. Namun sebelum itu Kagami Jiro juga sudah menghubungi Igor untuk memerintahkan sesuatu untuk menjalankan rencana kali ini.
Tak lupa, Kagami Jiro juga menghubungi temannya yang berada di Paris untuk menunda pertemuan bersama untuk melakukan reuni malam ini.
Beberapa botol red wine mulai dipesan oleh Kagami Jiro dan dengan waktu yang baru saja berlalu beberapa saat, beberapa botol sudah habis begitu saja. Namun kesadarannya masih begitu baik, karena Kagami Jiro memang begitu kuat untuk minum.
Namun satu hal yang dilupakan oleh Kagami Jiro! Ada satu hal yang dia lupakan saat menjalankan rencana ini! Niat hati ingin membuat Yuna merasa khawatir karena dirinya yang minum red wine terlalu banyak karena mabuk, namun bukan itu yang terjadi!!
__ADS_1
Ada sesuatu yang terjadi diluar dugaannya karena Kagami Jiro telah melupakan sesuatu, sehingga terjadilah sesuatu yang jauh dari yang sudah dia bayangkan sebelumnya!
...⚜⚜⚜...