Casanova In Love

Casanova In Love
Bertemu Teman Kecil


__ADS_3

"Hanya ada satu gadis bernama Inukai Yuna, yang baru saja menyelesaikan study-nya di Fashion Institute of Technology ( FIT ) di New York 6 bulan yang lalu. Dan sekarang gadis itu sedang melanjutkan study-nya di Tokyo Designer Gakkuin College."


Ucapan tiba-tiba dari seorang pria yang duduk di sebuah kursi putar di depan itu lalu bangkit dan mulai melenggang beberapa langkah mendekati Yuna. Derap langkah kakinya terdengar begitu tenang, teratur namun begitu tegas.


Keadaan yang begitu remang-remang tanpa ada lampu penerangan, dan hanya mengandandalkan sinar mentari dari luar ruangan yang bahkan sang mentari sudah hampir bersembunyi di ufuk barat, membuat wajah pria itu tak terlihat.


Bayangan dari tubuh pria itu seperti sebuah siluet hitam saja yang terlihat di hadapannya yang berjarak kira-kira 10 meter darinya.


"Siapa kamu?! Dan mengapa kamu menangkapku?" ucap Yuna yang masih berusaha untuk melihat wajah dari pria itu, namun Yuna tetap tak bisa melihat wajahnya.


"Karena aku ingin bertemu denganmu! Dan kamu begitu sulit untuk aku temui akhir-akhir ini ..." sahut dari pria itu.


Dan entah mengapa Yuna merasa begitu tak asing dengan suara dari pria itu. Yuna mengkerutkan keningnya dan mencoba untuk berpikir keras dan mencoba untuk mengingat-ingat kembali.


Namun belum sempat menemukan jawaban dari pertanyaannya itu, seorang pria ber-jaz yang merupakan salah satu dari kaki tangan si boss mulai melepaskan ikatan tangan Yuna.


Dan tentu saja ini begitu membuat Yuna kebingungan bukan main. Dan pada kesempatan ini, tentu saja Yuna memanfaatkan sebuah kesempatan ini. Yuna mulai melayangkan tinjunya untuk menghantam dagu dari pria ber-jaz yang baru saja melepaskan ikatan tangannya.


DUUAAKK ...


"Arrgghh ..." erang pria itu yang membuatnya sedikit mundur beberapa langkah.


Kedua pria ber-jaz mulai melenggang mendekati Yuna. Kini Yuna mulai memasang kuda-kuda dan selalu waspada dan mengawasi setiap pergerakan kedua pria itu.


Hingga saat kedua pria itu semakin mendekat, Yuna segera melakukan tendangan putar dan mengenai leher salah satu pria itu hingga pria itu terhuyung dan menabrak pria di sebelahnya hingga keduanya ambruk.


Lalu dari arah jam 5, seorang pria mulai mendekati Yuna dengan berari kecil. Derap langkahnya terdengar oleh Yuna, dan membuat sepasang mata beningnya kini sedikit melirik ke arah pria itu.


Pria itu mulai meraih bahu Yuna, namun Yuna segera menghantam wajahnya dengan siki kanannya.


DUUAAKK ...

__ADS_1


"Argh ..." erang pria itu sambil memegangi bagian hidungnya.


Dengan cepat Yuna segera melakukan tendangan dan menendang bagian perut dari pria itu, hingga pria itu terdorong ke belakang dan ambruk di lantai.


Prokk ... prokk ... prokk ...


Tiba-tiba terdengar tepuk tangan dari sang boss karena dia begitu takjub melihat Yuna bisa membuat keempat anak buahnya ambruk begitu saja dengan begitu mudahnya, "Fantastis! Kau sungguh hebat sekali, Inukai Yuna!"


Kini Yuna mulai menatap tajam siluet hitam itu dan mulai berjalan cepat untuk mendekatinya. Langkah kakinya kini semakin dipercepat, lalu Yuna mulai melayangkan tinjunya kembali ke arah si boss.


Pria yang masih tak terlihat wajahnya itu mengakap tinju Yuna dengan begitu mudahnya, lalu segera memutar Yuna dan mengunci tubuh Yuna hingga Yuna tak bisa bergerak lagi.


"Sambutan yang luar biasa! Kau memang sangat berbeda, Inukai Yuna ... hhmm ..." pria itu tersenyum dan hampir saja tertawa.


Suara ini, aroma khas ini ... aku merasa ini sungguh tak asing. Aku pernah mendengar suara ini. Dan aku pernah mencium aroma parfum ini. Tapi siapa pria ini?


Batin Yuna yang masih berusaha untuk mengingat-ingat suara dan aroma parfum yang sangat tidak asing untuknya itu.


Lalu Yuna mulai berbalik dan menarik kerah pakaian pria itu dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya sudah mengepal dan bersiap untuk melayangkan tinjunya lagi ke arah wajah pria itu.


"Yuna ... ini aku!" ucap pria itu lalu tertawa terbahak-bahak, dan seketika membuat serangan Yuna tertahan. "Ini aku Jonathan!!"


KLIIKK ...


Tiba-tiba lampu menyala, dan terlihat sosok pria yang masih tersenyum begitu lebar dan sedikit mengangkat kedua alis tegasnya. Rambutnya yang hitam dibiarkannya sedikit berantakan seperti gaya rambutnya sehari-hari.


"Ah, dasar! Kenapa baru kembali ke Jepang saja sungguh begitu menyebalkan kamu! Untung saja aku tidak meninjumu juga!" Yuna mendengus begitu kesal karena permainan konyol dari Jonathan, sahabat kecilnya yang baru saja kembali dari Kanada.


"Hehe aku hanya memberikan sedikit sureprise untukmu, Yuna. Dan beberapa hari ini ponselmu juga tidak bisa dihubungi!" celutuk pria bernama Jonathan itu.


"Ponselku rusak!" jawab Yuna dengan malas.

__ADS_1


"Kenapa bisa?"


"Yah, kemarin terjatuh dan pecah. Lalu mati! Dan aku baru saja mau membeli ponsel ke Queen's Square Mall, tapi kau malah menghalangi niatku!" sungut Yuna yang masih terlihat sangat kesal.


"Maaf deh ..." sahut Jonathan memperlihatkan wajahnya yang memelas.


"Intinya aku begitu marah dan kesal padamu, Jonathan! Kamu sudah membuatku membuang energi secara sia-sia! Aku sungguh kesal padamu!" tandas Yuna dengan wajahnya yang terlihat begitu kesal dan mulai melenggang untuk meninggalkan tempat ini.


Namun Jonathan segera mengejar Yuna kembali dan mengikutinya, "Aku minta maaf deh. Aku traktir makan sepuasnya deh habis ini! Ya ... ya ... ya ... ya.sahabatku yang paling cantik sedunia!!" bujuk rayu Jonathan agar Yuna tak kesal lagi padanya.


"Haishh, setelah membuat masalah kau selalu menyogokku dengan makanan!" dengus Yuna yang masih kesal.


"Sepuasnya lo, Yuna. Hehe ..."


"Okay. Tapi jika kau berani bermain-main seperti ini lagi, maka aku benar-benar akan marah padamu! Dan aku tak mau menganggapmu teman lagi!" ancam Yuna dengan asal.


"Okay deh. Okay. Aku paham deh!" Jonathan segera menggiring Yuna untuk memasuki sebuah mobil mewah berwarna putih dan membukakan pintu untuk Yuna.


Setelah itu Jonathan segera memasuki mobil itu dari kursi kemudi.


"Lalu bagaimana dengan para pengawalmu yang sudah aku hajar tadi? Aku benar-benar merasa tidak enak sama mereka." ucap Yuna saat mobil itu mulai melaju.


"Tidak apa-apa kok. Aku akan membayar ganti rugi untuk mereka berobat dan juga kompensasi karena mereka sudah mau mengalah untukmu dan sengaja membiarkanmu untuk menang. Hehe ..."


"Apa?? Jadi mereka sengaja mengalah dan membiarkanku menang begitu saja?" ucap Yuna membulatkan matanya menatap Jonathan yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


"Hhm. Iya."


"Dasar! Kamu bos yang sungguh jahat!!" sungut Yuna sembari meninju pelan lengan Jonathan.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2