Casanova In Love

Casanova In Love
Mencari Samuel


__ADS_3

Akhirnya Kagami Jiro mulai memutuskan untuk menyusul gadis bule itu ke Edo Japanese Restaurant meskipun sebenarnya Kagami Jiro sangat malas untuk datang kembali ke restoran yang bahkan baru ditinggalkannya satu jam yang lalu.


Setelah beberapa saat akhirnya Kagami Jiro telah sampai di lokasi itu lagi lalu mulai memasukinya dan segera mencari gadis bule itu. Hingga akhirnya Kagami Jiro mulai menangkap sosok gadis bule itu di sebuah bangku dan sedang duduk dengan seorang gadis Asia.


Kagami Jiro mulai melenggang dengan langkah lebarnya dan mulai menghampiri kedua gadis yang sedang asyik berbincang itu.


"Sorry, Miss. But you dropped your bracelet, Miss. ( Maaf, Nona. Tapi kamu sudah menjatuhkan gelangmu, Nona.)" ucap Kagami Jiro sambil mengulurkan sebuah gelang yang tadi diatemukan.


Gadis bule itu menatap Kagami Jiro selama beberapa saat lalu beralih menatap gelang itu.


"Oh, thank you so much, Sir. I didn't even realize I dropped the bracelet. ( Oh, terima kasih banyak, Tuan. Bahkan aku tak sadar sudah menjatuhkan gelang ini.)" ucap gadis bule itu lalu berdiri dan menerima gelang itu.


"Yeap, no problem. I have to go! Bye ..." ucap Kagami Jiro berbalik dan hendak melangkahkan kakinya, namun gadis itu segera menahannya.


"Wait ..." ujar gadis bule itu sukses menghentikkan langkah kaki Kagami Jiro kembali.


"Yes?" Kagami Jiro berbalik dan mengkerutkan keningnya menatap gadis itu.


"I'am Caroline. I come from England ! What's your name? ( Aku Caroline. Aku datang dari Inggris! Siapa namamu?)" gadis bule yang ternyata bernama Caroline itu tersenyum manis dan mengulurkan tangan kanannya.


Kulitnya berwarna kuning keemasan dan begitu sehat, dan dia memiliki mata yang sedikit besar dengan pupil berwarna hazel. Bulu matanya begitu lentik dan tebal karena memakai maskara. Kecantikannya begitu alami dan tidak terlihat berlebihan.


Caroline terlihat sangat karismatik, menarik, dan juga memiliki hidung yang mancung, rambut pirang yang indah dan bergelombang, dan beberapa tulang pipi yang sempurna. Gadis itu juga terlihat berpendidikan, fasih dan santun dan sangat percaya diri.

__ADS_1


"I'am Kagami Jiro. I'am japanese. ( Aku Kagami Jiro. Aku orang Jepang.)" sahut Kagami Jiro membalas uluran tangan gadis itu.


"Can i call you back by phone, Sir? ( Bolehkah aku menghubungimu kembali, Tuan?)" ucap Caroline penuh harap.


"Sure, you can! Okay, i have to go! Bye!" senyuman manis sempat dilayangkan oleh Kagami Jiro sebelum dia meninggalkan Caroline.


Kini Kagami Jiro memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk beristirahat kembali.


"Grand Lisboa di Macau ini memiliki desain eksterior yang sangat luar biasa. Grand Lisboa tampil sangat modern dan futuristic, belum lagi didukung dengan permainan lampu dan neonsign pada bagian eksteriornya. Menarik! Namun aku sudah merasa begitu lelah untuk berjalan-jalan. sebaiknya aku kembali ke kamar dan tidur siang!" gumam Kagami Jiro mulai melenggang untuk kembali ke kamarnya.


...⚜⚜⚜...


Megah, mewah dan futuristic. Beginilah kesan dari Kasino Grand Lisboa. Akses masuk kasino juga sangat bebas bagi kita yang cukup umur. Di tempat itu dapat melihat berbagai macam permainan gambling, dadu, black jack, maupun yang lainnya. Pengunjung akan dibuat terkagum kagum dengan dekorasi / arsiteksur di dalam kasino yang megah dan mewah.


Di tengah-tengah ruangan, tepatnya di langit-langit atas dari telur raksasa itu juga tergantung beberapa lampu berwarna keemasan yang berbentuk menyerupai bola-bola yang begitu cantik.


Ruangan yang didesain dengan gaya super elegan ini dipenuhi dengan nuansa kuning keemasan. Sebuah pilar raksasa juga terlihat berdiri dengan kokoh, menjulang tinggi dengan warna keemasan dan hitam, memiliki petakan-petakan menyerupai papan catur.


Sebuah telur emas berukuran raksasa dengan kilauan lampu yang berubah-ubah warnanya telihat di pajang di atas sebuah penyangga emas di tengah-tengah ruangan kasino Itu.


Tempat ini cukup besar, dengan memiliki 800 meja permainan dan 1.000 mesin slot. Wow!! Amazing!!


__ADS_1



Malam itu hanya Sean dan Wilson yang akan mendatangatangi Kasino Grand Lisboa yang terletak di lantai paling atas dari gedung ini.


Sementara Kagami Jiro dan Igor menunggu di sebuah restoran yang berada tak jauh dari tempat itu. Kagami Jiro dan Igor mendengarkan setiap percakapan Sean, Wilson maupun orang-orang di sekitar mereka melalui sebuah alat penyadap suara dengan menggunakan sting ray yang sudah dipasang pada ponsel Wilson dan Sean.


Sean dan Wilson mulai memasuki pintu dari masuk utama tempat perjudian itu, namun sebelum mereka memasukinya, Sean mengucapkan sesuatu dengan begitu pelan agar Igor dan Kagami Jiro mendengarnya.


"Rie Fu sedang berjaga di pintu masuk. Di mengenakan sebuah kemeja hitam, dan mengikat rambutnya ke belakang." ucap Sean pelan sekali, namun dapat dipastikan Kagami Jiro akan mendengarnya.


Sean dan Wilson mulai memasuki ruangan megah nan mewah itu dan mulai mencari-cari keberadaan Samuel. Tempat ini begitu ramai oleh pengunjung, mereka sibuk dengan permainan mereka masing-masing, baik bermain dengan mesin slot maupun bermain di meja permainan melawan seseorang.


Sean dan Wilson terus menyisiri tempat ini dengan gayanya yang begitu keren dan cool. Bahkan kedua pria yang masih cukup muda ini ( kira-kira berusia 26 tahun ) tak akan mengalahkan gaya dari seorang boss saja.


Beberapa dari staff tempat itu berulang kali menawarkan kelada mereka untuk bermain bersama, namun permintaan itu sama sekali tak digubris oleh mereka berdua. Karena tujuan utama adalah Samuel!


Karena cukup ramai oleh pengunjung, mereka berdua sedikit kesulitan untuk menemukan Samuel di tempat yang sangat luas dan besar ini, hingga akhirnya mereka mulai menemukan seorang pria yang tengah asyik bermain kasino black jack bersama seseorang. Dan dia adalah Samuel.


Sean dan Wilson mulai melenggang kembali dan mendekati sebuah mesin slot yang berada tak jauh dari meja mereka. Sebuah permainan yang cukup tegang terlihat tengah dimainkan oleh Samuel bersama seorang pria bertubuh besar dan tambun dengan memiliki kepala yang plontos dan akan berkilauan jika terkena sorotan lampu.


Beberapa orang juga sedang mengitari mereka untuk menyaksikan permainan mereka. Sean dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku pakaian hangatnya terlihat sesekali mengawasi permainan dari mereka dengan berdiri di dekat mesin slot.


Sementara Wilson benar-benar bermain dengan mesin slot yang berada tak jauh dari meja Samuel dan si pria botak itu.

__ADS_1


__ADS_2