
Sebuah resort berbentuk seperti kapal pesiar dan terlihat begitu megah dan kokoh terlihat sudah mentereng berhiaskan dengan lampu--lampu kekuningan dan warna-warni, menandakan saat ini sudah senja dan malam akan segera tiba.
Desain yang unik ini membuat resort ini terlihat begitu berbeda dengan resort lainnya lagi. Bentuk menyerupai kapal bahtera dan berwarna putih bersinar ini, ditambah dengan lokasi yang berada di dekat pantai tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri.
Dan sebenarnya resort ini adalah juga milik keluarga dari Mamo, gadis yang akan menjadi istri dari Tatsuya dalam waktu dekat ini.
Senja kali ini, terlihat Yuna sedang menghadiri sebuah pesta perayaan kembalinya Mamo, tunangan dari Tatsuya yang baru saja kembali ke Jepang setelah menyelesesaikan kuliahnya di New York dengan jurusan desain grafis.
Gadis berwajah cantik nan tegas itu kini mulai melenggang dengan aggun memasuki resort berbentuk bahtera itu setelah melewati beberapa penjaga. Yuna juga menaiki sebuah tangga di bagian luar untuk mencapai sebuah tempat layaknya deck sungguhan.
Kelap-kelip lampu menghiasi tempat itu. Dan ada juga sebuah spanduk besar yang tergantung di atas dengan tulisan Welcome back my sweet heart, Mamo. Sebuah kue yang begitu cantik dan berukuran cukup besar juga terlihat sudah berada di atas meja. Di sampingnya ada sebuah foto seorang gadis cantik yang memiliki rambut panjang dan lurus berwarna cola.
"Selamat datang kembali di Jepang kak Mamo!" Yuna memberi ucapan selamat kepada seorang gadis yang pernah menjadi kakak kelasnya saat duduk di bangku SMU. Yuna juga tersenyum lebar dan memeluk gadis bernama Mamo itu.
"Terima kasih, Yuna. Lama sekali tidak bertemu ya. Dan kau sudah menjadi sangat cantik seperti ini." sahut Mamo setelah melepas pelukan itu.
Kedua gadis itu terlihat begitu pangkling satu sama lain karena keduanya.sudah cukup lama tidaksaling bertemu, dan keduanya juga memang sudah sangat berubah. Semakin cantik, semakin anggun, semakin kinclong dan juga semakin stylish.
"Iya. Sudah lama sekali ya!" sahut Yuna begitu bersemangat.
"Halo nona-nona ..." tiba-tiba terdengar suara seorang pria dengan suaranya yang sedikit menggoda.
Kedua gadis itu menoleh ke arah sang pemilik suara, dan ternyata dia adalah Tatsuya.
"Paman ..." celutuk Yuna.
"Hallo keponakanku yang cantik!" senyuman lebar dilemparkannya saja untuk Yuna.
"Sayang ..." ucap Mamo berbinar menatap calon suaminya itu. "Kenapa baru datang?"
__ADS_1
"Jalanan sedikit macet dan licin. Jadi maaf ya jika sedikit terlambat ..." sahut Taysuya sambil memberikan seuntai bunga baby breath berwarna baby blue. "Ini untukmu, Sayang."
"Wah ... terima kasih, Sayangku!" sahut Mamo lalu mulai menempel pada Tatsuya dengan memeluk lengannya dan bertingkah begitu manis dan menggemaskan
"Tentu saja, Mamo sayang ..." Tatsuya membalasnya dengan mengusap kepala gadia iti begitu gemas.
Situasi seperti ini tentu saja sedikit membuat Yuna merasa aneh dan sedikit tidak nyaman. Melihat kemesraan di hadapannya, dua sejoli yang sedang dilanda rindu karena sudah lama tidak bertemu, dan mereka juga akan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini.
"Hei, dasar kalian berdua ini!" tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang begitu maskulin dan tegas. "Tidak bisakah kalian menyimpan kemesraan kalian untuk nanti dan tidak memamerkannya di hadapan seorang gadis kecil?!" imbuhnya lagi yang ternyata pria itu adalah Kagami Jiro yang sudah datang dan menghampiri mereka dengam setelan necisnya.
Yuna yang dikatai sebagai gadis kecil kini sedikit melongo dibuatnya.
Apa? Aku? Gadis kecil katanya?
Batin Yuna yang kini sedikit memiringkan wajahnya dan mendongak menatap sisi samping wajah Kagami Jiro.
"Tatsuya, Mamo kalian lanjutkan saja kemesraan kalian! Yuna ayo ikut bersamaku saja!" tanpa mendengar jawaban dari Yuna, Kagami Jiro langsung saja meraih tangan Yuna dan segera membawanya pergi dari mereka.
"Apa yang tuan lakukan?!" sungut Yuna akhirnya menarik tangannya kembali.
Dan sebenarnya Yuna sudah berusaha untuk melepaskan tangannya dari tadi, hanya saja Yuna selalu saja gagal saat melakukannya.
"Aku hanya ingin menyelamatkanmu. Bukankah kau merasa tidak nyaman melihat mereka bermesraan?" ucap Kagami Jiro seadaanya.
Yuna tertawa sekilas karena ucapan dari Kagami Jiro menurutnya adalah cukup konyol untuknya, "Tapi aku ini sudah dewasa. Jadi tidak perlu lagi mengkhawatirkan aku, Tuan. Aku membuatku merasa jika aku ini masih bocah saja." ucap Yuna sedikit mendengus karena kesal.
"Memang iya ..." celutuk Kagami Jiro begitu pelan, namun ucapannya rupanya didengar oleh Yuna sehingga membuat Yuna meradang kembali.
"Apa?!" ucap Yuna tak percaya dan membulatkan sepasang matanya menatap Kagami Jiro.
__ADS_1
"Sudahlah. Sebaiknya biarkan saja mereka bersama. Toh mereka juga masih saling rindu satu sama lain." ucap Kagami Jiro.
Tiba-tiba saja seorang pelayan pria datang menghampiri mereka berdua untuk memberikan minuman.
"Silakan, Tuan ... nona ..." ucapnya mendekatkan nampan yang sudah berisi dengan beberapa gelas jus dengan rasa yang berbeda-beda.
"Terima kasih!" lagi-lagi Yuna bersikap manis dan ramah kepada pelayan pria itu.
Dan rupanya sikap ramah Yuna disalah artikan oleh pelayan pria itu. Dan sebenarnya pelayan pria itu adalah termasuk pria hidung belang. Dia menanggapi Yuna dengan tersenyum dan berusaha untuk menggoda Yuna.
Bahkan pelayan pria itu sudah berbuat sedikit tidak sopan karena malah menatap Yuna dengan wajah nakalnya. Yeap, bahkan pria itu menatap Yuna dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Dan sebenarnya Yuna merasa cukup tak nyaman karena tatapan itu. Padahal saat ini dia masih memakai pakaian yang cukup sopan. Malam ini Yuna mengenakan sebuah dress press body tanla lengan dan panjang berwarna keemasan.
"Jaga matamu!" tandas Kagami Jiro yang terlihat begitu marah dan sedikit maju ke depan. "Kau tidak lihat dia sedang bersamaku?! Dan kau berani menatap wanitaku seperti itu dengan mata kotormu? Apa kau mau mati?!" wajah Kagami Jiro semakin merah dan dia sudah berkacak pinggang di hadapan pelayan pria itu.
"Ma- maf, Tuan. Maafkan aku tidak saja melakukannya. Karena nona ini sangat cantik sekali ..." sahut pelayan pria itu.
"Aku akan benar-benar membunuhmu jika kau tidak segera enyah dari sini!" tandas Kagami Jiro semakin meninggikan nada bicaranya.
"Ba-baik, Tuan." pelayan pria itu segera melenggang dan pergi dengan sangat cepat karena begitu ketakutan.
"Cihh ... dasar tak tau diri!" umpat Kagami Jiro yang masih merasa sangat kesal.
Sedangkan Yuna masih terdiam mematung setelah mendengarkan ucapan Kagami Jiro yang mengatakan jika dia adalah wanitanya!
Oh my! Apa yang baru saja dikatakan oleh pria licik ini? Apa otaknya sedang mengalami konsleting?!
Batin Yuna yang masih mematung menatap punggung Kagami Jiro yang masih berkacak pinggang itu.
__ADS_1