Casanova In Love

Casanova In Love
Perangkap


__ADS_3

Prefektur Kanagawa di malam yang begitu sepi dan mencekam disaat ini, tak membuat sedikitpun nyali seorang Kagami Jiro merasa ciut. Bahkan malam ini dia hanya datang dan ditemani oleh Igor, asisten pribadinya. Sedangkan dia tidak tau, seberapa banyak lawan yang akan dia hadapi saat ini.


Kini Kagami Jiro dan Igor sudah sampai di titik lokasi yang dikirimkan oleh Bryan. Sebuah bangunan tua dan merupakan bekas gudang dari sebuah perusahaan perhiasan.


Mereka masih berada di halaman gudang tua itu, namun tiba-tiba saja ponsel Kagami Jiro berdering, dan dia segera mengangkat panggilan dari sebuah nomor baru itu.


"Ya, hallo ..." sapa.Kagami Jiro dengan tegas.


"Masuklah ke gudang itu sendirian jika ingin nyawa anak buahmu yang cantik ini selamat!" perintah seorang pria dari seberang panggilan itu.


"Baiklah. Aku akan datang sendiri!" sahut Kagami Jiro tanpa berpikir panjang.


Karena seorang Kagami Jiro memang tidak pernah takut pada apapun. Dia akan selalu maju dan akan selalu mendapatkan semua yang dia mau! Semua halangan dan rintangan akan disingkirkannya dengan begitu mudah.


"Igor! Kau tetaplah disini! Aku akan membereskan berandalan itu dengan cepat dan aku akan segera membawa Nara kembali." perintah Kagami Jiro lalu mulai melenggang meninggalkan asistennya, Igor.


"Tapi, Tuan ..." sergah Igor yang merasa kurang setuju dengan keputusan dari tuannya.


Namun Kagami Jiro tak mau mendengarnya lagi, Kagami Jiro terus melenggang dengan langkah lebar dan begitu gagah hingga akhirnya dia sudah sampai tepat di depan pintu dari gudang tua itu. Dengan hati-hati Kagami Jiro mulai membuka pintu yang tidak dikunci itu.


Gelap, pengap, dan bau karena memang gudang ini sudah lama tidak terpakai. Kagami Jiro mulai mengamati gudang tua ini dan mulai melenggang kembali, menyisiri tempat ini untuk menemukan Nara dan juga segerombolan preman itu.


BBRRAAKK ...


CEKKLEEKK ...


Tiba-tiba pintu masuk itu tertutup begitu saja, bahkan disaat Kagami Jiro mengeceknya, pintu itu sudah dikunci dari luar. Kini Kagami Jiro mulai menyusuri gudang ini kembali. Menapaki jalan yang bahkan dipenuhi dengan benda-benda rongsok dan bekas-bekas peralatan yang sudah rusak.


Sudah berada selama 10 menit dan menyisiri semua tempat ini, namun Kagami Jiro tidak menemukan satu orangpun berada di gudang tua ini. Malah dia mendengar ada suara sesuatu yang aneh dan sangat mencurigakan.

__ADS_1


Suara itu lebih mirip dengan suara penghitung waktu. Yeap, itu adalah suara yang berasal dari sebuah alat peledak. Dan hitungan mundur sudah mulai diaktifkan oleh para berandalan itu.


TRRIINGG ...


Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk yang bersal dari nomor baru, dengan cepat Kagami Jiro segera membuka dan membaca pesan itu.


Waktumu hanya tersisa 5 menit. Sekarang tamatlah riwayatmu! Kau akan mati dengan sekali ledakan jika dalam 5 menit kamu tidak bisa keluar dari tempat ini. Selamat tinggal Kagami Jiro! Selamat menikmati perjalananmu menuju neraka! Kekekeke ...


"Sial! Disini tidak ada siapa-siapa! Lalu dimana Nara? Bagaimana jika aku tidak bisa menemukannya dalam waktu 5 menit?" guman Kagami Jiro sambil menendang sebuah tong kosong di dekatnya yang kemudian menabrak beberapa barang.


BRRAKK ...


Kagami Jiro mulai mempercepat gerakannya untuk menemukan Nara. Dia mulai mengobrak-abrik kembali semua tempat ini.


"Nara!! Dimana kamu?!" teriak Kagami Jiro mulai memanggil nama salah satu anak buahnya. "Kim Nara! Jawab aku!!" teriaknya lagi.


Kim Nara adalah salah satu anggota baru dari klan Doragonshadou di Yokohama. Kim Nara berasal dari Korea, namun sudah lama menetap di Jepang. Dia hidup sebatang kara dan menjadi seorang pencopet, sebelum dia ditemukan oleh salah satu ketua klan Doragonshadou. Lalu Nara dibawa dan ditarik untuk bergabung bersama Doragonshadou karena dia cukup memiliki keahlian ilmu bela diri dan begitu terampil.


Akhirnya dari pojok ruangan yang begitu gelap terdengar suara sesuatu. Suara beberapa barang yang terjatuh dari sebuah meja tua.


GUBBRRAKK ...


PRRANNGG ...


Dengan cepat Kagami Jiro segera berlari kecil untuk mendatangi arah suara itu. Barang-barang yang ada di hadapannya dan menghalangi jalannya dia singkirkan dengan begitu gesit dan keren.


Hingga akhirnya Kagami Jiro melihat seorang gadis yang masih cukup muda, kira-kira berusia 22 tahun sedang terikat dan sudah terjatuh dengan kursi yang masih terikat dengannya. Sementara mulutnya dibungkam, sehingga dia tidak bisa menjawab panggilan dari Kagami Jiro.


Dengan cepat Kagami Jiro segera melepaskan semua ikatan itu dan melepas plaster yang membungkam gadis itu.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja?" tanya Kagami Jiro yang masih berusaha untuk membukakan ikatan terakhir di kaki gadis itu.


"Aku baik-baik saja, Tuan Jiro. Terima kasih!" Nara menyauti dengan cepat dan berusaha memakai sepatu sport-nya kembali yang sempat terlepas.


TRIINGG ...


Waktumu tersisa dua menit lagi! Nikmatilah detik-detik terakhirmu, Kagami Jiro ... Kekekeke ...


Pesan itu tak membuat Kagami Jiro merasa takut dan menjadi kalang kabut sekalipun, malah dia semakin bergerak dengan cepat dan berusaha untuk bisa keluar dari tempat ini.


Kini Kagami Jiro dan Nara segera bekerja sama untuk mencari pintu ataupun jendela untuk mereka keluar dari gudang tua ini.


"Percuma saja. Semua pintu dan jendela sudah terkunci. Dan semua gedung ini tidak ada yang bisa dihancurkan dengan tangan kosong!" ucap Kagami Jiro sambil berusaha untuk memikirkan sesuatu. "Hanya tinggal beberapa detik saja tempat ini akan benar-benar hancur." imbuhnya yang masih berusaha melihat sekelilingnya berharap ada sesuatu yang bisa dikenakan.


"Tuan, disaat mereka menyekapku ... tak sengaja aku melihat sesuatu. Sebuah tempat yang mungkin saja bisa kita pakai. Sebuah ruangan bawah tanah. Tapi aku tidak tau, apakah tempat itu bisa kita pakai. Dan aku juga tidak tau, apakah kita bisa masuk ke dalam sana."


"Tunjukkan padaku dan bawa aku kesana!"


Sementara itu ...


DDUUAARR ...


Beberapa saat Igor sangat dikejutkan oleh sebuah ledakan luar biasa yang terjadi tepat di hadapannya saat ini. Yeap, ledakan besar dan menakjubkan itu terjadi di gudang tua yang merupakan tempat penyekapan Nara.


"Ini tidak mungkin!" sanggah Igor tidak percaya. "Ini sungguh tidak mungkin terjadi! Tuan Kagami Jiro bahkan belum keluar dari gudang tua ini." imbuhnya sambil menebarkan pandangannya, berharap dia akan melihat sosok tuannya yang segera keluar dari sisa reruntuhan bangunan itu.


Biarpun sosok seorang Kagami Jiro sungguh sangat menyebalkan untuk Igor, tentu saja Igor juga begitu menghormati dan juga menyayanginya. Dan tentu saja hal yang sudah menimpa tuannya saat begitu membuat Igor kalang kabut. Dan dia todak pernah berharap Kagami Jiro akan berakhir seperti ini.


"Tuan Jiro!! Tuan !! Tuan Jiro!!" Igor berusaha berteriak dan berusaha untuk mencari sosok tuannya melalui pinggiran gedung yang sudah hancur dan masih menyisakan api dan asap itu.

__ADS_1


"Tuan Jiro!" Igor terus saja melakukan dan masih mencoba untuk mencari sosok tuannya.


Tak lupa dia juga menghubungi team penyelamat terdekat.


__ADS_2