Casanova In Love

Casanova In Love
A Craziness


__ADS_3

Kedua jemari lentik itu masih tertahankan pada dada bidang Kagami Jiro, sementara wajah keduanya sudah semakin berdekatan dan napas hangat dari keduanya mulai berbaur menjadi satu.


Sebuah kecupan lembut akhirnya terjadi dengan posisi Nana yang masih di atas tubuh Kagami Jiro. Begitu hangat dan lembut keduanya saling membalas kecupan itu. Hingga akhirnya perlahan tangan kanan Kagami Jiro mulai meraih tengkuk Nana, untuk memperdalam ciuman itu.


Setelah beberapa saat, jemari pengembara Kagami Jiro yang sudah dihadapkan pada sebuah sasaran empuk di pelupuk matanya mulai bereaksi. Gaun keemasan dengan belahan begitu tinggi itu tersibak dan memperlihatkan paha jenjang dan begitu menggiurkan pria manapun.


Jemari pengembara itu mulai mengusapnya lembut naik dan turun. Gaun tanpa lengan itu juga membuat gadis bermata hazel itu terlihat begitu menawan dan menggairahkan. Setelah puas mengecupi bibir, leher, maupun atas dada nampaknya masih belum membùat Kagami Jiro merasa puas, hingga dia menghentikannya untuk beberapa saat.


"Ada apa, Jiro?" ucap Nana setengah berbisik ,dan mengusap bibir Kagami Jiro yang sedikit menjadi merah karena terkena lipstik Nana.


"Lepaskan gaunmu ini. Aku sedikit kesusahan, Sayang." ucapan lembut disertai sentuhan halus dengan membelai pelan lengan atas hingga sampai bawah Kagami Jiro lakukan dengan senyuman memukau.


"Baiklah. Tapi bantu aku melepasnya ya. Karena ini sungguh sulit untuk dilepas." Nana mulai sedikit berbalik dan menyibak rambut panjangnya ke sisi samping.


"Bagaimana melepasnya?" ucap Kagami Jiro sambil mengecup lembut bahu mulus di hadapannya itu yang seketika membuat Nana sedikit mengangkat bahunya. "Bagaimana jika aku koyak saja?"


"Jiro, ini adalah gaun terbaru yang sangat limited edition, dan tentunya desainer itu hanya membuatnya untukku!" celutuk Nana sedikit cemberut.


"Aku bisa pesankan lagi padanya untukmu." ucapan lembut dengan napas yang begitu hangat merasuki dan mengelitiki daun telinga gadis cantik itu, hingga sesuatu juga mulai terdengar.


KKRREEKK ...


Ternyata Kagami Jiro benar-benar merusak gaun indah itu dengan mengkoyak sisi belakangnya hingga tubuh polos itu mulai terlihat begitu saja.


"Kau harus menggantinya Jiro!" ucapan yang terdengar mulai begitu lemah, karena Kagami Jiro mulai menyerangnya kembali dengan mengecupi punggung putih nan mulus itu hingga perlahan memutar tubuh Nana dan mulai menanggalkan sisa gaun yang masih melekat pada tubuh bagian depannya.


"Aku akan menggantinya 10 kali lipat. Tapi ingat, Nana ... hubungan kita hanyalah sampai batas seperti ini saja. Dan kita tak bisa menikah." perlahan Kagami Jiro mulai bermain-main dengan si kembar yang sudah terlihat begitu polos di hadapannya yang sekarang sangat terlihat begitu menantang dan menggodanya.


"Emh ... tentu saja, Jiro. Kau tau kan aku sudah punya tunangan. Emh ..." ucap Nana yang mulai menggeliat karena aksi Kagami Jiro.


"Gadis pintar." pemuda tampan itu kini menghentikkan aksinya dan tersenyum menawan menatap Nana.

__ADS_1


Kagami Jiro segera mengangkat tubuh polos yang masih menyisakan pakaian dalam itu dan mulai membawanya ke kamar Nana. Setelah Kagami Jiro membaringkan Nana di atas pembaringan berukuran medium itu, Kagami Jiro mulai mengkonsumsi sebuah pil berwarna putih.


Pemuda tampan itu segera menanggalkan pakaiannya satu persatu hingga memperlihatkan tubuhnya yang sudah semakin besar dan kekar jika ďibanding dengan beberapa tahun yang lalu.


Kini Kagami Jiro sedikit mendorong dan menindih tubuh Nana, sementara Nana mulai mempelai lembut sisi samping wajah tampan itu menuruni hingga leher kuat Kagami Jiro, lalu menuruni dada bidang Kagami Jiro yang terasa begitu keras itu.


Tanpa untaian kata pemanis lagi, kini Kagami Jiro mulai melayangkan serangannya satu persatu dan gadis itu juga terlihat begitu menikmatinya.


.


.


.


.


.


"Kapan kamu akan menikah, Nana?" ucap Kagami Jiro memecah keheningan malam itu.


"Tiga bulan lagi aku akan menikah, Jiro. Aku akan sangat merindukanmu nanti ..." ucap gadis cantik itu terlihat begitu murung.


"Hhm. Kalau begitu kau bisa menghabiskan dan memuaskan waktu 3 bulan ini bersamaku sebelum kamu terikat dengan pria itu."


"Ya. Tentu saja aku sangat ingin. Beberapa waktu saat aku di Amerika saja aku begitu merindukanmu."


Mendengar ucapan dari Nana membuat Kagami Jiro tertawa kecil, "Tentu saja, tidak ada wanita yang bisa berpaling dan tidak merindukanku di dunia ini!" ucap Kagami Jiro dengan penuh percaya diri.


DDRRTT ...


DDRRTT ...

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Kagami Jiro bergetar. Ponsel yang tergeletak di atas nakas itu segera diraihnya untuk melihat nama si pemanggil.


"Siapa, Jiro?" celutuk Nana ingin tau.


"Igor."


"Ini sudah begitu larut. Ada apa dia menghubungimu?"


"Dia tidak akan menghubungi dan mengganggu malamku jika tidak ada yang begitu penting. Aku akan mengangkatnya dulu."


"Hhm ..." sahut Nana sembari membelai lembut dada bidang di hadapannya itu.


"Ada apa, Igor?" ucap Kagami Jiro setelah mengangkat panggilan itu. "Jangan sampai kau mengganggu istirahat malamku untuk hal yang tidak penting!" tandasnya.


"Iya, Tuan Jiro. Ini sangat penting, Tuan."


"Baiklah, katakan padaku!"


"Segerombolan berandalan sudah membuat kerusuhan di suatu restoran kecil dengan membawa katana."


"Lalu? Apa kau mengganggu istirahat malamku hanya untuk hal sekecil ini? Apa kalian ingin membuatku turun tangan sendiri? Dasar kalian tidak berguna!" sungut Kagami Jiro mulai membalas Nana karena dari tadi Nana malah bermain-main dan terus membelai manis tubuh Kagami Jiro.


"Emhh ..." Nana mulai mendesaah kembali setelah Kagami Jiro memainkan si kembar dengan salah satu jemarinya.


Ahh ... pantas saja tuan Jiro begitu marah. Ternyata dia sedang bersenang-senang dengan seorang gadis. Dan kali ini gadis mana lagi yang sedang bersama dengannya? Apakah itu Nana Fukada? Ah, tuanku memang benar-benar mempesona hingga bisa meniduri beberapa gadis yang sangat hebat. Bahkan seorang Nana Fukada yang begitu terkenal.


Batin Igor dari seberang yang sudah mulai tak konsentrasi karena membayangkan apa yang sudah Kagami Jiro lakukan bersama gadis itu, bahkan disaat Igor menghubunginya saja mereka berdua masih bisa bermain.


"Igor!!" tandas Kagami Jiro yang seketika membuyarkan otak Igor yang saat ini sudah travelling entah sampai ke dunia mana.


"Be-begini, Tuan. Pemimpin dari segerombolan berandalan itu adalah orang yang selama ini tuan cari. Dan tuan Jiro pernah berpesan padaku agar segera memberitahu tuan jika menemukan Aoki, si genius dengan katananya yang membuat kerusuhan beberapa waktu lalu di tempat les nona Chistal." jelas Igor yang seketika membuat ekspresi Kagami Jiro berubah seketika.

__ADS_1


"Baiklah. Kirimkan titik koordinat padaku. Aku akan segera datang kesana!" tandas Kagami Jiro dengan nada bicaranya yang terdengar begitu tegas dan serius, lalu mulai mengakhiri panggilan itu.


__ADS_2