
"Selamat pagi, Istriku." tepat saat Yuna mulai membuka sepasang matanya, seketika dia mendapatkan sambutan hangat dari Kagami Jiro yang saat ini sudah terlihat begitu rapi dan harum dan sudah berdiri di depan meja rias di dalam kamarnya.
"Selamat pagi. Hoam ..." balas Yuna sambil menguap lebar, namun Yuna segera menutupinya dengan salah satu jemarinya. "Mengapa tidak membangunkanku?"
"Aku melihatmu tertidur dengan begitu pulas. Kamu pasti sangat lelah. Jadi aku tidak ingin mengganggu tidurmu, Sayang." ucap Kagami Jiro sesekali melirik sang istri.
"Aku akan segera mandi dam bersiap untuk berangkat ke butik. Kamu berangkat duluan saja, aku akan pergi bersama pengawal saja." ucap Yuna mulai menuruni tempat tidurnya dan bersiap untuk segera mandi.
"Aku akan menunggumu, Sayang. Kebetulan hari ini aku tidak memiliki banyak janji pertemuan." ucap Kagami Jiro sambil merapikan dasinya yang sebenarnya sudah sangat rapi.
"Hhm. Baiklah ..." sahut Yuna mulai memasuki kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.
Gemericik air melalui shower mulai terdengar dengan ritmenya yang begitu teratur bak air hujan yang terjatuh membasahi bumi. Kagami Jiro masih berada di dalam kamarnya untuk menunggu Yuna.
"Sayang, jika kesulitan untuk mandi katakan saja padaku. Maka aku akan membantu memandikanmu." teriak Kagami Jiro yang merasa ada yang kurang jika sekalipun tak menggoda sang istri tercinta.
Tentu saja mendengar ucapan seperti itu dari Kagami Jiro membuat Yuna kembali tersipu malu. Meskipun sudah beberapa kali mereka saling melihat satu sama lain layaknya pasangan suami istri, namun Yuna masih saja merasa malu dengan setiap hal manis yang dilakukan oleh Kagami Jiro untuknya.
"Tidak perlu! Aku bisa mandi sendiri!" balas Yuna setengah berteriak dan semakin mempercepat mandinya karena khawatir Kagami Jiro akan menyusulnya.
Kagami Jiro tertawa kecil mendengarkan jawaban dari Yuna. Namun tawa dan senyumnya kini mulai memudar ketika tiba-tiba ponsel Yuna mulai berdering dan pada layar benda pipih itu memperlihatkan nama senior Sky.
__ADS_1
"Sky? Rupanya pria itu belum menyerah ya ..." geram Kagami Jiro mulai mengangkat panggilan itu dengan sengaja.
"Hallo, Yuna ... apa kabar? Aku baru saja mendengar dari Jonathan jika minggu lalu kamu pergi ke Paris ya? Padahal saat itu aku sedang berada di Paris juga untuk mengunjungi saudara. Andai saja aku mengetahuinya saat itu pasti aku akan mengunjungimu di sana." ucap senior Sky yang sebenarnya baru menghubungi Yuna setelah sekian lama.
"Hhm ... Yuna sedang mandi." ucap Kagami Jiro dengan dingin dan beraura kelam. "Dan kami pergi ke Paris adalah untuk berbulan madu! Tidak untuk bertemu dengan orang lain. Hanya ada aku dan Yuna!" imbuh Kagami Jiro sangat terlihat jika saat ini Kagami Jiro sedang cemburu tingkat dewa ketika mengetahui jika senior Sky masih saja menghubungi Yuna dan masih berusaha untuk menemui istrinya.
"Oh, maaf. Maksudku adalah bukan seperti itu. Aku hanya ingin mengunjungi Yuna dan mengucapkan selamat untuk kalian berdua. Uhm, baiklah. Jika memang kamu merasa sedikit terganggu, maka aku minta maaf, Jiro. Baiklah, aku akan menghubungi nanti saja saat Yuna sedang tidak sibuk. Selamat pagi ..." ucapsenior Sky dari seberang lalu mulai mengakhiri panggilan itu.
"Ciihh ... pria itu sepertinya memang sengaja melakukan semua ini. Bahkan dia terang-terangan mengatakan akan menghubungi Yuna di hadapanku! Mau mati pria itu ya?!" geram Kagami Jiro dengan raut wajahnya seketika berubah menjadi begitu kelam.
"Ada apa? Mengapa tiba-tiba kamu terlihat begitu kesal?" ucap Yuna yang sudah kembali lagi dan masih mengenakan jubah mandinya.
Kagami Jiro mulai meletakkan kembali ponsel Yuna di atas meja rias dan beralih menatap Yuna. Tangannya kini mulai meraih jemari Yuna dan sedikit menariknya hingga Yuna mulai terduduk di atas pangkuan Kagami Jiro.
"Ada apa? Mengapa kamu tiba-tiba seperti ini? Bahkan kita selalu bersama, mengapa masih kangen?" ucap Yuna sedikit mendorong dam menahan tubuh Kagami Jiro.
"Sekalipun selalu bersama. Tapi yang namanya kangen ya tetap saja kangen. Kita tidak usah berangkat saja yuk hari ini. Kita berlibur sehari lagi dan habiskan waktu bersama dulu." bujuk rayu Kagami Jiro semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Yuna.
"Tapi, Jiro ..."
"Sehari saja tidak masalah bukan?" ucap Kagami Jiro semakin lirih dan wajah keduanya juga sudah begitu merona dan sudah semakin dekat.
__ADS_1
Kecupan hangat itu kini terjadi lagi, bahkan Kagami Jiro juga sudah melepaskan tali pengait jubah mandi Yuna hingga jubah mandi berwarna putih itu kini mulai terbuka dan memperlihatkan bahu Yuna.
"Jiro ... bagaimana jika kita pergi saja? Kamu harus bekerja bukan?" ucap Yuna lirih di sela-sela saat ciumam itu berhenti.
"Aku akan mengambil cuti lagi. Tidak banyak pekerjaan hari ini. Igor dan Wilson akan mengatasinya dengan baik. Mayu juga sudah dibantu beberapa orang profesional yang sudah aku tugaskan khusus untuk mengurus butikmu. Jangan khawatir, Yuna." ucap Kagami Jiro mulai menyibak jubah mandi Yuna dan mulai menenggelamkan kepalanya di atas dada Yuna.
Tak bisa melawan dan membantahnya lagi, Yuna hanya bisa terdiam dan pasrah dengan semua itu. Namun baru beberapa saat saja mereka saling bercumbu, tiba-tiba ritme teratur mulai terdengar dan berasal dari arah pintu.
"Jiro, ada orang ..." ucap Yuna lirih untuk kembali mengingatkan Kagami Jiro, karena Kagami Jiro tak menghiraukan ketukan itu sama sekali dan masih saja melanjutkan dan menjadikan Yuna sebagai sarapan paginya.
"Biarkan saja, Sayang. Anggap saja tidak ada orang!" ucap Kagami Jiro dengan asal.
"Bagaimana jika itu adalah ibu atau papa? Sebaiknya aku bukakakn dulu." sahut Yuna berusaha untuk sedikit mendorong Kagami Jiro agar Kagami Jiro menghentikan serangannya.
"Tidak. Aku saja yang akan membukakan pintu. Kamu disini saja ..." ucap Kagami Jiro memberikan kecupan singkat pada bibir Yuna sebelum Kagami Jiro beranjak untuk membukakan pintu itu.
Siapa yang berani mengetuk pintu kamarku sepagi ini? Awas saja jika salah satu dari pelayan rumah ini atau Yosuke. Aku akan membuat perhitungan dengan kalian!!
Batin Kagami Jiro masih terlihat begitu kesal. Dan kekesalannya itu tergambar dengan begitu jelas melalui raut wajahnya, dengan kedua alis tegasnya yang berkerut saling berdekatan. Kedua tangannya mulai merapikan dasi berwarna kebiruan itu dengan hampir full power dan tegas.
Baik. Mari kita lihat, siapakah tamu di pagi hari ini yang sudah berani mengganggu waktu berduaku yang begitu hangat bersama dengan Yuna. Aku akan benar-benar akan membuat perhitungan!!
__ADS_1
Batin Kagami Jiro lagi mulai meraih handle pintu kamarnya dan mulai menariknya.
CEKLEKK ...