Casanova In Love

Casanova In Love
Welcome To Paris!


__ADS_3

Karena sangat merasa bersalah, akhirnya gadis asisten itu kini mulai jongkok tepat di hadapan Kagami Jiro dan masih berusaha untuk menghilangkan noda Americano coffe itu di coat Kagami Jiro bagian depan bawah.


Namun sudah beberapa saat gadis itu mencoba untuk membersihkannya, noda itu masih saja terlihat dan tetap tidak mau hilang. Terlebih aroma Americano coffe itu masih sangat melekat pada coat berwarna hitam itu.


Hingga akhirnya, tiba-tiba saja pesawat ini mengalami sedikit guncangan keras hingga mengakibatkan gadis asisten ini hampir saja terjatuh, namun dengan cepat gadis ini segera meraih kedua paha Kagami Jiro untuk berpegangan.


Dan tentu saja situasi saat ini sangat membuat suasana menjadi sangat aneh. Gadis asisten itu mulai mendongak dan menatap Kagami Jiro dengan penuh rasa takut yang luar biasa, karena baru saja dia mendapatkan informasi dari rekan kerjanya yang lain, jika Kagami Jiro adalah seorang pria berdarah dingin dan saat ini sedang memimpin Doragonshadou yang begitu legendaris.


"Ma-maafkan aku, Tuan Kagami Jiro." ucap gadis asisten itu sedikit tergagap dan mulai menarik kembali kedua tanganya yang sejak daritadi masih di atas kedua paha Kagami Jiro.


"Bangunlah. Tidak perlu kamu mencoba membersihkannya seperti itu." sahut Kagami Jiro dengan nada bicara yang begitu langka dan jauh dari dugaan gadis asisten itu.


Keramahan dari Kagami Jiro tentu saja sangat membuat gadis asisten itu merasa begitu lega. Namun gadis cantik dengan pakaian super minim dan sexy itu telah menyalah artikan keramahan dari Kagami Jiro dan mengira Kagami Jiro menyukainya.


Padahal sebenarnya Kagami Jiro begitu ramah dan tidak memperpanjang masalah ini adalah karena suasana hatinya cukup baik kali ini. Karena Kagami Jiro akan berbulan madu bersama Yuna. Dan menghabiskan waktu 2 pekan bersama dengan Yuna tanpa ada gangguan apapun.


Gadis asisten itu kini mulai bangun kembali dan menghiasi wajah cantiknya dengan ukiran senyum manis.


"Mari aku bantu membersihkannya di ruangan sebelah, Tuan. Aku hanya perlu mencucinya sebentar dan semuanya akan segera bersih kembali." ucap gadis asisten itu kembali menawarkan seauatu dengan sangat ramah.


Namun niatnya baiknya ataukah hanya sekedar modus untuk mendekati Kagami Jiro itu mendapatkan penolakan dari Kagami Jiro dengan begitu halus.


"Oh, tidak perlu. Pergilah ..." ucap Kagami Jiro mulai melepas coat itu begitu saja. "Atau ... bawa saja coat ini. Terserah kamu mau membuangnya atau mau mencuci dan memakainya." kali ini Kagami Jiro mulai mengulurkan coat itu untuk gadis asisten itu.

__ADS_1


"Baiklah, Tuan. Aku akan segera mencucinya dan aku juga akan membuatkan Americano coffe lagi untuk tuan Kagami Jiro. Silakan tunggu sebentar." ucap gadis asisten itu lalu segera meninggalkan tempat itu dengan membawa coat hitam milik Kagami Jiro.


"Apa kamu baik-baik saja? Kopi panas itu tidak ada yang mengenai dan membakar kulitmu kan?" Yuna yang sejak dari tadi hanya terdiam memperhatikan Kagami Jiro dan gadis asisten itu kini mulai berbicara.


"Apa kamu sedang mengkhawatirkan aku, Yuna?" sahut Kagami Jiro sambil membenarkan lengan pakaiannya yang dianggap sedikit kusut karena baru saja terlepas dari coat itu. "Seharusnya kamu juga mengkhawatirkan hatiku. Apa kamu tidak melihat, di hadapanmu sendiri ada seorang gadis yang sedang ingin menggoda suamimu ini? Apa perasaanmu biasa saja, Yuna? Apa kamu tidak mengkhawatirkannya sedikitpun?" imbuh Kagami Jiro yang kali ini sedikit melirik Yuna.


"Hhm? Gadis itu tak sengaja menumpahkan Americano coffe pada coat milikmu. Dan dia hanya berusaha untuk membersihkannya kembali. Aku kira itu masih sangat wajar kok." sahut Yuna masih saja dengan polosnya.


Kagami Jiro sedikit mengangkat kedua alisnya dan menggaruk pelipisnya.


"Haishh ... tak aku kira istriku benar-benar sepolos ini." gumam Kagami Jiro sedikit kesal dan memutuskan untuk mulai mengenakan headphone yang sudah disediakan oleh maskapai dan memutuskan untuk mendengarkan musik-musik klasik kesukaannya.


Kagami Jiro mulai menarik tuas dan membuat sandaran kursi itu sedikit ke belakang, kedua tangannya saling disilangkannya di depan dadanya. Lalu Kagami Jiro mulai memejamkan sepasang mata coklatnya.


Yuna yang menyaksikan Kagami Jiro sedang kesal terhadapnya hanya diam saja dan memutuskan untuk tidak mengganggu Kagami Jiro yang sedang beristirahat. Yuna kembali mengambil majalah dan mulai membacanya kembali.


Setelah beberapa saat para penumpang itu segera menuruni maskapai itu melalui jalur yang sudah disiapkan oleh petugas maskapai. Begitu juga dengan Kagami Jiro, Yuna dan Igor yang juga menuruni maskapai melalui jalur khusus.


Ketiga gadis asisten itu juga membawakan beberapa koper milik Kagami Jiro, Yuna dan Igor dengan menggunakan troli bandara. Namun sebelum Kagami Jiro meninggalkan bandara itu gadis asisten itu kembali menghampirinya dan menyerahkan sebuah totebag berwarna kecoklatan.


"Tuan, ini adalah coat milik tuan Kagami Jiro tadi. Aku sudah mencucinya dan aroma Americano coffe-nya juga sudah tidak tercium." ucap gadis asisten itu mengulurkan totebag berwarna kecoklatan itu.


"Coat itu untukmu saja!" ucap Kagami Jiro dengan cepat.

__ADS_1


"Untukku?" ucap gadis asisten itu hampir tidak percaya dan membuatnya semakin mengira jika Kagami Jiro memang menyukai dirinya.


"Yeap, ambillah jika kamu mau! Atau kamu bisa membuangnya saja jika kamu tidak menyukainya!" sahut Kagami Jiro dengan tegas lalu mulai merangkul Yuna yang saat ini berdiri di sampingnya. "Ayo, Sayang. Aku sudah sangat lelah sekali." imbuhnya lalu mulai melenggang bersama dengan Yuna dan diikuti oleh Igor.


Sebuah taxi berwarna putih terlihat sudah menunggu mereka bertiga. Kali ini mereka akan menaiki taxi itu untuk menuju ke Monsieur George Hotel & Spa yang memiliki jarak tak jauh dari menara Eiffel, ikon dari kota Paris yang begitu menakjubkan!


Setelah melakukan perjalanan selama 40 menit, akhirnya taxi berwarna putih itu mulai memasuki halaman George Hotel & Spa untuk menurunkan Kagami Jiro, Yuna dan Igor.


Baru saja mereka bertiga memasuki hotel berbintang 5 itu, sudah ada 2 orang pria petugas hotel yang menyambut mereka dengan ramah dan segera membawakan beberapa barang bawaan mereka serta mengantarkan mereka di kamar yang sudah mereka pesan sebelumnya.


...⚜⚜⚜...


Bagi banyak pasangan baru, masa-masa setelah menikah merupakan masa yang paling indah dalam pernikahan. Suasana pernikahan yang masih hangat-hangatnya membuat pasangan itu terkadang ingin memperpanjang masa indah ini.


Dan tentunya setiap pasangan menginginkan bulan madu yang nyaman dan menyenangkan. Naik pesawat atau kereta yang nyaman, tinggal di hotel bintang lima, makan di restoran mewah.


Menara Eiffel adalah salah satu landmark kota Paris yang patut untuk diacungi jempol. Melalui puncak Menara Eiffel, segala keindahan kota Paris akan terlihat jelas, apalagi jika disaat malam tiba akan semakin tampil memukau dan memesona.


Yeao, hal ini dikarenakan adanya hiasan lampu yang memberikan pantulan cahaya indah. Dan tentunya itu adalah salah satu alasan Aiko untuk memilihkan kota Paris sebagai tempat bulan madu putranya.


Namun, sebenarnya ada alasan lain mengapa Aiko memilihkan kota tersebut. Dan alasan itu adalah, sebenarnya Paris adalah tempat pertama Aiko dan Kagami Gumi bertemu.


Disaat Aiko sedang melakukan liburan bersama dengan keluarganya, tak sengaja Aiko bertemu dengan seorang pemuda Jepang yang juga sedang melakukan study disana. Lalu mereka berdua berkenalan, hingga akhirnya suatu hari menjadi semakin dekat dan pemuda yang tak lain adalah Kagami Gumi itu melamar Aiko.

__ADS_1


Dan kali ini Aiko ingin putra dan menantunya juga menghabiskan waktu indah disana. Di tempat yang sudah menjadi salah satu kota sejarah untuk kisahnya bersama Kagami Gumi.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2