
Kagami Jiro masih dengan sabar menunggu jawaban dari Yuna dan menatap lekat gadis yang sudah hampir 3 pekan dinikahinya itu.
"Tapi apa? Jelaskan padaku sekarang juga, Yuna!" ucap Kagami Jiro menatap lekat Yuna yang saat ini cukup kebingungan harus pertanyaan dari Kagami Jiro.
"Aku ... aku masih belum terbiasa saja. Maafkan aku. Namun sebenarnya aku sangat mempercayaimu kok. Dan ... kemarin malam aku pergi ke kamar itu dan mempercayai ucapan dari Ella begitu saja karena aku sangat mengkhawatirkanmu. Kamu akan menjadi tidak berdaya saat penyakitmu kambuh. Bahkan kamu baru saja keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu. Dan tentu saja aku sangat khawatir ..." ucap Yuna berharap Kagami Jiro akan mempercayainya, karena semua ucapan Yuna adalah jujur.
"Oh, jadi karena kamu sangat khawatir padaku ya." Kagami Jiro menyauti dengan senyuman penuh binar. "Namun biar bagaimanapun aku akan tetap memberikan hukuman untukmu. Karena kamu tidak mematuhi ucapanku!" imbuh Kagami Jiro lagi dengan senyum misterius.
"Hukuman apalagi?! Bukankah aku sudah mengatakan dengan jujur, jika aku melakukan semua itu karena aku mengkhawatirkanmu? Mengapa masih saja menghukumku? Apa kamu benar-benar seorang manusia, Jiro?!" sungut Yuna yang mulai merasa kesal kembali dan melupakan perasaan kikuk dan malunya beberapa saat yang lalu.
"Hhm? Tentu saja aku seorang manusia? Bukankah kamu bisa melihat dan memegang seluruh anggota tubuhku? Dan semua terasa begitu nyata bukan? Bahkan seluruh bagian tubuhku sudah kamu nikmati tadi malam ..." ucap Kagami Jiro tertawa kecil menggoda Yuna.
Seketika wajah Yuna berubah menjadi merona karena malu, namun Yuna dengan cepat segera menyangkalnya.
"Ahh ... sebenarnya siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?! Tentu saja aku yang sudah dirugikan! Karena pengaruh obat itu aku membuatmu begitu beruntung tadi malam!" celutuk Yuna tidak terima dengan tuduhan yang diberikan oleh Kagami Jiro.
"Apa kamu bilang, Yuna? Kejadian tadi malam adalah akulah yang menjadi korbannya. Kamu bahkan terus saja menggodaku dan kamu terus saja menyerangku." ucap Kagami Jiro dengan sengaja dan memasang wajah serius, namun sebenarnya Kagami Jiro sedang menahan tawa karena melihat ekspresi kesal sekaligus malu yang bercamlur menjadi satu pada wajah Yuna.
"Korban apanya?! Jelas-jelas pada akhirnya kamulah yang menyerangku malam itu."
"Itu karena kamu terus saja menggodaku, Yuna. Mana mungkij aku menolaknya. Dan akhirnya dengan terpaksa aku meladenimu ..." ucap Kagami Jiro masih dengan sengaja.
__ADS_1
"Jiro!! Kamu sungguh menyebalkan!!" Yuna berkata setengan berteriak dan menghujani dada bidang Kagami Jiro dengan tinjunya beberapa kali.
Kagami Jiro tang mendapat serangan tinju dari Yuna malah terkekeh dan sesekali menangkap pukulan-pukulan itu dengan jemarinya.
Sementara itu Igor yang tak sengaja melihat dan dan mendengarkan perdebatan antara suami istri yang sedikit unik dan lucu itu malah seketika membeku dan malah memikirkan hal yang tidak-tidak saat ini.
"Padahal mereka berdua sama-sama enak. Tak peduli siapa yang menggoda dan siapa yang menjadi korban bukan. Tuan Kagami Jiro dan Nyonya Yuna memang sangat unik dan berbeda dari pasangan suami istri lainnya. Setiap hari bertengkar namun padahal saling merindukan dan saling membutuhkan. Ahh aku jadi merindukan istriku ..." guman Igor memelas sendiri.
Sebenarnya Igor mengatakannya dengan cukup pelan, namun rupanya ucapannya didengar oleh Yuna dan Kagami Jiro, hingga membuat mereka berdua mulai beralih menatap Igor dan berkacak pinggang.
"Igor!!" tandas Kagami Jiro dan Yuna bersamaan dengan cukup tegas.
"Diam saja jika kamu masih tetap ingin bekerja padaku!! Jika tidak aku akan menghempaskanmu ke dasar sungai Seine ini!!" imbuh Kagami Jiro dengam suaranya yang begitu menggelegar.
Dan perkataan dari Igor tentu saja membuat Kagami Jiro dan Yuna yang masih menatap Igor mulai mengkerutkan keningnya karena sedikit merasa aneh.
Bagaimana tidak? Bagaimana mungkin Igor malah mengatakan hal seperti itu? Seakan Igor malah mendukung pertengkaran diantara mereka berdua.
Karena merasa cukup kesal, akhirnya Yuna menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan meninggalkan mereka berdua untuk menuju ke tempat lainnya dan memilih untuk menikmati pemandangan sepanjang sungai Seine.
Pria itu tak pernah berubah! Selalu saja menyebalkan!!
__ADS_1
Batin Yuna yang masih melenggang dengan langkahnya yang tegas. Kagami Jiro tidak mengikuti Yuna dan sengaja membiarkannya Yuna begitu saja agar Yuna merasa tidak terganggu dan risih kembali.
Yuna masih melihat sebuah jembatan yang membentang di atas sungai Seine yang saat ini ramai oleh pengunjung. Jembatan itu menghubungkan Menara Eiffel di tepi iiri ke distrik Trocadéro di Tepi Kanan. Dan melihat keindahan jembatan dengan beberapa terowongan di bawahnya itu, sedikit membuat Yuna merasa lebih tenang.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka mulai menyudahi naik kapal itu dan mulai mendatangi suatu tempat wisata lainnya untuk menjelajahi dinding cinta Montmartre.
Kecantikan dari dinding cinta Montmartre sebenarnya tidak hanya di Basilique du Sacré-Coeur saja, bahkan di setiap sudutnya juga menyimpan sentuhan yang begitu artistik yang menarik untuk disimak. Untuk bisa sampai ke kawasan Montmartre, Kagami Jiro dan Yuna juga harus mendaki cukup tinggi terlebih dahulu.
Kagami Jiro, Yuna, dan Igor mulai menaiki jalan yang sedikit menanjak itu. Dan kali ini suasana hati Yuna sepertinya sudah sedikit membaik, karena ekspresi wajahnya sudah terlihat menjadi ceria saat melihat keindahan tempat ini.
"Jika kamu merasa lelah, katakan saja padaku. Aku akan menggendongmu, Yuna." ucap Kagami Jiro menawarkan dirinya sambil melirik sang istri yang masih mendaki dengan sangat bersalah.
"Tidak perlu! Aku memiliki stamina yang kuat dan bagus! Jangan khawatir!" sahut Yuna dengan santai.
"Oh. Tentu saja. Aku sudah merasakannya tadi malam." ucap Kagami Jiro tanpa sadar dan reflek mulai membulatkan sepasang mata kecoklatannya karena memiliki feeling yang tidak baik, karena aura di sebelahnya tiba-tiba saja menjadi kelam kembali.
"Jika kamu memulainya lagi, jangan harap tinjuku ini bisa kutahan!" ucap Yuna mengancam dengan ekspresi yang begitu menakutkan menatap Kagami Jiro.
Wah. Mulai lagi ... sebaiknya aku harus tetap membungkam rapat mulutku ini agar tidak menimbulkan masalah lagi. Andai semua ini disaksikan oleh semua orang yang mengenal baik tuan Kagamu Jiro, tentu saja semua ini bisa menjadi sangat gawat darurat! Reputasi tuan Kagami Jiro bisa hancur dalam sekejap.
Batin Igor yang sudah menutup rapat mulutnya sambil membungkamnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1