Casanova In Love

Casanova In Love
Panggilan Baru??


__ADS_3

Ahh ... apakah pria dewasa ini sedang cemburu dengan senior Sky? Padahal aku hanya menganggapnya sebatas senior dan seorang kakak saja. Lagipula bukankah aku dan Jiro juga sudah menikah. Dan aku juga sedang mengandung anak-anaknya. Mengapa dia begitu kekenak-kanakan sekali? Apakah aku harus membujuknya agar mood-nya kembali membaik? Ah ... besok saja deh. Biarkan saja dia tidur dan istirahat. Jika besok pagi mood-nya masih saja buruk, maka aku akan mencoba untuk membujuknya deh. Hhhm. Begitu saja.


Batin Yuna mulai menarik selimutnya dan merubah posisinya menjadi miring membelakangi Kagami Jiro.


Gadis ini masih saja dingin dan tidak peduli dengan perasaanku ya? Bahkan dia tak berusaha untuk menjelaskan sesuatu agar aku tetap mempercayainya. Tapi malah cuek dan seakan tidak peduli seperti ini. Apakah pria itu sungguh berarti untukmu, Yuna? Bahkan disaat kamu sudah menikah denganku saja kamu masih biasa saja berhubungan dengan pria itu di hadapanku. Apakah aku saja tidak cukup untukmu? Arghh ... pusing sekali memikirkannya.


Batin Kagami Jiro yang rupanya belum tidur. Bahkan sepasang mata kecoklatannya malah terlihat masih begitu sehat dan terlihat belum mengantuk sama sekali.


Namun karena sudah merasa tak tahan untuk berpura-pura marah dan cuek, akhirnya Kagami Jiro merubah posisi tidurnya menghadap Yuna dan memeluk Yuna begitu saja.


Yuna yang masih belum bisa tidur sebenarnya cukup terkejut karena perubahan sikap dari Kagami Jiro yang begitu mendadak itu. Namun Yuna memutuskan untuk berpura-pura sudah tertidur.


...⚜⚜⚜...


Pagi ini Yuna bangun lebih pagi dari Kagami Jiro. Dan Yuna juga sudah terlihat bersih, rapi dan harum. Tak lupa Yuna juga sudah mempersiapkan pakaian dan perlengkapan Kagami Jiro untuk bekerja.


Meskipun rasa lelah dan mual sesekali masih dirasakan oleh Yuna, namun pagi ini Yuna ingin melayani suaminya dengan baik sebelum Kagami Jiro berangkat bekerja. Dan hal itu Yuna lakukan karena masih merasa sedikit tidak enak atas kejadian tadi malam.


"Selamat pagi, Jiro!" Yuna memberikan sapaan hangat ketika Kagami Jiro mulai membuka sepasang mata kecoklatannya.


"Yuna. Kamu sudah bangun? Cepat sekali, Sayang?" ucap Kagami Jiro sedikit mengkucek matanya.


"Hhm. Kebetulan saja terbangun lebih awal dan aku ingin mandi agar lebih segar. Sekarang mandilah, aku sudah menyiapkan pakaian untukmu. Setelah itu kita sarapan bersama yang lainnya."


"Hhm. Baiklah." ucap Kagami Jiro mulai meninggalkan pembaringan itu dan segera melakukan ritual mandinya di kamar mandi.


Yuna mulai merapikan tempat tidur berukuran king itu dan merapikan nakas. Yuna juga membuka tirai berwarna putih di kamarnya itu agar cahaya mentari bisa menyinari kamarnya.


Setelah beberapa saat Kagami Jiro sudah datang kembali, seperti biasanya ... hanya mengenakan jubah mandinya yang sedikit memperlihatkan sekatan-sekatan nyata pada dada bidangnya itu. Bahkan sebuah tato naga yang berada pada dada kirinya juga terlihat.

__ADS_1


"Pakaiannya sudah aku siapkan. Seperti biasa, hari rabu mengenakan setelan dari Dormeuil Vanquish bukan?" sebuah kalimat tanya retoris mulai dilontarkan oleh Yuna dan berniat mengambil setelan jas yang sudah Yuna siapkan di tepian pembaringan.


GRREP ...


Namun tiba-tiba saja Kagami Jiro malah memeluk Yuna dari belakang dan mengsup pipi Yuna tanpa meminta ijin seperti biasanya.


"Istriku memang yang paling memahamiku! Tidak ada duanya ..." puji Kagami Jiro kembali mengecup pipi kiri Yuna.


"Tidak kok. Selama beberapa waktu saat menjadi istrimu, aku mulai lebih mengetahui lebih banyak tentangnu, Jiro. Maaf jika masih beberapa saja aku memahamimu." ucap Yuna dengan tulus.


"Jiro? Sayang ... sampai kapan kamu akan memanggilku dengan panggilan seperti itu, Yuna? Sungguh tidak romantis sama sekali ... kita sudah 2 bulan menikah lo ..." ucap Kagami Jiro sedikit memprotes Yuna karena Yuna selalu saja memanggil namanya saja tanpa ada embel-embel panggilan sayang yang manis.


"Eh ... itu ... itu karena aku masih belum terbiasa. Maafkan aku sekali lagi, Jiro. Lain kali aku akan memanggil dengan panggilan lain." ucap Yuna berharap Kagami Jiro masih memahami dirinya.


"Tidak ada lagi kesempatan, Yuna. Pokoknya mulai sekarang kamu harus membiasankannya. Disaat kita sedang berdua, atau disaat di hadapan papa dan ibu, atau di hadapan orang-orang." ucap Kagami Jiro yang rupanya tidak memberikan toleransi lagi untuk Yuna dan mulai memutar tubuh Yuna untuk menghadap padanya. "Sayang, kita ini sudah menikah. Akan sangat aneh jika kamu hanya memanggil namaku saja. Nanti orang-orang malah akan berpikir yang tidak-tidak tentang kita." imbuh Kagami Jiro lagi berharap Yuna akan memikirkan pendapat publik dan masyarakat yang mungkin saja tidak sengaja melihat semua itu.


"Aku ingin dengar sekali darimu dulu, baru aku akan memakai bajuku." ucap Kagami Jiro tersenyum tipis menatap sang istri.


Yuna mulai mendongak menatap Kagami Jiro, "Haruskah aku mengatakannya sekarang?"


Kagami Jiro yang masih memasang senyum tipis, kini mengangguk pelan, "Tentu saja! Kamu harus mengatakannya sekarang dan aku ingin mendengarnya." ucap Kagami Jiro merasa gemas dan memiringkan kepalanya dan mendekatkan telinganya pada mulut Yuna agar Kagami Jiro bisa mendengarnya dengan jelas.


Yuna yang masih merasa sedikit kaku akhirnya dengan terpaksa mengucapkannya lagi meskipun begitu pelan dan ragu-ragu.


"Ssaa-yyaangg ..."


"Apa? Coba ulangi, Sayang? Aku tidak mendengarnya dengan jelas." ucap Kagami Jiro dengan sengaja dan menahan tawa.


"Sa ... yang ..." ucap Yuna semakin mengeraskan suaranya.

__ADS_1


"Apa?? Pelan sekali, Sayang? Aku masih belum bisa mendengarnya ..." sahut Kagami Jiro lagi semakin menahan tawanya agar tidak lepas begitu saja.


"Sayang ..." ucap Yuna semakin mengeraskan suaranya lagi.


"Sekali lagj, Sayang ... aku masih belum mendengarnya dengan jelas."


Karena merasa kesal, akhirnya Yuna malah memukul pelan dada bidang Kagami Jiro. Dan yang mendapatkan pukulan malah tertawa lepas begitu saja.


"Kamu sengaja melakukannya ya?! Menyebalkan!!" sungut Yuna merasa kesal dan mulai cemberut.


"Maaf, Sayang. Namun aku sangat menyukai saat sedang menggodamu. Wajah kesalmu terlihat begitu lucu dan aku selalu merindukannya." ucap Kagami Jiro dengan jujur dan masih sedikit tertawa.


"Tapi itu membuatku merasa kesal!" sungut Yuna mulai berbalik dan ingin meninggalkan Kagami Jiro.


Namun Kagami Jiro malah menahan tubuh Yuna dan segera mendekapnya dalam pelukannya.


"Maaf ... maaf ... aku hanya bercanda, Sayang." ucap Kagami Jiro lagi.


"Ya sudah. Sekarang lepaskan aku dan cepat pakai bajumu!" ucap Yuna pelan namun terdengar tegas, seperti gaya bicara Yuna selama ini.


"Pakaiakan ..." ucap Kagami Jiro dengan santai dan tersenyum nakal.


"Apa??!!" ucap Yuna sedikit syok.


Kagami Jiro mengangguk pelan dan tersenyum begitu manis menatap Yuna.


Tak ada pilihan lain, akhirnya Yuna mulai membantu Kagami Jiro untuk memakaikan setelan jas Dormeuil Vanquish itu.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2