
I just stay in my room. I wanna sleep righ now. Good night. Kagami Jiro. ( Aku hanya berada di dalam kamarku. Aku ingin tidur sekarang. Selamat malam. Kagami Jiro.
Setelah mengetik balasan untuk gadis bule itu, Kagami Jiro mulai meletakkan ponsel itu di atas nakas dan segera tidur begitu saja. Bahkan semua pakaian formalnya masih melekat begitu saja pada tubuh atletis itu.
"Andai saja punya istri. Pasti dia akan membantuku untuk melepaskan semua pakaian ini. Dan setiap hari akan ada yang selalu mengurusku setiap aku pulang ke rumah. Ahh ... rasanya pingin cepat-cepat punya istri ..." gumamnya dengan mata terpejam dan tersenyum tipis.
Sebuah guling putih juga mulai dipeluknya untuk menemani tidurnya. Yeap, karena Kagami Jiro adalah tipe pria yang suka sekali tidur dengan memeluk sebuah guling. Pokoknya guling harus selalu ada!
Tak butuh waktu yang lama, kini pria tampan itu sudah tertidur begitu saja dengan cukup pulas.
...⚜⚜⚜...
Keesokan harinya Wilson bersama Sean memutuskan untuk kembali ke tempat kasino itu untuk mengambil hadiah jackpot itu. Sementara itu Kagami Jiro dan Igor juga mulai menyusul mereka setelah melakukan seseatu.
Kagami Jiro hanya iseng untuk memainkan beberapa dari mesin slot itu, dan dia selalu saja kalah saat memainkannya! Karena melihat Kagami Jiro yang sedikit kesal ketika selalu kalah, akhirnya Igor juga mulai ingin mencoba beberapa permainan itu.
Karena sebenarnya Kagami Jiro dan Igor adalah dua orang pria dewasa yang buta akan perjudian kasino. Sekalipun bermain, pasti mereka akan selalu kalah. Haha ...
Sementara itu ...
"Aku datang untuk mengambil hadiahku!" ucap Wilson menghampiri seorang petugas kasino. "Dimana bos kalian?!" tandasnya lagi menatap tajam dan begitu tegas.
"Baik, Tuan. Bisa berikan bukti untuk kemenangannya?" ucap pria petugas kasino itu.
__ADS_1
"Panggil bos kalian dulu, maka aku akan memperlihatkan kupon dan bukti lainnya lagi!" tandas Wilson.
"Baik. Silakan tunggu sebentar, Tuan. Akan aku panggilkan tuan Lun sebentar." ucap pria petugas kasino itu lalu undur diri untuk memanggil bosnya di dalam ruangan pribadinya yang terletak di lantai atas.
Karena di dalam ruangan kasino yang cukup besar dan elegan ini, ada sebuah tangga mewah di ujung ruangan. Dan kemungkinan di sanalah ruangan pribadi itu, atau bisa saja sebenarnya di ruangan atas adalah rumah kedua pemilik tempat kasino ini.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pria petugas kasino itu sudah datang kembali bersama dengan seorang pria yang kira-kira berusia 50 tahun dengan setelan jaz rapi dan sebuah kacamata minus yang tebal sudah bertengger manis di atas tulang hidungnya yang mancung.
Sebagian rambutnya terlihat sudah mulai beruban. Namun paras tampan dan rupawan itu masih begitu kentara dan begitu melekat pada diri pria paruh baya itu. Di sebelahnya juga sudah ada seorang pria yang sedikit lebih tinggi dan lebih muda. Mungkin saja pria itu adalah asistennya atau juru bicaranya.
"Selamat pagi, Tuan Wilson!" sapa pria baya itu dengan ramah.
"Selamat pagi tuan Lun." balas Wilson dengan ramah namun terkesan tegas. "Aku datang untuk mengambil hadiahku! Karena anak buahmu memintaku untuk datang hari ini." jelas Wilson dengan kedua tangannya masih dengan rapi bersembunyi di dalam saku coat hitamnya.
Pria paruh baya bernama Lun itu sesaat terdiam dengan senyum tipisnya. Dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Dan hal ini membuat Wilson sedikit curiga.
"Begini tuan Wilson. Kami meminta maaf sebelumnya." ucap Lun dengan nada begitu menyesal. "Tapi sebenarnya tuan Wilson belum memenangkan hadiah apapun saat itu." imbuhnya yang tentu saja membuat Wilson sedikit membelalakkan sepasang matanya karena begitu terkejut.
"Apa?! Jelas-jelas aku memenangkan jackpot saat itu! Dan temanku juga sudah mengambil beberapa potret ketika aku memenangkannya!" ucap Wilson begitu tak terima mendengar penjelasan dari tuan Lun si pemilik kasino yang cukup besar ini.
"Benar sekali, Tuan Wilson. Tapi mesin yang tuan Wilson pakai saat itu sedang mengalami kerusakan. Jadi hadiah itu hangus dan tidak termasuk ke dalam hitungan menang. Bahkan The Macau Hongkong State Gaming Commission mengatkaan jika mesin jackpot tersebut dalam kondisi rusak saat tuan Wilson memainkannya. Oleh karena itu hadiah tidak bisa kami bayarkan, Tuan. Namun tenang saja, kami akan menggantinya dengan sebuah makan malam sepuasnya." jelas tuan Lun dengan ramah dan berharap Wilson akan memahami akan situasi saat ini.
Pria juru bicara yamg berada di sebelahnya kini juga mulai berbicara dan meminta maaf lalu mengatakan, "Gambar yang ditampilkan pada mesin slot jackpot yang tuan Wilson mainkan saat itu adalah hasil dari kerusakan yang nyata. Fakta ini sudah dikonfirmasi oleh Komisi Permainan Negara Bagian Macau, Hongkong, Tuan Wilson. Maafkan kami atas ketidaknyamanan ini dan maafkan kami atas kelalaian kami dalam melakukan perawatan terhadap mesin slot kami. Kami berjanji, hal seperti ini tak akan terulang kembali, Tuan. Sebagai gantinya kami akan memberikan kompensasi dan makan malam gratis sepuasnya, Tuan."
__ADS_1
Tak kalah kesal, sebenarnya Sean juga merasa sangat kesal saat ini. Seakan ini adalah sebuah pembodohan agar pihak kasino tak memberikan hadiah jackpot itu untuk Wilson.
"Apa?! Jangan main-main dengan kami?! Kami bisa menuntut balik kalian semua jika berani melakukan kecurangan dan pembodohan seperti ini?!" sulut Sean mulai emosi.
Namun Wilsonnsegwra mengangkat tangan kanannya dan meminta Sean untuk tetap tenang.
" Tuan Lun!" tandas Wilson dengan cukup tegas. "Tuan Lun tidak bisa mengklaim sebuah mesin rusak, karena tuan Lun sendiri yang menginginkan mesin slot itu rusak. Dan apakah itu berarti tidak bisa diperiksa? Apakah itu berarti kemenanganku tidak dipertahankan?" Wilson menatap lekat tuan Lun dengan begitu tajam.
"Dan jika memang demikian, apakah itu berarti bahwa orang-orang yang bermain di sana sebelum aku bermain, memiliki kesempatan untuk menang?" imbuh Wilson yang masih berusaha untuk menguak pembodohan dan kecurangan itu.
"Benar sekali, Tuan Wilson. Mesin itu rusak tepat saat tuan Wilson sedang memainkannya."
"Kalau begitu tolong putar semua rekaman CCTV yang berada di tempat ini! Aku ingin melihat, apakah mesin itu benar-benar sudah rusak ketika aku memainkannya!" perintah Wilson semakin meninggikan nada bicaranya.
"Chen, tolong siapkan semuanya!" perintah tuan Lun kepada salah satu petugas kasino itu.
"Baik, Tuan Lun." sahut pria itu lalu segera bergegas pergi.
"Mari ikut bersamaku, Tuan Wilson." kini tuan Lun mulai melenggang menuju sebuah ruangan dan diikuti oleh juru bicaranya. Wilson dan Sean juga mulai mengikuti mereka belakangnya.
Mereka mulai memasuki sebuah yang ruangan besar yang berisi dengan puluhan layar berukuran kira-kira 24 inchi.
Tuan Lun mulai duduk di sebuah kursi dan di hadapannya sudah ada sebuah laptop yang sudah menyala. Sementara juru bicaranya berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Silakan duduk, Tuan Wilson dan tuan Sean." ucap tuan Lun mempersilakan dengan ramah.
Wilson dan Sean mulai duduk di hadapan tuan Lun. Sementara tuan Lun mulai mencari sebuah file di dalam laptop itu.