Casanova In Love

Casanova In Love
Kedatangan Sia


__ADS_3

Aiko mulai turun dari mobil mewahnya bersama dengan seorang gadis yang sebenarnya sangat cantik, namun wajah gadis itu kini terlihat sedikit pucat dan tanpa polesan make up sedikitpun.


Mereka adalah Aiko yang sedang mengajak Sia untuk mulai tinggal bersama si rumah besar Kagami untuk sementara waktu sampai Sia benar-benar pulih dan sehat kembali.


"Mari, Sia ..." ucap Aiko dengan tulus mulai membantu Sia untuk berjalan memasuki rumah besar Kagami.


Sia hanya mengangguk pelan lalu mulai berjalan pelan bersama dengan Aiko. Sesampainya di dalam, mereka berdua sudah disambut oleh beberapa asisten rumah tangga.


"Tolong antarkan Sia ke kamarnya. Biarkan dia istirahat dulu." titah Aiko kepada asisten rumahnya.


"Baik, Nyonya besar. Mari nona Sia." ucap salah sati asisten rumah tangga itu lalu mulai membantu Sia dan membawakan barang-barang Sia.


Dari arah tangga terlihat Yuna dan Kagami Jiro yang mulai menuruni tangga bersama. Dan seperti biasa mereka berdua akan berangkat bersama untuk bekerja.


"Ibu tumben sekali sudah pulang lagi." ucap Kagami Jiro yang merasa sedikit keheranan saat melihat Aiko yang sudah berada di rumah.


Padahal tadi baru saja pergi ke suatu tempat dan sekarang sudah kembali lagi dengan cepat.


"Ya, ibu hanya menjemput Sia saja tadi dan baru mau berangkat ke Ruby Shine lagi." ucap Aiko mulai bersiap kembali.


"Jadi Sia sudah berada disini, Ibu?" tanya Kagami Jiro lagi.


"Ya, Sayang. Sia baru saja tiba dan saat ini sedang beristirahat. Ya sudah ibu berangkat dulu." ucap Aiko lalu mulai meninggalkan mereka berdua.


Kagami Jiro dan Yuna juga mulai memutuskan untuk segera berangkat bersama. Sebenarnya Yuna belum begitu mengetahui sekali bagaimana Sia dan keluarga Bai berusaha untuk menjebak Kagami Jiro saat itu, karena Kagami Jiro belum pernah menceritakannya kepada Yuna.


"Sia? Gadis yang saat itu berada di ruangan kerjamu saat aku mengantarkan makan siangmu?" tanya Yuna mulai teringat dengan sosok gadis bernama Sia itu.


"Benar sekali! Ingatanmu sungguh sangat luar biasa!" puji Kagami Jiro mengusap pelan kepala Yuna.

__ADS_1


"Jadi dia akan tinggal disini selamanya?" tanya Yuna lagi mulai masuk ke dalam Buggati Divo itu.


"Hhm. Hanya selama beberapa waktu saja kok. Jika keadaannya sudah pulih dan membaik, maka Sia akan kembali ke rumahnya." jelas Kagami Jiro mulai menghidupkan mesin mobil itu. "Sayang, hari ini aku akan pulang sedikit terlambat karena ada pertemuan. Dan kemungkinan besok aku harus pergi ke Nagano bersama Igor dan Wilson. Tolong nanti siapkan semua pakaianku untuk aku bawa ke Nagano ya." imbuh Kagami Jiro.


"Baiklah. Aku akan siapkan semuanya nanti setelah aku pulang dari butik." Yuna menyauti dengan hangat. "Oh iya. Selama berapa hari kamu akan berada di Nagano?" imbuhnya mulai menatap suaminya yang masih fokus untuk mengemudikan mobil ini.


"Mungkin antara 3 hari sampai 5 hari. Ada beberapa yang harus diurus disana. Jika lebih cepatt terselesaikan, maka kami akan kembali lebih cepat."


"Oh ... baiklah. Jika terlalu lama si kembar pasti akan sangat merindukanmu." celutuk Yuna mulai mengambil sebuah cermin kecil dari dalam sling bag miliknya lalu mulai berkaca untuk melihat dan memeriksa make up-nya kembali, apakah masih ada yang kurang rapi.


"Oh ya? Jadi apakah hanya si kembar saja yang akan merindukanku saja? Bagaimana dengan ibu dari si kembar? Apakah dia juga merindukanku?" ucap Kagami Jiro yang masih saja sempat menggoda Yuna meskipun masih berada di dalam mobil.


Yuna yang masih bekaca tersenyum lebar mendengar ucapan dari Kagami Jiro.


"Tentu saja aku akan merindukan ayah dari anak-anakku. Jika dia tidak ada di rumah maka akan sangat sepi dan tak ada yang selalu menggodaku." sahut Yuna dengan asal, namun sebenarnya itu semua adalah jujur dari dalam hati Yuna.


"Wah, aku bahagia sekali mendengarnya, Sayang. Baiklah ... setelah aku kembali nanti aku akan mengajakmu untuk jalan-jalan ke China, sekaligus ada barang yang sedang ingin aku cari di pasar lelang."


"Hhm ... ada sebuah pelelangan barang-barang antik disana. Dan aku ingin mencari sesuatu disana." sahut Kagami Jiro dengan santai.


"Apa itu?"


"Aku akan memberitahukannya setelah kita berada di China."


"Huft ... baiklah." ucap Yuna yang sebenarnya sangat ingin tau dengan benda antik yang sedang diinginkan oleh Kagami Jiro, hingga nekat mau pergi ke China demi mendapatkan barang antik tersebut.


Kagami Jiro tertawa kecil karena melihat raut wajah Yuna yang saat ini menjadi cemberut dan menurutnya sangat menggemaskan.


Sebuah melody yang sangat tidak asing, kini mulai terdengar berasal dari ponsel Kagami Jiro. Kagami Jiro mulai meraih ponsel yang tersimpan di dalam saku pakaiannya dan mulai menggeser tombol hijau itu.

__ADS_1


Benda pipih itu ditetakkannya di meja di hadapannya karena saat ini Kagami Jiro sudah mengenakan sebuah **e**arpieces pada telinga kirinya saja.


"Hallo, Rin. Ada apa?" sahut Kagami Jiro yang mulai mengangkat panggilan itu tanpa mengurangi konsentrasinya saat mengemudi.


"Tuan, ada klien yang datang mencari tuan Kagami Jiro. Dan saat ini dia sedang menunggu tuan." ucap Run, asisten Kagami Jiro saat di Ruby Shine dari seberang line.


"Sepagi ini? Siapa dia?"


"Ya, Tuan. Dia adalah tuan Fu dari Winston Diamond Gallery. Sepertinya ada beberapa hal yang harus segera diselesaikan untuk pameran di akhir pekan." jelas Rin kembali.


"Baiklah. Aku akan segera tiba dalam 20 menit lagi. Tolong layani tuan Fu dengan baik." titah Kagami Jiro mulai mengakhiri panggilan itu.


"Ada apa? Apa ada masalah di Ruby Shine? " tanya Yuna.


"Ada kunjungan dari klien dan sepertinya ada sesuatu yang harus dibahas dan diselesaikan dengan cepat." jawab Kagami Jiro semakin menambah kecepatan laju Buggati Divo itu.


"Oh. Kalau begitu aku akan turun disini saja. Aku akan nail taxi saja dan kamu bisa segera berangkat ke Ruby Shine dan menemui klirn itu." ucap Yuna berniat melepas sabuk pengamannya.


"Tidak, Sayang. Aku akan mengantarmu dulu. Setelah itu aku baru pergi ke Ruby Shine."


"Tapi kamu bisa terlambat, apalagi daat ini jalanan mulai sedikit macet."


"Tidak, Yuna. Pokoknya aku akan mengantarmu dulu." sahut Kagami Jiro kekeh dan tidak mau menurunkan Yuna.


Akhirnya Yuna mengurungkan niatnya kembali dan tidak jadi melepas sabuk pengaman itu


"Huft ... ya sudah. Tapi jika kamu terlambat jangan menyalahkanku ya!" ucap Yuna mulai bercanda.


"Mana bisa begitu. Tentu saja kamu juga harus bertanggung jawab, karena aku terlambat karena mengantarmu." sahut Kagami Jiro malah menggoda Yuna kembali.

__ADS_1


"Wah ... dasar maunya menang sendiri!" celutuk Yuna dengan tawa kecil dan membuat Kagami Jiro mulai tertawa renyah.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2