Casanova In Love

Casanova In Love
Where Is He?


__ADS_3

Yuna terlihat masih tengkurap di atas pembaringannya dan asyik melakukan chatting dengan teman-temannya. Sesekali gadis cantik itu melihat jam, seakan sedang menantikan sesuatu.


"Ini sudah sangat larut malam. Namun mengapa dia belum juga kembali? Apakah dia serius dengan ucapannya yang mengatakan tak akan kembali lagi ke kamar ini?" gumam Yuna pelan. "Ahh ... tidak mungkin! Jika dia tidak kembali ke kamar ini, lalu pergi kemana dia saat ini? Ahh ... padahal seharusnya aku bahagia karena bebas. Namun rasanya aku juga merasa bersalah ... hhm ... apa aku telpon saja ya?" gumam Yuna mulai mencari nomor Kagami Jiro yang berniat untuk menghubungi Kagami Jiro.


Namun belum sempat melakukan panggilan itu, tiba-tiba saja ada sebuah panggilan masuk yang berasal dari Igor. Dengan cepat Yuna segera menggeser tombol hijau dan segera menempelkan benda pipih itu di dekat telinganya.


"Halo ..." sapa Yuna yang sebenarnya cukup bersemangat, karena memiliki perasaan jika panggilan ini akan berhubungan dengan Kagami Jiro.


"Nyonya Yuna ... ini gawat sekali!" ucap Igor dari seberang line.


"Ada apa, Tuan Igor?" tanya Yuna yang mulai merubah posisinya untuk segera duduk dan mulai merasa khawartir.


"Tuan Kagami Jiro, Nyonya Yuna ... tuan Kagami Jiro ..." ucap Igor terputus-putus saking paniknya.


"Ada apa?! Apa yang terjadi terhadap Jiro?" ucap Yuna tak sabaran karena Igor tak segera menyelesaikan ucapannya dan malah membuat Yuna semakin penasaran. "Katakan dengan jelas kepadaku!"


"Tuan Kagami Jiro ... itu nyonya ... penyakit tuan Kagami Jiro tiba-tiba saja kambuh. Dan saat ini tuan Kagami Jiro sedang dirawat di rumah sakit Eropa Georges Pompidou." jelas Igor masih dengan nada bicaranya yang begitu panik.


"Dirawat di rumah sakit?" gumam Yuna kebingungan dan menggigit jari telunjuknya sendiri. "Tap-tapi ... aku tidak tau dimana rumah sakit itu berada. Dan aku juga tidak memiliki uang Fanc Swiss, Tuan Igor. Lalu bagaimama aku bisa pergi kesana?" imbuh Yuna kebingungan.


"Nyonya tenang saja. Aku akan mengutus seseorang untuk menjemput nyonya Yuna di hotel. Nyonya bersiap saja dan segera turun. Pria suruhanku akan menunggu di halaman depan hotel." ucap Igor menjelaskan.


"Oh ... iya ... baiklah ... aku akan segera bersiap dan segera ke rumah sakit." sahut Yuna lalu mengakhiri panggilan itu dan segera bersiap.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


Rumah Sakit Eropa Georges Pompidou.


Yuna mulai memasuki rumah sakit besar yang rupanya terletak tak jauh dari hotelnya tempat dia menginap. Langkah kakinya semakin Yuna percepat untuk mendatangi sebuah kamar rawat yang terletak di lantai atas, hingga akhirnya Yuna mulai melihat Igor yang sedang berada di depan sebuah ruangan rawat.


"Penyakit apa yang kambuh? Apa Jiro memiliki riwayat penyakit yang berbahaya?" tanya Yuna setelah sampai di rumah sakit dan bertemu dengan Igor di depan ruangan rawat Kagami Jiro.


"Sebenarnya pencernaan tuan Kagami Jiro kurang bagus. Dan tuan Kagami Jiro memiliki beberapa pantangan. Tuan Kagami Jiro tidak boleh meminum alkohol dalam keadaan perut yang masih kosong. Sementara sejak dari tadi siang tuan Kagami Jiro belum memakan sesuatu, dan malam ini malah meminum beberapa botol red wine begitu saja. Minuman beralkohol itu merangsang produksi asam lambung lebih banyak. Dan tiba-tiba saja sudah seperti ini ..." jelas Igor kepada Yuna dengan jujur.


"Arghh dasar pria itu benar-benar tidak bisa menjaga dan merawat dirinya sendiri dengan baik!!" geram Yuna sedikit kesal karena menyadari Kagami Jiro yang rupanya begitu ceroboh. "Aku mau masuk!!" imbuh Yuna dengan tegas.


"Baik, Nyonya. Namun saat ini tuan Kagami Jiro sedang beristirahat."


"Hhm. Tidak masalah. Aku hanya ingin melihat dan menunggunya hingga dia bangun." sahut Yuna dengan santai. "Awas saja nanti kalau dia sudah terbangun!! Siapa yang menyuruhnya untuk melangar pantangan terhadap tubuhnya sendiri?!" getam Yuna mulai meninggalkan Igor dan mulai memasuki kamar rawat itu.


"Sungguh keren sekali! Benar-benar tak ada gadis manapun yang berani seperti ini kepada tuan Kagami Jiro sebelumnya. Benar-benar sangat pantas menjadi seorang nyonya dari keluarga Kagami." ucap Igor begitu kagum melihat keberanian Yuna.


Yuna mulai memasuki kamar rawat itu dengan pelan agar tidak membangunkan Kagami Jiro, namun rupanya saat ini Kagami Jiro sedang melakukan panggilan dengan seseorang melalui telpon.


"Hhm. Besok saja Aku masih dirawat di rumah sakit." ucap Kagami Jiro yang masih belum menyadari kehadiran Yuna. "Apa? Kamu sudah hampir sampai di rumah sakit?" ucap Kagami Jiro seakan tak percaya.


"Ya sudah. Terserah kamu saja, Ella. Hhm ... ya sudah sampai nanti." ucap Kagami Jiro lalu mengakhiri panggilan itu.


Setelah beberapa saat Kagami Jiro mulai menyadari kehadiran Yuna, dan wajahnya mulai terlihat begitu berseri kembali karena berfikir jika Yuna sedang mengkhawatirkannya saat ini


"Yuna, kamu datang ..." ucap Kagami Jiro penuh binar menatap Yuna yang baru saja datang yang kini sudah berada di samping brankar dan meletakkan sebuang bingkisan di atas nakas lalu membukanya.

__ADS_1


"Hhm. Apa kamu sudah makan?" tanya Yuna tanpa menatap Kagami Jiro sama sekali dan masih fokus untuk membuka sebuah bingkisan yang berisi dengan bubur putih yang baru saja dibuatnya dari hotel dengan beberapa bahan seadanya.


"Makan dari rumah sakit sudah. Tapi aku belum memakan masakanmu." jawab Kagami Jiro mulai menggoda Yuna, dan sepertinya mood nya sudah kembaali membaik.


"Hhm. Aku tadi memasak bubur mendadak sebelum aku berangkat kesini. Makanlah ..." ucap Yuna sambil menyodorkan bubur yang sudah disiapkan di dalam sebuah mangkok untuk Kagami Jiro.


"Makanlah? Apa kamu sedang bercanda, Yuna? Tidak bisakah kamu sedikit perhatian dan mengurus suamimu ini disaat suamimu sedang sakit seperti ini?" ucap Kagami Jiro dengan memperlihatkan wajahnya yang begitu memelas dan mengangkat tangan kanannya yang saat ini sedang terlilit oleh selang infus.


Tak ada piliha lain, akhirnya Yuna mulai duduk di atas kursi dan mulai menyuapi Kagami Jiro dengan cukup telaten dan sabar.


"Sudah tau tubuhmu memiliki beberapa pantangan, lalu mengapa malah meminum alkohol yang begitu banyak dalam keadaan perut yang masih kosong? Apa kamu sengaja melakukan semua ini? Apa kamu ingin mengakhiri hidupmu?!" semprot Yuna yang terlihat seakan sedang memarahi seorang bocah saja.


"Ehhm ... sebenarnya bukan seperti itu, Yuna. Ada hal lainnya yang sedang ingin aku lakukan ... namun aku malah melupakan sesuatu jika aku sama sekali belum makan sejak siang." ucap Kagami Jiro meringis dan berkata dengan jujur.


"ingin melakukan apa? Ingin minum banyak dan mabuk?" potong Yuna dengan malas dan mulai menyuapi Kagami Jiro. "Seharusnya kamu harus lebih bisa menjaga tubuhmu dengan baik!"


"Bukankah seharusnya sekarang kamulah yang seharusnya selalu mengingatkanku akan kesehatanku? Kamu adalah istriku, Yuna. Dan kamu tau bukan, aku adalah orang sibuk dan memiliki banyak pekerjaan. Terkadang aku sampai lupa untuk makan sesuatu saat aku bekerja."


"Huft ... baiklah. Mulai sekarang akulah yang akan selalu mengingatkanmu untuk makan." ucap Yuna menyerah dan kembali menyuapi Kagami Jiro.


"Nah, gitu donk!" sahut Kagami Jiro dengan senyum lebar dan sudah melupakan semua kekesalannya yang terjadi pagi tadi.


Tok ... tok ... tok ...


Di tengah-tengah asyiknya Kagami Jiro menikmati bubur putih buatan dari Yuna, tiba-tiba sebuah ritme teratur itu mulai terdengar dari pintu.

__ADS_1


__ADS_2