
Di dalam kamarnya Yuna mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya yang sudah cukup dirindukannya.
"Fiuh ... padahal baru sehari tidak pulang, namun rasanya kangen sekali dengan kamarku!" gumamnya pelan.
Sebuah lagu mulai terdengar berasal dari ponsel Yuna, menandakan ada sebuah panggilan masuk. Yuna segera meraih ponselnya yang kebetulan masih tergeletak di sebelahnya.
"Kak Siena? Tumben sekali menelpon di hari kerja? Biasanya saat akhir pekan dia menghubungi kami." gumam Yuna pelan lalu mulai menggeser tombol hijau itu dan mulai menempelkan benda pipih itu pada telinganya, sementara tubuhnya masih berbaring di atas ranjangnya.
"Hallo, Kak Siena!" sapa Yuna yang masih berbaring dan sesekali memijat keningnya sendiri karena masih sedikit pusing.
"Hallo, Adikku Yuna. Bagaimana kabarmu?" tanya kak Siena dari seberang line.
"Aku sedikit kurang sehat, Kak. Cuaca di Tokyo kali ini sungguh dingin sekali." Yuna menyauti dan mulai merubah posisinya menjadi duduk karena mau mengambil segelas air mineral di atas nakas untuk meminumnya.
"Benar. Tahun ini Tokyo bersalju bukan? Wah ... sayang sekali kakak tidak bisa melihatnya ya."
"Kakak bisa melihat salju di New York. Hehe ... kakak dan kakak ipar apa kabar? Dan apakah sudah ada calon keponakanku?" ucap Yuna menggoda kakak perempuannya.
"Ahaha iya. Kakak baru saja hamil muda, Yuna. Usia kehamilan kakak saat ini masih menginjak 18 minggu." terdengar nada bahagia dari sang kakak saat memberitahukan kabar itu.
"Wah. Selamat ya, Kak! Semoga kakak dan calon keponakanku sehat selalu." sahut Yuna kegirangan karena akan mendapatkan keponakan baru.
"Terima kasih, Yuna. Bagaimana kabar ayah dan ibu?"
"Mereka sehat kok, Kak." sahut Yuna mulai meneguk air mineralnya lalu segera meletakkan kembali di atas meja.
Namun pandangannya kini tertuju pada sebuah kalung silver milik kakaknya yang pernah ditemukan di kamar apartemen Kagami Jiro beberapa waktu yang lalu. Yuna segera meraih kalung itu dan berniat untuk menanyakan kepada kakak bungsunya.
"Kak ... kalau boleh tau, siapakah nama pria yang mengejar-ngejar kakak saat kakak berada di Jepang?" selidik Yuna yang masih menatap lekat kalung silver yang masih berada pada genggaman tangannya.
__ADS_1
"Ada apa, Yuna? Apakah ada seorang pria yang sedang mengganggumu saat ini?" ucap kak Siena malah balik bertanya.
"Aku hanya ingin memastikan sesuatu saja, Kak." sahut Yuna.
"Pria itu namanya Yuki. Dan kini dia sudah menikahi seorang gadis yang dijodohkan dengannya." jelas kak Siena.
"Oh ... jadi bukan ya ..." gumam Yuna yang sebenarnya sudah mencurigai jika pria yang mengejar cinta kakaknya adalah Kagami Jiro. "Lalu ... apakah kak Siena mengenal seorang pria bernama Kagami Jiro, Kak?"
"Kagami Jiro? Nama itu seperti tidak asing ... tunggu sebentar ..." ucap kak Siena yang mungkin sedang berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu saati ini.
"Hhm ... apa kaka sudah mengingat sesuatu?" tanya Yuna lagi tak sabaran.
"Ahh ... iya ... kakak ingat!" sahut kak Siena tiba-tiba.
"Oh iya? Siapa pria itu, Kak? Dan apa kakak mengenalinya?"
"Tuan Kagami Jiro adalah kakak sulung dari Christal." jawab kak Siena yang belum cukup membuat Yuna merasa puas.
"Apa kamu ingat 3 tahun yang lalu, Yuna? Saat kakak mengalami sebuah kecelakaan di Jepang karena berusaha untuk menyelamatkan seorang gadis kecil yang baru saja keluar dari tempat lesnya? Gadis kecil itu adalah Christal, adik bungsu dari tuan Kagami Jiro. Putra pertama dari tuan besar Kagami Gumi dan juga sebagai petinggi utama dari Doragonshadou saat ini. Selain itu kakak dengar tuan Kagami Jiro juga sudah memegang beberapa perusahaan besar kedua orang tuanya." jelas kak Siena panjang dan lebar.
"Jadi tuan Kagami Jiro adalah kakak dari gadis kecil yang saat itu kakak selamatkan?" Yuna mengulangi lagi pertanyaannya.
"Iya Benar sekali, Yuna. Mengapa? Apa kalian dekat saat ini?" tanya kak Siena mulai mengintrogasi Yuna.
"Ya, Kak Siena. Akhir-akhir ini dia sering sekali menggangguku. Bahkan senja tadi dia mengatakan ingin menjadikanku miliknya seutuhnya. Ahh ... gila sekali!!" celutuk Yuna dengan ekspresi kesal.
"Apa kamu serius, Yuna?" tanya kak Siena seolah tak percaya mendengar ucapan Yuna.
"Ya, Kak. Untuk apa aku berbohong?" sungut Yuna sedikit kesal.
__ADS_1
"Ya sudah terima saja, Yuna! Kakak dengar dia itu sangat populer lo."
"Ya, populer di kalangan para gadis. Karena dia seorang casanova dingin." celutuk Yuna dengan malas. "Mana mungkin aku menerima dia begitu saja, Kak? Bagaimana jika dia hanya ingin mempermainkanku saja? Setelah itu dia akan membuangku. Aku tidak mau nasibku menjadi seperti itu, Kak. Lebih baik hidup dan menikah bersama orang biasa saja, namum bahagia dan dia mencintai aku seutuhnya."
"Adikku sayang. Coba sekarang dengarkan kakak! Sekarang kakak tanya padamu. Sudah berapa lama dia mendekatimu?" tanya kal Siena mulai serius.
"Kira-kira 2 bulan, Kak. Aku bertemu dengannya saat pesta perayaan gedung pameran paman Tatsuya yang ke-7. Setelah malam itu, entah mengapa aku menjadi sering sekali bertemu dengannya, padahal aku sudah berusaha untuk menghindarinya dan tidak ingin berurusan lagi dengannya."
"Mengapa?"
"Ya karena rumor yang beredar membuatku menjadi ngeri sendiri, Kak. Dia sangat kejam, bahkan dia hampir menebas kepala orang dengan sebuah katana di depan mataku sendiri." ucap Yuna bergidik ngeri.
Namun kak Siena malah tertawa karena mendengar celoteh dari adik kesayangannya.
"Mengapa kakak malah menertawakanku?" ucap Yuna sedikit mendengus karena kesal.
"Namanya juga dunia yakuza, Yuna. Itu belum seberapa. Dan hal itu hanya Doragonshadou lakukan untuk menegakkan kebenaran. Mereka tak akan sembarangan untuk menyerang dan melukai orang."
"Kakak mengapa malah membela pria itu?! Dan lagi ... dia itu seorang pemain, Kak! Pria itu selalu saja bergonta-ganti pasangan dan dia juga sangat licik!"
"Apa kamu melihat semua itu dengan mata kepalamu sendiri, Yuna? Aku dengar tuan Kagami Jiro melakukan hal semacam itu karena ada alasan."
"Alasan apa? Alasan memuaskan hasratnya begitu?! Haishh ... kakak ini kenapa malah membela pria licik itu? Atau jangan-jangan kakak juga sudah diancam juga olehnya ya?!" ucap Yuna mulai mencurigai kak Siena.
"Ahahaha ... bagaimana bisa dia mengancamku, Yuna. Kakak saja sedang berada di New York, dan kami juga tak saling mengenal dan berbincang. Kakak hanya mengetahui sedikit saja tentang tuan Kagami Jiro." sahut kak Siena dengan tawa kecil. "Saran kakak kamu pikirkan saja dulu dengan baik. Jika dia mengajakmu untuk menikah, maka terima saja. Namun jika dia hanya mengajakmu untuk melakukan hal bodoh, maka kau tolak saja dia!"
Ucapan dari kakak sulungnya ternyata membuat Yuna teringat dengan sesuatu.
Jika tuan Kagami Jiro memang berniat jahat padaku, makan dia akan melakukannya saat itu ... saat aku tak berdaya dan tak mengenakan sehelai benangpun saat itu. Apakah dia benar-benar serius dengan ucapannya?
__ADS_1
Batinnya mulai tersipu malu karena mengingat kejadian memalukan itu. Wajahnya kini menjadi begitu merah, dan mulai mengabaikan panggilan dari kakaknya itu.
...⚜⚜⚜...