
Seharian ini Yuna dan Kagami Jiro hanya menghabiskan waktu bersama di hotel saja. Makan bersama, berenang bersama, bahkan Kagami Jiro juga mengajak Yuna untuk bermain gym bersama.
Setelah melakukan beberapa pemanasan bersama, kini Yuna lebih memilih untuk memakai alat fitnes static bike. Sementara Kagami Jiro lebih menyukai bermain dengan barbel, cable machine, pectoral machine maupun peralatan fitnes lainnya lagi.
Kagami Jiro terlihat terlihat begitu menikmati semua permainan dari peralatan-peralatan gym itu. Karena bermain gym memang adalah salah satu dari hobinya.
Tempat gym ini tak terlalu ramai. Bahkan hanya ada beberapa pengunjung saja. Ada 3 orang pria pengunjung dan beberapa pengunjung wanita yang masih cukup muda.
Entah mengapa semua pengunjung wanita itu selalu saja memperhatikan Kagami Jiro yang saat ini masih bermain dengan alat cable machine. Sebuah alat yang menghubungkan gagang besi ke tumpukan pemberat dengan menariknya supaya bergerak melalui katrol.
Kagami Jiro mengatur katrol dengan beban yang cukup berat dan mulai menikmati olahraganya. Kagami Jiro cukup menyukai berolahraga dengan menggunakan cable machine ini karena bisa melatih setiap otot yang ada pada tubuhnya.
Sudah cukup lama ada 2 orang gadis bule yang sudah selalu memperhatikan Kagami Jiro. Hingga akhirnya kini mereka berdua mulai memberanikan diri untuk menghampiri Kagami Jiro tang tengah disibukkan dengan sebuah alat cable machine.
"Hallo, Handsome! " sapa salah satu dari dari gadis bule itu yang memakai pakaian fitnes yang cukup sexy dan menampakkan lekuk tubuhnya. "Are you Japanese or Chinese?"
Kagami Jiro menghentikan permainan dari mesin cable machine-nya dan mulai menatap kedua gadis bule itu.
"What do you think?" sahut Kagami Jiro begitu datar dan mulai memainkan alat fitnesnya lagi.
Sementara Yuna yang melihat semua itu membiarkannya begitu saja dan malah menyibukkan dirinya dengan static bike-nya. Tak ada rasa khawatir maupun rasa cemburu disaat ada gadis yang sedang mendekati suaminya.
"Japanese? Apakah tebakanku benar?" ucap salah satu gadis bule yang lainnya yang mengenakan tank top press body di atas pusar berwarna hitam dan memadankannya dengan celana dengan bahan yang sama dengan tank top yang sedang dia kenakan saat ini.
"Kau benar!" sahut Kagami Jiro tersenyum tipis menatap kedua gadis bule itu secara bergantian.
__ADS_1
"Kau memiliki tubuh dan otot yang sangat bagus! Luar biasa!" ucap salah satu gadis bule itu begitu takjub.
Bahkan gadis bule itu begitu berani menyentuh otot lengan dari Kagami Jiro yang begitu terlihat, karena saat ini Kagami Jiro hanya mengenakan sebuah tank top hitam press body. Dan tentu saja tubuhnya yang begitu besar, kekar dan dipenuhi dengan sekatan itu sangat terlihat dengan nyata.
"Thank you ..." sahut Kagami Jiro dengan seulas senyum.
Kagami Jiro sengaja membiarkan kedua gadis bule itu mendekati dirinya, bahkan Kagami Jiro juga membiarkan kedua gadis itu menyentuh otot-otot pada tubuhnya untuk melihat apa reaksi Yuna.
Namun betapa kesalnya Kagami Jiro saat melihat ke arah Yuna dan malah melihat Yuna masih sibuk dengan static bike-nya tanpa menggubris Kagami Jiro sama sekali.
Cckk ... dasar gadis dingin itu benar-benar keterlaluan sekali!! Apa dia sama sekali tidak memandangku sebagai miliknya? Apa dia tidak memandangku sebagai suaminya? Mengapa Yuna begitu dingin dan tak memiliki rasa cemburu sama sekali disaat ada gadis lain ada yang sedang berusaha untuk menggoda suaminya. Sebenarnya dia menganggapku apa?! Ciihh ... benar-benar keterlaluan kamu, Yuna!!
Batin Kagami Jiro yang masih menatap Yuna dengan begitu kesal. Dan kekesalan dari Kagami Jiro kini semakin memuncak ketika Kagami Jiro melihat ada seorang pria kebulean yang mulai menghampiri Yuna dan mulai mengajak Yuna berbincang. Bahkan Yuna terlihat begitu ramah dan tersenyum saat berbincang dengan pria itu.
Batin Kagami Jiro dengan kedua tangan yang sudah mengepal dan rahang yang sudah mengeras. Sepasang mata kecoklatan itu juga begitu tajam menatap Yuna dan pria kebulean itu.
Selama beberapa saat, Kagami Jiro masih bisa menahan untuk tetap diam. Namun kesabarannya seketika habis disaat melihat pria itu mulai mengajari Yuna untuk menggunakan salah satu peralatan fitnes lainnya lagi. Bahkan pria itu juga memegang bahu dan tangan Yuna untuk membantu dan memposisikan posisi yang benar.
"Cckk. Beraninya dia menyentuh Yuna!!" geram Kagami Jiro yang sudah mulai memanas karena murka lalu mangakhiri permainannya dengan alat cable machine-nya dengan melepaskan beban pada katrol dengan cukup kasar dan membuat beberapa orang tersentak kaget.
BUUMM ...
Setelah terlepas, kini Kagami Jiro mulai melenggang meninggalkan kedua gadis bule itu dan segera berniat untuk menghampiri Yuna yang sedang bersama dengan pria pemandu itu.
Aku bahkan begitu menguasai semua alat fitnes yang berada di tempat ini. Dan aku juga bisa mengajari Yuna dengan begitu mudahnya! Tak perlu ada pria lain yang mengajarinya!! Padahal sebelumnya aku sudah menawarkan diri untuk mengajarinya, namun Yuna menolak dengan alasan ingin memakai static bike saja. Namun kini Yuna malah menerima begitu saja ketika pemandu fitnes itu mengajarinya! Aku sungguh sangat marah!
__ADS_1
Batin Kagami Jiro yang sudah mulai mendekati mereka berdua dan segera meraih pakaian pria kebulean itu dan sedikit mengangkatnya.
"Maaf, Tuan. Ada apa ini? Mengapa tuan marah-marah seperti ini?" ucap pria itu yang begitu fasih menggunakan bahasa Kagami Jiro.
"Kau sugguh tidak tau apa kesalahanmu? Kalau begitu anggap saja aku seorang tamu yang sedang ingin membuat kericuhan saja!" ucap Kagami Jiro menyeringai menakutkan dan mulai melayangkan tinjunya dan berhasil menghantam wajah pria itu hingga terjatuh.
BUAKK ...
BRRUUGHH ...
Masih merasa tak puas dengan hal itu, kini Kagami Jiro mulai mendekati kembali pria itu yang saat saat ini masih terduduk di atas lantai. Kagami Jiro meraih kerah pakaian pria itu dengan tangan kirinya lalu mulai melayangkan tinjunya kembali dengan tangan kanannya.
Yuna yang tak tega melihat semua itu dan tak ingin Kagami Jiro membuat kericuhan lebih jauh lagi, akhirnya Yuna mulai memutuskan untuk menghentikan Kagami Jiro.
"Jiro. Sudah cukup! Apa yang sedang kamu lakukan? Dia bisa mati ..." Yuna meraih lengan Kagami Jiro dan berusaha untuk menahan serangannya.
"Apa kau peduli dengan pria ini, Yuna?" tuduh Kagami Jiro menatap Yuna dengan begitu tajam.
"Apa maksudmu, Jiro? Aku hanya tidak mau kamu membuat kericuhan seperti ini."
Kagami Jiro tersenyum kecut dan sedikit mendengus mendengarkan ucapan dari Yuna. Namun Kagami Jiro juga mulai menghentikan serangannya.
"Baiklah! Ayo kembali!!" dengan cukup kasar Kagami Jiro mulai menarik lengan Yuna dan menggiringnya untuk meninggalkan tempat gym itu.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1