Casanova In Love

Casanova In Love
Jebakan Ella


__ADS_3

Yuna tersenyum miring menatap Ella dengan kedua tangannya yang saling disilangkannya di bawah dadanya.


"Misalnya seperti apa? Apa kamu ingin mengatakan jika aku tidak pantas untuk Jiro? Lalu gadis seperti apa yang menurutmu pantas untuk dia? Gadis cantik dan kaya sepertimu, Ella? Benar begitu?" ucap Yuna dengan senyuman misterius menatap Ella.


Mendengar ucapan dari Yuna tentu saja semakin membuat gadis bule yang cantik bak barbie itu inmemanas, namun Ella masih saja berusaha untuk menahannya agar tidak merugikannya


"Oh ... tentu saja tidak kok. Mana mungkin aku berfikir seperti itu, Yuna. Hehe ... aku dan Jiro adalah sepupu jauh. Hubungan kami hanya sebatas karena masih ada ikatan keluarga." ucap Ella berkilah dan mulai melepaskan lengan Yuna kemudian berpaling untuk menatap cermin besar itu kembali.


"Hmm. Baguslah jika memang seperti itu. Karena begitu banyak gadis yang selalu saja mendekatinya dan menempel padanya tanpa rasa malu hingga pada akhirnya Jiro mulai menghempaskannya dengan cukup kasar layaknya menghempaskan para kuman dan memberikan pelajaran yang bukan main." ucap Yuna tersenyun miring menatap Ella dan mulai melenggang meninggalkannya begitu saja.


Ella semakin mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya. Wajahnya yang cantik dan putih itu seketika memerah saking emosi. Sepasang matanya masih menatap tajam kepergian Yuna.


"Awas saja wanita sialan!! Berani sekali berkata seperti itu seolah-olah dialah yang paling berkuasa atas segalanya!" geram Ella muali mengeluarkan pinselnya untuk menghubungi seseorang.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya panggilan itu mulai diangkat oleh seseorang.


"Glen, aku akan datang ke tempat karaoke dan hotelmu bersama dengan teman-temanku. Aku akan membawakan seorang gadis Jepang yang sangat cantik untukmu. Siapkan sebuah kamar dan siapkan dupa pembangkit gairah di kamar itu dalam waktu 2 jam lagi! Lalu kirimkan padaku nomor kamar itu, maka aku akan segera mengirim gadis itu untukmu!" titah Ella kepada salah satu temannya yang bernama Glen.


"Wah ... gadis Jepang? Baiklah ... baiklah. Aku akan segera mempersiapkan semuanya. Dalam waktu dua jam semuanya akan siap dan aku juga akan segera bersiap." Glen menyauti dengan kekehannya lalu mulai mengakhiri panggilan itu.


"Matilah kau wanita tak tau diri! Kita lihat saja, apakah Jiro masih begitu mempertahankanmu setelah kamu tidur bersama dengan pria lain?! Kau pasti akan segera dicampakkannya begitu saja. Cihh ..." Ella menyeringai menyebalkan membayangkan siasat jahatnya yang akan digunakan untuk menjebak Yuna.


Ella segera kembali untuk bergabung bersama dengan teman-temannya dengan wajahnya yang tiba-tiba sudah menjadi begitu ceria dan penuh binar. Dan setelah beberapa saat Ella mulai mengusulkan untuk mengunjungi sebuah tempat karaoke yang berara di sebuah hotel dengan beralasan pembukaan tempat karaoke baru milik temannya.

__ADS_1


Kagami Jiro, Frank, Chris, Nof bahkan Yuna tak merasa curiga sedikitpun dan menyetujuinya begitu saja. Mereka mulai meninggalkan Le Train Bleu, dan segera mendatangi tempat yang sudah diputuskan oleh Ella.


Ella dengan sangat bersemangat memesan beberapa Chateau Gruaud Larose untuk mencekoki mereka dan membuat mereka semua mabuk. Wine itu adalah wine Prancis yang cukup terkenal dan wine terbaik di dunia. Dan Ella sengaja memberikan minuman anggur terbaik dari Perancis itu untuk menyambut para teman-temannya saat ini.


Sebenarnya Prancis dari zaman dahulu memang sudah membuat anggur paling bersinar di dunia. Sebenarnya Perancis sendiri memiliki penyulingan yang paling unggul dan menghasilkan merk wine Prancis yang cukup terkenal dan terbaik di dunia internasional. Bahkan ada cukup banyak merek wine Prancis yang populer di dunia dan tentunya memiliki reputasi baik secara internasional.


Kini mereka hampir dari semua terlihat sedikit kehilangan kesadaran karena sudah menghabiskan cukup banyak botol bahkan beberapa dari mereka sudah hampir kehilangan kesadaran sepenuhnya, seperti Nof yang sudah menyandarkan kepalanya di atas meja dan tertidur begitu saja.


Hanya Ella yang hanya sedikit menikmati wine mahal itu, dan tentunya Ella melakukan semua iti dengan sengaja untuk tetap menjaga kesadarannya.


Sebuah lantunan lagu klasik mulai terdengar dan berasal dari ponsel Kagami Jiro. Kagami Jiro segera mengangkat kapnggilan itu begitu saja tanpa permisi. Dan rupanya panggilan itu berasal dari kakak Ella, Nichole.


"Hallo, Nichole. Ada apa menghubungiku? Datanglah kemari dan berkumpul bersama." ucap Kagami Jiro langsung saja to the point.


"Hhm. Katakan saja kamu ada di kamar berapa? Aku akan segera datang." sahut Kagami Jiro kembali meneguk segelas minuman berwarna merah kehitaman itu.


"Aku ada dikamar 818. Datanglah sekarang juga. Dan jangan bawa Frank maupun Chris. Aku masih sedikit kesal dengan mereka berdua! Karena tak ada satupun dari mereka yang berinisiatif untuk menjemputku di bandara sama sekali!" celutuk Nichole dengan nada bicara yang sedikit kesal.


"Baiklah. Aku akan segera datang kesana. Tunggu sebentar." ucap Kagami Jiro lalu mengakhiri panggilan itu dan mulai menatap Yuna, sementara Ella masih saja mengawasi mereka berdua dan berpura-pura tertawa bersama Chris dan Frank.


"Yuna, aku akan pergi ke lantai atas dulu untuk membantu kakak Ella. Nichole membawa oleh-oleh yang cukup banyak dan dia tidak bisa membawanya seorang diri." ucap Kagami Jiro meminta ijin kepada Yuna.


"Hhm. Pergilah ..." sahut Yuna dengan seulas senyum.

__ADS_1


"Hhm. Aku akan segera kembali. Jangan pergi kemana-mana sebelum aku datang!" ucap Kagami Jiro lagi sebelum Kagami Jiro meninggalkan Yuna.


Yuna tersenyum dan mengangguk pelan, "Hhm. Aku tak akan pergi kemana-mana."


Akhirnya Kagami Jiro mulai meninggalkan mereka semua dan segera menuju ke sebuah elevator untuk segera mencapai lantai 8 dan pergi ke kamar Nichole.


Sudah cukup lama Kagami Jiro pergi meninggalkan mereka, hingga akhirnya ponsel Ella tiba-tiba saja berdering. Dengan cepat Ella segera mengangkat panggilan itu.


"Hallo, Jiro. Ada apa?" ucap Ella setelah mengangkat panggilan itu. "Oh baiklah ... aku akan menyampaikannya kepada Yuna. Bye ..." ucap Ella lagi lalu mengakhiri panggilan itu kembali.


"Yuna, Jiro memintaku untuk menyampaikan pesannya padamu. Dia memintamu untuk segera mendatanginya, karena tiba-tiba saja penyakit maag dia kambuh. Datanglah ke kamar 825 sekarang juga. Dia sudah menunggumu disana." ucap Ella yang memperlihatkan wajah yang sedikit panik.


"Mengapa dia tidak menelponku langsung?" sahut Yuna yang merasa sedikit bingung.


"Ahh ... soal itu aku tidak tau. Sebaiknya kamu segera menyusulnya saja." ucap Ella yang masih memasang wajah khawatir.


"Baiklah kamar 825 kan? Aku akan segera kesana." ucap Yuna mulai bangkit dari tempat duduknya dan segera melenggang begitu saja meninggalkan mereka semua.


Sebuah senyuman misterius mulai terukir dengan manis namun cukup terlihat begitu mencekam pada wajah ayu bak barbie itu.


"Rasakan, wanita sombong!!" geram Ella begitu lirih dan masih menatap tajam Yuna dari kejauhan yang kini mulai memasuki sebuah elevator.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2