Casanova In Love

Casanova In Love
A Beautiful Night Beneath The Sparkly Stars


__ADS_3

"Apakah kamu benar-benar mencintaiku?" ucap Yuna tiba-tiba, dan tentu saja pertanyaan dari Yuna sedikit membuat Kagami Jiro merasa begitu terkejut. Namun dengan cepat Kagami Jiro mulai menjawabnya.


"Tentu saja aku sangat mencintaimu. Apa kamu masih meragukanku, Yuna?" kali ini Kagami Jiro mulai menepikan Buggati Divo kesayangan di tepi jalan, dan jalanan itu masih cukup sepi karena belum memasuki perkotaan.


Jalanan ini sedikit berada di atas dan menanjak, sehingga dari tempat mereka berdua saat ini, terlihat kelap-kelip lampu kekuningan dan warna-warni lainnya lagi di perkotaannya. Indah dan sangat memukau.


Bahkan di tempat ini bisa melihat kelap-kelip bintang di langit yang menghiasi langit malam yang gelap. Bintang yang tak akan terlihat saat mereka berdua berada di perkotaan yang sudah dipenuhi dengan gemerlapnya lampu.


Bahkan di tempat ini mereka juga masih bisa melihat kunang-kunang yang beterbangan dan menari-nari di alam yang sudah menjadi gelap gulita dan dingin.


"Jika kamu memang mencintaiku, maka ... mulai saat ini juga kamu bisa berbagi apapun denganku." ucap Yuna begitu pelan dan sangat hati-hati.


Wajah ayu Yuna masih menatap sisi samping wajah Kagami Jiro yang kini perlahan mulai menatap Yuna dengannraut wajahnya yang begitu datar namun hangat.


"Bukan hanya kebahagiaan dan suka saja yang harus kamu bagi denganku, namun aku juga ingin merasakan duka dan lara yang sedang kamu rasakan. Dan mulai saat ini, bukan hanya aku saja yang bisa bersandar padamu. Namun ... kamu juga bisa bersandar padaku.. Jadilah dirimu apa adanya saat berada bersama denganku. Tidak perlu lagi berusaha untuk selalu sempurna. Karena aku juga akan menerima kamu dengan segala kurang dan lebihmu." ucap Yuna yang terdengar sedikit bergetar.


Untaian kata dari Yuna membuat Kagami Jiro begitu tersentuh dan terharu. Karena selama ini tidak pernah seorang gadis mengatakan hal seperti itu sebelumnya. Kagami Jiro mulai tersenyum hangat menatap Yuna.


"Terima kasih, Yuna. Selama ini aku sama sekali tidak pernah berbagi kesedihan apapun kepada orang lain, bahkan aku tak pernah bersandar dengan orang lain sebelumnya. Dan kamu adalah orang pertama yang akan mendapatkannya. Terima kasih, aku sungguh bahagia sekali karena bisa bertemu denganmu. Terlebih ... kamu sudah bersedia untuk membuat sebuah komitmen bersama denganku. Terima kasih." ucap Kagami Jiro dengan tulus.


"Tidak perlu berterima kasih kepadaku. Aku bahkan tak banyak melakukan sesuatu untukmu. Selama ini kamu yang selalu berbuat baik untukku dan keluargaku. Terima kasih ..." Yuna menyauti dengan berkata apa adanya.

__ADS_1


Kagami Jiro mulai tersenyum semakin tegas dan mulai meraih jemari Yuna lali mengecupnya dengan lembut. Kagami Jiro mengecupnya selama beberapa saat dan berlama-lama disana.


"Oh iya ... tapi ngomong-ngomong bukankah ada yang sedang ingin kamu tanyakan padaku?" ucap Yuna mulai menagih janji Kagami Jiro yang sudah berjanji akan mengatakannya saat mereka berdua menyelesaikan makan malamnya.


Kagami Jiro mulai menyudahi mengecup jemari Yuna namun masih menggenggamnya, sementara sepasang bola matanya mulai berputar dengan kening yang mulai berkerut. Sangat terlihat jika Kagami Jiro sedang berusaha untuk mengingat sesuatu saat ini.


"Hhm ... kenapa? Apa kamu lupa?" tanya Yuna lagi.


"Tidak kok. Sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu padamu. Tapi aku mau kamu menjawabnya dengan jujur. Jujur dari dalam sini ..." ucap Kagami Jiro menatap lekat Yuna dan mulai menunjuk dada atas Yuna sebelah kiri.


Beberapa saat mereka berdua hanya terdiam dan saling bertatapan mata satu sama lain. Dan sebenarnya Yuna mulai merasa sedikit kikuk kembali, namun Yuna berusaha untuk segera menjawab pertanyaan dari Kagami Jiro.


"Hhm. Iya. Tentu saja aku akan menjawabnya dengan jujur." jawab Yuna berusaha untuk bersikao wajar kembali.


"Ya ..." Yuna mulai mendengarkannya dengan seksama dan juga menatap Kagami Jiro dengan sepasang matanya yang sudah bergetar dan sedikit gugup.


"Yuna, apakah kamu ... juga menginginkanku untuk menjadi teman hidupmu? Apakah kamu menerima lamaranku karena itu murni dari dalam hati kamu? Apakah kamu ikhlas melakukan semua itu?" ucap Kagami Jiro yang sebenarnya cukup berat untuk mengatakan semua pertanyaan itu.


Karena jawaban-jawaban dari beberapa pertanyaan itu tentu saja memiliki 2 kemungkinan. Kemungkin pertama adalah kemungkinan yang bisa membuat Kagami Jiro merasa bahagia. Namun kemungkinan kedua juga bisa membuat Kagami Jiro terluka dalam sesaat.


"Apapun jawaban darimu, aku akan berusaha untuk menerimanya dengan hati yang besar. Dan jika kamu memang masih belum yakin padaku, maka aku akan selalu terus berusaha untuk membuatmu percaya dan yakin padaku. Aku tidak akan menyerah untukmu." ucap Kagami Jiro sebelum Yuna menjawab pertanyaan dari Kagami Jiro.

__ADS_1


Awalnya Yuna merasa begitu kikuk, namun mendengar kalimat terakhir dari Kagami Jiro membuat Yuna mulai tersenyum kembali dan merasa sedikit lega, entah kenapa?


"Aku menerima lamaran darimu adalah murni karena keputusanku sendiri, dan keputusanku didukung oleh kedua orang tuaku. Dan aku juga menginginkan kamu untuk selalu menemani di hidupku." jawab Yuna dengan pelan namun tegas, namun sebenarnya Yuna sedikit malu untuk mengatakan semua itu.


"Benarkah itu, Yuna?" kini raut wajah Kagami Jiro mulai terlihat bersemangat kembali.


"Hhm ..." Yuna mengangguk pelan dan tersenyum tipis.


"Ughh ... aku senang sekali mendengar itu semua! Aku tak sabar ingin segera melangsungkan pesta pernikahan kita!" Kagami Jiro terlihat begitu bahagia dan ceria seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan sebuah permen kapas yang begitu manis dan lembut. "Besok kita fitting baju pernikahan ya! Aku akan menjemputmu setelah kamu pulang dari butik."


"Hhm. Iya ..." ucap Yuna tanpa berfikir panjang. Padahal saat ini butiknya sedang begitu dipenuhi oleh beberapa pesanan dengan jumlah yang cukup banyak. Dan Yuna melupakannya begitu saja. "Kita pulang yuk!! Ini sudah sangat malam. Bukankah nyonya Aiko sedang menunggumu di rumah besar?"


"Ibu pasti sudah beristirahat kok saat ini. Ibu sudah tak sabar untuk menantikan cucu kembar." celutuk Kagami Jiro yang membuat Yuna merasa begitu malu kembali.


"Cucu kembar? Hehe ... tapi di dalam keluargaku tidak ada riwayat yang memiliki kuturunan kembar." sahut Yuna sedikit meringis dan sebenarnya saat ini Yuna sangat malu.


Bahkan wajah Yuna sudah mulai merona. Hanya saja saat ini sedikit gelap, jadi wajah merahnya tak terlalu terlihat oleh Kagami Jiro.


"Di dalam keluargaku ada kok. Keluarga papa ada yang memiliki riwayat kembar. Dan semoga saja anak kita nanti ada yang kembar. Agar ibuku merasa senang ..." gumam Kagami Jiro mulai menyalakan mesin mobilnya lagi.


"Oh, iya. Hehe ..." tak bisa berkata-kata lagi, Yuna hanya menyautinya dengan beberapa kata pendek itu saja.

__ADS_1


Buggati Divo itu mulai melaju kembali dan mulai menuju ke pusat kota, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai mengantarkan Yuna untuk pulang ke apartemen Azabu lalu segera pulang le Danenchofu, rumah besar keluarga Kagami.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2