Casanova In Love

Casanova In Love
Ramen Di Tengah Malam


__ADS_3

Sudah ada 2 cup mangkok ramen instant yang sudah tersaji di atas meja. Kepulan asap yang terlihat di atas ramen itu menandakan jika ramen itu masih begitu panas.


Kagami Jiro segera duduk kembali di atas sofa dan diikuti oleh Yuna yang juga mulai duduk di sebelahnya.


"Kau lebih suka yang mana, makan saja." ucap Kagami Jiro dengan santai. "Hanya ada makanan instant di appartemenku. Karena akhir-akhir ini aku jarang pulang ke appartemen." imbuhnya seadanya.


"Hhm. Terima kasih. Ini sudah lebih dari cukup." sahut Yuna lalu mengambil salah satu cup ramen instant yang berwarna merah bergaris.


"Pilihan yang bagus!" sahut Kagami Jiro lalu mengambil satu cup lainnya. "Meskipun hanya ramen instan, namun Ichiran ramen yang kau pilih itu memiliki rasa mie ramen yang asli dan begitu enak. Dan aku juga sangat menyukainya. Dry sauce-nya begitu menggugah selera." imbuh Kagami Jiro yang terlihat begitu bersemangat.


Kagami Jiro memang memasak 2 cup ramen instant yang berbeda jenis, karena memang persediaan di appartemennya ternyata hanya tinggal dua cup itu saja.


Sementara Kagami Jiro mulai menikmati ramen instant dari Nissin Mikuya Ramen. Sebenarnya ini juga adalah salah satu ramen faforit pria dewasa itu. Malam ini dia menikmati varian rasa kaldu ayam ala Jepang tentunya.


"Mie ramen dengan rasa kuah kaldu ayam berpadu dengan kenyalnya tekstur mie membuat ramen ini begitu nikmat. Rasa kaldu ayam dengan rempah pilihan terbaiknya terasa begitu lezat! Apa kau mau mencobanya, Yuna?" ucap Kagami Jiro menawarkan dan terlihat begitu bersemangat dan ramah, tak seperti saat dia menghadapi para kriminal yang terlihat begitu kasar, bengis dan sangat menyeramkan.


"Ah ... tidak, Tuan. Terima kasih. Porsi ichiran ramen ini saja sudah begitu banyak. Aku tak tau apakah aku bisa menghabiskannya atau tidak." tolak Yuna dengan ramah.


"Kau harus menghabiskan ramen itu! Tubuhmu sudah banyak kehilangan tenaga. Minum juga teh ocha hangat yang sudah aku buat untukmu. Selain untuk membantu melancarkan pencernaan, aroma dan kenikmatan dari teh ocha juga bisa membantu menenangkan tubuh dan pikiranmu."


"Hhm. Terima kasih, Tuan."


"Bagaimana bisa kamu masuk ke dalam kamar Amicitia?" tanya Kagami Jiro ingin tau.


"Dia memaksaku dan membawaku ke kamarnya."


"Hhm. Kamu tenang saja, dia akan menerima ganjaran atas perbuatannya yang telah dilakukan kepadamu."

__ADS_1


Terkadang aku merasa sangat heran. Pria di hadapanku ini apakah seorang manusia? Dia berdarah dingin dan begitu kejam. Bahkan dia seperti iblis. Dia bisa dengan mudah membunuh orang dengan tangannya. Bahkan malam ini saja, aku sudah hampir melihat dia mau membunuh dua orang pria. Mengapa dia bisa semudah itu melakukannya? Sungguh pria mesum yang sangat menyeramkan. Pokoknya setelah aku berhasil keluar dari appartemennya, aku harus menjauh darinya. Dan jangan sampai berurusan dengannya lagi!


Batin Yuna yang malah mengaduk-aduk ramennya dan tidak memakannya.


"Apa ramennya tidak enak?" tanya Kagami Jiro tiba-tiba.


"Oh, ini sangat enak! Ya ... ini enak sekali!!" sahut Yuna sedikit tergagap dan segera menikmati ramennya kembali.


Setelah menghabiskan ramennya, akhirnya Kagami Jiro mulai beranjak dari tempat duduknya.


"Setelah makan, segera tidur dan beristirahatlah. Malam ini aku akan keluar karena ada pekerjaan. Besok pagi asistenku akan datang untuk membawakan pakaian ganti untukmu!" Kagami Jiro mulai memakai coat lain miliknya yang berwarna caramel.


"Tapi ... bagaimana asisten tuan Kagami Jiro bisa memasuki apartemen ini besok? Sedangkan aku juga tidak bisa membukanya ... bukankah akses masuk ke appartemen ini menggunakan sidik jari tuan Kagami Jiro?"


Kagami Jiro tersenyum mendengar pertanyaan Yuna yang begitu polos, "Tentu saja asistenku bisa masuk ke appartemenku kapanpun dia mau, dan dia juga tetap akan menggunakan akses masuk dengan sidik jariku."


Meskipun Yuna masih tidak mengerti bagaimana cara asisten pribadi Kagami Jiro untuk memasuki appartemen ini tanpa Kagami Jiro, namun Yuna memilih untuk diam saja dan tidak memperpanjang keingintahuannya.


Tanpa pikir panjang, Yuna segera menghabiskan ramen instannya dan menikmati teh ocha-nya. Setelah itu dia memilih untuk tidur di sofa itu juga.


Sementara itu ...


"Kau sudah siapkan kamar untukku, Igor?" di lorong luar Kagami Jiro terlihat sedang menemui Igor yang ternyata sudah menunggunya sedari tadi di luar appartemennya.


"Sudah. Tepat di sebelah appartemen tuan, seperti yang tuan perintahkan padaku." jawab Igor dengan nada yang begitu rendah.


"Bagus! Malam ini kau juga boleh tidur disini! Besok pagi kau antarkan pakaian itu untuk Yuna!" ucap Kagami Jiro mulai memasuki appartemen sebelah yang baru saja dia sewa, yang tempatnya adalah tepat di samping appartemen miliknya.

__ADS_1


Dan sebenarnya alasan yang digunakan Kagami Jiro dengan mengatakan ada tugas malam kepada Yuna, adalah sebuah kebohongan belaka. Kagami Jiro hanya ingin Yuna beristirahat dengan tenang di appartemen miliknya tanpa merasa was-was karena berada satu appartemen dengan Kagami Jiro!


"Apakah pakaian ganti untuk nona Yuna tidak diantarkan sekarang saja, Tuan?" tanya Igor setelah keduanya memasuki appartemen sewaan itu.


"Besok saja. Mungkin saja saat ini dia sudah tertidur." sahut Kagami Jiro sambil melepas coat caramelnya dan menggantungnya.


Lalu dia mulai melepas pakaiannya satu persatu dan segera berganti dengan pakaian yang lebih santai.


"Baik, Tuan!" sahut Igor dengan patuh.


Aneh sekali. Mengapa tuan Kagami Jiro rela meninggalkan appartemennya dan malah membiarkan seorang gadis berada disana sendirian? Anehnya lagi, selama ini tuanku tidak pernah membawa gadis manapun untuk appartemen yang ini. Dan yang lebih aneh lagi, mengapa tuan Jiro tidak meniduri gadis bernama Yuna ini? Sebenarnya apa yang terjadi dengan otak tuanku saat ini? Apakah dia benar-benar tuanku yang selama ini?


Batin Igor yang dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang begitu membuatnya kebingungan.


"Tidurlah! Besok pagi kamu harus bekerja lagi bukan?!" ucap Kagami Jiro membuyarkan angan dari Igor.


"Baik, Tuan."


"Oh ya! Apa kau sudah urus Amicitia dengan baik?"


"Sudah, Tuan. Tapi aku khawatir jika presdir Haru akan membuat perhitungan dengan tuan. Bukankah dia pemilik saham terbesar di Oakwood Suites Yokohama." sahut Igor sedikit merasa was-was.


"Tenanglah! Kau tau bukan appatemen ini milik siapa, Igor?"


"I-Iya, Tuan ..."


Cck ... aku hampir saja lupa. Bahkan appartemen mewah ini saja adalah milik nyonya besar Aiko. Lalu mengapa tuan muda Kagami Jiro harus menyewanya? Padahal tinggal minta saja sama ibunya. Terkadang aku sangat tidak memahami tuan Kagami Jiro.

__ADS_1


Batin Igor lalu mulai membaringkan tubuhnya di atas sofa untuk beristirahat.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2