
Gadis cantik itu mulai duduk tepat di sebelah Kagami Jiro dengan memasang senyumnya yang begitu manis dan mempesona, "Hai ..."
Kagami Jiro yang mulai sedikit memiliki penglihatan yang kurang jelas karena terlalu banyak minum, kini mulai menatap gadis itu dengan menyipitkan matanya.
"Kaukah itu, Sayang? Sudah lama kau tak menemuiku dan menemaniku. Ugh ..." Kagami Jiro ambruk di dalam pelukan gadis cantik itu. "Aku sangat merindukanmu ... temani dan puaskan aku malam ini ..." ucap Kagami Jiro yang sudah mulai teler dan masih berada dalam pelukan gadis itu.
"Dengan senang hati ..." ucap gadis cantik itu lalu mulai meraih lengan kanan Kagami Jiro dan mengalungkannya pada pundak gadis cantik berambut blonde itu.
Perlahan gadis itu mulai memapah Kagami Jiro untuk membantunya berjalan dan membawanya ke sebuah penginapan yang berada tak jauh dari Club Joule.
Setelah melakukan check in, gadis itu masih dengan sabar memapah Kagami Jiro hingga memasuki sebuah kamar di lantai 3. Setelah keluar dari lift, mereka mulai melenggang menyusuri sebuah lorong dengan nuansa merah maron dengan list keemasan dan mulai berhenti di depan sebuah kamar lalu mulai memasuki kamar itu.
BRUUGHH ...
Kagami Jiro yang sudah mulai teler kini menghempaskan tubuhnya di atas pembaringan berukuran king. Kedua tangannya dibentangkannya lebar-lebar, dan dia mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman.
Sementara sepasang mata kecoklatannya yang sudah sedikit terpejam terus menatap gadis itu yang kini sudah duduk di atas ranjang juga.
"Come on, baby." ucap Kagami Jiro begitu lirih dan mulai menarik lengan indah gadis itu hingga gadis itu dengan sempurna terjatuh dalam pelukan Kagami Jiro. "Aku merindukanmu, Jessy." imbuhnya begitu lirih dan sengaja mengucapkannya pada daun telinga gadis itu.
Kini Kagami Jiro mulia menciumi daun telinga gadis yang ternyata adalah Jessy dan membuat Jessy menggeliat. Dengan cepat Kagami Jiro mulai meraih kedua lengan Jessy dan segera membalikkan posisi, hingga kini Kagami Jiro sudah berada di atas tubuh Jessy.
Satu bersatu kancing pakaiannya mulai dibukanya, dan satu persatu pakaiannya mulai ditanggalkannya begitu saja. Sebuah tato kebanggaannya sebagai Doragonshadou terlukis begitu indah pada dada kirinya yang begitu bidang.
Jemari indah Jessy mulai merengkuh dan mulai dikalungkannya pada leher kuat Kagami Jiro, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai menunduk kembali dan kecupan hangat itu terjadi untuk mengawali kembali malam panas mereka berdua.
Keduanya mulai terbakar gairah yang begitu menggelora. Sebuah kerinduan akan satu sama lain juga semakin membuat mereka berhasrat, seakan saling membutuhkan satu sama lain. Peluh keduanya juga mulai berbaur dan membasahi pembaringan itu.
"Sayang tunggu sebentar ..." lagi-lagi Kagami Jiro mulai menghentikkan aksinya di tengah-tengah permainan mereka.
Dan sebenarnya ini adalah salah satu yang membuat Jessy begitu kesal dan kecewa, hingga akhirnya dia yang sedang di bawah kungkungan Kagami Jiro mulai duduk.
__ADS_1
"Ada apa lagi?" ucap Jessy dengan wajahnya yang terlihat begitu cemberut.
Kagami Jiro tak menjawab pertanyaan Jessy, namun dia segera meraih pakaiannya untuk mencari sesuatu. Setelah beberapa saat, dia mulai mengeluarkan sebuah botol bening yang berisi dengan beberapa pil kecil berwarna putih di dalamnya. Dengan cepat Kagami Jiro mengambil sebuah pil lalu meminumnya.
"Aku tidak mau kau punya anak dariku, Jessy. Kau paham akan hal itu bukan? Kita ... hanyalah sedang bermain-main. Dan aku tidak mau memberikan keturunan untukmu." tandas Kagami Jiro sembari membelai lembut wajah ayu itu.
Sedangkan Jessy hanya terdiam dan tak bisa berkata-kata lagi. Karena sebenarnya keinginannya dari dulu untuk menjadi nyonya Kagami Jiro masih begitu melekat pada hatinya.
Ah ... Jiro ... bagaimana lagi aku bisa membuatmu menjadi milikku selamanya sedangkan kau tak pernah menginginkanku untuk menjadi salah satu dari orang yang kau cintai.
Batin Jessy yang masih terlihat begitu murung.
...⚜⚜⚜...
"Hari ini aku akan kembali ke Tokyo!" ucap Kagami Jiro di depan sebuah cermin besar dan mulai memakai pakaiannya satu per satu.
Dan sepertinya Kagami Jiro bangun lebih awal dan sudah menyelesaikan ritual mandinya. Karena saat ini dia sudah begitu harum dan terlihat begitu fresh.
"Hhm. Bukankah kita hanya tak sengaja bertemu di Osaka?" ucapan Kagami Jiro yang tentu saja akan membuat Jessy begitu kecewa.
Kagami Jiro mulai mengeluarkan sebuah cek lalu mulai mengisi cek tersebut, "Ini untukmu." ucap Kagami Jiro sambil memberikannya untuk Jessy.
"Tapi, Jiro ..."
"Pesawatku akan segera take off dalam waktu dekat. Aku pergi!" ucap Kagami Jiro lalu segera melenggang meninggalkan kamar ini.
Sangat terlihat jika Jessy benar-benar kecewa dan begitu bersedih, namun dia tak bisa melakukan apapun.
"Suatu saat aku akan mengandung benih darimu, Jiro! Suatu saat aku akan membuatmu benar-benar mencintaiku." ucap Jessy begitu lirih dan mengepalkan kedua tangannya.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1
Bandar Udara Narita
Seorang pria dengan pakaiannya yang selalu rapi dan necis, terlihat sudah menanti seseorang di depan kedatangan pada jalur VIP. Penantiannnya kini membuahkan hasil ketika seorang pria dengan setelan memakai kemeja merah maroon dipadankan dengan jaz putih dan celana warna putih melenggang ke arahnya.
"Selamat datang kembali di Tokyo, Tuan Jiro." pria yang baru tiba setelah melakukan penerbangan dari Osaka seorang diri itu adalah Kagami Jiro, dan mendapatkan sambutan begitu hangat dari Igor saat Igor menjemputnya di Bandara.
Bahkan Igor terlihat terasa begitu bahagia saat ini ketika bertemu dengan tuannya kembali setelah beberapa hari tak bertemu. Dia membukakan pintu samping kemudi untuk sang tuan dengan begitu bersemangat.
Kagami Jiro mulai masuk ke dalam mobil itu begitu saja, "Bagaimana keadaan di Tokyo saat aku pergi? Apa Death Eyes tidak melakukan penyerangan?"
"Tidak, Tuan. Mereka tidak menyerang. Bagaimana dengan kondisi di Osaka?" Igor berbalik bertanya karena sebenarnya dia juga begitu penasaran.
"Sorato bisa mengurusnya dengan baik. Shinoda, Kennichi dan Tosei juga sudah segera datang membawa klan mereka di waktu yang tepat."
"Ehm, Tuan. Hari ini ada pertemuan dan rapat bersama pimpinan-pimpinan klan Tokyo dan sekitarnya."
"Jam berapa?"
"Sekarang, Tuan. Dan mereka sudah menunggu tuan Jiro di markas utama Doragonshadou." jawab Igor dengan lebih merendahkan nada bicaranya karena memiliki firasat yang kurang baik.
"Apa kau gila, Igor! Mengapa kau membuat pertemuan dan rapat besar seperti ini tanpa seijinku?! Apa kau mau aku lempar ke samudra Atlantik, Igor?! Apa kau sudah bosan untuk hidup?!" hardik Kagami Jiro dengan suara yang begitu menggelegar.
"Tu-tuan, Jiro. Maaf ... tapi ini pertemuan ini bukan aku yang membuatnya atas nama tuan Jiro. Tapi ini perintah langsung dari tuan besar Kagami Gumi." Igor menjawab dengan semakin memelankan intonasinya.
"Papa?"
"I-iya, Tuan. Tuan besar Kagami Gumi-lah yang membuat pertemuan mendadak seperti ini.
Mendengar nama ayahnya disebut sebagai dalang yang membuat harinya jengkel, kini Kagami Jiro hanya diam dan tak bisa berkutik lagi.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1