
Monsieur George Hotel & Spa, President Suites, Room 727, 8 PM.
Kamar dengan fasilitas paling lengkap dan super mewah ini juga dilengkapi teras pribadi yang menghadap ke Menara Eiffel. Pemandangan indah Menara Eiffel sangat terlihat begitu jelas dan dekat melalui balkon kamar ini.
Atap kamar yang tinggi dengan balkon yang cantik, perapian yang nyaman akan memberikan kenyamanan dan kepuasan untuk para pengunjung, seperti Yuna dan Kagami Jiro yang sungguh merasa nyaman di dalam kamar mereka.
Kamar ini dilengkapi pengatur suhu ruangan dan didekorasi dengan perabotan marmer dan kayu dengan kualitas tinggi yang memberikan nuansa megah dan elegan. Fasilitas yang lain yang tersedia di kamar ini adalah TV layar datar dengan saluran internasional yang berukuran cukup besar, docking station iPod, Wi-Fi, TV satelit, alat pemutar DVD Blu-Ray dan kamar mandi pribadi.
Pada bagian sampingnya, kamar ini didekorasi dengan skema warna natural, kamar ini juga dilengkapi dengan dapur dengan pencuci piring, mesin pembuat kopi, mesin cuci, dan juga mesinpengering. Benar-benar membuat seakan berada di dalam rumah di rumah sendiri, meskipun sebenarnya ada petugas yangbakan selalu melayani para tamu.
Kamar ini juga dilengkapi dengan beberapa perabotan kayu, hiasan dinding, dan minibar untuk beraga-jaga jika merasakan lapar di tengah malam.
Setelah cukup beristirahat setelah sampai di hotel karena perjalanan yang cukup panjang, kini Kagami Jiro dan Yuna malah terbangun kembali saat malam. Mereka berdua memutuskan untuk mandi secara bergantian agar badan menjadi lebih segar kembali.
Yuna yang sudah selesai membersihkan dirinya lebih dulu, kini mulai mendatangi balkon dengan pemandangan yang sangat memukau dan menakjubkan itu. Sementara Kagami Jiro masih menyibukkan dirinya di dalam kamar mandinya.
Sebuah menara besi yang cukup menjulang tinggi dan berdiri dengan kokoh itu terlihat begitu memukau dengan lampu berwana kekuningan yang menghiasi seluruh bagiannya. Kelap-kelip lampu di sekitarnya juga memberikan kesan yang lebih spektakuler. Dan menara ini juga dinobatkan sebagai ikon global Prancis yang dibangun di Champ de Mars, di tepi sungai Seine, Prancis.
Beberapa air mancur di tepian sungai Seine itu juga terlihat begitu indah dengan pantulan lampu kekuningan yang menyorotnya menjadikannya berkilauan dan bersinar.
"Indah sekali. Pertama kali aku melihat Menara Eiffel adalah saat aku pergi ke Paris bersama dengan kak Siena. Huft ... jadi kangen sekali dengannya. Bahkan di hari pernikahanku saja dia tidak bisa datang karena sedang hamil." gerutu Yuna yang masih saja tak melepaskan sepasang netranya sedetikpun untuk menikmati cakrawala indah di hadapannya saat ini. "Besok saja deh aku telpon dia. Saat ini sudah cukup malam."
Tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang cukup kuat dan kekar mulai melingkar dan memeluk Yuna dari belakang. Tak lama setelah itu sebuah dagu yang cukup tegas mulai mendarat di atas bahu Yuna. Aroma khas tubuh dari orang itu yang begitu segar dan maskulin juga mulai tercium oleh Yuna.
__ADS_1
Hal ini seperti sebuah dejavu untuk mereka berdua. Yeap, seperti kejadian yang baru saja terjadi kemarin malam saat di Danenchofu, kediaman keluarga besar Kagami.
"Masuk dan istirahatlah. Udara malam di lantai atas terasa cukup dingin, Sayang." ucap Kagami Jiro yang masih mengenakan jubah mandinya berwarna putih. "Besok aku akan mengajakmu berjalan-jalan di sekitar sini."
"Hhm. Tapi aku masih belum mengantuk. Siang hingga sore tadi malah tertidur begitu saja." sahut Yuna mendaratkan kedua tangannya di tumpukan kedua tangan Kagami Jiro yang masih memeluk tubuhnya dari belakang.
"Kalau begitu mau makan sesuatu? Kamu sudah lapar?" tanya Kagami Jiro dengan hangat.
"Hhm. Mari makan sesuatu bersama. Setelah perut kenyang pasti kita akan mengantuk. Hehe ..." sahut Yuna dengan kekehan untuk mengusir rasa kikuknya saat ini.
"Baiklah. Kamu mau makan apa?" tanya Kagami Jiro sedikit memiringkan wajahnya untuk menatap wajah ayu Yuna.
"Masakan Perancis tentu saja!!" sahut Yuna dengan bersemangat.
Dan tentu saja hal ini membuat Yuna merasa terkejut, namun dengan gerakan reflek Yuna segera mengalungkan kedua tangannya melingkar pada leher kuat Kagami Jiro.
"Mengapa menggendongku? Aku bisa jalan sendiri lo." ucap Yuna sedikit memundurkan kepalanya agar tidak terlalu dekat dengan wajah Kagami Jiro.
"Hanya ingin sedang menggendongmu saja kok." sahut Kagami Jiro dengan santai dan sesekali melempar senyum manisnya menatap Yuna. "Tunggulah sebentar. Aku akan berganti pakaian sebentar." ucap Kagami Jiro mulai menurunkan Yuna di atas sofa.
"Hhm ... iya." sahut Yuna seadanya.
Yuna hanya menunggu dan menyibukkan dirinya dengan membuka salah satu media sosialnya. Dan tanpa sengaja Yuna melihat sebuah berita tentang kasus yang beberapa saat yang lalu menimpa Kagami Jiro.
Saking seriusnya Yuna membaca artikel-artikel itu, Yuna sampai tak menyadari kehadiran Kagami Jiro yang saat ini sudah berada di samping sofanya.
__ADS_1
"Sedang baca apa? Serius sekali?" ucap Kagami Jiro yang mulai mengenakan coat berwarna caramel.
"Oh, ini ... aku tak sengaja melihat berita tentang tuan Bai Yuan yang saat itu menjadikanmu sebagai tersangka. Sebenarnya siapa mereka? Dan apa hubungan mereka denganmu? Mengapa istrinya sampai ingin menjatuhkanmu dengan menjadikanmu sebagai kambing hitam? Apa kamu pernah membuatnya merasa sakit hati?" pertanyaan bertubi mulai dilayangkan oleh Yuna karena saat ini Yuna baru saja menyadari akan adanya berita tersebut.
Dan tentu saja Yuna juga merasa sangat penasaran mengapa wanita paruh baya bernama Bai Mei sampai tega melakukan hal sekeji itu dan malah memfitnah Kagami Jiro dan menjadikannya sebagai tersangka.
"Yuna, aku tidak mau membahas mengenai hal itu di hari tenang kita berdua yang harusnya hanya boleh ada kamu dan aku." ucap Kagami Jiro dengan santai.
"Tapi aku hanya ingin tau, mengapa kamu bisa terlibat? Apakah mereka begitu membencimu?" ucap Yuna mulai murung karena mengira Kagami Jiro tak mau menceritakan dan berbagi akan hal sebesar itu kepada dirinya.
"Sebenarnya aku tidak peduli bagaimana orang-orang menilai diriku. Aku tidak peduli mereka menyukaiku atau mereka sangat membenci diriku. Yang membuatku merasa tidak tenang hanya ada satu ... yaitu saat kamu membenciku. Seperti saat-saat sebelumnya."
Yuna yang masih terduduk dan mendongak menatap Kagami Jiro, hanya terdiam seribu bahasa saja.
"Setelah pulang ke Jepang, aku berjanji padamu akan menceritakan semuanya. Tapi jangan sekarang. Aku benar-benar sedang ingin meninggalkan dan melupakan sedikit rutinitasku dan aku hanya ingin berlibur sejenak bersamamu." ucap Kagami Jiro karena Yuna masih saja terlihat murung. "Ayo, kita cari makan dulu!
Yuna mulai tersenyum tipis dan mengangguk pelan lalu segera bangkit dari duduknya.
"Pakai ini ..." sebuah coat berwarna caramel mulai dipakaikan untuk Yuna. "Kita makan di restoran di dalam hotel ini saja ya."
"Hhm. Okay ..."
Kini mereka berdua mulai melenggang bersama dan meninggalkan kamar itu untuk menuju sebuah restoran di dalam hotel ini.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1