
Tiba-tiba saja ada sepasang tangan besar yang mulai memeluk tubuh Yuna dari arah belakang. Dan tentu saja hal ini membuat jantung Yuna berdebar semakin cepat dengan sepasang matanya yang sudah membelalak lebar, karena tak ada siapapun di dalam kamar ini kecuali dirinya.
Tak lama setelah itu sebuah dagu yang cukup tirus mulai mendarat di atas bahu kiri Yuna dan pelukan itu semakin dipereratnya.
"Apa kamu sedang menantikan sebuah pesan dan panggilan dariku, Sayang?" suara maskulin yang terdengar begitu lembut dan hangat seakan menggelitiki daun telinga Yuna dan sedikit membuat Yuna mengangkat kedua bahunya.
Nafas hangat itu menyapu bahu dan mulai berpindah menyapu leher jenjang Yuna karena tiba-tiba orang itu mengecup dagu Yuna.
"Ka-kamu ... mengapa tiba-tiba ada disini?" ucap Yuna gelagapan karena menyadari jika orang itu adalah Kagami Jiro.
"Kenapa, Yuna? Apa kamu tidak senang melihat aku sudah kembali? Apakah kamu menginginkan aku mendekam di jeruji sel selamanya? Kamu jahat sekali, Yuna ..." gumam Kagami Jiro begitu lirih dan semakin mempererat memeluk tubuh Yuna.
"Tentu saja maksudku bukan seperti itu ..." ucap Yuna dengan cepat. "Tapi mengapa kamu tidak memberi kabar untukku sebelumnya jika kamu sudah keluar dari jeruji sel? Aku kan bisa menyiapkan sesuatu untuk menyambut kamu dengan baik." imbuh Yuna seadanya.
"Menyambutku dengan baik? Seperti apa itu, Sayang?" ucap Kagami Jiro dengan nada menggoda dan kembali mengecup bahu Yuna yang kebetulan saat ini hanya mengenakan gaun malam tanpa lengan dan hanya memiliki sepasang gantungan dang tipis saja.
Ahh ... maksudku sebenarnya adalah, jika aku mengetahui dia sudah akan kembali malam ini maka aku tak akan mengenakan pakaian tidur yang cukup tetbuka seperti ini!! Tapi aku akan memakai piyama saja!! Aku memakai gaun malam tanpa lengan ini karena aku mengira aku akan sendirian lagi malam ini. Dan tentunya berpakaian sedikit terbuka di hadapan Kagami Jiro masih membuatku sangat merasa tidak nyaman. Hiks ...
Batin Yuna yang menyesali pilihanya sendiri untuk mengenakaan gaun malam pada malam ini.
__ADS_1
"Ehm ... maksudku ... maksudku adalah ... aku bisa memasak sesuatu seperti makanan kesukaanmu untuk menyambutmu. Begitu ... hehe ..." kilah Yuna seadanya dan meringis.
"Kamu tidak perlu repot-repot melakukan semua itu, Yuna. Bisa melihat dan bertemu denganmu saja sudah membuatku merasa bahagia. Dan itu semua sudah lebih dari cukup." ucap Kagami Jiro dengan lembut dan hangat.
Mendengar ucapan dari Kagami Jiro entah mengapa membuat Yuna merasa begitu lega hingga gadis yang memiliki wajah cantik nan tegas ini mulai tersenyum penuh dengan kelegaan.
"Benarkah itu? Hanya bertemu denganku saja bukan? Itu berarti ... mari malam ini kita saling berbincang dan menceritakan masing-masing untuk memahami satu sama lain." ucap Yuna dengan senyum lebar karena masih merasa aman untuk malam ini.
Tidak seperti Yuna, Kagami Jiro yang mendengarkan ucapan dari Yuna seketika mulai memudarkan senyum hangatnya begitu saja.
"Tapi aku mau melakukan yang lain. Kita sudah menikah satu pekan yang lalu namun belum melakukan apapun bersama. Bahkan kemarin kita harus terpisah karena kejadian itu. Apakah kamu benar-benar sedang ingin mengujiku, Yuna? Aku sudah terlalu lama bersabar, dan kali ini aku tak mau melewatkannya lagi ..." ucap Kagami Jiro semakin mempererat pelukannya lagi dan mengecup lembut bahu Yuna yang menurut Kagami Jiro cukup kurus karena tulang selangka / clavicula Yuna sangat terlihat menonjol, namun menurutnya semakin membuat Yuna terlihat sexy.
"Apa? Katakan saja padaku apa yang membuatmu seperti ini. Apakah kamu tidak nyaman?" ucap Kagami Jiro masih dengan begitu lembut dan masih menyandarkan dagu tirusnya ri atas bahu Yuna.
Dan bisa dibayangkan seperti apa posisi Kagami Jiro saat ini, begitu membungkuk karena pria dewasa itu memang cukup tinggi jika hanya untuk menyandarkan dagunya pada pundak Yuna.
"Aku ... aku hanya ingin mengenalmu lebih baik. Itu saja ..." ucap Yuna tak sepenuhnya berbohong.
"Tentu saja kamu akan sangat mengenalku dengan baik seiring berjalannya waktu. Yuna ... katakan padaku ... apa kamu masih takut padaku? Aku adalah suamimu, dan tentunya aku akan bertanggung jawab atas semuanya." ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu konyol.
__ADS_1
Yuna terdiam dan sedikit menunduk, dan kedua bahunya masih sedikit diangkatnya karena begitu tak terbiasa mendapatkan perlakuan dan sentuhan langsung seperti itu dari seorang pria.
"Baiklah ... jika kamu memang masih takut kepadaku atau belum siap. Aku tak akan memaksamu." ucap Kagami Jiro mulai melepaskan pelukannya dan sedikit mundur. "Kamu tidur dan beristirahatlah ... aku akan keluar sebentar." kali ini Kagami Jiro mulai berbalik dan sudah melenggang beberapa langkah untuk meninggalkan kamar ini.
Yuna memejamkan sepasang matanya dan mulai bernafas dengan lega. Namun sebenarnya Yuna juga merasa sangat bersalah kepada Kagami Jiro karena belum bisa memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri, hanya karena Yuna masih merasa belum siap dan merasa gugup luar biasa!
...⚜⚜⚜...
Dua orang pria dewasa masih terlihat begitu menikmati malam ini dengan meminum wine bersama di sebuah klub malam. Salah satu dari mereka hanya minum dan minum saja dan bahkan sudah cukup menghabiskan beberapa botol.
Sedangkah pria yang satunya sesekali terlihat masih menikmati sepuntung rokoknya dan terlihat menggoda habis-habisan rekannya yang sepertinya sedang memiliki sedikit masalah.
"Jiro ... Jiro ... kamu baru saja menikahi keponakanku tapi sudah mendapatkan masalah besar hingga kalian malah terpisah setelah menikah. Dan sekarang setelah kamu bebas kembali, kamu bukannya mendatangi istrimu namun malah menelponku dan memintaku menemani untuk minum. Ckk ... kamu sedang tidak bertengkar dengan Yuna bukan? Apa Yuna merasa kecewa dan marah padamu? Aku rasa bukan deh ... atau jangan-jangan Yuna belum siap melakukannya denganmu? Gyahahaha .... Jiro ... Jiro ... kamu sungguh malang." Tatsuya tertawa lepas dan terlihat begitu menikmati saat menggoda Kagami Jiro habis-habisan.
Kagami Jiro masih saja menuangkan minuman berwarna merah gelap itu ke dalam gelas khusus itu lalu mulai meneguknya lagi dengan cepat. Entah sudah habis berapa botol, tapi yang pasti Kagami Jiro sudah menghabiskan lebih dari 5 botol sendiri.
"Diamlah, Tatsuya!! Aku hanya memintamu untuk menemaniku minum saja! Jadi jangan mengolok-olok diriku seperti ini!" geram Kagami Jiro yang terlihat sudah mulai tak sadarkan diri dan merobohkan kepalanya di aras meja itu.
"Habis kalian berdua sangat lucu dan unik. Pasangan pengantin baru biasanya akan menghabiskan malam indah dan hangat bersama. Melakukan sesuatu hingga peluh berbaur menjadi satu, menyalurkan cinta yang penuh gelora yang begitu menggairahkan dan merasakan keindahan surgawi ..." kicau Tatsuya yang juga sudah mulai tak sadarkan diri hingga berbicara tak tentu arah.
__ADS_1
"Diam kau, Tatsuya!! ini semua terjadi karena keponakanmu yang sangat unik!!" tandas Kagami Jiro yang masih meletakkan kepalanya di atas meja dengan mata yang terpejam.