
Hari ini Kagami Jiro mengajak Yuna untuk menikmati Seine River melalui Bateaux Mouches, sebuah kapal wisata. Yeap, karena salah satu titik terbaik untuk menikmati keindahan Kota Paris adalah melalui Sungai Seine ini dengan naik kapal.
Sebenarnya Bateaux Mouches tidak hanya berfungsi sebagai kapal wisata saja, melainkan juga menyediakan fasilitas seperti makanan, minuman, dan pengalaman berkesan untuk para wisatawan.
Dan kali ini kapal yang mereka naiki tidak mrnampung banyak orang, bahkan sebenarnya hanya ada Kagami Jiro, Yuna, Igor, dan beberapa petugas Bateaux Mouches saja, dan tentu sang nahkoda ya!
Kapal ini akan membawa mereka untuk mengelilingi Paris dengan 8 pemberhentian layaknya tur Eiffel seperti biasanya. Dan tentu saja mereka bisa berhenti dan mampir ke Champs-Élysées ataupun tempat lainnya lagi.
Menyusuri sungai Paris yang menawan pasti memberikan kesan yang berbeda dan sangat luar biasa! Terlebih jika melakukannya bersama dengan orang terkasih dan belahan jiwa.
Namun perasaan itu sebenarnya tidak sepenuhnya dirasakan oleh Yuna saat ini. Karena pikiran dan perasaan Yuna masih saja sedikit kikuk dan aneh kerena mengingat kejadian tadi malam. Kejadian yang menurutnya sungguh sangat amat memalukan!
Kejadian saat Yuna yang memulai menggoda Kagami Jiro dan memulai semuanya! Dan tentu saja Yuna merasa sangat malu, bahkan untuk menatap Kagami Jiro saja sepertinya Yuna begitu tidak memiliki cukup nyali untuk melakukannya.
Dari sejak tadi pagi, Yuna jyga menjadi sedikit pendiam. Dan Yuna juga tidak akan berbicara jika tidak ditanya oleh Kagami Jiro. Berbicarapun hanya yang penting saja dan tanpa menatap Kagami Jiro saking masih malunya.
Yuna terlihat masih di pinggiran kapal dan menikmati keindahan sungai Seine dengan semilir angin kala ini. Terasa sejuk namun sedikit hangat karena ada cahaya mentari yang sudah menyinari dunia.
__ADS_1
"Bagaimana? Kamu tidak bosan kan kita hanya berjalan-jalan di sekitar sini?" tiba-tiba saja Kagami Jiro sudah menyusul Yuna dan sudah berdiri di sampingnya untuk memandangi keindahan di depannya itu melalui sungai Seine. "Apa kita harus pergi ke tempat lain? Seperti pergi untuk menjelajahi dinding cinta Montmartre, pergi ke champ elysees, menikmati pertunjukan air mancur di Château de Versailles, pergi ke Jardin du Luxembourg atau pergi ke Basilique du Sacré-Coeur? Pilihlah mana yang kamu mau, aku akan membawamu kesana."
"Uhm ... aku terserah kamu saja. Tempat manapun yang kamu pilih, aku akan tetap ikut bukan?" ucap Yuna seadanya dan masih saja tidak menatap Kagami Jiro dan kini malah Yuna mau pergi meninggalkan Kagami Jiro begitu saja untuk menghindarinya lagi.
GREEPP ...
Dengan cepat Kagami Jiro meraih lengan Yuna dan menahannya kembali hingga akhirnya membuat bereka beradu pandang.
"Ada apa, Yuna? Mengapa kamu selalu menghindariku sejak dari tadi pagi?" tanya Kagami Jiro mengkerutkan keningnya tak mengerti menatap Yuna.
Batin Yuna dengan wajah yang mulai merona karena teringat dengan kejadian tadi malam.
"Ada apa, Yuna? Katakan saja padaku apa yang sedang mengganggu dirimu saat ini?" ucap Kagami Jiro lagi karena Yuna masih saja terdiam tanpa berkata-kata. "Apakah ini soal Glen? Tenang saja, Igor sudah mengatasinya dengan baik dan memberinya pelajaran lagi. Begitu juga dengan Ella. Aku sudah memberinya sedikit pelajaran dan membuatnya dihukum oleh kedua orang tuanya dengan mencabut segala fasilitas untuknya. Jika tidak, aku akan membeberkan semuanya kepada semua orang, sekalipun mereka masih ada hubungan keluarga denganku, aku tidak peduli." imbuh Kagami Jiro lagi.
Mendengar ucapan dari Kagami Jiro sebenarnya cukup membuat Yuna terkejut dan sedikit membulatkan sepasang mata beningnya menatap Kagami Jiro.
"Ka-kamu sudah tau semuanya?" ucap Yuna hampir tak percaya dan membungkam mulutnya dengan salah satu jemarinya.
__ADS_1
"Hhm. Tentu saja ..." sahut Kagami Jiro mulai melepaskan lengan Yuna kembali dan beralih menatap daratan kembali.
"Bagaimana kamu bisa tau? Dan ... sebenarnya siapa pria itu?"
"Tidak ada yang tidak aku tau, Yuna." jawab Kagami Jiro dengan penuh percaya diri dan tertawa kecil menggoda Yuna, namun setelah beberapa saat akhirnya Kagami Jiro mulai menceritakan sesuatu.
"Sebenarnya malam itu aku pergi ke kamar Nichole, dan Nichole malah menahanku dengan memberikan Americano coffe untukku. Disaat aku sudah keluar dari kamarnya, aku seperti melihat seorang gadis dengan gaun sama sepertimu memasuki sebuah kamar. Namun aku mengira jika aku salah lihat karena efek sedikit mabuk. Hingga akhirnya aku dan Nichole mulai turun kembali dan bergabung bersama Frank, Chris, Ella dan Nof. Namun Ella mengatakan padaku, jika kamu sudah pulang dan mendadak tidak enak badan. Jujur saja aku merasa sedikit aneh dan itu tidak mungkin. Karena kamu tak akan mungkin pulang tanpaku. Aku mulai berpamitan dan mengatakan kepada mereka jika aku akan pulang dan menyusulmu. Namun sebenarnya aku menuju ke lantai 8 kembali untuk memastikan sesuatu. Dan rupanya gadis yang aku lihat itu adalah kamu." ucap Kagami Jiro panjang lebar dan mulai menatap Yuna.
"Sekarang katakan dan jelaskan padaku! Mengapa kamu masih saja tidak menurut dan patuh padaku dan malah pergi begitu saja ke kamar itu? Padahal aku sudah berpesan kepadamu untuk tidak pergi kemana-mana bukan? Lalu katakan padaku, kali ini aku harus menghukummu seperti apa lagi?" kali ini Kagami Jiro mulai memicingkan sepasang matanya menatap Yuna.
"Ella membohongiku ... dia mengatakan padaku jika penyakitmu kambuh dan berkata jika kamu menyuruhku untuk menjemputmu ke kamar itu." ucap Yuna dengan jujur.
"Aku tau dia adalah dalang dari semua ini. Yang aku tanyakan padamu saat ini adalah mengapa kamu tidak mematuhi perintah dari suamimu, Yuna? Mengapa kamu begitu ceroboh dan dengan mudahnya mempercayai orang lain begitu saja? Padahal selama ini kamu masih selalu saja waspada kepadaku, namun kamu dengan mudahnya mempercayai orang lain yang bahkan memiliki niat jahat kepadamu. Aku yang jelas-jelas baik kepadamu malah selalu saja kamu curigai ... sebenarnya aku cukup sakit hati saat kamu memperlakukanku seperti ini, Yuna." ucap Kagami Jiro dengan jujur.
"Ak-aku ... bukan seperti itu. Maksudku adalah ... uhm, bukan karena aku waspada dan tidak percaya kepadamu. Tapi ..."
"Tapi apa? Jelaskan padaku sekarang juga, Yuna!" ucap Kagami Jiro menatap lekat Yuna yang saat ini cukup kebingungan harus pertanyaan dari Kagami Jiro.
__ADS_1