Casanova In Love

Casanova In Love
Kagami Jiro VS Aoki


__ADS_3

Para berandalan itu mulai bergegas untuk meninggalkan restoran ini, sementara paman Yu terlihat hanya bisa menangisi semua ini dengan begitu pasrah. Pria tua itu tak bisa berbuat apa-apa saat ini.


Dia tak mempunyai cukup uang untuk membayar semua hutangnya kepada Aoki. Dia juga tidak bisa melawan dan mengalahkan para berandalan yang sudah membawa anak gadisnya serta teman dari anak gadisnya. Kini dia hanya berharap ada keajaiban, dan seorang pahlawan yang datang untuk menolongnya.


BBRRAAKK ...


Tiba-tiba pintu utama terbuka dengan begitu keras, dan membuat semua berandalan itu menghentikkan langkahnya. Tak lama kemudian seorang pria tampan dengan memakai setelan yang begitu lengkap, namun terlihat sedikit berantakan karena beberapa kancing pakaiannya bagian atas masih terbuka.


Coat hitamnya juga membalut tubuhnya yang begitu proporsional, menjadikannya semakin menawan, gagah dan besar. Pria tampan itu mulai melenggang memasuki restoran dengan gaya yang begitu santai dan seulas senyum. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku coat, dan langkahnya begitu lebar dan gagah.


"Heh, siapa kau?! Minggir kau! Dan jangan menghalangi jalan kami!" ucap seorang berandalan yang membawa sebuah pemukul tongkat besi dan mulai berjalan mendekati pria tampan itu.


"Kalian yang menghalangi jalanku! Jadi enyahlah kalian semua dari hadapanku sekarang juga!" tandas pemuda itu dengan begitu santai dan memasukkan kedua tangannya di dalam saku coat hitamnya.


"Cckk ... dasar keparat sialan ini!" berandalan itu mulai mengayukan tongkat besinya dan men-targetkan kepala pemuda tampan itu sebagai sasarannya.


Wajah pemuda tampan itu menyeringai manis dan masih terlihat begitu santai. Namun tepat saat pemukul besi itu sudah hampir mengenai kepalanya, pemuda itu menangkapnya dengan tangan kanannya dengan begitu santai, bahkan dia tak melihat sama sekali ke arah tongkat besi itu.


"Aku ada urusan dengan boss kalian! Minggirlah jika tak mau masuk ke dalam rumah sakit. Atau kalian mau aku kirim sekalian ke neraka?" ucapan yang masih terdengar begitu pelan dan santai kembali dilontarkan oleh pemuda tampan itu yang tak lain adalah Kagami Jiro.


"Brengsek!! Lewati aku dulu jika mau bertemu dengan bosku!" ucap berandalan itu sambil menarik pemukul tongkatnya kembali.


Namun rupanya Kagami Jiro masih mencengkeram ujung pemukul tongkat itu dengan cukup kuat, dan tak bisa terlepas sama sekali ketika berandalan itu menariknya dengan sepenuh kekuatannya.

__ADS_1


Uughh ... sial! Mengapa tak bisa terlepas dari pemuda ini?! Kuat sekali dia. Siapa sebenarnya dia?


Batin berandalan itu yang masih berusaha untuk menarik tongkatnya kembali. Sementara Kagami Jiro tersenyum meremehkan menatap berandalan itu, lalu dengan sengaja Kagami Jiro melepaskan pemukul tongkat besi itu hingga membuat berandalan itu terjatuh ke belakang.


"Cepat bereskan dia dan segera kembali ke markas!" perintah Aoki lalu mengambil alih untuk menyeret kedua gadia muda itu.


Kagami Jiro yang menyadari jika salah satu gadis itu adalah Yuna, kini sedikit terpaku ketika melihat Aoki menyeretnya dan mulai melaluinya.


Bahkan Kagami Jiro hampir saja lengah ketika seorang berandalan sedang melayangkan tinju ke arahnya. Namun serangan itu masih bisa dipatahkan dengan baik oleh Kagami Jiro. Dengan cepat Kagami Jiro menarik kerah baju berandalan itu lalu menghempaskannya ke arah meja dan kursi.


BBRAAKK ...


Dengan begitu cepat dan gesit Kagami Jiro segera membereskan semua berandalan yang tersisa hingga membuat seluruh tempat ini semakin berantakan, dan tentu saja semua berandalan itu terkapar begitu saja seperti sampah yang berserakan begitu saja. Wow! Hany dalam hitungan detik, semuanya sudah terkalahkan oleh seorang Kagami Jiro! Keren!


Pemuda berambut panjang dengan sebuah katana bersarung yang tergantung manis pada tubuh bagian belakangnya kini mulai menghentikkan langkah kakinya lalu berbalik.


Pemuda bernama Aoki itu sedikit keheranan ketika melihat semua anak buahnya sudah terkapar dan dikalahkan dengan begitu mudahnya oleh Kagami Jiro. Karena begitu kesal, Aoki menghempaskan kedua gadis muda itu dengan cukup kasar hingga menabrak meja.


BRRUKK ...


"Yuna ..." ucapan reflek terlontar begitu saja dari Kagami Jiro.


Wajahnya mulai memanas dan terlihat begitu dipenuhi oleh amarah setelah melihat Yuna yang sudah begitu kacau dan terluka.

__ADS_1


"Kau beraninya bersikap kasar terhadap wanita!!" geram Kagami Jiro mengepalkan kedua tangannya.


"Cckk ... memang apa bedanya dengan dirimu?! Dan apa pedulimu? Atau jangan-jangan kau juga menyukai gadis ini? Asal kau tau, malam ini mereka akan tidur bersamaku untuk melunasi semua hutang dari pemilik restoran ini. Cckk ..." ucap Aoki dengaan nada bicara yang begitu menantang dan tentu saja itu membuat Kagami Jiro semakin naik darah.


"Hadapi aku! Malam ini aku akan benar-benar membuatmu menyesali semua perbuatanmu! Bahkan semua kekacauan yang sudah kau timbulkan di Yokohama Course pekan lalu hingga membuat adikku tidak mau pergi untuk les lagi karena trauma! Dan kau juga adalah manusia yang begitu merugikan orang lain! Kau pantas untuk dilenyapkan, Aoki-sama!" geram Kagami Jiro dengan sepasang tangannya yang masih mengepal.


"Gyahahah ... baiklah. Cobalah untuk melenyapkan aku malam ini! Tebas kepalaku dengan menggunakan katana warisan dari leluhurku ini, dan ini akan membuatku merasa begitu terhormat!" ucap Aoki menantang dan penuh percaya diri, dan merasa dirinya begitu lebih kuat dan lebih hebat dari Kagami Jiro.


"Aku akan memenuhi permintaanmu!" Kagami Jiro menyauti dengan begitu tegas dan mulai melangkah untuk mendekati Aoki.


Sementara Aoki mulai mengeluarkan katana kebanggaan dari keluarga dan leluhurnya dan memegangnya dengan kedua tangannya.


Sepasang mata itu menatap tajam Kagami Jiro yang mulai berjalan semakin mendekatinya. Tepat saat Kagami Jiro sudah berada tak ada satu meter darinya, Aoki mulai mengayunkan katana itu ke udara dan bersiap untuk menghunus tubuh Kagami Jiro.


GRREEPP ...


Kagami Jiro, menangkap tangan kanan Aoki yang sedang mengayunkan katana itu ke udara, "Kau mungkin memang memiliki sebuah katana yang begitu legendaris. Namun, bermain dengan katana adalah salah satu dari hobi dan merupakan keahlianku! Kau tak akan bisa menandingi permainanku bermain katana, karena aku tak akan bisa dikalahkan!" tandas Kagami Jiro menatap lekat Aoki.


Yeap, keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai mengayunkan tinjunya dan menghantam ulu hati Aoki, sehingga cengkeraman Aoki saat memegang katana itu sedikit melonggar.


Dan dengan cepat Kagami Jiro merebut katana itu dan mulai mengayukannya bersiap untuk menebas kepala Aoki sesuai permintaannya.


"Kali ini aku akan memenuhi permintaanmu untuk menebas kepalamu dengan katana warisan dari leluhurmu! Bersiaplah. Hiattthh ...." Kagami Jiro mulai mengayunkan katana itu.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja seorang gadis sudah berada di hadapannya dan membentangkan kedua tangannya lebar, "Hentikkan!"


__ADS_2