Casanova In Love

Casanova In Love
Serangan Halus


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya dengan penampilannya yang begitu modis dan terlihat seperti seorang konglomerat mulai melenggang memasuki Rokkasen Restaurant bersama seorang gadis cantik dengan gaya pakaiannya yang juga begitu modis dan cukup sexy. Karena dress berwarna merah yang sedang dia kenakan itu cukup ketat dan membentuk lekuk tubuhnya.


Kedua wanita itu mulai disambut oleh seorang pelayan laki-laki dari Rokkasen Restaurant dengan begitu ramah dan penuh kehormatan.


"Selamat datang, Nyonya. Apakah nyonya sudah melakukan reservasi sebelumny?" tanya pelayan laki-laki itu dengan ramah.


"Ya!! Aku sedang memiliki janji bertemu dengan Kagami Jiro disini. Apa dia sudah datang?" tanya wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Bai Mei, sementara gadis muda yang datang bersama dengannya adalah Sia, putri kesayangannya.


"Tuan Kagami Jiro sudah memesan sebuah meja dan mungkin sebentar lagi tuan Kagami Jiro akan segera datang. Mari saya antarkan." ucap pelayan laki-laki itu dengan ramah dan mulai berjalan mendahului Sia dan Bai Mei untuk mengantatkan ke tempat khusus yang sudah disiapkan oleh Kagami Jiro.


Bai Mei dan Sia mulai memasuki ruangan VIP itu dan hanya ada beberapa meja saja di ruangan ini. sementara jarak meja satu ke meja yang lainnya adalah cukup jauh.


Dan saat ini di ruangan VIP ini tak ada orang lain selain mereka berdua. Ataukah mungkin Kagami jiro yang sudah memesan ruangan ini sekaligus agar tak ada yang mengganggu mereka malam ini?


"Sia, lihatlah! Kagami Jiro bahkan sudah mempersiapkan seluruh ruangan VIP ini hanya untuk kita! Malam ini pasti dia akan memohon-mohon kepada ibu agar ibu tidak mencabut saham ibu di Rubby Shine. Dan pasti dia juga akan segera melamarmu, Sayang!" ucap Bai Mei dengan penuh percaya diri dan tersenyum penuh kemenangan menatap Sia yang sudah berdandan dengan secantik mungkin malam ini.


Tak kalah berbahagia, kini Sia juga mulai tersenyum lebar dan merasa begitu berbunga-bunga dan tak sabar ingin segera menantikan kedatangan Kagami Jiro dan bertemu dengan pria itu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya mulai terlihat dua orang pria mulai memasuki ruangan VIP ini. Kedua pria berpakaian rapi itu kini mulai melenggang dan semakin mendekati meja Bai Mei dan Sia.


Tepat saat berada di dekat meja itu, kedua pria bergensi itu mulai menghentikkan langkah kakinya. Salah satu dari mereka mulai mepaskan sebuah kacamata berlensa kecoklatan yang sedari tadi sudah bertengger manis di atas tulang hidungnya, lalu mulai memberikan kacamata itu untuk pria yang sudah berdiri di sampingnya untuk disimpannya.


Sia begitu terpanana saat melihat pria tampan yang sudah ditunggunya sedari tadi itu. Malam ini, pria itu terlihat semakin bersinar di mata Sia. Ataukah karena saking Sia yang begitu terobsesi dengan pria itu.


"Maaf nyonya besar Bai Mei. Jalanan agak sedikit macet dan aku sedikit terlambat malam ini." ucap pria yang tak lain adalah Kagami Jiro.


"Hhm. Tidak masalah. Duduklah, Jiro!" titah Bai Mei sedikit lebih ramah, namun masih terlihat sedikit angkuh.


"Terima kasih atas kemurahaan hatinya, Nyonya Besar Bai Mei. Padahal aku terlambat lebih dari satu jam. Aku yakin waktu satu jam untuk kalian adalah waktu yang sangat berharga bukan, karena kalian adalah wanita yang sangat sibuk dan orang penting." ucap Kagami Jiro lalu mulai duduk di sebelah Sia. "Atau apakah kalian sedang tidak memiliki kesibukan lainnya?


"Baiklah. Sebaiknya kita makan malam dulu sebelum berbincang. Bagaimana?" Bai Mei mulai mengusulkan dengan begitu bersemangat.


"Nyonya besar Bai Mei dan nona Sia saja yang makan malam. Aku baru saja makan sebelum aku datang kemari. Namun aku akan menemani kalian dengan meminum sesuatu." sahut Kagami Jiro masih dengan ramah.


"Kalau begitu kita juga akan minum saja." sahut Bai Mei dengan gayanya yang masih elegan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu." sahut Kagami Jiro lalu memanggil seorang pelayan wanita yang kebetulan sedang berjalan tak jauh dari mereka. "Waitress!!"


"Buatkan 1 Americano coffe untukku dan ..." ucap Kagami Jiro lalu beralih menatap Bai Mei dan Sia secara bergantian.


"Kami matcha hangat saja. Aku dan ibuku lebih menyukai matcha hangat untuk menemani makan malam kita." sahut Sia dengan seulas senyum.


"Baiklah buatkan untuk kami 1 Americano coffe dan 2 matcha hangat!" ucap Kagami Jiro menatap pelayan wanita itu.


"Baik, Tuan." sahut pelayan wanita itu sambil mencatat pesanan Kagami Jiro dan segera undur diri kembali.


"Jadi ... ada apa kamu mengundang kami malam ini, Jiro?" tanya Bai Mei masih berpura-pura untuk menutupi kebahagiaannya saat ini.


Karena Bai Mei mengira Kagami Jiro meminta bertemu karena ingin memohon-mohon kepadanya agar Bai Mei tidak mencabut saham besar itu di Rubby Shine, dan Bai Mei mengira Kagami Jiro akan memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Yuna dan akan segera menikahi putrinya.


"Jadi begini, Nyonya besar Bai Mei. Maksudku mengajak bertemu malam ini adalah aku ingin menegaskan kepada nyonya besar Bai Mei. Bahwa nyonya tidak bisa mencabut saham nyonya di perusahaan Rubby Shine." ucap Kagami Jiro dengan seulas senyum menatap wanita paruh baya yang selalu berpenampilan modis dengan dandanannya yang sedikit tebal itu.


Bai Mei tertawa kecil mendengar ucapan dari Kagami Jiro dan merasa jika rencana serta keiinginannya akan berhasil untuk menggagalkan pernikahan Kagami Jiro dengan Yuna dan segera menikahkan Kagami Jiro dengan Sia.

__ADS_1


"Pilihan yang tepat, Jiro." Bai Mei masih sedikit tertawa dan mulai menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya lalu sedikit bersandar pada kursi mewah di restoran ini. "Rubby Shine sangat berarti untuk Aiko. Perusahaan itu sudah merangkak dari nol, dan selama ini Aiko tidak mudah dalam membesarkan Rubby Shine hingga sekarang menjadi perusahaan yang sangat besar dan berkembang pesat seperti ini hingga sekarang menjadi sebuah perusahaan perhiasan terbesar di Asia. Sebaiknya kamu memang harus melakukan semua ini dan menghargai perasaan Aiko, Jiro. Ibumu tidak mudah melakukan semua itu lo, aku sudah cukup lama mengenal Aiko dan aku sangat mengerti perjuangannya selama ini." ucap Bai Mei dengan penuh kepercayaan dirinya yang berlebih.


Sia semakin tersenyum dan terlihat begitu bahagia mendengar semua itu. Begitu juga dengan Kagami Jiro juga masih saja tersenyum misterius menatap ibu dan anak itu secara bergantian.


__ADS_2