
"Dokter bagaimana keadaan tuan Kagami Jiro?" tanya Yuna tak sabaran.
Segala jawaban dari sang dokter akan berusaha untuk Yuna terima dengan lapang dada. Namun Yuna juga sangat berharap Kagami Jiro akan bertahan dan tetap hidup.
Kini Wilson mulai bangkit dari tempat duduknya dan melenggang menyusul Yuna. Wilson malah terlihat begitu tenang.
"Maafkan kami, Nona Yuna, tuan Wilson. Tapi kami sudah melakukan yang terbaik." ucap dokter pria itu dengan raut wajahnya yang terlihat begitu putus asa.
Meskipun dokter dan perawat itu sedang mengenakan masker medis untuk menutupi sebagian wajah bagian bawahnya, namun mereka berdua terlihat begitu berputus asa saat ini.
"Nona Yuna, silakan masuk dan melihat tuan muda Kagami Jiro di dalam untuk yang terakhir kalinya." ucap dokter itu lagi dengan nada yang dipenuhi dengan kesedihan.
BLARRR ...
Seperti ada sebuah halilintar yang menyambar Yuna saat ini dan membuatnya seakan berhenti bernafas.
Tidak mungkin! Bagaimana orang sekuat Kagami Jiro bisa pergi begitu saja? Ini pasti tidak benar! Mereka pasti hanya berbohong bukan? Ini tidak mungkin! Ini tidak mungkin!
Batin Yuna yang menolak kebenaran itu dan wajah putihnya kini sudah menjadi semakin pucat. Sepasang manik-manik itu juga sudah menjadi berkaca-kaca. Tubuhnya bergetar dengan hebat, dan terasa begitu lemas tak bertenaga bahkan hampir saja ambruk begitu saja.
Namun dengan cepat Wilson segera menangkap tubuh ramping Yuna, "Yuna. Apa kau baik-baik saja? Aku bisa mengantarmu masuk jika kamu mau."
Yuna mengangguk pelan dan tak banyak berkata-kata lagi. Wilson mulai menuntunnya untuk memasuki ruang ICU. Sebuah handle pintu mulai ditarik Wilson dengan pelan dan mulai memasuki ruangan ICU bersama dengan Yuna.
__ADS_1
Terlihat seorang pria yang sedang berbaring di atas brankar dengan selimut yang menutupi bagian tubuhnya dari dada hingga sampai bawah. Pria itu terlihat begitu pucat, kepalanya terlilit dengan perban. Beberapa luka memar juga terlihat pada wajah dan tangannya.
Yuna merasa begitu sesak melihat kondisi Kagami Jiro saat ini. Ada rasa sesal di dalam hatinya karena selama ini Yuna selalu saja tidak pernah memperlakukan Kagami Jiro dengan baik dan malah selalu berfikiran buruk tentangnya.
Namun hari ini, Kagami Jiro malah rela menyerahkan hidupnya hanya untuk melindungi Yuna. Kagami Jiro rela mendapatkan serangan bertubi dari para preman itu hanya untuk melindungi Yuna.
Tangis Yuna mulai pecah kembali karena tak bisa menahannya. Air mata hangat itu mulai membasahi pipinya kembali. Wilson meraih dan memeluknya untuk berusaha menenangkan Yuna.
Dan setelah beberapa saat Yuna mulai memutuskan untuk duduk di kursi samping brankar. Sementara Wilson berdiri saja di sampingnya.
Perlahan Yuna mulai memberanikan diri untuk meraih salah satu jemari Kagami Jiro dan menggenggamnya. Dan jemari Kagami Jiro sudah menjadi sedikit dingin.
"Tuan Kagami Jiro, selama ini tuan selalu saja menjahiliku dan mempermainkanku. Selama ini tuan memang selalu membuatku merasa begitu kesal. Yaa ... aku sangat kesal, Tuan!" ucap Yuna si dalam isak tangisnya. "Namun saat ini aku rela untuk terus dibohongi olehmu, Tuan. Aku rela untuk terus dipermainkan olehmu, Tuan. Hiks ..." Yuna kembali terisak dan menatap nanar wajah pucat yang biasanya selalu terlihat begitu berseri, menawan, namun menyebalkan di hadapan Yuna.
Jika ada mesin waktu, mungkin Yuna ingin kembali ke masa lalu dan memperbaiki semuanya. Dan Yuna tak akan membiarkan semua ini terjadi! Namun mau bagaimana lagi? Inilah takdir! Dan semua ini memang sudah digariskan dan akan terjadi.
Dan mungkin kehidupan Yuna akan selalu dihantui dengan rasa persalah dan penyesalan tak berujung. Menyesakkan dan memilukan. Andai cinta dan kasih itu bisa Yuna sadari lebih cepat ... mungkin semua ini tak akan akan terjadi.
"Dan melihat tuan seperti ini hanya karena untuk melindungiku, telah membuat dadaku begitu sesak! Dan bukankah hari ini adalah waktuku untuk menjawab penawaran dari tuan? Andaikan tuan bisa sadar kembali ... andaikan tuan Kagami bisa bangun saja ... aku akan bersedia untuk melakukan apapun untuk tuan. Aku mohon bangun dan buka mata tuan. Aku sungguh rela untuk melakukan apapun. Hiks ..." Yuna kembali terisak.
Bersambung ....
...⚜⚜⚜...
__ADS_1
Mari kita berbincang-bincang sebentar dengan para tokoh Casanova In Love ya ...
Yuna : Mengapa part ini sungguh membuatku merasa sesak? Mengapa pria licik itu harus pergi untuk selamanya?! Hiks ... author, kamu sungguh sangat tega! Membuatku merasa begitu bersalah ... ( berkata sambil menangis sesegukan)
Anezaki : Maafkan aku, Yuna. Tapi ini sudah takdir. Dan memang sudah seharusnya terjadi seperti itu.
Yukimura : Takdir apanya? Semua ini terjadi adalah karena kehendakmu, Author! Mengapa Jiro pergi secepat ini? Mengapa kamu tega sekali, Author? Padahal dia belum memberikan hadiah yang sudah dia janjikan padaku saat aku berhasil melamar Xia Feii?! Tanggung jawab kamu, Author!
Wilson : Sudahlah, semua ini sudah terjadi. Lalu mau bagaimana lagi? Kita hanya bisa menjalankan skenario yang sudah ditulis Anezaki. Dan ... itu artinya aku masih memiliki kesempatan untuk mendekati Yuna. Bukan begitu, Anezaki? Hehe ...
Yukimura : Dasar sampah kau, Wilson. Bosmu baru saja meninggal, tapi kamu masih saja mau meneruskan pendekatanmu begitu saja?! Bukannya berkabung tapi malah tancap gas saja kamu! Seharusnya kita sedang berkabung saat ini! Lagipula bukankah seharusnya Jiro masih bisa bertahan? Bahkan di novel Never Say Good Bye masih ada Kagamj Jiro lo ... apakah Jiro sahabatku mengalami mati suri, Author?
Anezaki : Maaf, Paman Yukimura. Tapi aku tidak bisa memberikan klarifikasi sekarang. Karena jawabannya ada di bab selanjutnya ya. So, jangan lupa untuk selalu mengikuti kisah mereka di Casanova In Love. Dan jangan lupa untuk selalu mendukung mereka semua dengan memberikan like, comment, vote, rate, and gift yah. Jangan lupa my beloved reader ...
Yukimura : Haisshh ... ujung-ujungnya selalu saja begitu. Selalu minta dukungan ... gyahahaha ... ( tertawa menggelegar dan berkacak pinggang)
Anezaki : Paman Yukimura nanti aku skip atau gagalkan saja pernikahan paman Yukimura dengan Xia Feii ya jika paman menyebalkan seperti ini!
Yukimura : Ujung-ujungnya malah mengancam. Memang author Anezaki ini menyebalkan sekali ya! Juga agak somplak! Ga ada puas-puasnya mempermainkan para pemeran di novelnya! Nggak di Never Say Good Bye, nggak di Casanova In Love semuanya sama saja. Jangan sampai di Goddess of War kamu kena keroyok Nickhun dan Kin Izumi ya, Author-ku tersayang. ( Berkata mengancam namun cukup membuat geli siapa saja yang sedang mendengarkannya)
Jadi kira-kira bagaimana dengan nasib Kagami Jiro? Apakah Kagami Jiro benar-benar sudah pergi untuk selamanya? Ikuti kisah mereka selalu untuk menemukan jawabannya.
Saatnya author Anezaki undur diri ... papayo all ...
__ADS_1