Casanova In Love

Casanova In Love
Di Rumah Sakit


__ADS_3

"Masuk ..." perintah Kagami Jiro mempersilakan tamu itu untuk masuk.


CEKLEEKK ...


Pintu berwarna putih itu kini mulai terbuka perlahan dan seorang gadis bule yang begitu cantik dengan memakai gaun berwarna cream lembut yang memiliki panjang selutut mulai memasuki kamar rawat ini.


Wah ... cantik sekali. Siapa gadis bule cantik ini? Matanya begitu indah seperti mata boneka saja. Rambutnya juga seperti boneka barbie. Manis sekali. Tubuhnya tinggi dan ramping sekali. Gadis ini adalah seperti barbie dalam dunia nyata. Wah ...


Batin Yuna menatap takjub gadis bule yang baru saja memasuki ruangan rawat ini dan mulai berdiri tanpa sadar.


Pandangan gadis bule itu tertuju menatap Kagami Jiro. Terukir kekhawatiran dalam wajah ayu gadis itu, namun akhirnya gadis itu mulai tersenyum tipis dan mempercepat langkah kakinya untuk segera mendekati brankar.


GREEPP ...


Gadis bule itu tiba-tiba saja memeluk Kagami Jiro begitu saja di hadapan Yuna dan membuat senyuman kegamuman Yuna terhadap gadis bule itu seketika membeku dan perlahan memudar.


Siapa gadis ini? Mengapa dia terlihat begitu dekat dan sangat mengkhawatirkan Kagami Jiro?


Batin Yuna dengan senyuman yang sudah memudar.


"Jiro! Kamu baru saja datang di Paris, tapi kamu malah masuk ke rumah sakit seperti ini. Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah istrimu tidak mengurusmu dengan baik?" ucap gadis bule itu yang terlihat begitu mengkhawatirkan Kagami Jiro.


Dan ucapan dari gadis bule itu sebenarnya cukup membuat Yuna merasa sedikit aneh, karena ucapannya seakan menyalahkan Yuna sebagai istrinya.

__ADS_1


"Ehem ..." kali ini Yuna berdehem dan membuat Kagami Jiro dan gadis bule itu mulai beralih menatap Yuna. "Maaf ya. Meskipun jika memang aku yang salah, namun pantaskah kamu berkata dan memeluk seorang pria di hadapan istrinya, Nona?" ucap Yuna dengan tegas karena tidak menyukai perkataan serta tingkah dari gadis bule itu.


Gadis bule itu mengkerutkan keningnya menatap Yuna. Sementara Kagami Jiro terlihat begitu berbinar saat melihat perkembangan pada Yuna yang mulai memiliki rasa cemburu saat melihat gadis lain yang berusaha untuk menempel padanya.


"Sorry. Tapi bukankah seharusnya kamu sebagai seorang istri seharusnya bisa menjaga suamimu dengan baik. Mengapa hal seperti ini saja kamu tidak memahaminya, dan Jiro malah dirawat di rumah sakit." sahut gadis bule itu masih menyudutkan Yuna.


"Ella. Ini bukan salah Yuna. Dan kamu jangan menyudutkan Yuna terus seperti ini." ucap Kagami Jiro menengahi kedua gadis yang sedang berperang dingin itu. "Oh iya, Yuna ... kenalkan ini adalah Ella. Dan kami masih ada hubungan sepupu jauh." imbuh Kagami Jiro mulai memperkenalkan Ella. "Dan, Ella. Kenalkan ... ini adalah Yuna." imbuh Kagami Jiro lagi memperkenalkan Yuna.


Kedua gadis itu saling berjabat tangan dengan tatapan yang masih begitu dingin, tajam dan menusuk. Setelah itu Ella segera duduk di samping brankar yang tadi sempat diduduki oleh Yuna.


"Bagaimana kuliahmu, Ella? Bagaimana kabar bibi dan paman?" tanya Kagami Jiro mulai membuka perbincangan.


Sementara Yuna mulai merapikan sisa bubur itu dan meletakkan kembali di atas nakas.


"Hhm membosankan. Kabar mommy dan daddy baik. Hanya saja mereka sangat sibuk dan sedang berada di luar kota." sahut Ella mulai sedikit bersandar pada kursinya dan sesekali melihat Yuna dengan tatapan tidak suka. "Mengapa kamu menikah tiba-tiba dan begitu terburu-buru? Apakah kamu sudah dijebak olehnya dengan obat untuk membuatnya hamil? Lalu kamu terpaksa menikahinya?"


"Nona. Jika ingin berbicara tolong pikirkan baik-baik terlebih dahulu! Atas dasar apa kamu menuduhku sudah melakukan hal sekotor itu untuk menjebak dia!!" ucap Yuna begitu kesal dan sudah sangat emosi.


Kagami Jiro sedikit memijit keningnya karena merasa begitu pusing ketika melihat kedua gadis yang sedang berperang dingin itu.


"Kamu sangat biasa-biasa saja! Bagaimana mungkin Jiro bisa dengan cepat memilih dan menikahimu? Kamu pasti sudah melakukan sesuatu bukan? Seperti menjebak Jiro? Kamu sudah hamil sebelum menikah?" cerocos Ella semakin memperkeruh suasana.


"Cukup, Ella!" sela Kagami Jiro yang sudah merasa begitu pusing. "Kamu tidak tau apa-apa soal Yuna. Dia gadis yang baik dan tidak seperti yang kamu pikirkan. Tenang saja ... dan akulah yang sudah memilih Yuna dan selama ini akulah yang selalu mengejar-ngejar Yuna." imbuh Kagami Jiro lagi sebelum Yuna benar-benar meledak karena terpancing ucapan dari Ella.

__ADS_1


"Dan sekarang lebih baik kamu pulang saja, Ella. Ini sudah cukup larut. Besok aku akan menghubungimu lagi untuk pertemuan bersama teman-teman lainnya. Asisten pribadiku akan mengantarmu pulang." ucap Kagami Jiro dengan ramah agar Ella tak tersinggung.


"Hhm. Ya sudah ... aku pulang saja. Karena aku juga tak terbiasa berlama-lama bersama dengan orang asing." ucap Ella melirik Yuna dengan tatapan tak suka. "Dan aku akan naik taxi saja! Tidak perlu diantar!! Bye ..." imbuhnya lalu mulai bangkit dan meninggalkan ruangan rawat Kagami Jiro.


Yuna menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan masih terlihat merapikan barang-barang di atas nakas yang sedikit berantakan itu.


"Maaf atas sikap Ella ya. Dia memang selalu begitu. Dia akan selalu berhati-hati dengan siapa saja yang sedang dekat denganku. Namun sebenarnya dia sangat baik kok." ucap Kagami Jiro berharap Yuna bisa memaafkan sepupunya.


"Dia baik karena dia menyukaimu?" tuduh Yuna dengan asal.


"Hhm? Apa kamu sedang cemburu, Sayang?" sahut Kagami Jiro malah kembali menggoda sang istri.


"Aku hanya tidak menyukai sikap dan cara bicara dia yang begitu merendahkan orang lain dan berfikir buruk tentang orang lain tanpa tau kebenarannya terlebih dulu." sahut Yuna yang masih saja terlihat sibuk merapikan benda-benda di atas nakas itu.


"Hhm. Jangan telalu dipikirkan. Karena bagiku kamu tidak seperti itu ..." Kagami jiro mulai meraih lengan Yuna dan membuat Yuna terduduk di atas brankar, tepat di hadapan Kagami Jiro.


"Tapi dia ..."


"Sstt ... diam, Yuna!" jari telunjuk Kagami Jiro mulai menyentuh bibir mungil Yuna. "Aku masih membutuhkan satu obat lagi untuk bisa segera sembuh."


"Obat apa lagi? Apakah obat itu sudah habis? Jika memang seperti itu, maka aku akan pergi ke tempat pengambilan obat terlebih dahulu. Katakan obat apa itu? Aku akan segera mengambilnya dan kamu tunggu disini sebentar." ucap Yuna yang sudah bersiap untuk untuk pergi ke apotek rumah sakit.


Namun Kagami Jiro segera menahan lengan Yuna, "Obat itu sudah ada disini. Bahkan sudah ada di hadapanku ..." ucap Kagami Jiro dengan senyum tipisnya dan semakin mendekati Yuna.

__ADS_1


Tatapan waspada selalu saja terukir pada wajah Yuna, namun Yuna tak bisa menolaknya. Hingga akhirnya kedua bibir mereka saling bertaut seperti dua buah magnet yang berlainan dan akan saling tarik menarik jika dipertemukan.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2