Casanova In Love

Casanova In Love
Senyuman Yang Kaku


__ADS_3

Setelah cukup puas berada di taman Champ De Mars, kini Kagami Jiro dan Yuna mulai mendatangi taman Trocadero yang berada tak jauh dari taman Champ De Mars. Dan itu berarti taman ini juga terletak di dekat Menara Eiffel.


Namun taman Trocadero ini adalah taman yang lebih luas dan dipenuhi dengan ruang hijau yang tentunya sangat ideal untuk berjalan-jalan, piknik, atau bersantai di hari musim semi dan musim panas.


Rumput yang panjang dan hijau itu dipadukan dengan menampilkan cukup banyak air mancur yang indah dan spektakuler, taman bermain, bar makanan ringan dan fitur lain yang bisa dinikmati orang dewasa dan anak-anak.



Dan tentunya banyak wisatawan yang juga mengunjungi taman ini di pagi hingga sore hari untuk melihat keindahan Menara Eiffel yang begitu megah dan menakjubkan.


Yuna masih saja terlihat berbinar menikmati pemandangan indah dari menara besi yang menjulang tak jauh dari pandangannya itu di tengah terik matahari. Sesekali Yuna juga mengambil beberapa potret melalui kamera ponselnya.


"Foto bersama yuk!" tiba-tiba saja Yuna mengajak Kagami Jiro untuk berfoto bersama dan terlihat begitu berbinar memandang Kagami Jiro.


Meskipun awalnya terlihat begitu ragu untuk mengiyakan, namun Kagami Jiro akhirnya menerima ajakan dari Yuna untuk berfoto bersama. Dan ini adalah pertama kalinya di dalam hidup Kagami Jiro dirinya berfoto bersama dengan seorang gadis selain foto pernikahan dan foto prawedding.


Kagami Jiro mengangguk dengan mata yang sedikit menyipit karena matahari siang hari ini sedikit menyilaukannya. Lalu Kagami Jiro mulai mendekati Yuna dan bersiap untuk berfoto bersama.


Beberapa foto mulai diambil oleh Yuna. Yuna terlihat begitu bahagia dan selalu tersenyum lebar. Namun ekspresi dari Kagami Jiro selalu saja kaku dan tegang. Bahkan sangat kelam dan mencekam!


"Jiro. Tersenyumlah sedikit saja!" ucap Yuna ketika melihat beberapa hasil foto itu dan melihat Kagami Jiro sama sekali tidak tersenyum.


Kali ini Yuna menggunakan kamera depan untuk mengambil gambar mereka berdua lagi. Dan Yuna juga sudah memasang senyum yang begitu manis dan alami.


"Oh, baiklah ..." sahut Kagami Jiro mulai mencoba untuk tersenyum saat Yuna berniat untuk mengambil gambar lagi.


Namun rupanya senyuman dari Kagami Jiro kali ini malah terlihat lebih kelam dan malah lebih menyerupai sebuah seringai yang mencekam dan menakutkan.


"Tidak bisakah kamu tersenyum manis dan alami seperti biasanya saja? Jika kamu tersenyum seperti ini, maka sebaiknya tidak usah tersenyum saja!" ucap Yuna menggerutu.

__ADS_1


"Ahh ... aku tidak terbiasa berfoto seperti ini. Maaf, Yuna." sahut Kagami Jiro yang merasa tidak enak dengan Yuna. "Bagaimana caranya tersenyum alami dan manis?"


"Hhmm ..." Yuna memutar bola matanya dan terlihat sedang berfikir sesuatu saat ini. "Tarik sudut-sudut bibirmu, dan mulailah tersenyum."


Kagami Jiro mulai menarik sudut-sudut bibirnya, namun senyuman yang dihasilkan adalah senyuman yang masih cukup menakutkan dan mencekam. Terlebih seorang Kagami Jiro yang melakukan semua itu.


"Bukan seperti itu, Jiro!" ucap Yuna yang terlihat sedikit cemberut karena tak berhasil membuat Kagami Jiro tersenyum dengan baik dan alami saat mereka sedang mengambil beberapa foto.


"Lalu bagaimana, Yuna? Sudahlah, aku tidak usah ikut berfoto saja. Lebih baik kamu saja yang berfoto. Atau biar aku yang mengambil beberapa foto untukmu saja." ucap Kagami Jiro mulai menyerah dan tidak mau mencobanya lagi.


"Tidak. Bagaimana mungkin aku berfoto seorang diri. Bisa-bisa teman-temanku mengira aku tidak bahagia setelah menikah! Kamu harus berfoto denganku!" ucap Yuna menatap lurus Kagami Jiro.


"Wah, jadi kamu ingin memamerkan suami barumu yang tampan ini kepada teman-temanmu rupanya?" ucap Kagami Jiro mulai menggoda Yuna dengan senyuman khasnya yang selalu meluluhkan para gadis.


Menatap senyuman menawan dari Kagami Jiro ini yang begitu alami dan indah itu, tiba-tiba saja membuat Yuna memiliki sebuah ide brilian dan mulai tersenyum lebar menatap Kagami Jiro.


"Sayang ..." ucap Yuna mulai memanggil Kagami Jiro masih dengan senyum manisnya.


"Sayang?" ucap Kagami Jiro mulai mengulangi kembali panggilan dari Yuna seah maasih tidak percaya dengan panggilan itu.


Dan wajah Kagami Jiro masih dihiasi dengan senyuman yang begitu menawan, dan itulah yang sedang Yuna nantikan saat ini.


"Hhm." sahut Yuna mengangguk pelan dan tersenyum manis mendongak menatap sang suami. "Tetap seperti ini dan jangan merubah sedikitpun ekspresi wajahmu ya, Sayang!" imbuh Yuna dengan sangaja memberikan sedikit penekanan pada panggilan sayang itu.


Dengam cepat Yuna segera mendekati Kagami Jiro dan mulai menghadap ke arah kamera ponselnya, "Sayang, tetap tersenyum seperti itu dan lihatlah kamera!"


Kagami Jiro mengikuti saja ucapan dari Yuna, dan ...


CEKREKK ...

__ADS_1


CEKREKK ...


CEKREKK ...


Beberapa jepretan dilakukan oleh Yuna dengan cepat. Setelah itu mereka berdua segera melihat hasil dari foto-foto itu bersama. Dan kali ini hasilnya cukup baik dan memuaskan. Senyuman dari Kagami Jiro terlihat sedikit lebih baik dibanding saat pertama kali mereka berfoto bersama. Dan sebenarnya bukan hanya sedikit terlihat lebih baik, namun terlihat sangat baik dan sempurna!


Terlihat seorang pria yang begitu berkharisma, tampan dan menawan! Itulah kesan yang diberikan melalui beberapa foto itu.


"Wah ... wah ... wah ... hasilnya bagus sekali! Kamu terlihat sangat bagus saat tersenyum seperti ini." )gumam Yuna yang masih menatap beberapa foto itu.


"Oh ya? Benarkah itu? Mana aku mau lihat." ucap Kagami Jiro semakin mendekati Yuna untuk ikut melihat hasil foto bersama itu. "Cantik sekali!" gumam Kagami Jiro setelah melihat foto-foto itu.


"Cantik?" gumam Yuna bingung dan tak mengerti yang Kagami Jiro bicarakan saat ini.


"Ya! Kamu cantik!" sahut Kagami Jiro dengan entengnya.


"Eh?? Padahal aku sedang membicarakan fotomu." ucap Yuna lalu mulai menyimpan kembali ponselnya.


Kagami Jiro tertawa kecil, "Mau es krim? Aku akan meminta Igor untuk membelikannya untukmu."


"Jangan! Biarkan saja Igor beristirahat dan sedikit berlibur. Kita bisa membelinya sendiri." ucap Yuna dengan cepat.


"Ah, baiklah. Kalau begitu kamu tunggu disini saja dulu sebentar. Aku akan membelikannya untukmu."


"Hhm. Baiklah."


"Tunggu disini, dan jangan pergi kemana-mana! Okay?"


"Okay-okay!! Sana pergilah!!" sahut Yuna dengan tawa kecil dan sedikit mendorong tubuh Kagami Jiro.

__ADS_1


Akhirnya Kagami Jiro mulai meninggalkan Yuna untuk mendatangi sebuah kios yang menjual es krim yang terletak tak jauh dari tempat Yuna menunggu. Setelah beberapa saat akhirnya Kagami Jiro sudah kembali lagi dengan membawa 2 buah es krim sroberi. Namun Kagami Jiro sudah tak melihat Yuna.


__ADS_2