Casanova In Love

Casanova In Love
Sebuah Tas Keemasan


__ADS_3

TRIINGG ...


Pintu elevetor itu kini mulai terbuka. Yuna dengan cepat segera keluar dan diikuti oleh Wilson.


"Aku akan mengembalikan coat milikmu ini setelah aku mencucinya." ucap Yuna saat mereka berjalan menyusuri sebuah lorong di lantai 7.


"Iya. Jangan terburu-buru. Lakukan saja saat kau sedang tak sibuk. Pulang, mandi dan istirahatlah ..." kini mereka berhenti karena sudah sampai di apartemen keluarga Yuna.


"Hhm. Terima kasih sudah membayarkan ongkos taxi itu. Kapan-kapan aku akan mentraktirmu. Okay aku pulang. Bye, Wilson!" Yuna tersenyum lebar dan melambaikan tangannya sebelum memasuki apartemennya.


Wilson hanya membalasnya dengan seulas senyum lalu melenggang kembali untuk menuju apartemennya.


Hufftt ... mereka lagi. Aku tau sebenarnya mereka tidak mengawasiku. Namun merela mengawasi Yuna. Sebenarnya apa yang sedang tuan Kagami Jiro inginkan saat ini? Apakah hadiah apartemen itu adalah juga siasatnya untuk menjauhkan aku dari Yuna? Ah ... sudahlah! Aku lelah! Sebaiknya cepat mandi dan tidur saja!


Batin Wilson tak mau memusingkan semua itu lagi. Karena hari-harinya sudah cukup membuatnya lelah saat ini.


...⚜⚜⚜...


"Hatchuu ..." Yuna bersin dan menutupinya dengan kedua jemarinya. "Gara-gara semalam aku jadi flu. Sial!" keluhnya yang masih menyibukkan dirinya di hadapan laptop untuk mengecek beberapa email dan data pemesanan di butiknya.


Tok ... tok ... tok ...


Ritme teratur mulai terdengar dari pintu dan tak mengurangi sedikitpun konsentrasinya, "Masuk!" perintahnya tanpa lepas menatap layar laptop di hadapannya itu.


Pintu itu mulai terbuka dan seorang gadis dengan blazer abu-abu tua dipadankan dengan rok span putih mulai memasuki ruangan Yuna.


"Nona Yuna. Ada yang ingin bertemu dengan nona."


"Siapa, Mayu?" tanya Yuna tanpa melihat sedikitpun ke arah Mayu dan tamunya saat ini.


"Hallo, Yuna ..." sapa tamu itu.


Yuna mulai menghentikkan aktifitasnya karena suara itu begitu tak asing untuknya. Yuna mulai menatap tamu itu karena masih tak percaya jika pemilik suara itu saat ini sedang berada di Jepang.


"Senior Sky?" ucap Yuna seakan tak percaya. "Bagaiamana senior tau tempat ini? Dan ... kapan tiba di Jepang? Mengapa tak mengubungiku?" pertanyaan bertubi dilontarkan begitu saja oleh Yuna saking masih belum percaya jika tamu itu adalah seniornya dulu saat di FIT.


"Mengapa baru datang langsung ditodong dengan cukup banyak pertanyaan?" sahut senior Sky dengan tawa kecil.


"Hehe maaf ... aku terlalu bersemangat." sahut Yuna dengan tawa kecil. "Mayu, tolong buatkan minum untuk kita." perintah Yuna beralih menatap Mayu.


"Baik, Nona." Mayu segera meninggalkan mereka berdua. Sedangkan Yuna dan senior Sky mulai duduk bersama di sebuah sofa.


"Bagaimana di Jepang? Sepertinya kamu terlihat lebih bahagia saat berada di Jepang." ucap senior Sky.

__ADS_1


"Hhm. Tentu saja dong." sahut Yuna begitu bersemangat.


"Mengapa kamu selalu menolak panggilan telponku, Yuna?" tanya senior Sky tiba-tiba yang membuat Yuna begitu tak mengerti.


"Kapan aku melakukannya ya?" celutuk Yuna mengerutkan keningnya kebingungan.


"Kemarin malam."


"Kemarin malam? Tapi ponselku hilang saat itu. Bahkan saat ini aku masih tidak memiliki ponsel karena belum sempat untuk membeli yang baru." jelas Yuna.


"Oh, mungkin saja ada yang menemukannya dan sengaja tak ingin mengembalikannya padamu. Ya sudah, biarkan saja. Nanti kakak temani membeli yang baru."


"Hhm. Iya. Nanti pulang dari butik rencananya aku akan pergi untuk membeli ponsel baru sih."


"Ya sudah. Nanti kabari saja jika sudah mau pulang. Kakak akan jemput."


"Oh. Baiklah. Nanti akan aku hubungi dengan telpon kantor."


Perbincangan itu terus berlanjut hingga akhirnya senior Sky harus segera kembali karena harus menjemput adiknya dari suatu tempat.


Dan dia datang lagi saat sore untuk menjemput Yuna. Kali ini rencananya mereka akan pergi ke suatu mall untuk membeli ponsel baru untuk Yuna.


Namun tiba-tiba saja Kagami Jiro sudah berada di luar butik itu ketika Yuna dan senior Sky keluar. Dan sepertinya Kagami Jiro memang sudah menunggunya Yuna.


Karena masih begitu kesal mengingat kejadian kemarin, kini Yuna berpura-pura tak melihat dan tak mengenal Kagami Jiro. Yuna berjalan melewatinya begitu saja.


"Ayo, Senior! Kalau tidak cepat, kita akan terlambat!!" ujar Yuna.


"Iya, Yuna." sahut senior Sky yang juga mempercepat langkahnya untuk mengimbangi Yuna.


Senior Sky sempat menatap Kagami Jiro keheranan, karena Kagami Jiro terlihat begitu kesal saat menatap Yuna. Tapi Yuna malah seakan-akan tidak mengenalinya.


"Yuna!!" tandas Kagami dengan tegas. "Berhenti!"


Disaat itulah mereka yang sudah saling membelakangi, akhirnya Yuna menghentikan langkah kakinya. Kagami Jiro mulai berbalik dan melenggang mendekati Yuna.


"Beraninya kau melakukan ini padaku." geram Kagami Jiro ketika mereka sudah saling berhadapan.


Yuna hanya terdiam tak menjawab ucapan dari Kagami Jiro, namun pandangannya begitu tajam dan menusuk menatap Kagami Jiro.


"Minggir!" ucapnya kemudian karena begitu kesal.


Seketika Kagami Jiro dibuat melongo karena ucapan Yuna.

__ADS_1


"Gadis ini ... benar-benar keterlaluan!" geramnya semakin meningkat kekesalannya. "Aku datang hanya ingin mengantarkan barang ini! Sepertinya kau sudah tak membutuhkannya lagi ya? Kalau begitu aku akan membuangnya!" Kagami Jiro mengangkat tangan kanannya ke udara dan menjinjing sesuatu.


Sepasang mata Yuna tiba-tiba membelalak setelah melihat barang itu. Karena itu adalah sebuah sling bag keemasan miliknya yang kemarin tertinggal di Heaven resort.


"Tu-tunggu! Itu milikku!" ucap Yuna dengan cepat dan berusaha untuk mengambilnya kembali.


Namun Kagami Jiro semakin meninggikannya hingga membuat Yuna tak bisa meraihnya.


"Kembalikan padaku. Itu milikku!" ucap Yuna yang masih berusaha untuk meraih sling bag itu.


"Jadi kamu masih membutuhkannya?" pertanyaan retoris dilontarkan oleh Kagami Jiro.


"Tentu saja! Cepat kembalikan!"


"Coba saja ambil kalau bisa!" jawab Kagami Jiro menahan tawa.


Karena semakin kesal, kini Yuna meraih salah satu tangan kiri Kagami Jiro lalu menggigitnya dengan kuat. Tak puas dengan hal itu saja, Yuna segera menendang bagian vital Kagami Jiro hingga akhirnya tangan kanan Kagami Jiro mulai menurun.


Dan disaat itulah Yuna segera mengambil kembali sling bag keemasan itu. Dengan cepat Yuna segera menarik lengan senior Sky dan mengajaknya berlari, "Ayo, Senior Sky!"


"Sialan gadis itu beraninya menendang aset berhargaku!! Aku tak akan melepaskanmu!!" erang Kagami Jiro menahan sakit dan segera memasuki Buggati Divo miliknya kembali.


...⚜⚜⚜...


Bonus part saat Kagami Jiro menemukan sling bag keemasan milik Yuna.


"Gadis ceroboh itu bisa-bisanya meninggalkan semua barang-barangnya begitu saja." gumam Kagami Jiro sambil menimang-nimang tas keemasan itu dan mulai duduk di dalam sofa di kamarnya.


Kagami Jiro mulai membuka tas itu dan mengecek isinya. Ada dompet, ponsel, sejumlah uang, beberapa alat make up, tanda pengenal dan beberapa kartu lainnya.


Kagami Jiro mulai mengambil ponsel itu dan membuka pasword ponsel itu dengan menggunakan pasword yang saat itu pernah diberitahukan oleh Yuna. Dan rupanya Yuna belum merubahnya.


Kagami Jiro mulai berbaring di atas sofa dan melihat-lihat isi ponsel itu. Tak ada pesan yang mencurigakan dari pria manapun. Namun ada beberapa panggilan masuk dari Jonathan. Dan juga ada sebuah riwayat panggilan keluar dengan nick name si pria iblis.


"Siapa ini? Beraninya mengganggu Yuna!! Pasti dia sangat menyebalkan dan jahat sehingga Yuna memberikan nick name seperti itu." geramnya saat melihat sebuah riwayat panggilan keluar.


Karena sangat penasaran, akhirnya Kagami Jiro berusaha untuk melakukan sebuah panggilan. Dan ... kejutan ... poselnya berdering saat itu juga. Kagami Jiro yang masih melakukan sebuah panggilan dengan memakai ponsel Yuna, kini meraih ponselnya sendiri dan melihat nomor Yuna sedang memanggilnya.


"Cih ... sialan!" Kagami Jiro merasa begitu kesal, dengan cepat Kagami Jiro segera mengakhiri panggilan itu dan merubah kembali nick name itu menjadi pangeran tampan.


Kini Kagami Jiro mulai tergelitik untuk membuka beberapa koleksi foto di dalam galeri. Senyumnya mulai menghiasi wajah tampannya ketika melihat beberapa foto Yuna.


Namun tiba-tiba saja ponsel itu berdering, terlihat nama si pemanggil dengan sangat jelas, Senior Sky.

__ADS_1


"Mau apa dia menghubungi Yuna selarut ini? Cihh ... rasakan ini!" dengan kekuatan yang begitu besar, Kagami Jiro mulai menggeser tombol merah itu.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2