Casanova In Love

Casanova In Love
Paradise Club


__ADS_3

Di sebuah bar terlihat dua orang pemuda yang sedang menikmati beberapa botol bir bersama. Lampu-lampu berwarna-warni itu terus menyorot dan berputar-putar menyinari segala penjuru ruangan dan juga lantai dansa. Alunan musik yang memekakkan telinga juga mengiringi mereka yang sedang berada di lantai dansa.


"Tuangkan untukku lagi!" perintah seorang pria bermata coklat sambil menyodorkan gelas miliknya.


Lalu seorang pria yang sedang duduk di sisi sampingnya segera menuangkan bir ke dalam gelas itu.


"Terima kasih." sahut pria bermata coklat itu dan segera meneguk kembali segelas bir itu. "Jadi kapan kau akan meninggalkan Tokyo, Yukimura?"


"Secepatnya, Jiro. Aku akan menetap disana. Dan menempati rumah masa kecilku." jawab Yukimura sambil mengambil sebatang rokok dan mulai menjepitnya pada mulutnya. Lalu Yukimura mulai menghidupkannya dengan lighter.


"Hhm. Baiklah ... lalu bagaimana jika suatu saat aku membutuhkanmu? Saat itu aku pernah mengatakan, jika aku memiliki sebuah permintaan kepadamu bukan?"


"Hhm. Katakan saja apa yang kau inginkan dariku, aku akan berusaha untuk memenuhinya jika aku bisa!" Yukimura mulai mengepulkan asap rokok dari hidungnya.


Kagami Jiro terdiam beberapa saat dan mulai mengambil sebatang rokok lalu menyalakan dengan lighter. Kemudian dia mulai menikmati sepuntung rokok itu dan sesekali mengepulkan asap rokok itu dari mulut dan juga hidungnya.


"Suatu saat jika sesuatu yang buruk terjadi padaku, aku ingin kau kembali Tokyo dan menjaga keluargaku!" ucap Kagami Jiro yang membuat Yukimura sedikit terkejut.


"Apa yang kau katakan, Jiro?Jangan berbicara yang bukan-bukan!" tandas Yukimura yang mulai mengepulkan asap dari hidungnya lagi.


"Ini hanya misalnya saja, Yukimura. Karena kita tak pernah tau dengan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Bisa jadi aku sangat kuat dan tak terkalahkan saat ini. Namun bisa jadi di masa depan aku akan menjadi begitu lemah dan membutuhkan orang lain. Dan hanya kamu yang bisa melakukan semua itu, Yukimura."


"Baiklah, Jiro. Aku akan memenuhi semua permintaanmu." ucap Yukimura lalu membuka resleting ransel hitamnya yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi.


Beberapa saat Yukimura terlihat sedang mencari sesuatu di dalam ransel itu. Setelah beberapa saat Yukimura mulai mengeluarkan sebuah kotak kayu kecoklatan yang berukuran kecil. Lalu Yukimura menyodorkan kotak itu untuk Kagami Jiro.


"Apa ini?" ucap Kagami Jiro mengkerutkan keningnya sambil menerima kotak kecoklatan itu.


"Itu adalah cincin kuno sen Taisho Jepang, peninggalan dari kakekku. Simpanlah, Jiro! Dan bawa itu jika kau hendak pergi menemuiku di desa Aiko Iyashi no Sato! Anggap saja barang itu sebagai pengikat hubungan diantara kita!" kini Yukimura membuang puntung rokoknya di asbak lalu kembali menikmati birnya.

__ADS_1


Kagami Jiro mulai membuka kotak itu dan melihat sebuah cincin kuno yang berukuran cukup besar. Cincin itu berwarna keemasan dengan berhiaskan batu giok berwarna hijau safir.


"Hhm. Baiklah! Aku akan menyimpan cincin ini!" ucap Kagami Jiro lalu menutup kembali kotak itu dan menyimpan kembali kotak kecoklatan yang berisi cincin kuno itu ke dalam saku pakaiannya.


Yeap, Yukimura akan segera meninggalkan Tokyo dan akan mulai tinggal di desa Aiko Iyashi no Sato. Sebuah desa tradisional yang terletak di tepi danau Saiko, di kaki Gunung Fuji, Jepang yang merupakan desa dimana masa kecilnya dia habiskan di sana.


"Bagaimana dengan Amane? Apa kau benar-benar tidak akan menyesal karena dia menikah dengan Kin Izumi? Amane adalah gadis yang baik, Jiro ... mengapa kau menyia-nyiakannya begitu saja? Dan bukankah kau pernah mengatakan, kau akan menikahi gadis yang menolakmu?"


"Dia memang menolakku di akhir! Namun dia juga sempat tidur bersamaku." guman Kagami Jiro sambil menikmati birnya kembali. "Biarkan saja dia bahagia dengan pilihannya. Toh aku masih belum ingin menikah saat ini!" celutuk Kagami Jiro yang kini mulai menuangkan sebotol bir pada gelasnya lalu meminum birnya kembali.


"Tidak mau menikah tapi kamu sering melakukannya bersama para gadis! Dasar mesum!" celutuk Yukimura menggoda Kagami Jiro.


"Gyahaha ... kau belum pernah mencobanya, makanya bisa berkata seperti itu, Yukimura!" sahut Kagami Jiro dengan kekehannya.


"Aku masih trauma dengan para gadis. Mereka begitu memuakkan!"


"Bukan masalah besar! Bermain dan melatih otot dengan latihan harian lebih menyenangkan jika dibanding dengan berkencan!" celutuk Yukimura dengan jujur.


"Dasar idiot! Aku menyesal sudah selalu mengajakmu latihan otot setiap hari! Kau malah jadi mencintai olahraga dibanding berkencan! Asal kau tau, Yukimura ... melakukan bersama gadis adalah juga olahraga. Hehe ..." celutuk Kagami Jiro semakin menggoda Yukimura.


"Wah. Benar-benar otak mesum kau, Jiro!" sungut Yukimura menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar celoteh dari sabahatnya itu.


"Gyahaha ..." Kagami Jiro tertawa renyah mendengar ucapan dari Yukimura. "Selagi aku masih bisa menikmatinya mengapa tidak, Yukimura?"


"Benar-benar deh kau ini!" Yukimura kembali menuangkan bir pada gelasnya dan juga menuangkan untuk Kagami Jiro.


"Yukimura. Suatu saat aku akan membantumu mendapatkan seorang gadis ... meski jodohmu ada di seberang negara sana, aku akan mendukungmu dengan amat sangat!" celutuk Kagami Jiro dengan asal dan terlihat sudah mulai teler.


"Gyahahaha ... aku tak pernah meninggalkan Jepang! Mana mungkin aku akan mendapatkan wanita dari luar sana?!"

__ADS_1


"Bisa saja ... coba katakan padaku. Bagaimana kriteria wanita idamanmu?"


"Aku tidak tau, Jiro. Yang penting dia cantik, baik, setia, cerdas dan tentunya berdada besar ... gyahaha ..." sahut Yukimura yang juga terlihat mulai teler.


"Gyahahaha ... aku kira kau tidak punya banyak permintaan!" Kagami Jiro mulai tertawa terbahak-bahak kembali setelah mendengar ucapan dari Yukimura. "Hhm ... kurasa aku harus segera pulang. Kepalaku sudah sedikit pusing ..."


Kagami Jiro mulai merogoh ponselnya dan berniat untuk menghubungi Igor untuk menjemputnya, namun rupanya dia salah memencet nomor seseorang. Bahkan dirinya sendiri tidak menyadarinya.


"Jemput aku di Paradise Club! Aku tunggu sekarang juga!" perintah Kagami Jiro tanpa mendengar jawaban dari yang sedang dia telpon dan segera mematikan kembali panggilan itu.


"Baiklah! Aku juga akan pulang dengan taxi, Jiro! Aku duluan ya." ucap Yukimura lalu segera bangkit dari duduknya dan mulai melenggang meninggalkan Kagami Jiro.


"Hhm ..." sahut Kagami Jiro singkat lalu melipat kedua tangannya di atas meja lalu meletakkan kepalanya di atasnya dengan posisi menunduk.


Bersambung ...


♡♡♡


Hello reader tersayang ...


Kita main tebak-tebak tak berhadiah dulu yuk ... ahahaha ...


Hayo ... kira-kira siapa yang dihubungi oleh Kagami Jiro? Dan apakah orang itu akan menjemput Kagami Jiro yang bahkan sudah hampir tak sadarkan diri karena terlalu banyak minum?


Jawabannya ada di bab selanjutnya ya. Hehehe ...


Jangan lupa untuk selalu mendukung Casanova In Love ya dengan like, comment, gift, vote, dan rate. Karena dukungan kalian semua sangat berarti untukku.


Salam hangat dari Anezaki ♡♡

__ADS_1


__ADS_2