Casanova In Love

Casanova In Love
Terjebak Di Dalam Elevator


__ADS_3

Yuna terdiam beberapa saat dan mencoba mengingat-ingatnya kembali. Hingga akhirnya dia mulai mengingat dimana terakhir kali Yuna menyimpan ponselnya itu.


"Tuan Kagami Jiro, ponsel itu berada di dalam slingbag-ku."


"Hhm? Mengapa baru mengatakannya sekarang? Kamu sengaja ya membuatku menjadi terlihat sengaja melakukan semua itu, Yuna?" ucap Kagami Jiro.yang sebenarnya hanya sedang menggoda Yuna.


Namun itulah hal yang terkadang tidak disukai oleh Yuna dan tentu saja membuatnya sedikit kesal. Andai saja Kagami Jiro bersikap wajar, manis, dan tak seperti itu, mungkin saja Yuna juga akan selalu ramah kepadanya.


Yah, namun itulah Kagami Jiro. Dia masih begitu menjaga image-nya dan tak begitu memperlihatkan perasaannya ( itu menurutnya, padahal orang-orang terdekatnya dan bawahannya akan mudah sekali membaca keadaan, jika tuannya sedang jatuh cinta!).


"Apa?!" ucap Yuna hampir saja tidak percaya. Bahkan seharusnya Yuna-lah yang paling dirugikan karena sudah diraba-raba oleh Kagami Jiro. "Mengapa selalu saja bersikap menyebalkan seperti ini?! Jelas-jelas aku tidak melakukan apa-apa!"


"Sudah-sudah. Kalau kamu marah-marah elevator ini bisa saja terjatuh lo ..." sahut Kagami Jiro dengan asal sambil mencari sesuatu di dalam sling bag Yuna.


"Dasar pembohong! Mana bisa seperti itu?!" sungut Yuna kesal. "Tuan bilang elevator ini tak akan bisa terjatuh ke lantai dasar bukan?!"


"Ya memang benar. Namun jika terhadi kejadian di luar kendali ya aku tidak tau." sahut Kagami Jiro dengan enteng.


Dan tiba-tiba saja terjadi sebuat gerakan mengagetkankembali dari elevator ini. Sekan mau terjatuh kembali dan membuatnya begitu bergetar.


BBRRAAKK ...


"Ahhh ..." seketika Yuna memekik kembali dan berpegangan semakin kuat dengan mencengkeram lengan Kagami Jiro. Sementara kepalanya kembali dia benamkan pada dada bidang Kagami Jiro.


Jujur saja, saat ini Kagami Jiro sedang menahan tawa dan berharap bantuan akan semakin lama untuk datang dan menyelamatkan mereka berdua.


Setelah beberapa saat, akhirnya Kagami Jiro mulai menemukan ponsel itu . Namun disaat Kagami Jiro berniat untuk menghidupkan lighter, ponsel Yuna meminta sebuah pasword.

__ADS_1


"Apa paswordnya?" tanya Kagami Jiro.


"Pasword?"


"Ya, katakan padaku!"


"Dua ... tujuh ... kosong ... satu ... sembilan ... delapan ... itu paswordnya." Yuna menyauti tanpa merubah posisinya.


"Hhm. Baiklah." sahut Kagami Jiro sambil memasukkan beberapa angka yang sudah Yuna diktekan untuknya dengan tersenyum tipis. Karena secara tidak langsung saat ini Kagami Jiro juga mendapatkan sebuah info penting dari Yuna.


Setelah beberapa saat akhirnya kunci ponsel itu mulai terbuka dan Kagami Jiro mulai menghidupkan lighter itu. Kalian pasti bingung, mengapa kali ini Kagami Jiro tidak menggunakan kecerdasannya untuk membuka ponsel Yuna?


Yeap, karena dengan berpura-pura bertanya kepada Yuna adalah hanya sengaja dia lakukan, agar dia bisa selalu dekat dan menjahilinya. Ya, sebenarnya itu dia lakukan dengan sengaja dan alibi saja.


Cahaya putih kini mulai menyinari ruangan itu. Meskipun masih begitu gelap, namun itu cukup untuk memberikan sedikit penerangan. Tangan kanan Kagami Jiro masih memegang ponsel itu. Sementara tangan kirinya kembali dilingkarkan pada pinggang ramping Yuna dengan alibi ingin menjaga Yuna. Haishh ... memanglah si casanova! Tak pernah melewatkan sebuah kesempatan sekecil apapun.


"Mengapa mereka lama sekali?" ucap Yuna masih sedikitpun tak bergerak.


"Apa?! Masa mereka tidak tau jika kita sedang terjebak disini? Lalu bagaimana dong. Kita akan kehabisan oksigen jika terlalu lama." sungut Yuna sedikit mendongak menatap Kagami Jiro.


"Kalau begitu bernapaslah dengan hemat. Agar oksigen di dalam elevator ini tidak segera habis." celutuk Kagami Jiro asal. "Atau kau mau aku berikan napas buatan nanti? Aku akan melakukannya dengan sukarela karena sedang berbaik hati. Bagaimana?" imbuhnya dengan nada menggoda.


Yuna yang mendengarkan kicauan dari Kagami Jiro membulatkan sepasang mata beningnya menatap pria dewasa yang sedang berdiri di hadapannya dengan sedikit menunduk itu karena sedang menatap dirinya.


Belum sempat Yuna membalas ucapan dari Kagami Jiro, tiba-tiba saja terdengar beberapa suara sebuah benda berat yang sedang berusaha untuk membuka pintu elevator. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu elevator itu mulai dibuka dengan paksa oleh team penyelamat dan juga maintenance.


Namun posisi elevator sedang tergantung, diantara dinding dan sebuah ruangan. Jadi hanya setengah pintu saja yang bisa dilalui untuk bisa keluar dari elevator itu. Dan sisi yang bisa dilalui adalah bagian atas.

__ADS_1


"Maaf atas keterlambatan kami untuk penanganan masalah ini, Tuan Kagami Jiro." ucap salah satu dari mereka lalu mulai jongkok dan mununduk.


"Its's okay!" Kagami Jiro menyauti dengan santai dan tak memperlihatkan kemarahan sama sekali.


Team penyelamat itu mulai mengulurkan tangannya untuk membantu Yuna maupun Kagami Jiro untuk naik dan memanjat pintu elevator. "Silakan tuan atau nona pegangan dengan tanganku!"


"Naiklah dulu! Aku akan naik setelahmu." titah Kagami Jiro sedikit menunduk menatap Yuna.


Yuna mengangguk pelan menandakan dia menyetujui ucapan dari Kagami Jiro.


Yuna mulai memberanikan diri untuk melangkah menuju pintu elevator yang sudah terbuka itu, namun tiba-tiba saja sebuah pergerakan kuat terjadi lagi yang mengakibatkan elevator sedikit terhentak turun meskipun hanya dalam beberapa inchi saja, namun itu sukses membuat Yuna begitu histeris dan ketakutan kembali.


Bahkan Yuna langsung duduk bersimpuh dan menutup kedua matanya dengan kedua tangannya. Dengan cepat Kagami Jiro segera mendatangi Yuna dan meraih kedua bahunya untuk membantunya berdiri kembali.


"Jangan takut. Elevator ini tak akan terjatuh lagi. Percayalah padaku." ucap Kagami Jiro berusaha untuk menenangkan Yuna dan masih gemetaran.


"Tap-tapi ..."


"Aku akan membantumu untuk keluar dari elevator ini. Ayo!" kini Kagami Jiro menuntun pelan Yuna, karena Yuna berjalan dengan begitu berhati-hati.


Yeap, Yuna masih saja ketakutan akan pikirannya sendiri saat ini. Mungkin karena terlalu banyak menonton film aksi. Entahlah.


Kini Kagami Jiro menurunkan egonya dan jongkok menghadap pintu elevator itu, "Naiklah Yuna, setelah itu berpenganlah pada tangan team penyelamat."


Sebenarnya Yuna terlihat begitu ragu untuk berbuat hal itu. Kagami Jiro, orang yang selalu dihormati kini melakukan hal seperti itu untuk dirinya, bahkan di depan anak buahnya.


"Naiklah Yuna. Atau aku tak akan menjamin jika elevator ini tidak akan terjatuh lagi." ucap Kagami Jiro berbohong, karena itu dia katakan agar Yuna segera melakukan hal sesuai yang dia perintahkan.

__ADS_1


Seakan tak ada pilihan lain, akhirnya Yuna mengikuti perintah dari Kagami Jiro dengan menaiki bahu lebarnya yang sangat kuat. Dengan begitu hati-hati Yuna memijak bahu lebar itu.


Setelah itu Yuna mulai mengulurkan tangannya untuk menerima uluran tangan dan bantuan dari team penyelamat. Hingga akhirnya Yuna bisa keluar dari elevator.


__ADS_2