
"Tenang saja, Yuna. Aku juga membawakan hadiah untukmu." sebuah kotak kecil berwarna kemerahan dan begitu lembut kini mulai diberikan untuk Yuna.
Nah loh ... apa ini? Sepasang manik-manik indah itu sedikit membulat menatap kotak kecil kemerahan itu yang sedang diulurkan oleh Kagami Jiro.
"Ap-apa ini?" gumam Yuna pelan.
"Hadiah untukmu." sahut Kagami Jiro dengan santai dan tersenyum tipis.
"Terima kasih, Tuan Kagami Jiro. Tapi tidak perlu memberikan aku hadiah. Karena bukan aku yang ulang tahun hari ini." ucap Yuna dengan ramah.
"Hhm? Hadiah tak harus diberikan disaat ulang tahun. Benar begitu, Bibi?" kini Kagami Jiro melirik ibu Yuna untuk mendapatkan pembelaan.
"Oh iya ... benar apa yang dikatakan oleh tuan muda Kagami Jiro, Yuna." sahut ibu Yuna yang sudah termakan dengan rayuan Kagami Jiro.
Perfect ...
Batin Kagami Jiro tersenyum penuh kemenangan.
"Tapi ibu?" Yuna menatap ibunya seolah tidak percaya. Mengapa ibuku malah membela pria licik itu?! Mungkin seperti itulah yang sedang dia pikirkan saat ini.
Namun ibu Yuna hanya tersenyum menatap putrinya dan mengangguk pelan, hingga akhirnya dengan terpaksa Yuna menerima hadiah dari Kagami Jiro.
Setelah beberapa saat Kagami Jiro meraih sesuatu dari saku pakaiannya yang lainnya dan mulai mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru navy dan kali ini dia memberikannya untuk ibu Yuna.
"Bibi, aku juga membawakan hadiah untuk bibi. Terimalah. Ini adalah salah satu produk terbaik yang dikeluarkan oleh Ruby Shine. Semoga bibi menyukainya." ucap Kagami Jiro dengan ramah dan manis.
"Hadiah lagi? Tapi ... begitu banyak dan sangat mewah hadiah dari tuan muda Kagami Jiro ..." kini ibu Yuna mulai ragu-ragu untuk menerima semua itu.
"Tidak, Bibi. Ini tidak seberapa kok. Terimalah, Bibi. Jika bibi menolaknya, maka aku akan sangat sedih." Kagami Jiro mulai mengeluarkan jurus andalannya untuk menakhlukkan lawannya agar melakukan sesuai dengan keinginannya.
__ADS_1
"Oh ... ba-baiklah. Terima kasih banyak, Tuan muda Kagami Jiro." ucap ibu Yuna akhirnya.
"Sayang, Yuna ... mengapa kalian begitu lama? Siapa yang datang?" kini mulai terdengar suara seorang pria paruh baya dan rupanya dia sudah datang untuk menyusul Yuna dan ibu Yuna.
"Yang datang adalah tuan muda Kagami Jiro, putra pertama dari pemilik toko perhiasan Ruby Shine, Sayang." jelas ibu Yuna sebelum ayah Yuna sempat melihat sang tamu.
Hingga setelah beberapa saat ayah Yuna mulai memperlihatkan diri dan melihat sang tamu.
"Tuan muda Kagami Jiro?" ucap ayah Yuna sedikit terkejut.
"Selamat malam, Paman. Yuna mengundangku untuk merayakan pesta ulang tahun paman. Selamat ulang tahun, Paman." sapa Kagami Jiro dengan sangat ramah dan terlihat seperti seorang pria yang begitu lemah lembut, baik hati dan sangat menyenangkan.
"Oh, terima kasih, Tuan muda Kagami Jiro." sahut ayah Yuna dengan ramah. "Dasar, Yuna. Ini hanya makan malam kecil-kecilan. Mengapa sampai mengundang tuan besar Kagami Jiro?! Ini sungguh tidak pantas." ayah Yuna malah menyalahkan Yuna karena merasa kurang pantas dalam menjamu Kagami Jiro dengan makanan rumahan yang begitu sederhana dan hanya istrinya yang memasaknya. Karena biasanya pastinya keluarga Kagami akan memiliki seorang cheft keluarga.
"Tapi ayah ....dia sendiri yang ingin datang ..." sela Yuna tak terima ayahnya malah menyalahkannya.
"Oh, baiklah. Mari kita masuk dulu." ajak ayah Yuna.
Ayah Yuna dan ibu Yuna mulai berbalik dan memasuki apartemen itu. Sementara Yuna sedikit minggir untuk memberikan jalan untuk Kagami Jiro. Pria itu tersenyum penuh kemenangan menatap Yuna ketika berjalan melaluinya.
Kini mereka kembali bergabung bersama Wilson dan juga Jonathan. Kehadiran Kagami Jiro yang secara tiba-tiba tentu saja membuat Jonathan dan Wilson begitu terkejut.
Mengapa ada tuan Kagami Jiro disini? Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa perasaanku tidak enak ya?
Batin Wilson yang masih menatap Kagami Jiro hingga Kagami Jiro sudah duduk di sebuah kursi.
"Hallo, Wilson! Tak kusangka kau akan ada disini." sapa Kagami Jiro dengan sengaja.
"Oh ... halo ... selamat malam, Tuan Kagami Jiro. Saya juga diundang oleh Yuna, Tuan." sahut Wilson tanpa menghilangkan rasa patuh untuk Kagami Jiro, meskipun keduanya tak sedang bertemu untuk urusan pekerjaan.
__ADS_1
"Kalian berdua saling mengenal?" tanya ayah Yuna sedikit terkejut.
"Iya, Paman. Tuan Kagami Jiro adalah bossku, dan dia adalah pemimpin utama dari Doragonshadou." jelas Wilson dengan jujur.
"Pemimpin utama dari Doragonshadou?" ucap ayah, ibu Yuna dan Jonathan bersamaan. Dan mereka bertiga terlihat begitu terkejut.
"Benar sekali. Tuan Kagami adalah pemimpin utama dari Doragonshadou." ucap Wilson lagi dengan nada begitu rendah.
"Wilson. Kita sedang berada di luar pekerjaan. Jadi anggaplah aku sebagai temanmu, bukan bosmu." ucapan ramah dari Kagami Jiro tentu saja membuat kesan yang baik untuknya di depan semua orang.
"Malam ini Yuna juga mengundangku, Wilson. Dan dia juga begitu menginginkan aku untuk datang malam ini, bahkan sudah mempersiapkan pakaian khusus untukku." Kagami Jiro mulai melihat pakaiannya sendiri untuk memamerkannya di depan Wilson dan Jonathan.
Dan tentu saja itu sungguh mengejutkan semua orang. Wilson yang seakan langsung patah hati, Jonathan yang merasa sedikit kesal karena mengira Yuna sudah menyembunyikan semua ini dari dirinya karena biasanya Yuna akan menceritakan apapun kepadanya.
Dan bagaimana dengan tanggapan kedua orang tua Yuna saat mengetahui sebuah kesalah pahaman ini? Soal Yuna yang membuatkan pakaian khusus untuk seorang pria, untuk menghadiri perayaan kecil ayahnya?
Tentu saja hal itu membuat ayah dan ibu Yuna salah paham soal hubungan mereka. Mereka berpikir jika keduanya sudah begitu dekat, hingga Yuna melakukan hal itu. Terlebih selama ini Yuna tak pernah dekat dengan seorang pria, kecuali Jonathan.
Sial! Pria licik ini benar-benar menyebalkan! Membuat seolah-olah aku yang sudah memohon-mohon padanya untuk kehadirannya malam ini. Padahal dia sendiri yang ingin datang malam ini! Sungguh menyebalkan!!
Sungut Yuna di dalam hati.
Kedua orang tua Yuna, Jonathan bahkan Wilson kini mulai menatap Yuna dengan curiga.
"Bukan seperti itu, Ayah, Ibu ... aku membuatkan pakaian untuknya karena ..." Yuna berusaha untuk menjelaskan kepada orang tuanya agar mereka tidak salah paham, namun Kagami Jiro dengan cepat menggagalkan cara itu.
"Bibi, paman. Pakaian ini sangat cocok untukku bukan? Yuna sungguh sangat berbakat dan memiliki tangan yang begitu ajaib sehingga bisa membuat karya indah seperti ini!" ucap Kagami Jiro dengan cepat.
Nah loh ... kini kedua orang tua Yuna semakin meleleh karena Kagami Jiro memuji putrinya.
__ADS_1